cover
Contact Name
Cut Nuzlia
Contact Email
cutnuzlia@gmail.com
Phone
+6285260203678
Journal Mail Official
amina@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry Jalan Syeikh Abdur Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Amina
ISSN : 26850001     EISSN : 26849976     DOI : -
Amina, Ar-Raniry Chemistry Journal, is an open access and peer-reviewed journal that issues articles, both original research articles type and review articles or short communication type, in all scopes of chemistry (organic chemistry, physical chemistry, analytical chemistry, inorganic chemistry, biochemistry, teoritical and computational chemistry) as well as applied chemistry (educational chemistry, pharmacy, and chemical engineering). This journal accept manuscript written in both Bahasa Indonesia and English (British or American Style but no a mixture of both styles). Amina publishes three issues annually (April, August, and December).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2023): December 2023" : 6 Documents clear
FORMULASI PEMBUATAN SPRAY MINYAK ATSIRI DAUN RUKURUKU (Ocimum tenuiflorum L.) DAN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) SEBAGAI REPELLENT Mursyida, Waliyam; Nasution, Reni Silvia; Harahap, Muhammad Ridwan
AMINA Vol. 5 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i3.4151

Abstract

Repellent merupakan senyawa yang dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk. Bahan alam yang dapat digunakan sebagai repellent yaitu minyak atsiri ruku-ruku (Ocimum Tenuiflorum L.) dengan kandungan senyawa eugenol, champene, alpha pinene dan minyak atsiri nilam (Pogostemon Cablin Benth.) dengan kandungan senyawa patchouli alkohol yang dapat berfungsi sebagai zat fiksatif yang dapat mengikat aroma repellent. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan formulasi spray dari kombinasi minyak atsiri daun ruku-ruku dan nilam sebagai repellent. Metode pada penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Sediaan spray repellent mengandung kombinasi konsentrasi minyak atsiri ruku-ruku dan nilam yang digunakan yaitu FI (10% : 0), FII (0 :10%), FIII (4% : 6%), FIV (5% : 5%) dan FV (6% : 4%). Sediaan yang diperoleh dilakukan pengujian seperti uji homogenitas, iritasi, pH, organoleptik dan efektivitas sediaan. Hasil sediaan repellent pada semua formulasi memiliki homogenitas yang baik, tidak adanya iritasi, pH 4,62-5,65, memiliki bentuk cair dan sediaan berwarna kuning. Pada FI, FIV dan FV sediaan beraroma khas ruku-ruku serta pada FII dan FIII beraroma khas nilam Nilai daya tolak nyamuk secara berurutan yaitu FI (60%), FII (50%), FIII (70%), FIV (90%) dan FV (80%).
PERENCANAAN UNIT SOLID SEPARATION CHAMBER (SSC) PADA INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) KOTA SABANG Harahap, Juliansyah; Ishak, Bahagia; Fahira, Firyal; Nur, Suardi
AMINA Vol. 5 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i3.4152

Abstract

Sanitasi merupakan hak pelayanan dasar yang penting, namun hak dasar ini seringkali tidak mendapat perhatian dan menjadi prioritas. Kota Sabang memiliki STP yang terletak di STP Cot Abeuk. Kondisi STP yang tidak beroperasi menyebabkan gedung STP semakin banyak mengalami kerusakan. Berdasarkan observasi di lapangan, terdapat komponen unit pengolahan STP Cot Abeuk yang mengalami kerusakan sehingga memerlukan upaya perbaikan agar dapat dioperasikan kembali. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan sampling survei, wawancara dan metode lainnya. Hasil pengujian karakteristik lumpur tinja di IPAL Kota Sabang belum memenuhi baku mutu yang ditentukan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik sebagai pedoman baku mutu dalam penelitian ini. Jumlah bak SSC yang akan direncanakan adalah 4 bak dengan dimensi masing-masing bak yaitu panjang 9,75 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 2,10 meter dengan ketebalan endapan lumpur 0,5 meter dan luas permukaan 24,38 meter. Tujuan perencanaan unit SSC di STP Kota Sabang diharapkan STP dapat beroperasi dengan baik.
UJI KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN KONSENTRASI BUNUH MINIMUM (KBM) DARI EKSTRAK ETANOL DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Inanta, Nora Silva; Bhernama, Bhayu Gita; Muslem, Muslem
AMINA Vol. 5 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i3.4153

Abstract

Tanaman kirinyuh adalah tanaman liar yang mudah ditemui dan belum dimanfaatkan secara optimal dikarenakan tanaman ini dianggap sebagai gulma. Daun kirinyuh mengandung senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, terpenoid dan tanin. Senyawa-senyawa tersebut dapat berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum pada bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 100%, 50%, 25%, 12,5% dan 6,25% dengan metode dilusi. Analisis data dilakukan secara deskriptif berupa konsentrasi terendah dari ekstrak yang mampu menghambat dan membunuh bakteri Staphylococcus epidermidis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kirinyuh dari kawasan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, memiliki Konsentrasi Hambat Minimum terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Dalam pengujian, ekstrak dengan konsentrasi 6,25% hingga 12,5% menunjukkan kekeruhan, menandakan adanya pertumbuhan bakteri. Sebaliknya, pada konsentrasi 25% hingga 100%, tidak terlihat kekeruhan, yang menunjukkan ketiadaan pertumbuhan bakteri. Konsentrasi terendah yang tidak menunjukkan kekeruhan dan pertumbuhan bakteri, yaitu 25%, ditetapkan sebagai KHM. Selanjutnya, untuk menentukan Konsentrasi Bunuh Minimum, pengujian dilakukan pada rentang konsentrasi 6,25% hingga 25%, di mana masih terdapat pertumbuhan bakteri. Pada konsentrasi 50%, mulai tidak terlihat adanya pertumbuhan bakteri. Terakhir, pada konsentrasi 100%, terbukti tidak ada pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Kesimpulan penelitian ini bahwa nilai hambatan pada Konsentrasi Hambat Minimum adalah sebesar 25% dan Konsentrasi Bunuh Minimum pada bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 100%.
PENGGUNAAN PASIR DAN ARANG BAMBU AKTIF SEBAGAI MEDIA FILTRASI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH Ashari , Teuku Muhammad; Ikhwali, M. Faisi; Nadila , Cut Tia Mardha
AMINA Vol. 5 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i3.4154

Abstract

Grey water merupakan jenis dari limbah domestik yang berasal dari aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci dan lain sebagainya. Limbah grey water memiliki kandungan pencemar rendah namun memiliki jumlah konsentrasi yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar parameter pencemar COD, TSS, turbiditas, minyak & lemak serta pH menggunakan metode filtrasi dengan kombinasi pasir dan arang bambu aktif. Metode filtrasi yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari 3 unit filtrasi yaitu unit filtrasi I tanpa arang aktif, unit filtrasi II arang aktif dengan ketebalan 20 cm dan unit filtrasi III arang aktif ketebalan 25 cm. Variasi kombinasi media berupa kerikil 18 cm, pasir kasar 15 cm, pasir halus 15 cm. Prosedur pengolahan yang dilakukan yaitu dengan cara mengalirkan sampel air limbah grey water ke dalam unit filtrasi sebanyak 1 Liter dan ditampung menggunakan beaker glass, sampel limbah hasil pengolahan diukur berdasarkan parameter yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan filtrasi dengan variasi ketebalan media pada unit III dengan komposisi kerikil 18 cm, pasir kasar 15 cm, pasir halus 15 cm dan arang bambu aktif 25 cm merupakan variasi terbaik dengan persentase punurunan COD sebesar 79,62%, TSS 78,35%, turbiditas 88,44%, minyak dan lemak 99,99% serta nilai pH 8,8 mencapai tingkat normal. Berdasarkan hasil uji tersebut, maka limbah grey water hasil pengolahan memenuhi baku mutu air limbah domestik berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 68 Tahun 2016.
TOLERANSI TEMBAGA (Cu) PADA MIKROFUNGI ASPERGILLUS SP. YANG DIISOLASI DARI SEDIMEN SUNGAI KRUENG ACEH Munandar, Aris; Lubis, Syafrina Sari; Hamdan, Abd Mujahid
AMINA Vol. 5 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i3.4155

Abstract

Tembaga (Cu) memiliki sifat toksik bagi lingkungan apabila melebihi baku mutu standar yaitu 0,02 mg/L. Bagi beberapa mikroba tembaga (Cu) merupakan logam esensial yang berguna untuk pertumbuhan mikroorganisme. Keberadaan mikroba seperti mikrofungi dapat digunakan dalam bioremediasi logam Cu dilingngkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mikrofungi Aspergillus dan kemampuan toleransi terhadap tembaga (Cu). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental.Hasil karakteristik morfologi menemukan isolat FS1 Aspergillus niger, isolat FS2 dan FS3 merupakan Aspergillus sp. Hasil uji toleransi terhadap Cu menunjukkan kemampuan toleransi paling tinggi yaitu pada isolat FS2 (120) 200 ppm, sedangkan kemampuan toleransi paling rendah yaitu pada isolat FS3 (24) 100 ppm.
FORMULASI PEMBUATAN SEDIAAN PELEMBAB BIBIR (LIP BALM) MENGGUNAKAN EKSTRAK ETANOL KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr.) Ramadhan, Yeni Dita; Arfi, Febrina; Nasution, Reni Silvia
AMINA Vol. 5 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i3.4156

Abstract

Kulit nanas (Ananas comosus L.Merr) mengandung vitamin C, flavonoid, fenolik dan karetenoid yang merupakan pelindung bibir dari kering dan pecah-pecah akibat paparan sinar matahari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan lip balm dari ekstrak etanol kulit nanas (Ananas comosus L.Merr) serta untuk mengetahui hasil dari uji mutu secara fisik dan kimia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan variasi formulasi lip balm yaitu 3,6 dan 9 g dengan pengujian lip balm meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji titik lebur, uji iritasi, uji daya oles, uji cemaran mikroba, uji vitamin C dan uji antioksidan. Hasil uji mutu fisik yang didapatkan adalah sediaan lip balm memiliki warna kuning, homogen, pH 4,53 – 6,68, titik lebur 54 – 61°C, tidak menimbulkan iritasi dan cemaran mikroba memiliki hasil terbaik pada F2 yaitu <10. Hasil kadar vitamin C yang didapat secara berturut pada formulasi F0 sampai F3 adalah 0,029 mg/100mL, 2,63 mg/100mL, 3,89 mg/100mL, dan 3,73 mg/100mL. Kemudian hasil DPPH yang di uji pada F2 adalah 96,34 ppm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit dapat dapat diformulasikan sebagai lip balm dan efektif melembabkan bibir pada formulasi F2 dengan massa 6 gram.

Page 1 of 1 | Total Record : 6