cover
Contact Name
Laelatul Qodaryani
Contact Email
jtibbsdlp@gmail.com
Phone
+6285641147373
Journal Mail Official
jtibbsdlp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Tanah dan Iklim
Core Subject : Agriculture,
Jurnal TANAH dan IKLIM memuat hasil-hasil penelitian bidang tanah dan iklim dari para peneliti baik dari dalam maupun dari luar Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Jurnal ini juga dapat memuat informasi singkat yang berisi tulisan mengenai teknik dan peralatan baru ataupun hasil sementara penelitian tanah dan iklim.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 39, No 2 (2015)" : 7 Documents clear
PEMBENAH TANAH ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAH DAN TANAMAN KEDELAI DI LAHAN KERING MASAM Nurida, Neneng L; Dariah, Ai; Sutono, S.
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 39, No 2 (2015)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v39n2.2015.99-108

Abstract

Abstrak. Pengembangan kedelai di lahan kering masam perlu didukung tindakan rehabilitasi lahan, antara lain dengan penambahan pembenah tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula pembenah tanah alternatif yang mampu memperbaiki sifat tanah di lahan kering masam untuk mendukung pertumbuhan dan produksi kedelai secara optimal. Penelitian dilaksanakan di Desa Sarirejo, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur (05001?07.0??S dan 105031?01.4??E) pada bulan April-Juli 2013. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok, tiga ulangan. Formula pembenah tanah yang diuji: 1) Volkanorf K424 3,0 t ha-1, 2) Biochar SP50 Submikron 1,0 t ha-1, 3) Beta Submikron 1,0 t ha-1, 4) Beta Humat 1,5 t ha-1, dan 5) Biochar SP50 Humat 1,5 t ha-1. Tanaman indikator adalah kedelai (Glycine max) varietas Tanggamus. Parameter yang diamati adalah sifat fisik dan kimia tanah serta pertumbuhan dan hasil kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biochar SP50 Submikron potensial meningkatkan air tersedia tanah hingga mencapai 11,0 %vol. dibandingkan pembenah tanah lainnya dan sangat menguntungkan untuk tanah dengan tekstur berpasir. Pembenah tanah Volkanorf K424 sangat unggul untuk meningkatkan pH, kandungan P, dan menurunkan toksisitas aluminium akibat tingginya kandungan P dan Ca dalam formula tersebut. Tinggi tanaman hingga umur 8 minggu setelah tanam cukup baik, mencapai 65-70 cm. Hasil biji kering kedelai mencapai 1,44-1,58 t ha-1, kecuali untuk perlakuan Biochar SP50 Humat yang hanya menghasilkan 1,32 t ha-1. Ditinjau dari hasil biji kering kedelai, maka aplikasi pembenah tanah alternatif yang diformulasi oleh Balittanah (Biochar SP50 Submikron dan Volkanorf K424) prospektif digunakan untuk produksi kedelai pada lahan bertanah masam. Abstract. Efforts for soybean development on upland acid soils need to be supported by land rehabilitation measure for obtaining optimal yield. This study aimed to develop alternative soil conditioner formula for improving upland acid soil properties and to increase soybean productivity. The research was conducted in the Sarirejo village, Sukadana Subdistrict, East Lampung (05001?07.0?? S, 105031?01.4?? E) from April to July 2013. The treatments were arranged using the randomized block design with three replications. The soil conditioner formula tested were: 1) Volkanorf K424 3.0 t ha-1, 2) Biochar SP50 Submicron 1.0 t ha-1, 3) Beta Submicron 1.0 t ha-1, 4) Beta Humic 1.5 t ha-1 and 5) Biochar SP50 Humic 1.5 t ha-1. The indicator crop was soybean (Glycine max), Tanggamus variety. Parameter observed were soil physical and chemical properties and growth and yield of soybean. The results showed that the Biochar SP50 Submicron formula is more potential for increasing soil water availability up to 11.0% vol. Its use is suitable for sandy acid soil. The soil conditioner of Volkanorf K424 formula increased significantly soil pH, phosphorus content and decreased aluminum toxicity due to the high contents of Ca and P in the formula. The plant height at 8 weeks after planting was 65-70 cm, which is classified as normal. The grain yield ranged from 1.44 to 1.58 t ha-1, except for Biochar SP50 Humic formula that was only 1.32 t ha-1. Based on the soybean grain yield data, the application of Biochar SP50 Submicron and Volkanorf K424 are prospective for managing of upland acid mineral soil for supporting soybean production.
Karakteristik Tanah yang Terbentuk dari Batuan Skis dan Kesesuaian Lahannya untuk Tanaman Kakao: Studi Kasus di Sulawesi Tenggara Edi Yatno; Sudarsono Sudarsono; B. Mulyanto; Iskandar Iskandar
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 39, No 2 (2015)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v39n2.2015.109-120

Abstract

KARAKTERISTIK MINERALOGI DAN FISIKO-KIMIA TANAH-TANAH DARI ABU VULKANIK DI HALMAHERA, MALUKU UTARA, INDONESIA Suryani, Erna; Hikmatullah, Hikmatullah; Suratman, Suratman
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 39, No 2 (2015)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v39n2.2015.86-98

Abstract

Abstrak. Informasi tentang sifat-sifat tanah dari abu vulkanik di Pulau Halmahera bagian utara Maluku, masih sedikit. Untuk itu sifat morfologi, fisiko-kimia dan mineralogi dari enam profil tanah telah diteliti untuk menentukan jika tanah memenuhi sifat tanah andik. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2013-2014. Komposisi mineral pasir ditentukan dengan metode line counting, dan mineral liat dengan X-Ray Difractometer melalui penjenuhan Mg2+. Analisis sifat fisiko-kimia tanah meliputi: tekstur (metode pipet), pH tanah diukur di dalam H2O dan 1 M KCl (rasio tanah dan larutan 1:5); C organik (Walkley and Black); N total (Kjeldahl); P dan K total (ekstraksi HCl 25%), P tersedia (ekstraksi Olsen dan Bray I); Ca, Mg, K, Na dapat tukar dan KTK (ekstraksi NH4OAc pada pH 7,0), kejenuhan basa (persentase jumlah basa-basa); total hara mikro Fe, Mn, Cu, Zn, B, Ni, Cr, dan Mo (ekstrasi HNO3 + HClO4). Hasil penelitian menunjukkan tanah berwarna coklat gelap sampai hitam pada lapisan atas, konsistensi gembur, tekstur sedang dengan kandungan pasir >40%. Mineral pasir didominasi oleh gelas vulkanik, labradorit, bitownit, augit dan hiperstin, sedikit andesin dan olivin yang menunjukkan abu vulkanik bersifat andesit-basalt. Fraksi liat didominasi oleh alofan dan haloisit. Tanah memiliki C organik tinggi (>3,0%) pada lapisan atas dan menurun dengan kedalaman. Reaksi tanah agak masam (pH H2O 6,0-6,5), KTK tanah rendah sampai tinggi (4-29 cmolc kg-1) dan kejenuhan basa tinggi (>35%). Retensi P tinggi (31-78%), demikian juga dengan pH NaF (9,23-10,92). Alo+0,5Feo bervariasi dari 0,32-5,56% dan indeks sifat tanah andik: [%(Alo+0,5Feo) x 15,625 + (% gelas vulkanik)] >36,25. Retensi air pada 1.500 kPa <15%. Lima profil memenuhi sifat tanah andik diklasifikasi sebagai Andisols, dan profil lainnya sebagai Inceptisols. Kelas kesesuaian lahan termasuk sangat sesuai (S1) sampai sesuai marginal (S3) untuk tanaman pangan lahan kering, dengan faktor pembatas KTK rendah di sebagian profil, disamping bahaya erosi pada daerah berlereng >3%. Abstract. Information of soil properties formed on volcanic ashes in the northern Halmahera Island, Maluku, is rather scanty. We studied the morphological, physicho-chemical characteristics and mineralogical of six soil profiles to determine whether these soils meet the andic soil properties. This study was conducted in 2013-2014. Sand mineral composition was determined using line counting, and clay mineral by X-Ray Difractometer with Mg2+saturation. Analysis of physicho-chemical properties are: texture (pipette method), soil pH was measured in H2O and 1 M KCl at a 1:5 soil/solution ratio; organic C (Walkley and Black); total-N (Kjeldahl), total-P and total K (HCl 25% extraction); available-P (Olsen or Bray I extraction), and exchangeable bases and CEC (NH4OAc pH 7.0); base saturation (sum of bases percentage); total-micronutrients Fe, Mn, Cu, Zn, B, Ni, Cr, and Mo (HNO3 + HClO4 extraction). The topsoil was dark brown to black in color, medium texture (sand content > 40%) and friable in consistency. The composition of sand fraction was dominated by volcanic glasses, labradorite, bitownite, augite and hypersthene, with some andesine and olivine, indicating that the volcanic ash has andesit-basaltic properties. The clay fraction dominated by allophane and halloysite. These soils had a high organic C content (> 3.0%) in the topsoil which decreased with depth, slightly acidic in reaction (pH H2O 6.0-6.5), low to high CEC (4-29 cmolc kg-1) and high base saturation (>35%). The P retention was high (31-78%) and so was pH NaF (9.23-10.92). Alo+0.5Feo varied from 0.32-5.56%, and [%(Alo+0.5Feo) x 15.625 + (% volcanic glasses)] was >36.25. Water retention at 1.500 kPa was <15%. Five profiles met the andic soil properties; thus, classified as Andisols, and the rests were classified as Inceptisols. Suitability evaluation showed that the land was very suitable to marginally suitable for upland food crops, whith the low CEC and high erosian hazard on land with slopes >3% as the limiting factors.
Rice Yield and Nutrient Removal through Harvest in Newly Developed Lowland Rice Field in Bulungan District, North Kalimantan Sukristiyonubowo Sukristiyonubowo; Ricky Christo Ajiputro; Sugeng Widodo
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 39, No 2 (2015)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v39n2.2015.121-126

Abstract

Abstract. Nutrient removal through rice harvest of Ciherang variety planted in newly developed lowland rice field was studied in Bulungan District, in 2013. The aims of this research were to evaluate the amount of nutrients taken out by rice harvest and to properly manage its fertility to sustain high rice yield. Five treatments were tested, T0: Farmers practices, T1: Package A (NPK at recommendation r ate + Dolomite), T2: Package B (NPK at recommendation rate + dolomite + Compost + Smart), T3: Package C (¾ NPK at recommendation rate + Compost + Dolomite + Smart), and T4: Package D (NPK at recom-mendation rate + Compost + Dolomite + Smart). They were arranged in a Randomized Complete Block Design and replicated three times. The results showed that the highest rice biomass yield (rice grains, rice straw and rice residues) was from the package D, whereas, the highest concentrations of N, P, and K were found in rice grain of Package B. The highest nitrogen and phosphorous removals were from rice grains and for potassium was from rice straw. Depending on the treatments, total nutrient removal through rice grains and rice straw varied: from 30.96 ± 2.93 to 67.82 ± 8.93 kg of N; 12.83 ± 2.15 to 27.53 ± 14.11 kg of P; and 55.10 ± 2.92 to 101.84 ± 6.02 kg of K ha-1 season-1. To avoid nutrient mining and to maintain the soil fertility, about 67 to 150 kg urea, 65 to 140 kg SP-36 and 105 to 196 kg KCl ha-1 season-1 should be applied to the soil. Abstrak. Unsur hara yang terangkut oleh hasil panen padi varitas Ciherang yang ditanam pada sawah bukaan baru dipelajari dan diteliti di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara pada tahun 2013. Penelitian bertujuan untuk mengetahui unsur hara yang diangkut oleh hasil panen dan untuk meningkatkan status unsur hara agar diperoleh hasil padi yang tinggi. Lima macam perlakuan dibandingkan, T0: Kebiasaan Petani, T1: Paket A (NPK dengan dosis rekomendasi + Dolomit), T2: Paket B (NPK dengan dosis rekomendasi + dolomit + kompos jerami + Smart), T3: Paket C (¾ dosis rekomendasi NPK + kompos jerami + Dolomit + Smart), dan T4: Paket D (NPK dengan dosis rekomendasi + kompos jerami + Dolomit + Smart). Perlakuan disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil brangkasan padi (gabah, jerami dan sisa tanam padi) tertinggi diperoleh pada perlakuan paket D. Sebaliknya, konsentrasi N, P dan K tertinggi diperoleh pada paket B. Kehilangan N dan P tertinggi adalah yang terangkut bersama hasil gabah dan kehilangan K tertinggi terangkut bersama jerami padi. Tergantung pada perlakuannya, total unsur hara yang diangkut oleh hasil gabah dan jerami padi bervariasi antara 30,96 ± 2,93 sampai 67,82 ± 8,93 kg untuk N; 12,83 ± 2,15 sampai 27,53 ± 14,11 kg untuk P; dan 55,10 ± 2,92 sampai 101,84 ± 6,02 kg untuk K ha-1 musim-1. Untuk menghindari pengurasan unsur hara dan menjaga kesuburan tanah, maka diperlukan penambahan 67 sampai 150 kg urea, 65 sampai 140 kg SP-36 dan 105 sampai 196 kg KCl ha-1 musim-1.
Pemodelan Banjir dan Analisis Kerugian Akibat Bencana Banjir di DAS Citarum Hulu Sisi Febriyanti Muin; Rizaldi Boer; Yuli Suharnoto
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 39, No 2 (2015)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v39n2.2015.75-84

Abstract

Pengaruh Residu Terak Baja terhadap Sifat Kimia Tanah Gambut dan Hasil Padi Sawah Putro Hairutomo Setiko; Suwarno Suwarno; Arief Hartono
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 39, No 2 (2015)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v39n2.2015.127-136

Abstract

Peranan Tanah Rhizosfer Bambu sebagai Bahan untuk Menekan Perkembangan Patogen Phytophthora palmivora dan Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Pepaya Winda Ika Susanti; Rahayu Widyastuti; Suryo Wiyono
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 39, No 2 (2015)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v39n2.2015.65-74

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 7