cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2024): Januari" : 16 Documents clear
Tingkat Kepatuhan Pasien Dalam Menggunakan Antibiotik Amoxicillin di Puskesmas Masbagik Tahun 2023 Oktaviani, Nur
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.19690

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang paling banyak digunakan dalampengobatan, khususnya digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik tidak diberikan pada penyakit yang dapat sembuh sendiri. Penggunaan antibiotik harus memperhatikan dosis, frekuensi dan lama pemberian sesuai resimen terapi dan kondisi pasien. Antibiotik harus dikonsumsi atau diminum secara teratur sesuai cara penggunaannya. Jika pasien menggunakan antibiotik tidak tepat seperti tidak patuh pada resimen pengobatan dan aturan minum obat maka memicu terjadinya resistensi. Dampak jika bakteri telah resistensi terhadap antibiotik adalah meningkatnya mobilitas, mortalitas, dan meningkatnya biaya kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien tentang penggunaan obat antibiotik amoxicillin.Jenis penelitian ini merupakan penelitian bersifat deskriptif dan merupakan penelitian kualitatif dengan jumlah populasi sebanyak 1339 pasien dan jumlah sampel sebanyak 94  pasien.Hasil penelitian menunjukkah bahwa Penggunaan obat pada pasien yang mendapatkan antibiotik amoxicillin di Puskesmas Masbagik secara keseluruhan terdapat pasien patuh yaitu 97,8% dan yang tidak patuh yaitu 2,2%.Kepada Pasien Puskesmas Masbagik diharapkan lebih patuh dalam hal penggunakan antibiotik terutama pada aturan pakai seperti menghabiskan  antibiotik. 
Pemanfaatan Kulit Jeruk Bali (Citrus maxima (Burm.) Merr) sebagai Sediaan Face Mist Tricamila, Mia Amelia; Agustin, Gina Septiana; Adlina, Salsabila
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.16886

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu kerusakan jaringan yang dapat mengakibatkan timbulnya penyakit seperti penuaan dini. Penuaan dini dapat terjadi karena adanya reaksi yang disebabkan oleh paparan radikal bebas berlebih pada kulit wajah sehingga terjadi penurunan kolagen. Dibutuhkan senyawa antioksidan yang dapat memperlambat dan menghambat kerusakan akibat aktivitas radikal bebas. Kulit jeruk bali (Citrus maxima (Burm.) Merr) memiliki kandungan senyawa kimia yaitu flavonoid dan tanin. Kandungan flavonoid pada kulit jeruk bali tersebut memiliki fungsi sebagai antioksidan alami Face mist merupakan produk perawatan yang dapat menyegarkan kulit wajah, mengangkat sisa minyak dari kulit wajah, dan sekaligus menutupi pori-pori kembali. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit jeruk bali sebagai sediaan face mist dengan variasi konsentrasi F0 0%, F1 5%, F2 7%, dan F3 9% dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium. Semua formulasi sediaan face mist dievaluasi meliputi organoleptik, pH, daya sebar semprot, waktu kering, viskositas, serta dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH. Hasil evaluasi semua fisik sediaan face mist  telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Berdasarkan kesimpulan ekstrak kulit jeruk bali dapat diformulasikan sebagai produk kosmetik berupa face mist dari berbagai konsentrasi. Aktivitas antioksidan pada konsentrasi 5%, 7%, dan 9% mempunyai nilai IC50 berturut-turut diantaranya 96,279 (kuat), 46,231(sangat kuat), dan 22,390 (sangat kuat) ppm.Free radicals are a tissue damage that can cause diseases such as premature aging. Premature aging can occur due to a reaction caused by exposure to excess free radicals on facial skin resulting in a decrease in collagen. It takes antioxidant compounds that can slow down and inhibit damage caused by free radical activity. Grapefruit peel (Citrus maxima (Burm.) Merr) contains chemical compounds, namely flavonoids and tannins. The content of flavonoids in grapefruit peel has a function as a natural antioxidant. Face mist is a care product that can refresh facial skin, remove excess oil from facial skin, and at the same time cover pores again. This study aims to formulate grapefruit peel extract as a face mist preparation with varying concentrations of F0 0%, F1 5%, F2 7%, and F3 9% using laboratory experimental methods. All face mist preparation formulations were evaluated including organoleptic, pH, spray spreadability, dry time, viscosity, and antioxidant activity tests were carried out using DPPH. The results of the physical evaluation of all face mist preparations have met the specified requirements. Based on the conclusion, grapefruit peel extract can be formulated as a cosmetic product in the form of a face mist of various concentrations. Antioxidant activity at concentrations of 5%, 7% and 9% had IC50 values of 96.279 (strong), 46.231 (very strong), and 22.390 (very strong) ppm respectively
Karakterisasi Hidrolisat Keratin Bulu Ayam Menggunakan Ekstraksi Enzim Kasar Keratinase Dari Bakteri Bacillus thuringiensis Wahyudi, Didik; Saputra, Dedech Muhammad; Sari, Dian Puspita
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.17498

Abstract

Keratin merupakan produk pengerasan jaringan epidermal dari tubuh dan merupakan protein fibrous yang kaya akan sulfur dan merupakan polimer ketiga yang paling melimpah di lingkungan setelah selulosa dan kitin. Bulu ayam dapat digunakan sebagaai bahan alternatif keratin karena belum terolah optimal, namun memiliki kandungan utamanya berupa protein keratin ± 90%. Enzim keratinase mampu menghidrolisis berbagai protein larut dan protein tidak larut seperti protein keratin. Penelitian ini untuk mengetahui hasil hidrolisat keratin dari enzim kasar keratinase dari bakteri Bacillus thuringiensis dan uji fisika kimia hidrolisat keratin. Metode pembuatan enzim kasar keratinase dilakukan fermentasi bulu ayam menggunakan Bacillus thuringiensis. Hidrolisat keratin bulu ayam diperoleh dari enzim kasar keratinase menggunakan Bacillus thuringiensis yang dilakukan karakterisasi uji fisika dan kimia. Hasil aktivitas enzim keratinase sebesar 3,926 unit/ml yang menghasilkan rendemen 27,2 % Perlakukan ekstraksi dengan enzim keratinase menggunakan Bacillus thuringiens menunjukan hasil yang memenuhi syarat yaitu uji ninhidrin dengan warna kebiruan, uji organoleptis, uji kadar air, dan uji pH sedangkan pada uji rendemen, uji kadar abu, dan uji kadar protein tidak memenuhi. Uji FTIR diperoleh hasil pada bilangan serapan 923,94 cm-1, 1232,57 cm-1, 1527,69 cm-1, 1656,92 cm-1, 3296,49 cm-1
Evaluasi Perencanaan dan Pengadaan Obat di Instalasi Farmasi RSUD Praya Lombok Tengah Alawiyah, Tutie Erma; Lalu, Sulaiman
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.19954

Abstract

Perencanaan dan pengadaan obat merupakan tahap penting dalam proses pengelolaan obat. Perencanaan perbekalan farmasi adalah kegiatan menetapkan jenis dan jumlah perbekalan farmasi sesuai dengan pola penyakit dan kebutuhan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pengadaan merupakan kegiatan untuk merealisasikan kebutuhan yang telah direncanakan dan disetujui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi proses perencanaan dan pengadaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Praya Lombok Tengah berdasarkan indikator efisiensi pengelolaan obat. Hasil evaluasi perencanaan dan pengadaan tahun 2022 menunjukan bahwa persentase kesesuaian obat dengan Formularium nasional 96,8% hal ini menunjukan bahwa masih ada penggunaan obat diluar formularium nasional. Kesesuaian item obat yang tersedia dengan formularium rumah sakit 100%. Untuk evaluasi pengadaan menunjukan hasil berupa presentase alokasi dana pengadaan obat tersedia 50%, persentase modal dana yang tersedia dengan keseluruhan dana yang dibutuhkan 50%, Frekuensi kurang lengkapnya faktur menunjukan 0 kali, frekuensi pengadaan tiap item obat pertahun 12x, dan presentase kesesuaian antara perencanaan dan kenyatan masing-masing obat 100%. Hal ini menunjukan bahwa tahap perencanaan dan pengadaan cukup efisien
Kewaspadaan Diri dan Kepatuhan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas IV Denpasar Selatan Triastawan, I Komang Agus; Widowati, I Gusti Ayu Rai; Tunas, I Ketut; Putri, Dhiancinantyan Windydaca Brata
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.17054

Abstract

Tingginya kadar gula dalam darah adalah tanda penyakit metabolik yang disebut diabetes melitus (DM). Keberhasilan terapi DM bergantung pada kepatuhan pasien untuk mencapai kualitas hidup yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kewaspadaan diri terhadap kepatuhan penggunaan obat pada pasien DM tipe 2 (DM-2). Penelitian cross sectional dilakukan pada bulan Februari-April 2023. Sampel adalah pasien DM-2 di Puskesmas IV Denpasar Selatan yang memenuhi kriteria inklusi, direkrut secara purposive. Data dianalisis dengan Chi Square Test, dan disajikan secara deskriptif. Sejumlah 120 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Mayoritas responden berada pada rentang usia 48-58 tahun (44.2%); perempuan (63.3%); berpendidikan menengah (44.2%); ibu rumah tangga (29.2%); berpendapatan ≤2,5 juta per bulan, dan terdiagnosa DM-2 ≤10 tahun (75.9%). Hasil penelitian menunjukkan sebesar 35.0% memiliki kewaspadaan diri pada kategori baik, dan sejumlah 48.3% responden patuh pada pengobatan. Terdapat hubungan antara kewaspadaan diri terhadap kepatuhan pengobatan (P=0,002; α=0,05; coefficient kontigensi =0,350). Penelitian ini menunjukkan pasien DM-2 memiliki kewaspadaan diri yang kurang memadai dan kepatuhan yang rendah.  Oleh karena itu, program edukasi pasien harus ditingkatkan, terutama untuk pasien diabetes yang rentan dan anggota keluarganya. Apoteker diharapkan berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada keluarga dan pasien terkait penyakit DM dan kompikasinya.
Trend Studi Berkaitan dengan Ulcerative Colitis dan Genomik dari Tahun 2000-2023 Sianu, Rahman; Irham, Lalu Muhammad
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.17728

Abstract

Ulcerative Colitis (UC) merupakan suatu inflamasi kronis yang terjadi pada saluran cerna terutama pada rectum dan kolon. Gangguan genetik seperti aktivitas dari Nuclear Factor - Kappa Beta (NF-kB) menjadi salah satu penyebab UC. Analisa bibliometrik merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi frekuensi dan banyaknya kutipan dari suatu jurnal. Analisa ini dapat memberikan informasi terkait kredibilitas, kualitas dan dampak dari suatu karya ilmiah. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan VOSViewer version 1.6.16 dan perangkat Biblioshiny R. VOSViewer dan Biblioshiny merupakan dua program software digunakan untuk membuat dan menampilkan peta bibliometrik. Hasil yang diperoleh berupa jenis dokumen jurnal dengan bahasa inggris, kata kunci yang banyak digunakan berupa Ulcerative Colitis, peningkatan publikasi terkait Genomik pada UC, Amerika Serikat menjadi Negara yang paling banyak disitasi, Frontier menjadi sumber jurnal yang paling produktif, penulis dari negara-negara maju menjadi Negara yang paling tinggi dalam kolaborasi antar Negara baik Single Country Publications (SCP) dan Multiple Country Publications (MCP) terkait studi Genomik pada Ulcerative Colitis. Trend publikasi artikel terkait Studi Genomik pada UC dari tahun 2000 sampai 2023 yang semakin meningkat menggambarkan bahwa tersebut semakin diminati dan menarik untuk diteliti.
Aktivitas Enzim Superoksida Dismutase (SOD) dalam Ekstrak Bayam Hijau (Amaranthus hybridus L.) Dengan Metode Water Soluble Tetrazolium Salt-1 Sari, Annisa Nurdinia; Indrayati, Ana; Nopianti, Vivin
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.13209

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul, atom atau gugus yang memiliki elektron tidak berpasangan dalam orbital atomnya. Superoksida dismutase (SOD) merupakan metaloenzim yang mengkatalisis reduksi radikal anion superoksida (O₂) menjadi hidrogen peroksida (H₂O₂) dan oksigen (O₂). Salah satu tanaman yang memiliki SOD adalah bayam hijau (Amaranthus hybridus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein total dan persen inhibisi ekstrak kasar SOD bayam hijau pada konsentrasi presipitasi amonium sulfat 25, 50, 75, 100% serta mengetahui nilai persen inhibisi dari konsentrasi presipitasi amonium sulfat yang optimum. Tahapan penelitian diawali dengan determinasi tanaman  dan  pengambilan sampel bayam hijau. Ekstraksi enzim SOD dengan cara diblender dalam larutan PBS dan disentrifugasi. Pemurnian enzim SOD dengan metode presipitasi amonium sulfat. Penetapan kadar protein total ekstrak enzim SOD dengan metode Lowry. Pengukuran aktivitas SOD dilakukan dengan cara mengukur nilai persen inhibisi menggunakan Superoksida Dismutase Activity Assay Kit WST-1. Hasil penelitian ini menunjukan ekstrak kasar SOD memiliki kadar protein total sebesar 7,77 mg/ml dan kadar protein total presisipitasi amonium sulfat secara berturut-turut nilainya 2,54; 3,28; 4,55; dan 9,11 mg/ml. Nilai persen inhibisi ekstrak kasar sebesar 71,66 %; presipitasi amonium sulfat berturut-turut 29,99; 66,66; 72,22; dan 74,99 % dengan nilai persen inhibisi konsentrasi yang optimum adalah konsentrasi 100 %.
Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Fe (ferrum) di Puskesmas Gunung Sari Nurbaety, Baiq; Hardiani, Baiq Rizki; Nopitasari, Baiq Leny; Furqani, Nur; Fitriana, Yuli; Sugara, Taufan Hari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.21304

Abstract

Latar Belakang: Kejadian anemia atau kekurangan darah pada ibu hamil di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu sebanyak 48,9%. Penatalaksanaan anemia pada ibu hamil di Indonesia masih terfokus pada pemberian tablet tambah darah. Berdasarkan survei data pendahuluan di Puskesmas Gunung Sari, menunjukkan bahwa anemia ibu hamil di Puskesmas Gunung Sari pada tahun 2021 yaitu sebanyak 61 pasien, kemudian terjadi peningkatan pada tahun 2022  yaitu dengan jumlah kasus anemia sebayak 71 pasien.Tujuan : Untuk mengetahui tingkat kepatuhan Ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe (Ferrum) di puskesmas Gunung Sari. Metode: Deskriptif Observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan selama periode  5 April-5 Mei 2023 yang  melibatkan 38 ibu hamil sebagai responden yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Gunung Sari menggunakan Kuesioner MMAS-8.Hasil: Didapatkan bahwa dari 38 responden yang memiki kepatuhan tinggi sebanyak 4 orang (10%), kepatuhan menengah 11 orang (29%) dan kepatuhan rendah 23 orang (61%). Berdasarkan skor rata-rata jawaban kuesioner terhadap tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet fe di Puskesmas Gunung Sari adalah 3,71 yaitu termasuk  dalam kategori kepatuhan rendah. Kesimpulan: Tingkat kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe (Ferrum) di Puskesmas Gunung Sari yaitu termasuk kategori kepatuhan rendah  sebanyak 23 orang (61%).
Perbandingan Potensi Medication Error Pada Rawat Inap dan Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Ganesha Gianyar Jaya, I Wayan Mahendra; Maharianingsih, Ni Made; Reganata, Gde Palguna; Widowati, I Gusti Ayu Rai
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.17283

Abstract

Medication error adalah kesalahan pengobatan yang dapat dicegah yang menyebabkan pemakaian obat yang tidak sesuai atau membahayakan pasien. Medication error dapat terjadi pada 4 fase yaitu prescribing, transcribing, dispensing dan administration. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan potensi kejadian medication error pada rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional, yang dilakukan pada bulan April 2023. Sampel penelitian ini adalah 50 resep pasien rawat inap, 50 resep pasien rawat jalan. Penilaian potensi medication error pada fase prescribing sebanyak 14 parameter, fase transcribing sebanyak 8 parameter, fase dispensing sebanyak 6 parameter dan fase administration sebanyak 5 parameter. Kejadian medication error pada prescribing yang terjadi paling banyak pada rawat inap dan rawat jalan yaitu tidak ada berat badan pasien (100%), fase transcribing yang terjadi paling banyak yaitu tidak jelas bentuk sediaan, pada rawat inap sebanyak (40%), dan pada rawat jalan sebanyak (42%), pada fase dispensing dan administration tidak ditemukan medication error. Perbandingan medication error rawat inap dan rawat jalan mendapatkan hasil pada fase prescribing (P=0,000), fase transcribing (P=0,961), fase dispensing (P=1.000), dan fase administration (P=1.000). Simpulan penelitian yaitu adanya perbedaan yang signifikan potensi medication error antara pasien rawat inap dan pasien rawat jalan pada fase prescribing, dimana potensi lebih banyak terjadi di rawat inap. Sehingga diperlukan perbaikan medication error dengan cara melakukan penambahan tenaga kerja dan pengetahuan kefarmasian di Instalasi Farmasi, hal ini dilakukan agar dapat mengurangi potensi kejadian medication error di RSU Ganesha Gianyar.
Pengaruh Variasi HPMC dan Carbopol pada Formulasi Sedian Gel Ekstrak Daun Namnam (Cynometra cauliflora L.) terhadap Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Anliza, Syarah; Hamtini, Hamtini; Rachmawati, Nurmeily
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.17833

Abstract

Antiseptic gel is a hand sanitizer that is useful for cleaning or eliminating germs on hands. One of the most important thing in antiseptic is antibacteria substances that had potential to destroy germs. Namnam leaves are an alternative for making antiseptic gel because they contain alkaloids and flavonoids. Making gel requires gel-forming materials such as HPMC and Carbopol. The aim of this research is to test the effect of gelling agents HPMC and Carbopol on namnam leaves extract as a gel sanitizer preparation and its ability to fight Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) bacteria which is a to interfere human health because it causes various infections that are difficult to treat. This research uses the maceration method in the extraction process, disc diffusion in the bacterial inhibition test, pH test, spreadability test, and homogeneity test on the gel sanitizer preparation. The conclusion of this research is that the gelling agent HPMC has the greatest active ability compared to Carbopol which is characterized by an inhibitory power of 14 mm at a variation of 0.25 grams. Increasing variations in HPMC and Carbopol will increase viscosity and reduce spreadability and inhibitory power against bacteria.

Page 1 of 2 | Total Record : 16