cover
Contact Name
Khoirul Faizin
Contact Email
staiattanwirjurnal@gmail.com
Phone
+6285236129171
Journal Mail Official
kfaizin6@gmail.com
Editorial Address
http://e-jurnal.staiattanwir.ac.id/index.php/attanwir/index
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan
ISSN : 22525238     EISSN : 25993062     DOI : -
Core Subject : Religion,
Fokus 
Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang kajian keislaman dan pendidikan , baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. 
Ruang Lingkup 
Berisi kajian-kajian keislaman dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2019): Maret" : 8 Documents clear
Hisbah Dalam Islam Fahrur Rozi
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.636 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v10i1.11

Abstract

Hisbah adalah salah satu instrument pengawasan yang dikenalkan oleh Islam. Untuk lebih menjamin berjalannya mekanisme pasar secara sempurna peran pemerintah sangat penting. Rasulullah SAW sendiri telah menjalankan fungsi sebagi market supervisor atau hisbah, yang kemudian dijadikan sebagai peran negara terhadap pasar. Rasulullah SAW sering melakukan inspeksi ke pasar untuk mengecek harga dan mekanisme pasar, seringkali dalam inspeksinya beliau menemukan praktik bisnis yang tidak jujur sehingga menegurnya. Para ekonom muslim kontemporer, mengkaitkan eksistensi Hisbah sebagai acuan bagi fungsi negara terhadap perekonomian, khususnya dalam pasar. Beberapa ekonom berpendapat bahwa Hisbah akan diperankan oleh negara secara umum melalui berbagai institusinya. Dengan demikian, Hisbah melekat pada fungsi negara dalam menjaga keseimbangan pasar ketika terjadi distorsi pasar dalam bentuk lembaga khusus, di mana dalam teknis operasionalnya akan dijalankan oleh kementerian, departemen, dinas, atau lembaga yang terkait. Melihat pentingnya pasar dalam Islam bahkan menjadi kegiatan yang terakreditasi serta berbagai problem yang terjadi seputar berjalannya mekanisme pasar dan pengendalian harga, maka pembahasan tentang institusi hisbah perspektif maqashid menjadi sangat menarik dan urgen
Kedudukan Akal dan Wahyu Perspektif M. Abduh dan Harun Nasution Nur Ida Dhestiana
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.905 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v10i1.12

Abstract

Kedudukan akal dan wahyu dalam menjadi perbincangan yang tiada hentinya. Dalam Islam kedudukan akal menempati posisi yang sangat terhormat, karena akal dan wahyu adalah suatu yang sangat urgen untuk manusia, dialah yang memberikan perbedaan manusia untuk mencapai derajat ketaqwaan kepada Sang Kholiq, akal pun harus dibina dengan ilmu-ilmu sehingga menghasilkan budi pekerti yang sangat mulia yang menjadi dasar sumber kehidupan dan juga tujuan dari Baginda Rasulullah SAW. Tidak hanaya itu dengan akal juga manusia bisa menjadi ciptaan pilihan yang Allah amanatkan untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini, begitu juga dengan wahyu, dia adalah pemberian Allah yang sangat luar biasa untuk membimbing manusia pada jalan yang lurus. Peranan akal dan wahyu dalam Islam, mengajarkan bahwa untuk bisa sampai pada Allah, terlebih dahulu manusia harus mengetahui siapa dirinya, mengapa dia hidup, untuk apa dia hidup, dalam istilah lain adalah pencapaian diri (mengenal dirinya sendiri). Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan akal. Denga akal manusia belajar mempelajari jati dirinya, untuk tujuan mencari atau menemukan tanda-tanda kekuasaan Allah pada dirinya. Usaha manusia dalam mencari jati dirinya untuk mencapai Tuhan tidak akan bisa sempurna tanpa tata cara- tata cara, metode khusus, atau langkah-langkah yang benar. Sebab kemampuan akal tidak lebih dari menganalisis apakah perbuatan ini buruk atau baik. Untuk mengetahui bagaimana perbuatan ini dapat dikatan baik atau buruk, maka diperlukan wahyu. Karena hanya Tuhan-lah yang dapat menentukan perkara ini baik atau buruk. Sebagaimana contoh, manusia tidak akan sempurna Ibadahnya pada Tuha atas dasar rasa terimakasihnya pada Tuhan, kecuali dengan menjalankan syariat yang sampaikan oleh si Tuhan. Karena peranan akal yang terbatas, sehingga ia membutuhkan pertolongan wahyu sebagai pembimbingya, maka sebagai manusia seharusnya mempelajari bagaimana kedudukan akal dan wahyu itu sendiri dalam manusia. Dengan belajar kedudukan itu, manusia dapat mengerti cara dia melakukan “terimakasih” nya kepada sang Tuhan Yang Maha Esa
تطوير كتاب "الأمثلة التصريفية" في تدريس علم الصرف (التدريبات لمواد التصريف الإصطلاحي) Siti Nur Aini Latifah
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.761 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v10i1.13

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah : untuk menambah dan memperdalam pengetahuan siswa mengenai kaidah Shorof. Adapun rumusan masalah yang perlu di jawab dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana Desain dan pengembangan Bahan Ajar Sharaf dalam meningkatkan Kompetensi menulis siswa?. 2. Bagaimana penerapan pembelajaran Shorof dengan menggunakan Bahan Ajar yang telah dikembangkan?. Dalam hal ini peneliti menggunakan metode Research and Development dalam menjawab setiap rumusan masalah. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah : 1. Pengembangan bahan ajar dari kitab Amtsilah Attashrifiyah dimulai dari kegiatan observasi proses belajar mengajar Shorof pada siswa kelas X, kemudian peneliti mulai mengembangkan bahan ajar kemudian dilaksanakan validasi, dan ekperimen bahan ajar yang telah dikembangkan dan divalidasi muai dilaksanakan untuk mengetahui efektivitasya. Bahan Ajar dari Amtsilah Attashrifiyah dikembangkan dalam bentuk penyajian materi, contoh-contoh dan latihan soal pada setiap bab. Pada bab pertama peneliti menambahkan pembahasan mengenai shighat dan pengetahuan mendasar tentang Shorof. 2. Eksperimen di dalam kelas dilaksanakan pada tanggal 3 April 2019 sampai 5 Mei 2019 ditutup dengan pelaksanaan pos test. Adapun inti dari kegiatan pembelajaran adalah dengan diawali salam, guru menyampaikan materi dan contoh penerapannya, siswa membaca kembali materi yang telah diajarkan bersama-sama, kemudian siswa melatih pemahamannya dengan mengerjakan soal-soal latihan dan pada pertemuan yang akan datang siswa menghafalkan materi yang telah diajarkan.
Identitas Pendidikan Surat al-Qiyamah Nur Laila Rahmawati
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.047 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v10i1.14

Abstract

Surat Al-Qiyamah terdiri dari 40 ayat yang berarti Hari Kiamat. Allah menceritakan bagaimana kiamat itu akan terjadi dengan adanya manusia penuh ketakutan, bulan hilang cahayanya, matahari dan bulan berkumpul. Hari dimana manusia akan mempertanggungjawabkan semua yang telah dikerjakan. Diceritakan juga bahwa Allah jadikan Nabi Muhammad hafal Al-Qur’an, Allah menjamin akan menjelaskan makna ayat-ayat tersebut entah itu tersurat atau tersirat. Dan tentunya Nabi Muhammad adalah orang yang paling tahu dan paling paham akan Al-Qur`anul karim. Dalam surat Al-Qiyamah ayat 18 terdapat adab menimba ilmu, yaitu seorang pelajar hendaknya tidak segera bertanya kepada guru sebelum guru selesai menerangkan. Ini menunjukkan bahwa ilmu bias dipelajari oleh siswa tetapi keberkahan ilmu hanya bisa diperoleh ketika siswa menjaga adabnya kepada gurunya dan nilai inilah yang mulai luntur di era disrupsi ini.
Ibu Berkarir: Kajian Fenomenologi terhadap Dual Career Family di Sidorejo Kedungadem Bojonegoro Arik Irawati; Abd. Hafid
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.594 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v10i1.15

Abstract

Penelitian kualitatif fenomenologi ini bertujuan untuk mengetahui makna karir bagi ibu yang bekerja (berkarir). Penelitian ini berusaha melihat makna karir dari sudut pandang ibu sebagai individu dengan berbagai variabel yang melekat dalam diri ibu. Ibu dengan dual-career family mempunyai peran ganda yaitu sebagai ibu dan sebagai pekerja, karena itu dengan mengetahu makna karir bagi ibu yang bekerja (berkarir) akan membantu memahami apa yang membuat ibu tetap melakukan peran ganda tersebut meskipun membawa mereka dalam dilema antara kepentingan keluarga dan kepentingan karir. Penelitian ini menggunakan wawancara yang mendalam untuk mengumpulkan data dari 12 orang responden. Pengumpulan responden dengan menggunakan teknik snow-ball dan pemilihan responden menggunakan theoretical sampling. Dalam melakukan penelitian kualitatif fenomenologi ada empat proses yang dilalui epoche, phenomenological reduction, imaginative variation, dan synthesis of meaning. Proses analisis dan interpretasi data meliputi braketing, horizonalizing, meaning units untuk mendapatkan deskripsi textural, imaginative variation untuk mendapatkan deskripsi struktural, dan memadukan deskripsi textural dan structural menjadi suatu makna yang universal dan mewakili responden secara keseluruhan. Validitas hasil penelitian dengan menggunakan intersubjective validity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ibu yang bekerja (berkarir) menghadapi dilema dalam usahanya untuk menyeimbangkan karir dan keluarga, tetapi bagi ibu sendiri karir merupakan perwujudan dari kebutuhan aktualisasi dirinya untuk memperkuat eksistensinya. Adanya role model, ijin dari suami dan keadaan anak-anak, potensi yang dimiliki dan keinginan untuk meningkatkan perekonomian keluarga, dan adanya kesempatan untuk naik ke jenjang karir yang lebih tinggi di tempat kerjanya membuat ibu yang bekerja (berkarir) merasa perlu untuk bekerja tetapi tetap mempertahankan perannya sebagai ibu (dan istri).
Harga (Price) dalam Manajemen Pemasaran Islam Eryul Mufidah
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.748 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v10i1.16

Abstract

Dalam setiap bisnis, harga merupakan tahap yang sangat penting. Ini karena harga akan mempengaruhi status dan kinerja keuangan perusahaan, apalagi persepsi pelanggan dan memposisikan merek. Kegagalan dalam penetapan harga akan berdampak jangka panjang pada keberadaan perusahaan. Dalam Islam, harga menjadi standar pertukaran antara uang dan barang dan jasa yang harus dibeli oleh pembeli dan penjual. Setiap metode dapat digunakan untuk harga selama mereka memenuhi beberapa persyaratan yang digarisbawahi oleh Islam
Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Mengoptimanlkan Perencanaan Karir Siswa MAN Baureno Godi Memet Marsudi; Moch. Bakhtiar
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.859 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v10i1.17

Abstract

Salah satu tugas perkembangan remaja usia sekolah menengah atas adalah memiliki kesiapan untuk menghadapi dunia kerja ataupun karir. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perencanaan karir siswa melalui bimbingan karir dengan penggunaan media modul pada siswa kelas XII IPA 2 MAN Baureno tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subyek yang diambil dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 12 siswa yang memiliki tingkat perencanaan karir rendah. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Analisis data yang digunakan menggunakan rumus t-test untuk melihat perbedaan rerata pretest dan rerata posttest. Hasil penelitian menunjukan perencanaan karir siswa kelas XII IPA 2 dapat ditingkatkan melalui bimbingan karir dengan penggunaan media modul yang dilihat dari adanya perbedaan yang signifikan dari rerata sebelum dilakukan bimbingan karir sebesar 105,25 dan setelah dilakukan bimbingan karir rerata sebesar 122,50. Sehingga dapat disimpulkan ada peningkatan perencanaan karir melalui bimbingan karir dengan penggunaan media modul melalui peran guru Bimbingan Konseling (BK) pada siswa kelas XII IPA 2 MAN Baureno tahun ajaran 2013/2014. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan rujukan bagi guru bimbingan dan konseling dalam penyusunan program dan pengembangan media layanan bimbingan konseling karir untuk meningkatkan perencanaan karir siswa.
Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan di Lingkungan Keluarga dan Kampus terhadap Niat Berwirausaha Mahasiswa Ekonomi Syariah STAI Attanwir Bojonegoro Mifta Hulaikah
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.503 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v10i1.18

Abstract

Anak banyak menghabiskan waktunya di lingkungan keluarga dan sekolah, atau kampus. Sehingga pendidikan merreka akan terpengaruh pada kedua lingkungan tersebut. Mengajarkan anak berwirausaha penting karena berwirausaha dapatmenjadi pilihan karir pasca mereka lulus di jenjang pendidikan. Mahasiswa STAI ATTANWIR, khususnya prodi Ekonomi Syariah, memiliki latar belakang selain sebagai mahasiswa juga mayoritas telah bekerja, sehingga jiwa wirausaha mereka lebih dulu terbetuk dibanding mahasiswa yang belum atau tidak bekerja. Sampel penelitian yang diambil adalah mahasiswa prodi Ekonomi Syariah pada semester enam, yang baru saja menempuh matakuliah kewirausahaan, yaitu sejumlah 27 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan di lingkungan keluarga memberikan pengaruh positif signifikan terhadap niat wirausaha mahasiswa. Pendidikan kewirausahaan di lingkungan kampus tidak berpengaruh signifikan terhadap niat berwirausaha mahasiswa. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah pembelajaran kewirausahaan di lingkungan kampus, khususnya pada matakuliah yang bersangkutan, lebih mengkreatifkan strategi, metode, dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan berbasis experiential learning.

Page 1 of 1 | Total Record : 8