cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2" : 18 Documents clear
ANALISIS KEKUATAN TARIK, KEKERASAN, DAN STRUKTUR MIKRO PADA PENGELASAN SMAW STAINLESS STEEL 316 DENGAN VARIASI ARUS faris baihaqi muklis
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi arus dengan metode SMAW (Shielded Metal Arc Welding) terhadap tarik, kekerasan, dan struktur mikro pada sambungan stainless steel 316 dan ST 41. Penelitian ini berisi bahan tahan karat stainless steel 316 dan disambung baja karbon rendah ST 41 dengan elektroda E 308. Berbagai arus yang digunakan termasuk 80 ampere, 70 ampere, dan 90 ampere. Setelah proses pengelasan, langkah selanjutnya adalah membuat tiga spesifikasi kekerasan dan struktur mikro. Setelah itu, pengujian kekerasan dan pengujian struktur mikro dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah proses kekerasan hasil las, dengan perlakuan pada semua variasi arus lebih dari dua kali lipat bahan baku ST 41 dan lebih dari dua kali lipat bahan baku stainless steel 316. Nilai kekerasan optimal pada spesimen dengan perlakuan pengelasan terdapat pada arus 80 ampere dengan hasil sebesar 68 HRB. Setiap penambahan arus menunjukkan peningkatan nilai kekerasan di daerah weld metal karena perubahan struktur mikro dendritik yang jumlahnya meningkat, akan tetapi mengalami penurunan di HAZ (Heat Affected Zone) akibat struktur mikro ferit membesar di temperatur tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, bisa disimpulkan bahwa hasil uji struktur mikro membagikan peningkatan struktur perlit setelah proses pengelasan. Hasil penelitian dengan uji t menerangkan  bahwa presentasi perlit dan ferit dengan variasi arus 70 Ampere, 80 Ampere dan 90 Ampere terdapat perbedaan dan hasil penelitian uji anovo satu arah menandakan nilai kekerasan di HAZ stainless steel 316, Baja ST 41 dan logam lasan dengan variasi arus 70 Ampere, 80 Ampere dan 90 Ampere terdapat perbedaan.
Analisis Perbandingan Kekasaran Permukaan Pada Proses Turning Achmad Zanuwar
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sifat geometris yang ideal dari suatu komponen adalah permukaan yang halus. Untuk mendapatkan produk yang berkualitas tinggi, Anda perlu melakukan proses pemesinan yang baik. Kekasaran permukaan merupakan salah satu efek yang ditimbulkan oleh kondisi pemotongan pada proses pemesinan. Beberapa parameter yang mempengaruhi kekasaran permukaan bubut, antara lain: B.: Jenis material dan kecepatan benda kerja. Pengujian dilakukan dengan menggunakan bahan ST dengan tujuan untuk mengetahui kekasaran permukaan bubut. 41 dan ST. 60 saat membuat produk. Pengujian dilakukan untuk menganalisis pengaruh jenis material dan kecepatan bagian menggunakan parameter pemesinan tetap dan konstan seperti kecepatan bagian, pergerakan umpan, kedalaman potong. Pengujian diulang dengan tujuan untuk secara teoritis dan empiris menentukan perbedaan antara jenis material dan pengaruh kecepatan benda kerja. Gunakan Surftest 301 untuk mendapatkan data kekasaran permukaan dari proses pembubutan. Dari hasil survey nilai kekasaran terendah terdapat pada material ST yaitu 4,26. 41 pada kecepatan 224 rpm. Diawali dengan perhitungan teoritis ANOVA dua arah dengan interaksi, diperoleh hasil Fhitung = 11,7826 > Ftabel = 5,32, dan dapat disimpulkan bahwa jenis dan kecepatan material berinteraksi dengan penentuan kekasaran permukaan. lakukan. Misalnya, perlakuan jenis material memiliki efek yang berbeda pada nilai kekasaran permukaan pada kecepatan benda kerja yang berbeda.
PERANCANGAN MESIN PELET dengan SISTEM TRANSMISI GEARBOX atau PULLEY TERHADAP KAPASITAS Dimas Iskandar
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pelet merupakan alat yang digunakan untuk memproduksi pakan ternak berupa pelet. Mesin pelet dirancang dengan motor listrik 1/4 hp pada 2800 rpm dan dapat digunakan di industri kecil. Motor listrik yang menjadi penggerak penggiling ini menggunakan sistem gearbox atau pulley. Gearbox yang digunakan tipe WPA 50 dengan rasio 1:10. Diameter Pulley Motor serta Gearbox 70 mm dan diameter Pulley Poros Screw dan Hammer mill 245 mm menggunakan bahan Alumunium. Perbandingan Reduksi 3,5 menghasilkan putaran pulley motor 800 rpm dan putaran pulley gearbox 80 rpm. Kecepatan putaran yang dihasilkan tidak terlalu cepat, kecepatan putaran dapat disesuaikan dengan ukuran pulley yang digunakan, sehingga dapat melakukan apapun yang diinginkan. Kondisi tersebut akan sangat membantu produksi dengan menggunakan kapasitas penggilingan yang dibutuhkan untuk melakukan dan meningkatkan kecepatan proses penggilingan.
PERANCANGAN MESIN PELET DENGAN KOMBINASI SCREW N70 dan ROTARY BLADE type S Wahyudin Wahyu Dikki
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah sampah organik apabila tidak didaur ulang (reycle). Maka, akan mengakibatkan pencemeran lingkungan. Perlu adanya solusi untuk mengurangi limbah sampah organik menjadi produk yang memiliki nilai jual dan bermanfaat bagi masyarakat seperti pellet, kompos, sehingga membantu permasalahan yang dihadapi oleh daerah lombok barat. Direncanakan sebuah mesin pencetak pelet dengan kombinasi screw N70 dan rotary blade type S.Mesin pencetak pelet dengan kombinasi screw N70 dan rotary blade type S merupakan alat yang digunakan untuk mengolah limbah sampah organik menjadi pelet dan mampu mencacah sampah organik menjadi ukuran kecil. Proses pembuatan pakan ini menggunakan bahan dedak, sampah organik, air panas yang dicetak menggunakan screw N70 yang dimana bahan sampah organik di hancurkan terlebih dahulu menggunakan rotary blade type S sehingga sampah organik yang dihasilkan berukuran kecil. dalam perancangan ini menggunakan screw N70 berbahan stainless steel (ss) 304 dengan massa jenis (ρ) = 1,4401 kg/cm3. Diameter dalam screw 90 mm, massa screw 2,147 kg, kecepatan searah 036 m/s, kecepatan sudut 83,7 rad/s. Adapun torsi screw 0,86 NM, sedangkan daya screw 0,1923 HP dan rotary blade type S memiliki jumlah pisau 12 buah, P × L = 100 × 20 mm, tebal pisau 2 mm, kapasitas screw N70 72 kg/jam, rotary blade type S 112 kg/jam. Mesin pencetak pelet dengan varisi screw N70 dan rotary blade type S menggunakan putaran motor 800 rpm, digerakan menggunakan daya 1,4 HP. Kata kunci: limbah organik, mesin pellet,  system kombinasi.
ANALISIS PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP KETEBALAN dan KEKERASAN LAPISAN ZINC pada PROSES HOT DIP GALVANIZED BAJA ST 41 Muhammad Waffiq Azizi
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelapisan pada material logam adalah salah satu proses untuk mencegah terjadinya interaksi antara logam dengan lingkungan maka perlu dilakukan pelapisan untuk meningkatkan daya tarik, karena logam setelah dilapisi terlihat lebih indah, berkilau, selain itu juga untuk mencapai keawetan yang meningkatkan umur material dari terjadinya interaksi dengan lingkungan. Pada penelitian ini  menggunakan logam baja ST 41, dimana baja ST-41 termasuk jenis baja karbon rendah yang memiliki kekerasan yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan suhu terhadap ketebalan dan kekerasan lapisan seng selama proses hot dip galvanizing.Pada penelitian ini digunakan metode pelapisan hot-dip galvanized menggunakan logam pelapis zinc. Suhu temperatur pelapisan 600˚C, 700˚C, 800˚C, dengan lama pencelupan tetap 5 menit. Didapatkan hasil pengujian ketebalan menggunakan coating thickness gauge, nilai  ketebalan tertinggi didapat pada temperatur pelapisan 800˚C yaitu sebesar 169,0 . Sedangkan nilai ketebalan terendah didapatkan pada temperatur pelapisan 600˚C yaitu sebesar 133,3 ????m. Sedangkan hasil uji kekerasan menggunakan alat uji kekerasan rockwell didapatkan nilai kekerasan tertinggi didapatkan pada temperatur pelapisan 800˚C yaitu sebesar 117,2 HRF. Sedangkan nilai kekerasan terendah diperoleh pada temperatur pelapisan 600˚C yaitu 93,2 HRF. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu lapisan, semakin besar ketebalan dan kekerasan semakin tinggi.
Analisis Kekerasan lapisan Baja ST-41 dengan seng (Zn) memakai metode hot dip galvanizing Muchamad Lukman Fani
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja merupakan logam kebutuhan produksi yang meningkat setiap tahunnya, ada banyak jenis baja salah satunya baja karbon rendah, baja ini mempunyai sifat mekanik yang baik tetapi belum ditunjang dengan ketahanan aus unsur estetika kurang dan laju korosi yang buruk. Penelitian ini memakai metode hot dip galvanizing dengan suhu zing 700⁰C sebagai media pelapis variasi waktu pelapisan 3,5,dan 8 menit dengan logam ST-41 bentuk plat dan silinder sebagai logam dasar yang akan di lapisi. Didapatkan didapatkan hasil pengujian kekerasan tertinggi spesimen silinder pada waktu pelapisan 3 menit 102,6, dan hasil terendah pada waktu 8 menit 89,4 . Sedangkan pada spesimen plat hasil kekerasan tertinggi waktu pelapisan 3 menit 106,2 dan hasil terendah pada waktu 8 menit 100,4 . Untuk hasil pengujian struktur mikro ukuran butir paling besar pada waktu pelapisan 8 menit yaitu 9,490 µm sehingga mempunyai nilai kekerasan paling rendah, dan ukuran butir struktur mikro paling kecil pada waktu pelapisan 3 menit 3,254µm dan mempunyai nilai kekerasan paling tinggi.
ANALISIS KEKUATAN PEMBEBANAN RANGKA PADA PERANCANGAN MESIN PENCETAK PELET MENGGUNAKAN SIMULASI SOLIDWORKS Galih Anjasmoro
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pellet machine is a tool that is usually used to print pellets for chicken feed in the form of tubes. In the analysis of the loading strength of the frame in the design of the pellet machine, an analysis of the selection of the right material is carried out to hold the components contained in the pellet machine. The material variables used in the analysis are: AISI 304, AISI 1020, and AISI 1045 and use L profile steel with a size of 40 mm × 40 mm, C channel steel with a size of 50 mm × 50 mm.This analysis uses the Solidworks 2018 software, from this analysis several materials are selected with a thickness of the L profile of 3 mm and the C channel 5 mm.The results of the simulation analysis on the maximum deflection pellet machine AISI 304 = 0.026 mm, AISI 1020 = 0.025 mm, and AISI 1045 = 0.024 mm. The results of the analysis of the maximum stress obtained values of AISI 304 = 3.821 N/mm2, AISI 1020 = 3.821 N/mm2, and AISI 1045 = 3.816 N/mm2. The results of the safety factor analysis obtained the value of AISI 304 = 54, AISI 1020 = 92, and AISI 1045 139.
ANALISIS KEKRASAN BAJA ST 41 pada PELAPISAN METODE HOT DIP GALVANIZING dengan VARIASI HOLDING TIME dan MEDIA PENDINGIN Muhammad Rafiud Darojat
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelapisan (coating) pada material logam merupakan salah satu upaya atau tindakan untuk  memproteksi logam substrat dari proses oksidasi, akan tetapi dibutuhkan pula pelapisan pada sifat tertentu (khusus) pada surface ,  semacam tahan terhadap keausan, kekerasan dan tahan high temperature. Logam yang dipakai dalam percobaan tersebut adalah logam baja ST 41. Baja ST 41 termasuk kategori Low Carbon Steel, dimana secara teori memiliki kekerasan yang rendah.Penelitian ini menggunakan metode pelapisan Hot Dip Galvanizing dengan logam pelapis Zinc. Suhu temperatur pelapisan 7000 C memakai variasi HT 40, 60, 80 menit kemudian menggunakan variasi  pendinginan Air laut, Ekstrak Daun Ketapang, Udara. Didapatkan hasil pengujian Struktur Mikro persentase Beta fasa (β) tertinggi pada perlakuan holding time 80 menit dengan pendingin Air laut yaitu sebesar 47,130% sedangkan persentase fasa Alfa (α) terendah terjadi pada HT 40 menit memakai pendinginan Udara yaitu sebesar 31,471%. Dihasilkan nilai rata- rata pengujian Kekerasan menggunakan alat uji kekerasan Rockwell tertinggi terjadi pada perlakuan holding time 80 menit dengan  pendingin Air laut dengan nilai sebesar 105,8 HRf, sedangkan nilai rata- rata kekerasan terndah didapatkan pada perlakuan HT 40 menit memakai  pendinginan Udara yakni sebesar 89, 6 HRf. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa holding time sebelum waktu pelapisan dan pendinginan setelah pelapisan berpengaruh pada struktur mikro dan kekerasan pada pelapisan zinc (Zn).Kata Kunci : Baja ST 41, Hot Dip Galvanizing, Holding Time, Air Laut, Ekstrak Daun Ketapang, Udara, Kekersan Rockwell, Struktur mikro.

Page 2 of 2 | Total Record : 18