cover
Contact Name
Khoirul Faizin
Contact Email
staiattanwirjurnal@gmail.com
Phone
+6285236129171
Journal Mail Official
kfaizin6@gmail.com
Editorial Address
http://e-jurnal.staiattanwir.ac.id/index.php/attanwir/index
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan
ISSN : 22525238     EISSN : 25993062     DOI : -
Core Subject : Religion,
Fokus 
Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang kajian keislaman dan pendidikan , baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. 
Ruang Lingkup 
Berisi kajian-kajian keislaman dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2020): Maret" : 8 Documents clear
Agama dan islam: Islam Sebagai Doktrin Dan Peradaban Dalam Menangkal Radikalisme Nur Laila Rahmawati
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2020): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.436 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v11i1.27

Abstract

Islamic education could not be denied being influenced by the renewal of Western model education. The case of Ahmad Dahlan and Wahab Khasbullah can be an example of how the modernization of education through Western models carries the consequences of changing Islamic education in Indonesia. Kuntowijoyo expressed the fact that the newly born Muhammadiyah actually faced 3 fronts, namely traditionalism (Pesantren and Kiyai), Jawaism (animism and dynamism) and modernism (Dutch colonization). Kiayi Dahlan as the leader of Muhammadiyah asserted that the retardation faced by Muslims in the early XX century as a result of ignorance therefore education has an important role to overcome. The basic value that must be enforced to mjembangun a nation is a moral education based on the Qur'an hadith, a balanced individual education between physical and spiritual needs and social education to foster the ability and usefulness of living in society. Muhammadiyah is establishment of modern Madrasah not only for men but also women who in those days is a taboo and the establishment of a school of modern teachers and there are payroll teachers who at that time pay the cost of illegal education because it is considered that the science of unbiased traded. The interaction between students, teachers, and the public is very important meaning for the development of Muhammadiyah education and in relation to the school teachers/lecturers of Muhammadiyah colleges is the key holder of the success of Muhammadiyah Education.
Kepemimpinan Pendidikan Islam Anis Afifah
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2020): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.852 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v11i1.28

Abstract

Kepemimpinan dalam organisasi profit maupun non-profit merupakan spirit untuk memutar roda pemberdayaan organisasi tersebut. Artinya, peran sentral dalam organisasi tidak pernah lepas dari kinerja seorang pemimpinuntuk menggerakkan potensi-potensi yang ada dalam organisasi. Seperti yang dikatakan oleh Suryadi bahwa dalam kontkes organisasi, yang paling urgen adalah kepemimpinan yang efektif dan diikuti oleh rencana aksi[1]. Pergeseran paradigma konsep kepemimpinan di abad modern ini hampir mengidentikkan kepemimpinan dengan kekuasaan, yang dapat membawa konsekuensi bagi timbulnya malpraktek kekuasaan yang berwujud korupsi.Begitu juga dalam pendidikan, seperti yang dinyatakan oleh Edward Sallis bahwa unsur kepemimpinan merupakan aspek yang penting dalam Total Quality Management (TQM) di dunia pendidikan[2]. Kepemimpinan dalam dunia pendidikan merupakan hal yang sangat urgen dalam memajukan dan meningkatkan prestasi lembaga pendidikan. Kunci sukses pendidikan sekolah adalah terletak pada konsep keutuhan kepemimpinan, keutuhan kepemimpinan mengacu pada semua komponen sekolah seperti kelompok guru, para supervisor, dan administrator. Kepala sekolah penting mengarahkan pemimpin, tetapi tidak menunjuk, dan memperkuat tingkat keutuhan kepemimpinan.
Implementation Of Jibril Method In Increasing The Ability To Read The Koran Class C 2 Takhassusul Koran Institutions Of Darul Hikmah Mufaizin
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2020): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.808 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v11i1.29

Abstract

This research is a classroom action research (CAR), which is research based on problems that arise in the learning process. The basis of this class action research departs from the beginning of the study of learning the Koran in class, the results are discussed with the homeroom teacher, class and group of teachers to diagnose the situation in the classroom, then planned, and systematically reflect with various alternative actions to overcome the problems of students in order to improve and enhance the ability to read the Koran. While the purpose of this study is intended: first to find out whether the method of Jibril is an appropriate learning method in improving the ability to read Al Koran for students of takhassusul koran Darul Hikmah. And secondly, to find out whether the method of Jibril can improve the ability to read Al-Koran students tahsin children takhassusul koran institute Darul Hikmah. From this research it can be seen that (1) the Jibril method is an appropriate learning method in improving the ability to read the Koran tahsin students children takhassusul koran institute darul hikmah, (2) the Jibril method can improve the reading ability of the Koran tahsin students children of the superstitious koran darul hikmah
Meningkatkan Kemampuan Menulis Melalui Metode VAKT Bagi Anak Berkesulitan Belajar Menulis Kelas IV di SDN 19 Kapalo Koto Puti Intan Anandani; Kasiyati
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2020): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.72 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v11i1.30

Abstract

Tiga kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang siswa salah satunya adalah kemempuan menulis. Menulis adalah salah satu cara yang digunakan dalam berkomunikasi, anak dapat menyampaikan ide, pikiran dan perasaannya melalui uraian kata-kata yang bermakna. Anak berkesulitan belajar menulis atau yang bisa disebut disgrafia adalah suatu keadaan yang merujuk pada kesulitan dalam mengekpresikan pikiran secara tertulis. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SDN 19 Kapalo Koto Kecamatan Pauh di kelas IV, ditemukan 2 orang anak yang mengalami kesulitan belajar menulis. Untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut, salah satu metode pembelajarannya adalah dengan menggunakan metode visual, audiotori, kinestetik, dan taktil (metode VAKT). Metode VAKT adalah metode yang memanfaatkan seluruh rangsangan indera anak dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan design penelitian Single Subject Research Multiple Baseline Cross Subject. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode VAKT mampu meningatkan kemampuan menulis bagi anak berkesulitan belajar menulis di kelas IV SDN 19 Kapalo Koto.
Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Adaptif di Panti Sosialg Bina Grahita (PSBG) Harapan Ibu Kalumbuk kota Padang Chairunnas; Armaini
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2020): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.884 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v11i1.31

Abstract

This studya aims too find oout how the implementationd of adaptive physical education learning in the social welfare building of bina grahita (pSbg) expectation of kalumbuk mothers in Padang. Thisi studyi used descriptive qualitativek method. The study was conducted in May 2019. Thea subjects of this studyi were adaptive longline teachers, principals, andi students. oData collection techniques using observation, interviews, pdocumentation, and oobservation. Data analysis techniques are data collection, odata reduction, datao display, andiconclusion/ verification. The results showed that thee formulation oof objectives was in accordance with tthe conditions of studentsd and the preparation in the learning device. Thei implementation has been going wello and in accordance with the theoryi even though the conditions of iadaptive teaching experience are stilla minimal in special schools. Evaluation of learningg is done attthe eend of each lesson, the rend of each pmaterial meeting, and aat the pend ofp each psemester. Thee follow up of the evaluation is the developmentt of movement for studentsi whose motor skills are pstill lacking and used as a referencer for padaptive physicali education teachersi forr future plearning.
Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum: Relevansi dan Kontinuitas Miftahul Ulum
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2020): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.862 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v11i1.32

Abstract

Gelombang digital membawa perubahan besar terhadap cara manusia dalam belajar. Saat ini orang memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar, waktu yang dimiliki banyak dimanfaatkan untuk menimba ilmu. Semakin cepat orang mempelajari sesuatu hal, maka akan semakin banyak pula pengalaman belajar yang didapatkan, jika pengalaman belajar banyak didapat maka peningkatan taraf hidup akan semakin terbuka. System pembelajaran di era digital 4.0 ini harus mengupayakan penyebaran informasi secara luas dan cepat, sehingga pesanpesan pembelajaran bias diperoleh dengan cepat dan akurat. Untuk menjawab tantangan akan kebutuhan cepatnya informasi maka Pendidikan saat ini lebih banyak memanfaatkan fasilitas e-learning. Dalam proses pembelajaran fasilitas e-learning ini dimanfaatkan dalam berbagai mata pelajaran termasuk diaplikasikan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Tipologi Pemikiran Gus Dur Tentang Pendidikan Islam M. Ma'ruf
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2020): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.282 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v11i1.33

Abstract

Gus Dur is a very influential figure whose presence has a very large impact on directing Indonesian society, especially in the world of education. He believes that the aim of Islamic education is to humanize humans. In the sense of upholding mutual respect, respect, help, mutual advice about rights and obligations as well as patience, solidarity, tolerance, and togetherness. On the other hand, the development of thoughts about Islamic education continues to develop to answer the problem of education in this modern era. In this connection, there are two typologies of Gus Dur thoughts in viewing the world of Islamic education in this modernity era. First, traditionally that has been applied in the world of pesantren. Gus Dur called the pesantren world as a sub-culture. Where a sub-culture must have its own uniqueness, including a view of life, religious values ​​that are followed, and its own internal hierarchy of power which is fully obeyed. Secondly, Neo Modernist, this model truly understands the teachings or values ​​contained in the Koran and Hadits by including and considering the intellectual property of classical Muslims and also taking into account the conditions of modern society. So this model has the jargon al-Muhafadzah ‘ala al-Qodim al-Shalih wa al-Akhzu bi al-Jadid al-Aslah, which means maintaining existing goodness and developing new values ​​that are good. So that this model has a regressive and conservative nature which is proven by still using the previous ulama thinking and is progressive and dynamic which is proven by considering the social conditions of modern society
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis E-Learning di Era Digital 4.0 Miftakhul Muthoharoh
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2020): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.196 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v11i1.34

Abstract

Gelombang digital membawa perubahan besar terhadap cara manusia dalam belajar. Saat ini orang memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar, waktu yang dimiliki banyak dimanfaatkan untuk menimba ilmu. Semakin cepat orang mempelajari sesuatu hal, maka akan semakin banyak pula pengalaman belajar yang didapatkan, jika pengalaman belajar banyak didapat maka peningkatan taraf hidup akan semakin terbuka. System pembelajaran di era digital 4.0 ini harus mengupayakan penyebaran informasi secara luas dan cepat, sehingga pesanpesan pembelajaran bias diperoleh dengan cepat dan akurat. Untuk menjawab tantangan akan kebutuhan cepatnya informasi maka Pendidikan saat ini lebih banyak memanfaatkan fasilitas e-learning. Dalam proses pembelajaran fasilitas e-learning ini dimanfaatkan dalam berbagai mata pelajaran termasuk diaplikasikan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 8