cover
Contact Name
Cut Nuzlia
Contact Email
cutnuzlia@gmail.com
Phone
+6285260203678
Journal Mail Official
amina@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry Jalan Syeikh Abdur Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Amina
ISSN : 26850001     EISSN : 26849976     DOI : -
Amina, Ar-Raniry Chemistry Journal, is an open access and peer-reviewed journal that issues articles, both original research articles type and review articles or short communication type, in all scopes of chemistry (organic chemistry, physical chemistry, analytical chemistry, inorganic chemistry, biochemistry, teoritical and computational chemistry) as well as applied chemistry (educational chemistry, pharmacy, and chemical engineering). This journal accept manuscript written in both Bahasa Indonesia and English (British or American Style but no a mixture of both styles). Amina publishes three issues annually (April, August, and December).
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2021): April 2021" : 7 Documents clear
PERBANDINGAN ADSORBEN DAUN NIPAH (Nypa fruticans) DAN SERABUT BUAH NIPAH TERHADAP ZAT WARNA METHYLENE BLUE Khairun Nisah Khairun Nisah; Reni Silvia Nasution; Yunda Muddassir
AMINA Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i1.1938

Abstract

Nipah atau Nypa fruticans merupakan tumbuhan dengan kandungan selulosa yang cukup besar sehingga bisa digunakan sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan adsorben daun nipah dan serabut buah nipah terhadap zat warna methylene blue. Proses aktivasi serbuk daun nipah dan serbuk serabut buah nipah dilakukan dengan menggunakan proses maserasi dengan menggunakan pelarut Ethanol p,a. dan HCl 1N. Bahan penyerap yang digunakan pada penelitian ini menggunakan larutan standar methylene blue, sedangkan proses pengukuran panjang gelombang menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil kalibrasi yang diperoleh dari proses perbandingan adsorben daun nipah dan serabut buah nipah terhadap zat warna methylene blue menggunakan panjang gelombang maksimum 660 nm dengan menggunakan konsentrasi 0,2, 0,4, 0,6, dan 0,8 ppm dimana nilai absorbansi untuk daun nipah dan serabut buah nipah yang dihasilkan berbeda, adapun nilai absorbansi untuk daun nipah yaitu 0,198; 0,203; 0,395; dan 0,407 dan nilai absorbansi untuk serabut buah nipah yaitu 0,096; 0,125; 0,205; dan 0,354. Hasil dari proses pengukuran panjang gelombang di atas menggunakan larutan standar methylene blue dengan adsorben serbuk daun nipah maka nilai absorbansi yang didapatkan yaitu 3,00 ppm, adapun nilai konsentrasi yang didapat ialah 30,29 ppm, sedangkan proses pengukuran panjang gelombang menggunakan larutan standar methylene blue dengan serbuk serabut buah nipah maka nilai absorbansi yang didapatkan yaitu 1,96 ppm, adapun nilai konsentrasi yang didapat ialah 22 ppm. Hasil dari proses perbandingan adsorpsi dari adsorben serbuk daun nipah dan serbuk serabut buah nipah adalah sebagai berikut: 30,29 ppm dan 22 ppm.
PENGUJIAN MUTU ABON DAN SOSIS SAPI DENGAN METODE PENGABUAN (KADAR ABU DAN KADAR ABU TIDAK LARUT ASAM) Aqbar Wilmulda
AMINA Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i1.1946

Abstract

Pangan olahan adalah makanan atau minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan. Pangan olahan yang diproduksi harus sesuai dengan cara produksi pangan olahan yang baik untuk menjamin mutu dan keamanannya. Dalam bahan pangan tentu banyak terkandung mineral yang umumnya berasal dari golongan logam. Adanya mineral dapat menentukan tingkat gizi suatu bahan pangan, karena bahan pangan yang baik tentunya mengandung mineral-mineral esensial yang berguna untuk metabolisme tubuh. Analisa kadar abu adalah salah satu metode pengujian untuk menentukan jumlah dari mineral maupun logam yang tidak terabukan selama proses pengabuan. Abu merupakan residu anorganik yang didapat dengan cara mengabukan komponen-komponen organik dalam bahan pangan. Pada penelitian ini dilakukan analisa kadar abu pada sampel abon dan sosis sapi dengan metode pengabuan (kadar abu dan kadar abu tidak larut asam). Berdasarkan hasil penelitian didapat kadungan kadar abu dan kadar abu tak larut asam pada bahan pangan olahan (abon sapi dan sosis sapi) sudah memenuhi syarat mutu Badan Standar Nasional Indonesia 01-37707-1955 dan Badan Standar Nasional Indonesia 01-3820-1995 dengan kadar abu abon rata-rata 5,6% dan kadar abu sosis 0,1%.
ANALISIS KADAR AIR DAN FLASH POINT PADA SAMPEL PELUMAS BEKAS DI PT. PUPUK ISKANDAR MUDA Muhammad Ridwan Harahap; Mursidah; Alfizatunnisa
AMINA Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i1.1949

Abstract

Pelumas merupakan penopang utama dari kerja sebuah mesin, bahkan juga menentukan performa dan daya tahan mesin. Penurunan kualitas pelumas tersebut akan sangat membahayakan kerja mesin sehingga harus dilakukan penggantian dengan pelumas baru. Adapun tujuan dari praktek kerja lapangan ini yaitu untuk menentukan kadar air dan flash point yang terdapat pada pelumas bekas. Parameter-parameter yang dapat dilakukan untuk mengetahui mutu pelumas adalah viskositas, flash point, fire point, kadar air, bilangan basa dan bilangan asam. Parameter tersebut akan mengalami perubahan jika terjadi kerusakan pada pelumas yang disebabkan adanya partikel asing yang terlarut, proses oksidasi, peningkatan partikel tidak larut. Dari analisis diperoleh hasil bahwa pelumas dengan tipe sample ISO VG68 dari item 51-102 J dapat digunakan kembali karena hasil yang diperoleh masih memenuhi spesifikasi, dengan kadar air sebesar 0,08 % dan flash point 248
ANALISIS KADAR KROMIUM TOTAL PADA AIR SUMUR BOR, RESERVOIR, DAN KONSUMEN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Septhia Bella Aldama
AMINA Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i1.1952

Abstract

Salah satu logam berat yang berbahaya bagi kesehatan jika terkandung dalam air adalah kromium (Cr6+ ) yang bersifat karsinogenik bagi tubuh. Logam berat yang dianalisis dalam penelitian ini adalah logam kromium total, dimana kromium total merupakan penggabungan antara kromium hexavalen (Cr6+) dan kromium trivalen (Cr3+). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Spektrofotometri UV-VIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air sumur bor mendapatkan kadar berkisar 0,100 Abs dan 0,05 mg/L, air reservoir mendapatkan 0,034 Abs dengan konsentrasi 0,02 mg/L, air konsumen-1 0,023 Abs dengan konsentrasi 0,01 mg/L dan air konsumen-2 0,019 Abs dengan konsentrasi 0,01 mg/L. Dari hasil analisis diperoleh bahwa kadar logam krom total dalam air sumur bor, reservoir, dan konsumen tersebut masih dibawah ambang batas standar baku mutu air limbah yaitu sebesar 0,05 mg/L untuk kadar logam kromium total.
UJI KUALITAS AIR BOILER PADA PROSES PENGOLAHAN KELAPA SAWIT DI PT. X Willa Volara; Reni Silvia Nasution
AMINA Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i1.1961

Abstract

Boiler adalah suatu bejana yang berisi air dimana secara terus menerus air itu diuapkan dan membentuk steam yang digunakan sebagai tenaga penggerak turbin. Untuk menghindari terbentuknya kerak dan korosi pada pipa yang akan menurunkan efesiensi boiler, maka diperlukan perawatan yang khusus pada air boiler yaitu berupa parameter pH, Silika (SiO2) dan total disolved solids (TDS). Penelitian ini dilakukan selama 7 hari dimulai dari tanggal 21–27 januari 2022. Metode analisis dilakukan dengan metode spektrofotometri, pH meter dan TDS meter. Hasil yang didapat pada analisis kadar pH yaitu 10,5-10,9, pada silika (SiO2) yaitu 20-40 ppm dan pada total dissolved Solidss (TDS) yaitu 691 – 736 ppm.
PENENTUAN KADAR LOGAM Pb DAN Cd PADA RUMPUT LAUT Sargassum Polycystum Bhayu Gita Bhernama; Isru Ulfa Zuliana; Cut Nuzlia
AMINA Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i1.1963

Abstract

Rumput laut Sargassum Polycistum termasuk dalam golongan alga coklat (Phaeophyceae) yang memiliki potensi dalam mengakumulasi logam berat Pb dan Cd. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar logam berat Pb dan Cd yang terakumulasi pada rumput laut Sargassum Polycistum. Metode yang digunakan adalah proses destruksi basah dengan pelarut berupa HNO3 : H2O2 (6:2) sebanyak 30 mL: 10 mL. Larutan hasil destruksi yang diperoleh dianalisis konsentrasinya menggunakan SSA (Spektrofotometer Serapan Atom). Hasil yang didapatkan dalam penelitian kadar logam Pb dan Cd pada rumput laut Sargassum Polycistum, sebesar <0,0001 mg/Kg dan 0,0004 mg/Kg. Logam Pb dan Cd pada rumput laut Sargassum Polycistum tidak melebihi batas standar yang telah ditetapkan
PENGARUH KOAGULAN CANGKANG UDANG VANAME TERHADAP KUALITAS AIR SUMUR DI DESA ALUE OEN KECAMATAN KAWAY XVI ACEH BARAT Muammar Yulian; Febrina Arfi; Rahma Maulidha Hilda
AMINA Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i1.1964

Abstract

: Air sumur merupakan sumber air yang ada di Desa Alue Oen Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat. Air sumur di kawasan Desa Alue Oen mempunyai kualitas yang kurang baik yaitu air berwarna kuning kecoklatan, keruh, dan berbau. Melihat air tersebut maka dilakukan upaya untuk memperbaiki keadaan air tersebut dengan koagulan cangkang udang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh koagulan cangkang udang pada air sumur di Desa Alue Oen Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat dan presentase efektivitas koagulan cangkang udang dalam penjernihan air sumur di Desa Alue Oen Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode probability sampling pada dua sumur penduduk di Desa Alue Oen Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat. Penjernihan air sumur dilakukan dengan 200 mL pada masing-masing air sumur dengan penambahan koagulan 5 g dan 10 g menggunakan metode koagulasi-flokulasi. Hasil penelitian penambahan 5 g koagulan menurunkan kekeruhan 95,9% pada sumur I dan 96,5% pada sumur II. Penambahan 10 g koagulan menurunkan kekeruhan 87,2% pada sumur I dan 90,9% pada sumur II. Penambahan koagulan 5 g menurunkan nilai TDS pada sumur I 48,3% dan sumur II 42,9%. Penambahan koagulan 10 g menurunkan nilai TDS 40,7% pada sumur I dan 38,09% pada sumur II. Penambahan 5 g koagulan menurunkan kadar besi 97,1% pada sumur I dan 97,01% pada sumur II. Penambahan 10 g koagulan menurunkan kadar besi 96,06% pada sumur I dan 95,05% pada sumur II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan koagulan 5 g pada 200 mL air sumur lebih baik dari pada koagulan 10 g pada 200 mL air sumur untuk penjernihan air.

Page 1 of 1 | Total Record : 7