cover
Contact Name
Theresia Evila Purwanti Sri Rahayu
Contact Email
theresiaevila05@gmail.com
Phone
+62282-533329
Journal Mail Official
jppl.ejournal@pnc.ac.id
Editorial Address
Jln. Dokter Soetomo No.1, Karangcengis Sidakaya Cilacap Jawa Tengah 53212Telepon: (0282) 533329
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL)
ISSN : 26866145     EISSN : 26866137     DOI : https://doi.org/10.35970/jppl
Core Subject : Social, Engineering,
a. Water pollution control b. Soil pollution control c. Air pollution control d. Liquid and solid waste control e. Bioprocess and biochemistry f. Biodiversity and bio monitoring g. Engineering design process h. Environmental chemistry i. Management of environmental pollution control
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025" : 8 Documents clear
Studi Potensi Emisi Gas Rumah Kaca Menggunakan Metode IPCC Serta Arahan Pemanfaatan Sampah Organik Yang Dihasilkan Berdasarkan Aspek Teknis Di Kecamatan Balikpapan Barat Ris Dinda Anggraeny; Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Ariani, Ismi Khairunnissa
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/53vg1t27

Abstract

Terdapat empat sektor utama yang diketahui berkontribusi dalam peningkatan emisi gas rumah kaca salah satunya yaitu sektor limbah padat. Aktivitas antropogenik memiliki potensi untuk melepaskan emisi GRK dan hal tersebut terdapat di Kecamatan Balikpapan Barat. Keberagaman aktivitas masyarakat Kecamatan Balikpapan Barat juga memicu peningkatan timbulan sampah. Penelitian ini bertujuan guna mengidentifikasi timbulan, komposisi, karakteristik sampah organik, menginventarisasi emisi GRK, serta merekomendasikan arahan pengolahan sampah organik berdasarkan aspek teknis. Mengacu pada SNI 19-3964-1994, hasil pengukuran lapangan menyatakan bahwa besaran timbulan sampah pemukiman sebesar 0,145 Kg/orang/Hari dan 0,1 Kg/m2/Hari besaran timbulan yang dimiliki Pasar Pandansari. Sampah organik mendominasi hasil pengukuran komposisi sebanyak 80% dan berpotensi untuk dikomposkan. Karakteristik sampah Kecamatan Balikpapan Barat memiliki kadar air (90,1%), C-organik (43,89%), N-organik (2,19%), dan nilai rasio C/N adalah 20. Menurut data sampling yang didapat, dari sektor limbah padat Kecamatan Balikpapan Barat tahun 2022 berkontribusi melepaskan sejumlah emisi GRK hanya pada penimbunana sampah sebesar 2.073,57 CO2-eq Ton/Tahun. Perhitungan estimasi GRK dianalisis dengan dua skenario dimana skenario 1 diasumsikan 100% sampah yang dihasilkan diangkut ke TPA tanpa adanya upaya reduksi dan skenario 2 diasumsikan 70% diangkut ke TPA dan 30% dilakukan reduksi dari sumber. Skenario 2 merupakan alur terbaik untuk diadakan pengolahan sampah dimana selisih emisi GRK sebesar 622,07 CO2-eq Ton/Tahun saat hanya ditimbun di TPA dengan total emisi pada penimbunan sampah sebesar 1.451 CO2-eq Ton/Tahun dan pada pengomposan sebesar 179,52 CO2-eq Ton/Tahun. Sampah organik di Kecamatan Balikpapan Barat dapat dimanfaatkan sesuai dengan hasil analisis dan inventarisasi emisi GRK diantaranya sebagai kompos, biodigester, pengkonversian sampah menjadi energi listrik, dan penerapan 3R (reduce – reuse – recycle). Kata kunci : Gas rumah kaca, Karakteristik sampah, Komposisi sampah, Pemanfaatan sampah organik, Timbulan sampah
Analisis Kelimpahan Mikroplastik pada Air Permukaan dan Biota di Sungai Air Hitam Kota Pekanbaru, Riau Darmayanti, Lita; Priyambada, Gunadi; Khairani , Ayu Dhea
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/5cjs1812

Abstract

Microplastics are plastic particles with a size of 1 μm – 5 mm that are widely present in surface water and sediments. Increased exposure to microplastics in water can affect food chain cycles, leading to bioaccumulation and biomagnification in fish. This study aims to analyze the abundance, types, and polymer types of microplastics in surface water and fish in the Air Hitam River, Pekanbaru City, Riau. Air Hitam River is one of the tributaries of Siak River which has a length of ±8,5 km. Determination of sampling locations for each segment using purposive sampling method based on existing conditions along the river flow by identifying sources of microplastic pollution. The results showed that the average abundance of microplastics in the waters of Air Hitam River was 330±150,3 particles/L. The average abundance of microplastics in 8 Chitala lopis was 0,86±0,24 particles/gram for meat samples and 4,35±0,4 particles/gram for gill and digestive tract samples. The types of microplastics found in this study are fragments, fibers, films, and pellets. The results of the Pearson Product Moment correlation analysis showed that there was a significant relationship between aquatic environmental parameters (temperature, pH, and flow velocity) and the abundance of microplastics in the Air Hitam River with a sig value. (0,005 < α 0,05) for temperature parameter, sig. (0,215 > α 0,05) for the pH parameter, and sig. (0,248 > α 0,05) for the flow velocity parameter. The polymer types identified based on the Differential Scanning Calorimetry (DSC) test results are Polycarbonate (PC) and Polypropylene (PP).
Efficacy of Liquid Waste Reduction using Anaerobic and Aerobic Median Biofilters in Tofu Factory X, Pematang Sulur, Jambi City Lailal Gusri; Karenina Juniska; Tri Syukria Putra
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/brxqtc84

Abstract

 Tofu is a popular soy-based food. Tofu manufacturing produces wastewater that can pollute the environment, and waste discharged into rivers must meet wastewater quality standards. Wastewater treatment can increase factory operating costs. The purpose of this study was to determine the effectiveness of reducing Tofu Factory X's wastewater parameters, namely BOD, COD, TSS, and pH. Research Methods 1) observation and data collection on water discharge for daily manufacturing operations, 2) calculation of equalization basin plan, anaerobic and aerobic biofilters, oxygen requirements and blowers, 3) raw water and wastewater quality testing from the design of the wastewater treatment plant of Tofu Factory X, and 4) calculation of the reduction efficiency of BOD, COD, TSS and pH and comparison with the Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014. The research results obtained showed the reduction efficiency of BOD pollution by 30.75%, COD by 35%, TSS by 68.08% and pH by 4.55. The wastewater treatment in this study did not fully demonstrate the expected efficiency, as adjustments had to be made to the required air quantity, temperature, and residence time. Keywords: anaerobic and aerobic, biofilter, liquid waste, tofu factory, wastewater quality. 
Urgensi Pelarangan Penggunaan Air Mineral dalam Kemasan Plastik Sekali Pakai pada Seluruh Lingkungan Kantor Pemerintahan di Indonesia Suci, Saraswati Nirmala
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/c411ax10

Abstract

Sampah merupakan masalah yang tiada habisnya. Salah satu penyumbang sampah adalah kemasan air mineral plastik. Pemerintah memiliki komitmen untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia. Alangkah baiknya apabila tindakan yang diambil dalam mewujudkan komitmen tersebut dimulai dari internal pemerintah itu sendiri. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji urgensi pelarangan penggunaan air mineral dalam kemasan plastik sekali pakai di lingkungan kantor pemerintahan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari berbagai literatur yang tersedia. Melihat urgensinya, pemerintah sangat perlu menerapkan kebijakan pelarangan penggunaan air mineral dalam kemasan plastik sekali pakai ini sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam menanggulangi permasalahan sampah di Indonesia. Selain itu, penerapan kebijakan ini juga dilakukan dalam rangka mendukung Tujuan Pembangunan Keberlanjutan yaitu tujuan ke-12 konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta tujuan ke-14 ekosistem lautan. Dalam penerapannya, pemerintah berpotensi akan menemui tantangan antara lain keengganan pegawai pemerintah sendiri untuk tidak mengonsumsi air mineral dalam kemasan plastik sekali pakai dan sulitnya pengawasan pemenuhan aturan.
Perhitungan Dan Pengelolaan Limbah Oli Bengkel Motor Tidak Resmi di Samarinda Utara Muhammad Andika Hari Wardana; Hidayat; Dina Hayati Putri; Dijan Sunar Rukmi
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/4q9dpx60

Abstract

Pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Samarinda turut meningkatkan jumlah bengkel motor, termasuk bengkel tidak resmi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan volume limbah yang dihasilkan oleh bengkel motor tidak resmi, menyusun metode perhitungan dan pengolahan limbah yang ramah lingkungan, serta menganalisis dampak lingkungan akibat limbah yang tidak terkelola. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi langsung di beberapa bengkel motor tidak resmi di Samarinda, dengan data primer diperoleh melalui pengukuran volume oli bekas dan pencatatan frekuensi penggantian oli harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bengkel 1 menghasilkan 200 liter oli bekas per bulan dengan 189 liter tertampung dan 11 liter tercecer; Bengkel 2 menghasilkan 100 liter, hanya 30 liter tertampung, 6 liter tercecer, dan 64 liter tidak tercatat; sedangkan Bengkel 3 menghasilkan 200 liter dengan 188 liter tertampung dan 12 liter tercecer. Penelitian menyimpulkan bahwa limbah oli bekas merupakan jenis limbah B3 yang dominan dihasilkan oleh bengkel motor tidak resmi di Samarinda, dengan pengelolaan yang masih belum optimal karena sebagian limbah tercecer ke lingkungan atau tidak tercatat dengan baik. Kata kunci: Bengkel tidak resmi, limbah oli bekas, limbah B3, pengelolaan limbah, pencemaran lingkungan.
Pemanfaatan Limbah Dapur Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) Serta Efetivitasnya Pada Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) Deswita Kanahaya; Devi Pebriyanti; Royani, Amelia; Annisa Mawardini
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/8mbw6t40

Abstract

Permasalahan sampah organik rumah tangga yang belum tertangani secara optimal mendorong adanya solusi yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis, salah satunya dengan mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan limbah dapur sebagai POC serta menguji efektivitasnya terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica Juncea L.). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan membandingkan pertumbuhan sawi pada: kelompok kontrol (tanpa POC) dan kelompok perlakuan (diberi POC). POC dibuat dari limbah sayuran rumah tangga melalui proses fermentasi selama tiga minggu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman sawi yang diberi POC mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dan signifikan dibandingkan dengan tanaman sawi yang tidak mendapatkan POC. Perbedaan tinggi tanaman dan jumlah daun yang mencolok terlihat pada hari ke-14. POC terbukti meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman, meskipun tidak memengaruhi warna daun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa POC dari limbah dapur efektif digunakan sebagai alternatif pupuk alami dalam budidaya tanaman sawi dan berpotensi sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan.
Analisis Logam Timbal (Pb) pada Genteng Beton Berbahan Campuran Abu Dasar Insinerator dari Limbah Rumah Sakit Kategori Infeksius Rachmawati, Siti Rachmawati; Matin, Hashfi Hawali Abdul; Dewi, Mini Ambarwati Kusuma
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/j4g8jq39

Abstract

Abu dasar dari pembakaran limbah medis perlu dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai jual untuk mengurangi volume limbah B3 yang semakin meningkat jumlahnya sekaligus untuk menekan kontaminan yang terkandung di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kandungan timbal (Pb) pada genteng beton berbahan campuran abu dasar insinerator limbah Rumah Sakit kategori infeksius serta mengetahui kualitas daya serap dari genteng tersebut. Metode yang digunakan yaitu eksperimen dengan melakukan pembuatan benda uji berupa genteng beton dengan variasi campuran abu sebanyak 40%, 50%, dan 60% sebagai substitusi pasir. Pengujian karakteristik beracun menggunakan Uji TCLP mengacu pada SNI 06-6989 8-2004 tentang Parameter Pengujian Timbal (Pb) dan pengujian kualitas daya serap air genteng beton mengacu pada SNI 03-0096-2007 tentang Genteng Beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu dasar memiliki kandungan timbal (Pb) yang melebihi baku mutu yaitu sebesar 0,69 mg/l. Kandungan timbal (Pb) pada genteng beton berbahan campuran abu sebesar 0,25 mg/l pada variasi campuran abu 60%. Sedangkan uji kualitas daya serap air genteng beton memiliki nilai maksimum 0,155% pada variasi campuran abu 50% yang mana masih memenuhi standar mutu genteng beton. Kata kunci: abu dasar, genteng beton, limbah B3, timbal
Evaluasi dan Strategi Biodiesel Sebagai Energi Terbarukan di Indonesia: Literature Review Iklima, Ilma Kanzu; Hidayat, Taupik; Sofinila, Mida Fitri Agasty; Abrilia, Putri Riza; Sanjaya, Eli Hendrik; Utomo, Yudhi
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/7ktxek50

Abstract

Biodiesel memiliki potensi besar sebagai energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi gas rumah kaca. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi biodiesel di Indonesia melalui kajian literatur terhadap kebijakan, kendala, serta strategi pengembangannya. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah 23 artikel terbitan 2015–2025 yang relevan dengan topik biodiesel. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun kebijakan mandatori B-2,5 hingga B-35 berhasil meningkatkan produksi dan konsumsi biodiesel secara signifikan, implementasinya masih menghadapi empat kendala utama, yaitu ketergantungan pada kelapa sawit sebagai bahan baku, keterbatasan infrastruktur distribusi, hambatan pendanaan akibat biaya produksi tinggi, serta kompleksitas teknologi konversi. Strategi yang diusulkan meliputi diversifikasi bahan baku melalui minyak jelantah, limbah pertanian, dan mikroalga; pengembangan teknologi katalis heterogen dan metode intensifikasi proses (microwave, ultrasonik); optimalisasi subsidi dan instrumen fiskal; pembangunan infrastruktur distribusi di luar Jawa; serta kolaborasi internasional dalam transfer teknologi dan pasar ekspor. Kajian ini menegaskan bahwa dengan integrasi strategi tersebut, biodiesel berpotensi menjadi pilar utama transisi energi berkelanjutan di Indonesia. Kata kunci: Kajian Literatur, Kebijakan Biodiesel di Indonesia, Solusi Energi Keberlanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8