cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2021)" : 16 Documents clear
Pengaruh Jenis Pahat Frais dengan Variasi Kecepatan Terhadap Kekasaran Permukaan baja ST 60 Firdaus, Wahyuan Aji
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pahat frais dengan variasi kecepatan mesin . Penelitian ini menggunakan baja  ST 60 dengan di proses face milling menggunakan pahat end milling cutter dengan diameter 10 mm dengan mata pahat 2 dan 4. Variasi Kecepatan spindle mesin menggunakan 1800 rpm dan 2000 rpm. Setelah proses pengerjaan milling , dilanjutkan dengan pembuatan 3 spesimen untuk pengujian kekasaran permukaan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah proses milling dengan menggunakan pahat end mill diameter 10 mm 2 mata pahat dan 4 mata pahat dengan kedalaman 4 mm variasi kecepatan spindle 1800rpm dan 2000 rpm terhadap kekasaran permukaan baja ST 60 bahwa pengefraisan menggunakan pahat end mill dengan 4 mata pahat dan variasi putaran spindle 2000 rpm mempunyai rata-rata yang kerataan nya optimal atau kecil dibandingkan pengefraisan dengan menggunakan 2 mata pahat di variasi putaran spindle 1800 rpm. Setiap penambahan mata pahat frais dan kecepatan spindle mesin menunjukkan peningkatan nilai kekasaran permukaan. Berdasarkan hasil penelitian dan perbandingan dapat disimpulkan bahwa hasil uji kekasaran menunjukkan sedikit perbedaan antara pengefraisan menggunakan pahat end milling dengan 2 mata pahat dan 4 mata pahat dan variasi spindle mesin.   Kata kunci : Mesin Frais (milling),Pahat end milling cutter, Kekasaran permukaan, Variasi kecepatan spindle, Baja ST 60.
ANALISIS UJI TARIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA HASIL PENGECORAN ALUMUNIUM DAN MAGNESIUM MENGGUNAKAN VARIASI PENDINGIN Aulia, Moh Zakaria
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh uji tarik dan struktur mikro pada pengecoran alumunium dan magnesium dengan variasi pendingin. Alumunium yang digunakan dalam penelitian ini adalah alumunium piston dengan sempel uji 589/20-S1517 (%) alumunium 76,08 standar deviasi 0,198 dan magnesium menggunakan magnesium batang. Pada penelitian ini menggunakan 9 spesimen uji tarik dan 3 spesimen uji mikro dan pendingin air 5 liter , air cuka 5 liter dan udara 270c. Hasil penelitian ini menyimpulkan  nilai rata-rata kekutan tarik tertinggi terdapat pada variasi media pendingin udara 14,538 KN/mm2 sedangkan nila rata-ratai kekuatan tarik terendah terdapat pada variasi air cuka 9,986 KN/mm2. Kemudian nilai rata-rata struktur mikro ferit tertinggi terdapat pada variasi media pendingin air cuka 250,4, sedangkan nilai rata-rata terendah terdapat pada variasi udara 135,4 dan nilai rata-rata struktur mikro perlit tertinggi terdapat pada variasi media pendingin udara 191,4, sedangkan nilai rata-rata terendah terdapat pada variasi media pendingin air cuka 129,6.Kata kunci: Uji tarik, Struktur Mikro, Variasi Pendingin.
PENGARUH VARIASI WAKTU PENCELUPAN ELECTROPLATING NICKEL – CHROME PADA BAJA S45C TERHADAP KETEBALAN LAPISAN Mulyananta, Muhammad Yogi
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak          Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pencelupan proses electroplating terhadap pelapisan baja S45C dengan waktu pencelupan yang divariasikan 30, 60, dan 90 menit menggunakan tegangan 6 Volt, kuat arus 22 A, dan jarak anoda katoda dengan panjang 25cm. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rata - rata ketebalan dengan variasi waktu 30 menit menghasilkan ketebalan 6,76 µm. Nilai rata - rata ketebalan selanjutnya dengan variasi waktu 60 menit menghasilkan ketebalan 11,14 µm. Nilai rata-rata ketebalan terakhir dengan variasi waktu 90 menit menghasilkan ketebalan 11,57 µm. Artinnya,semakin banyak waktu yang digunakkan dalam proses pencelupan, semakin tinggi nilai ketebalan baja.Kata Kunci: Electroplating, waktu pencelupan, ketebalan, baja S45C AbstractThis study aims to determine the effect of the process immersion time electroplating on S45C steel coating with varying immersion times of 30, 60, and 90 minutes using a voltage of 6 Volts, a current of 22 A, and an anode cathode distance of 25cm. The results of this study indicate that the average thickness with a time variation of 30 minutes produces a thickness of 6.76 µm. The next average thickness value with a time variation of 60 minutes resulted in a thickness of 11.14 µm. The last average thickness value with a time variation of 90 minutes resulted in a thickness of 11.57 µm. This means that the longer the immersion time, the thickness value will increase.Key words: Electroplating, immersion time, thickness, S45C steel
PENGARUH VARIASI AIR DROPLET terhadap HARVESTING ENERGY LISTRIK pada DAUN TALAS (COLOCASIA ESCULENTA) Irja, Wahyu Putra
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi alternatif merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan dengan bahan bakar fosil. Harvesting energy merupakan pemanenan energi yang lebih ramah lingkungan, sel surya merupakan jenis Harvesting energy yang memanfaakan panas matahari, sel surya tidak dapat bekerja secara maksimal jika musim hujan. Harvesting energy pemanfaatan permukaan daun talas (Colocasia esculenta) dengan ditetesi air dapat menghasilkan tegangan listrik. Dalam penelitian ini menggunakan variasi air droplet yaitu air aquades, air hujan dan air perusahaan daerah air minum dengan ketinggian tetesan 5cm dan sudut lintasan 20° dimana dengan setiap jenis air yang di gunakan menghasilkan tegangan listrik yang berbeda, droplet dengan jenis aquades menghasilkan tegangan yang paling tinggi mencapai 0,3964v hal ini di karenakan aquades merupakan air murni yang telah melalui proses destilasi dan memiliki klasifikasi sangat baik untuk daya hantar listrik.Kata kunci: harvesting energy, daun talas, droplet, tegangan listrik
Analisis Pengaruh Variasi Temperatur Tuang Pada Daur Ulang Pengecoran Piston Bekas Terhadap Kekasaran Permukaan Al-Si Anggoro, Apris Setyo
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk memperoleh hasil pengecoran dengan pengaruh variasi temperatur tuang pada daur ulang piston bekas terhadap kekasaran permukaan (AL-SI). Penelitian ini memakai  piston bekas dengan proses pengecoran pasir cetak. Dengan Ttuang sebasar 650°C, 700°C, dan 750°C. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan spesimen untuk pengujian kekasaran permukaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah proses pengecoran piston bekas dengan variasi Ttuang sebesar 650°C, 700°C, dan 750°C terhadap kekasaran permukaan piston bekas bahwa variasi temeperatur tuang 750°C mempunyai rata-rata yang kerataannya optimal atau kecil dibandingkan pengecoran menggunakan variasi temperatur tuang 650°C dan 700°C. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil uji kekasaran menunjukkan semakin tinggi temperatur tuang maka tingkat kekasaran semakin rendah.Hal ini berarti setiap penambahan variasi temperatur tuang menunjukkan peningkatan kualitas kekasaran permukaan. Kata kunci : Pengecoran, Piston bekas, Kekasaran permukaan, Variasi temperatur tuang. 
PENGARUH KEDALAMAN POTONG DAN KECEPATAN SPINDLE DENGAN VARIASI PENDINGIN TERHADAP KEKASARAN BAJA ST 42 PADA PROSES BUBUT Mohamad Adi Sulaksono
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitianniniiibertujuan untukkkmendapatkan pengaruhhhkedalamannpemotonganddan kecepatannputaran spindle dengan variasi pendingin. Penelitian ini menggunakan baja  ST 42 dengan di proses turning menggunakan kecepatan spindle 835 rpm dan 535 rpm sertakkedalaman pemotongannn11mm, 22mm, dan 33mm. Variasi pendingin minyak kelapa murni dan oli SAE 20W-50. Setelah proses pengerjaan turning, dilanjutkan dengan pembuatan 24 spesimen untuk pengujian kekasaran permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah proses turning dengan menggunakan kecepatannputarannspindleesebesar 835 rpmmdan 535 sertakkedalaman pemotongannn11mm, 22mm, dan 33mm variasi pendingin minyak kelapa murni dan oli SAE 20W-50 terhadap kekasarannpermukaannbajaaST 422bahwa pembubutan menggunakankkkecepatan putarannnspindlee835 rpmmpada kedalamannn1 mm dengan pendingin minyak kelapa murni mempunyai rata-rata yang kerataan nya optimal atau kecil dibandingkan pembubutan dengan menggunakan kecepatan putaran spindle 535 rpm pada kedalaman pemakanan 1 mm, 2 mm, dan 3 mm dengan pendingin minyak kelapa murni dan oli SAE 20W-50. Setiap penambahan kedalaman pemotongan dan pengurangan kecepatan spindle menunjukkan peningkatan nilai kekasaran permukaan. Hasil uji kekasaran menunjukkan sedikit perbedaan antara pembubutan menggunakan kecepatan putaran spindle 853 rpm dan 535 rpm serta kedalamannpemotongann1 mm, 2 mm, dan 3 mm serta variasi pendingin minyak kelapa murni dan oli SAE 20W-50. Kata kunci : Mesin bubut konvensional (turning), variasi kedalaman pemotongan, variasi kecepatan spindle, variasi pendingin, Kekasaran permukaan, Baja ST 42.
PENGARUH KETINGGIAN TETESAN DROPLET pada HARVESTING ENERGY LISTRIK DAUN TALAS (COLOCASIA ESCULENTA) Afrizal Hidayat
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harvesting energy merupakan suatu proses dimana suatu energi ditangkap, dikumpulkan dan disimpan dari berbagai sumber yang ada. Penelitian ini menjelaskan mekanisme harvesting energy listrik daun talas (Colocasia Esculenta). Sifat hidrofobik pada permukaan daun talas dapat menghasilkan tegangan listrik ketika diteteskan air aquades. Penelitian ini menggunakan variasi ketinggian tetesan 5cm, 10cm dan 15cm. Permukaan bawah daun talas dilapisi alumunium foil yang berfungsi sebagai elektroda, pengukuran tegangan listrik menggunakan multimeter digital UNI T seri UT61E. Tegangan permukaan menimbulkan lompatan elektron akibat reaksi antara unsur Mg, K, dan Ca dengan ion  dan . Hasil tegangan terbesar didapat pada ketinggian 5cm, yaitu sebesar 0,3964 volt. Ketinggian tetesan mempengaruhi tegangan listrik yang dihasilkan, semakin rendah ketinggian maka pantulan droplet semakin dekat, sehingga reaksi unsur daun dengan droplet semakin sering terjadi. Gaya gravitasi mengakibatkan nilai sudut kontak pada sisi kanan droplet lebih besar dibanding sisi kiri, dikarenakan pada kemiringan daun 20° gaya gravitasi menekan droplet ke arah bawah (sisi kanan). Kata kunci: Harvesting Energy; Daun Talas; Energi Listrik; Droplet; Hidrofobik
PENGARUH KATALIS KOH TERHADAP PRODUKSI HHO HASIL ELEKTROLISIS MENGGUNAKAN GENERATOR WET CELL Rian Saputra
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Manusia mempunyai ketergantung terhadap sumber daya energi fosil yang masih tinggi. Oleh karena itu, energi alternatif yang bisa di perbarui perlu terus di teliti untuk keberlangsungan manusia di masa depan dikarena bahan bakar fosil yang terus menipis maka, Di perlukan energi alternatif yang dapat di kembangkan  menjadi bahan bakar baru. Energi terbarukan tersebut adalah hidrogen. Untuk dapat memproduksi gas hidrogen bisa di lakukan menggunakan proses Elektrolisis dengan menguraikan H2O menjadi gas HHO (Hidrogen Hidrogen Oksigen)  menggunakan generator HHO wet cell yang terbuat dari bahan plat stainless stell  304. Penambahan KOH (Kalium hidroksida) sebagai katalis dalam proses elektrolisis akan menciptakan gas HHO, Hasil penelitian dan pengujian generator HHO menggunakan KOH dengan variasi presentase 5; 7,5; dan 10% yang masing-masing di larutkan pada aquades 500ml, Hasilnya adalah laju aliran gas HHO yang terbaik dengan katalis 10% yaitu 16,7 ml/s dengan efisiensi generator HHO sebesar 14,49 J/gr.Kata kunci : Brown’n gas, Elektrolisis, KOH (Kalium Hidroksida), Generator HHO wet cellABSTRACTHumans have a high dependence on fossil energy resources. Therefore, alternative energy that can be renewed needs to continue to be researched for human sustainability in the future, because fossil fuels continue to run low, alternative energy is needed that can be developed into new fuels. The renewable energy is hydrogen. To be able to produce hydrogen gas, it can be done using the Electrolysis process by decomposing H2O into HHO gas (Hydrogen Hydrogen Oxygen) using a HHO wet cell generator made of 304 stainless steel plate material. The addition of KOH (Potassium hydroxide) as a catalyst in the electrolysis process will create gas HHO, Results of research and testing of HHO generators using KOH with a percentage variation of 5; 7.5; and 10%, each of which was dissolved in 500ml distilled water. The result is the best HHO gas flow rate with a 10% catalyst, which is 16.7 ml/s with an HHO generator efficiency of 14.49 J/gr. Keyword : Brown’s gas, Electrolysis, KOH (Potassium hydroxide), wet cell HHO generator
RANCANG BANGUN MESIN PENDINGIN RUANGAN PORTABLE DENGAN KONTROL TEKANAN DAN TEMPERATUR Aqib Nur Khusaini
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja mesin pendingin portable dan membuat desain mesin pendingin yang mudah untuk dipindahkan. Penelitian ini diawali dengan membuat desain mesin pendingin portable yang mudah untuk di bongkar dan di pasang sehinnga memudahkan untuk di pindahkan. Alat dan bahan yang di gunakan pada penelitian dan perancangan ini adalah Gerinda,Las listrik,Rol meter,Spidol,Penggaris siku,Manifold gauge, toolkeys,Elektroda, Refrigerant R22, kompresor, kondesnsor evaporator.fan/kipas,besi siku. Pengujian ujuk kerja mesin pendingin di lakukan pada ruangan dengan panjang  4 m, lebar 3 m dan tinggi 3 m. variasi waktuyang digunakan pada percobaan adalah 10 menit, 15 menit dan 20 menit dengan kondisi suhu ruang 29°C. dari perancangan di hasilkan 2 alat yaitu indoor ac  dengan dimensi panjang 40 cm, lebar 45 cm,  tinggi 125 cm dan outdoor ac dengan dimensi panjang 52 cm, lebar 21 cm, tinggi 32 cm. kedua alat tersebut di hubungkan denga selang dengan panjang 3 meter. Hasil dari perhitungan beban pendinginan yaitu sebesar 1035 Btu sehingga dengan mesin pendingin ½ pk sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan beban pendingin   Kata kunci : Mesin pendingin (air conditioner),mesin pendingin portable,perancangan mesin pendingin
PENGARUH VARIASI SUDUT KEMIRINGAN LINTASAN TERHADAP BESAR TEGANGAN YANG DIHASILKAN PADA HARVESTING ENERGY Moh. Burhan Hidayat
Jurnal Teknik Mesin Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian yang menggunakan metode harvesting energy dengan menggunakan daun talas Colocasia esculenta L yang memiliki permukaan superhidropobik yang kemudian diteteskan cairan aquades diatasnya sehingga ramah lingkungan. Dalam penelitian ini menggunakan lintasan dengan kemiringan 20°,40°, dan 60° yang dilapisi dengan alumunium foil diatanya sebagai elektroda. Dari hasil pengujian menghasilkan tegangan listrik yang berbeda-beda setiap sudut kemiringan lintasan, dimana hal ini terjadi akibat adanya kelebihan jumlah electron dalam atom ataupun kekurangan jumlah electron sehingga menyebabkan ketidak seimbangan di dalam atom. Tegangan paling besar dihasilkan pada lintasan dengan kemiringan 20° yaitu sebesar 0,3964v. Energi listrik dihasilkan akibat adanya tegangan permukaan yang menyebabkan terjadinya lompatan electron, dimana lompatan electron terjadi saat adanya kontak antara gugus fungsi antara H^+ dengan OH^- dimana mekanisme penggeraknya adalah tegangan permukaan dan gaya impuls, dan reaksi antara unsur Mg, Ca, K, terhadap ion OH^-, H^+. Pada saat tetesan air menyentuh permukaan daun talas menimbulkan sebuah sudut kontak, dimana pada setiap lintasan dengan kemiringan yang berbeda menghasilkan sudut kontak rata-rata diatas 150° yang membuktikan bahwa permukaan daun talas merupakan daun superhidrofobik, dan kemiringan suatu lintasan sangat berpengaruh pada energi listrik yang dihasilkan.Kata kunci: Daun Talas, Energi Listrik, Superhidropobik, Droplet, Harvesting Energy

Page 1 of 2 | Total Record : 16