cover
Contact Name
Laelatul Qodaryani
Contact Email
jsdlbbsdlp@gmail.com
Phone
+6285641147373
Journal Mail Official
jsdlbbsdlp@gmail.com
Editorial Address
Balai Besar penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Jln. Tentara Pelajar no 12, kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Ciwaringin, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16114
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Lahan
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini memuat artikel tinjauan (review) mengenai hasil-hasil penelitian yang telah diterbitkan, dikaitkan dengan teori, evaluasi hasil penelitian lain, dengan atau mengenai kebijakan. Ruang lingkup artikel tinjauan ini meliputi bidang: tanah, air, iklim, lingkungan pertanian, perpupukan dan sosial ekonomi sumberdaya lahan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2012)" : 6 Documents clear
Peningkatan Produktivitas Tanah Melalui Sistem Agroforestri Erna Suryani; Ai Dariah
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.802 KB) | DOI: 10.21082/jsdl.v6n2.2012.%p

Abstract

Abstrak. Rendahnya tingkat kesuburan tanah dan tingginya unsur yang bersifat meracun sebagai akibat tingginya intensitas hujan (>2.500 mm/tahun) merupakan penyebab utama rendahnya produktivitas tanah di daerah tropika basah, seperti Indonesia. Pada kondisi ini, diharapkan sistem agroforestri dapat menjadi solusinya. Terdapat tiga komponen dalam agroforestri, yaitu kehutanan, pertanian dan peternakan. Agroforestry dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai Wanatani yang berarti menanam pepohonan di lahan pertanian. Pohon-pohon memilki perakaran dalam dan menyebar secara intensif pada lapisan tanah bawah mengurangi pencucian hara secara vertikal maupun horisontal. Penutupan tanah oleh vegetasi melindung tanah dan erosi. Peran tersebut menjadikan agroforestri mampu bertindak sebagai salah satu tindakan konservasi tanah dan air, selain menghasilkan beberapa jenis produk yang memilik nilai ekonomi tinggi. Kondisi demikian sekaligus menempatkan agroforestri sebagai sistem pengelolaan lahan yang berkelanjutan.Abstract. The low soil fertility and high toxic elements caused by high rainfall (>2,500 mm/year) is the main factor responsible for the low soil productivity in the humid tropical zone, like Indonesia. In this condition, agroforestry system is expected to be solution. There are three components of agroforestry: silviculture, agriculture and livestock. Agroforestry in Indonesian is called Wanatani that means planting trees in agricultural land. Trees have deep rooting and spread intensively in subsoil may reduce leaching nutrient both vertically and horizontally. Cover crop protected soil from erosion. This role makes agroforestry as one form of soil and water conservation practices, produced some products that have a high economic value. This situation allowed agroforestry as a system of sustainable land management.
DAMPAK KEBAKARAN LAHAN TERHADAP KESUBURAN FISIK, KIMIA, DAN BIOLOGI TANAH SERTA ALTERNATIF PENANGGULANGAN DAN PEMANFAATANNYA Firmansyah, M. Anang; G., Subowo
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.431 KB) | DOI: 10.21082/jsdl.v6n2.2012.%p

Abstract

Abstrak. Makalah membahas dampak kebakaran lahan terhadap kesuburan tanah yang meliputi sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Kebakaran lahan pada awalnya akan menurunkan kenekaragaman hayati tanah, kandungan bahan organik tanah dan selanjutnya dalam jangka pendek mampu meningkatkan pH tanah, meningkatkan N-NH4+, fosfor tersedia, Na+, K+ dan Mg2+, menurunkan KTK, dan Ca2+ dan populasi biologi tanah. Sifat tanah yang paling peka terhadap kebakaran lahan adalah sifat biologi tanah termasuk hama-penyakit bawaan tanah yang hidup di permukaan tanah. Pembakaran lahan sengaja hendaknya diarahkan pada lahan yang potensial untuk pengembangan pertanian, namun memiliki endemi serangan hama-penyakit bawaan tanah. Pemanfaatan lahan pasca kebakaran dapat dilakukan dengan pencegahan terjadinya erosi oleh air hujan, pemberian bahan organik yang tidak mengandung hama-penyakit tanaman; pilihan komoditas dari jenis tanaman sederhana yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan cepat tumbuh. Aplikasi pupuk hayati dapat dilakukan secara maksimal, baik jenis/fungsi, jumlah maupun penempatannya dengan diikuti pemberian bahan organik secukupnya. Seluruh organisme fungsional yang dapat memperbaiki sifat fisik maupun kimia/hara dapat diaplikasikan dengan tetap memperhatikan pencegahan adanya kontaminasi hama-penyakit bawaan tanah.Abstract. The paper discussed the impact of fires on soil fertility including soil physical, chemical, and biological aspects. Fires initially lowered soil biodiversity, organic matter content and further in the short term increased soil pH, N-NH4+, available phosphorus, Na+, K+ and Mg2+, but decreased CEC, Ca2+, and biological population of the soil. The most susceptible soil properties were soil biological properties and soil pest-borne disease living on the soil surface. Deliberately burning the land should be directed to the potential land for agriculture, but has endemic soil-borne disease. Post-fire land use can be done by preventing erosion, application organic materials that do not contain plant pests and disease, selection of crops having high economic value and grow rapidly. Application of biofertilizers included type/function, rate, and placement and accompanied by sufficient organic matter application. All microorganism having ability to improve soil physical and chemical properties could be applied to the soils and that contamination of the soil borne diseases should be prevented.
VOL.6(2) 2012 Sumberdaya Lahan, Jurnal
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.353 KB) | DOI: 10.21082/jsdl.v6n2.2012.%p

Abstract

Desember 2012
PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA HAYATI TANAH UNTUK REHABILITASI TANAH ULTISOL TERDEGRADASI G., Subowo
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.011 KB) | DOI: 10.21082/jsdl.v6n2.2012.%p

Abstract

Abstrak. Ultisol merupakan salah satu tanah tua, terdapat horizon argilik/iluviasi yang padat, mengalami pencucian intensif, tanah lapisan atas tipis, kesuburan rendah, dan tanah banyak mengalami degradasi. Sejalan permasalahan tersebut, upaya rahabilitasi tanah Ultisol terdegradasi di kawasan megabiodiversity seperti halnya di Indonesia dapat diupayakan dengan pemberdayaan sumberdaya hayati tanah. Fauna tanah yang mampu membuat liang di dalam tanah dapat mengurangi erosi dan pencucian hara, mikroba pelarut P dapat meningkatkan ketersediaan P tanah, mikroba penambat N2-bebas dapat meningkatkan ketersediaan hara N tanaman, dan pengkayaan populasi organisme tanah lainnya untuk meningkatkan daur hara dan konservasi C-organik tanah. Untuk mewujudkan peranan organisme tanah tersebut perlu diikuti pemberian bahan organik ataupun pupuk sebagai sumber hara dan energi, serta pengendalian jenis dan jumlah populasi organisme tanah yang memiliki peranan penting dalam memperbaiki kesuburan tanah sesuai dengan target perbaikan yang diharapkan.Abstract. Ultisol is one of the highly weathered soils, with solid agrillic or illuvial horizon, intensive leaching, a thin top layer, low fertility, and a lot of soil degradation. Along these problems, attempts to rehabilitate degraded Ultisols in megabiodiversity areas like Indonesia could be performed by empowering soil biological resources. Soil fauna having ability to create soil pores could reduce erosion and nutrient leaching, microbes have ability to dissolved P and P-availability, microbes able to fix N2 from atmosphere to increase soil nutrient, and the enrichment of populations of other soil organisms to improve nutrient cycling and soil C-organic preservation. To achieve the role of soil microorganisms, it is necessary to apply organic matter as sources of nutrients and energy, controlling the type and number of populations of soil organisms which have an important role in improving soil fertility according to the expected targets.
SISTEM INFORMASI KALENDER TANAM TERPADU: STATUS TERKINI DAN TANTANGAN KEDEPAN Runtunuwu, Eleonora; Syahbuddin, Haris; Ramadhani, Fadhlullah; Pramudia, Aris; Setyorini, Diah; Sari, Kharmila; Apriyana, Yayan; Susanti, Erni; Haryono, Haryono; Setyanto, Prihasto; Las, Irsal; Sarwani, Muhrizal
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.175 KB) | DOI: 10.21082/jsdl.v6n2.2012.%p

Abstract

Abstrak. Penetapan waktu tanam yang tepat merupakan salah satu penentu keberhasilan panen dan peningatan produktifitas tanaman pangan. Kearifan lokal dan cara konvensional yang digunakan untuk menerapkan pola tanam telah mengalami bias akibat pergeseran awal musim tanam. Untuk memandu penyuluh dalam menyesuaikan waktu dan pola tanam, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian mengembangkan Sistem Kalender Tanam Terpadu untuk menjawab permasalahan mendasar terkait dengan pengamanan dan peningkatan produksi beras nasional menghadapi varibilitas dan perubahan iklim. Makalah ini bertujuan untuk memaparkan perkembangan sistem informasi kalender tanam terpadu berbasis web pada level kecamatan untuk seluruh Indonesia. Sistem ini dibangun dengan mengintegrasikan tiga sub-sistem, yaitu sub-sistem data, model dan pencarian, yang dapat diakses melalui alamat litbang.deptan.go.id. Informasi utama yang diperoleh dari sistem ini adalah estimasi awal waktu tanam tanaman padi untuk musim tanam yang akan datang. Selain itu, pengguna dapat memperoleh informasi wilayah yang rawan terkena bencana seperti kekeringan, banjir dan serangan organisme pengganggu tanaman. Informasi lain adalah rekomendasi teknologi berupa pupuk, varietas, dan kebutuhan benih yang perlu disiapkan pengguna sebelum masuk periode musim tanam tersebut. Oleh karena itu, sistem ini perlu diperbaiki minimal tiga kali setahun pada setiap awal musim tanam untuk seluruh kecamatan di Indonesia. Tantangan pengembangan sistem kalender tanam terpadu ke depan adalah: (1) pemanasan global mengakibatkan iklim yang sulit diprediksi dan mempengaruhi akurasi estimasi awal waktu tanam, (2) penurunan produktivitas dan produksi yang tentunya membutuhkan informasi inovasi teknologi yang makin kompleks, serta (3) alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian yang mengakibatkan pengurangan luas baku sawah. Pemeliharaan dan pengembangan sistem ini tetap diperlukan, untuk meningkatkan kualitas data maupun informasi agar semakin memenuhi kebutuhan pengguna.Abstract. The accuracy in determining time of planting is one of determining factors in securing good harvest and increasing yield of food crop. Local wisdom and other conventional ways applied previously in determining cropping pattern are no longer appropriate because of shifting seasons. As a guideline for extension workers in determining cropping pattern and time of planting, Indonesian Agency for Agricultural Research and Development has published information system of integrated cropping calendar to secure national rice production in coping with climate variability and climate change. This paper aims to describe the development of web-based Information System of Integrated Cropping Calendar at a sub-district level. The system is constructed by integrating three sub-systems, namely sub-system data, model and query and can be accessed through the website address at www.litbang.deptan.go.id. The main information that can be obtained from this system is initial estimate of paddy planting time for the upcoming planting season. In addition, the users can obtain information on disaster prone areas such as droughts, floods and pests attack. Other informations are recommended technology for varieties, seed requirement and fertilizers, that be prepared by users prior to growing season period. Therefore, this system needs to be improved for all sub-districts in Indonesia at least three times a year of the beginning of each growing season. The challenges of developing integrated cropping calendar system for the future are: (1) global warming increases unpredictable weather that impacts on the accuracy of planting time estimate, (2) decreases in productivity and yield production which would require an increasingly technological innovation informations, and (3)land conversion and fragmentation of agricultural land resulting in reduction of paddy field area. Maintenance and development of this system are still needed, to improve the quality of data and information in order to meet the user needs.
Pengelolaan Lahan Gambut Untuk Pengembangan Kelapa Sawit Di Indonesia Supiandi Sabiham; Sukarman Sukarman
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jsdl.v6n2.2012.%p

Abstract

Abstrak.Lahan gambut yang mempunyai sifat mudah rusak, pemanfaatannya harus berpedoman pada upaya pengembangan lahan berkelanjutan dengan konsep pembangunan yang “konstruktif-adaptif”. Pengalihan fungsi lahan gambut untuk keperluan lain berdasarkan kesesuaian dan kemampuan lahan serta penggunaan teknologi yang sesuai harus menjadi dasar dalam pengembangan lahan gambut ke depan. Dengan demikian, pemilihan teknologi dan komoditas yang tepat dan adanya upaya untuk menekan kerusakan lahan hingga sekecil mungkin menjadi sangat penting. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang mampu beradaptasi dengan baik pada berbagai jenis lahan, termasuk lahan gambut. Dengan teknologi pengelolaan air yang tepat, disertai peningkatan stabilitas bahan gambut dan serapan CO2 oleh tanaman pada kawasan pengembangan kelapa sawit, maka pemanfaatan lahan gambut akan memberikan faedah yang besar, tidak hanya untuk masa kini tetapi juga untuk masa mendatangAbstract.Peatlands with fragile properties should be used by following the guidance of sustainable land development with land usages concept of “constructive-adaptive” development. Conversion of peatlands for other land usages based on land capability and land suitability as well as the appropriate use of technology should be the basis for their future development. Thus, the selection of suitable technologies and commodities with the attempts to reduce the land damage to the lowest level is very important. Oil palm is one of the agricultural commodities that are able to adapt different types of land, including peatlands. With proper water management and the efforts to increase peat stability and CO2 sequestration in the area of oil palm development, the use of peatlands will provide a great benefit, not only for today but also for the future.

Page 1 of 1 | Total Record : 6