cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta" : 7 Documents clear
Optimasi Media Pertumbuhan Alternatif Mikroalga Lokal Air Gambut Kalimantan Tengah dengan Metode Response Surface Methodology Hasanah, Muqor Rama; Zannah, Fathul; Aufa, Mohammad Nor; Nurkhaliza, Gusti Nida
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.18383

Abstract

Mikroalga merupakan sumber biomassa berpotensi tinggi untuk produksi bioenergi, pangan, dan bioproduk berkelanjutan, namun biaya media kultur sintetis masih menjadi kendala utama dalam skala produksi massal. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan media pertumbuhan alternatif berbasis air gambut Kalimantan Tengah yang diperkaya dengan filtrat kotoran ayam dan limbah cair tempe sebagai sumber nutrisi alami bagi mikroalga Chlorella sp. dan Spirulina sp.. Penelitian dilakukan menggunakan metode Response Surface Methodology dengan rancangan Central Composite Design untuk menentukan kombinasi optimum komposisi media, pH, suhu, dan intensitas cahaya terhadap kepadatan sel dan biomassa kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media 60 : 25 : 15 (air gambut : fitrat kotoran ayam : limbah cair tempe) merupakan formulasi optimum bagi Chlorella sp. dengan kepadatan optik 1,235 dan biomassa 780 miligram per liter, sedangkan komposisi 50%, 30%, dan 20% merupakan kondisi terbaik bagi Spirulina sp. dengan kepadatan optik 1,312 dan biomassa 890 miligram per liter. Model kuadratik yang dihasilkan menunjukkan tingkat akurasi tinggi dengan koefisien determinasi di atas 0,97, menandakan kesesuaian model dengan data eksperimental. Pemanfaatan bahan lokal ini mengurangi pencemaran limbah organik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media berbasis air gambut dan limbah organik lokal efektif meningkatkan pertumbuhan mikroalga dan mendukung pengembangan bioteknologi hijau berbasis sumber daya lokal Kalimantan Tengah. Kata kunci : air gambut, kotoran ayam, limbah cair tempe, mikroalga, optimasi media, response surface methodology
Diversity of Medicinal Plants in Keanekaragaman Tumbuhan Obat di Area Kampus Universitas Negeri Semarang: Potensi dan Manfaatnya untuk Kesehatan Ramadhani, Nabilla; Zahrani, Aurelia; Putri, Fikriya Rahma; Pratiwi, Hasna Dipa; Anjani, Ardisa Dian
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.19024

Abstract

Keanekaragaman tumbuhan obat merupakan salah satu potensi hayati penting yang berperan dalam penyediaan sumber bioaktif alami dan mendukung pengembangan kesehatan berbasis bahan alam. Area Kampus Universitas Negeri Semarang yang memiliki kondisi ekologis perbukitan dengan luas sekitar 140,9 ha, diduga menjadi habitat bagi berbagai spesies tumbuhan berkhasiat, namun data ilmiah mengenai jenis dan sebarannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman tumbuhan obat yang terdapat di lingkungan kampus serta menelaah potensi pemanfaatannya bagi kesehatan berdasarkan literatur ilmiah. Penelitian dilaksanakan melalui metode eksplorasi di lapangan dengan penetapan dua puluh plot menggunakan pendekatan purposive sampling untuk mencatat seluruh spesies tumbuhan yang berpotensi obat. Setiap spesimen yang ditemukan diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi dan kemudian dianalisis menggunakan parameter frekuensi relatif, kerapatan relatif, dominansi relatif, dan nilai penting jenis untuk mengetahui struktur komunitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area kampus memiliki keragaman tumbuhan obat yang cukup tinggi dengan dominasi famili Asteraceae, Fabaceae, dan Euphorbiaceae, serta beberapa spesies seperti Bidens pilosa, Asystasia gangetica, Ophiopogon japonicus, dan Chromolaena odorata memiliki nilai penting jenis tertinggi. Sebagian besar spesies yang ditemukan berpotensi sebagai sumber antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, dan antidiabetes berdasarkan karakter metabolit bioaktifnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa area kampus merupakan lokasi yang kaya tumbuhan berkhasiat dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat konservasi, edukasi herbal, dan sumber bahan penelitian lanjutan terkait fitofarmaka. Kata kunci : Tanaman obat, Keanekaragaman, Kesehatan, UNNES
Uji Alelopati Ekstrak Daun Alang-Alang (Imperata cylindrica) terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kacang Hijau Simatupang, Freddy Alexander; Habibah, Puan; Azhari, Ahmad Alwi; Efrata, Enriski; Malinda, Novi; Zafitra, Zafitra
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.19464

Abstract

Kacang hijau termasuk salah satu tanaman pangan penting yang pertumbuhannya dapat dipengaruhi oleh senyawa alelopati dari gulma seperti alang-alang (Imperata cylindrica). Tujuan penelitian untuk mengevaluasi respons perkecambahan dan pertumbuhan awal kacang hijau terhadap berbagai konsentrasi ekstrak daun alang-alang serta menganalisis pengaruhnya terhadap viabilitas dan vigor benih kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ekofisiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Riau, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan lima taraf konsentrasi, yaitu 0% (kontrol), 5%, 10%, 15%, dan 20% ekstrak daun alang-alang yang diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diamati meliputi daya berkecambah, kecepatan berkecambah, panjang akar dan hipokotil, berat basah, berat kering, serta indeks vigor I dan II. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun alang-alang pada konsentrasi 5% hingga 20% tidak berpengaruh nyata (p > 0,05) terhadap seluruh parameter pengamatan. Daya berkecambah yang mencapai 100% pada semua variasi konsentrasi mengindikasikan bahwa ekstrak daun alang-alang tidak bersifat fitotoksik dan tidak menghambat pertumbuhan awal benih kacang hijau. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif dan sangat kuat antara panjang akar/hipokotil dengan indeks vigor I (r = 0,76), serta berat kering dengan indeks vigor II (r = 0,998). Kata kunci : Alelopati, Imperata cylindrica, kacang hijau, perkecambahan, vigor
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassochepalum crepidioides (Benth) S Moore) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PENYEBAB JERAWAT SECARA IN-VITRO Sianturi, Yohana Melani; Nasution2, Muhammad Yusuf
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.19618

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan masalah kulit yang terjadi akibat aktivitas bakteri seperti Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Penggunaan antibiotik jangka panjang dapat memicu resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif alami yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sintrong (Crassocephalum crepidioides) dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, mengetahui konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri, serta mengetahui kandungan metabolit sekundernya dengan metode GC-MS. Penelitian ini dilakukan secara in vitro dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%, menggunakan clindamycin sebagai kontrol positif dan DMSO 0,1% sebagai kontrol negatif, serta analisis senyawa metabolit sekunder menggunakan GC-MS. Hasil menunjukkan aktivitas antibakteri meningkat seiring kenaikan konsentrasi, dengan zona hambat pada 20% sebesar 1,27 mm; 1,55 mm; 1,53 mm (resisten), konsentrasi 40% sebesar 1,60 mm; 2,93 mm; 2,24 mm (resisten), konsentrasi 60% sebesar 2,57 mm; 5,03 mm; 4,56 mm (lemah), konsentrasi 80% sebesar 13,65 mm; 8,51 mm; 5,97 mm (resisten), dan konsentrasi 100% sebesar 17,77 mm; 8,99 mm; 7,39 mm (sedang dan kuat). Clindamycin menghasilkan zona hambat 9,99 mm; 25,70 mm; 12,99 mm (resisten dan kuat). Analisis GC-MS mengidentifikasi enam senyawa metabolit sekunder berpotensi antibakteri dan antioksidan, yaitu Butanal, 2-methyl-, Anisole, 1,2-Cyclopentanedione, 4H-Pyran-4-one (2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-), Catechol, dan 4-Vinylbenzene-1,2-diol. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sintrong memiliki aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 100% sebagai yang paling efektif dengan enam senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai antibakteri dan antioksidan. Kata kunci : Jerawat, Crassocephalum crepidioides, aktivitas antibakteri, bakteri penyebab jerawat, GC-MS.
Hubungan Keanekaragaman Serangga Penyerbuk Bunga Tagetes erecta L. dengan Suhu Udara Harian di Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal Yuliani, Dwi; Setyaningsih, Nur; Sudiana, Eming
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.19838

Abstract

Keanekaragaman serangga penyerbuk berperan penting dalam keberhasilan reproduksi tanaman berbunga, termasuk Tagetes erecta L. Faktor lingkungan, khususnya suhu udara harian, memengaruhi aktivitas dan distribusi serangga penyerbuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keanekaragaman serangga penyerbuk bunga T. erecta L. dengan suhu udara harian di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada beberapa titik lokasi pertanaman T. erecta L. dengan metode pengamatan langsung dan penangkapan serangga menggunakan jaring serangga pada pagi, siang, dan sore hari. Suhu udara diukur menggunakan termometer digital bersamaan dengan waktu pengamatan. Data keanekaragaman serangga dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) dan Indeks Eveness (E), sedangkan hubungan antara keanekaragaman serangga dan suhu udara harian dianalisis menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman serangga berada pada kategori sedang dengan nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) sebesar 2,31 dan indeks kemerataan (E) sebesar 0,93. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara suhu udara harian dan keanekaragaman serangga pengunjung (r = −0,87; p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa peningkatan suhu udara diikuti dengan penurunan keanekaragaman serangga.
Chemical Priming untuk Meningkatkan Ketahanan Benih Padi pada Masa Pembibitan dalam Kondisi Cekaman Salinitas Khairunnisa, Khairunnisa; Selvia, Irda Nila
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.18842

Abstract

Kandungan garam yang tinggi pada areal pertanian di sekitar pantai menjadi kendala dalam intensifikasi pertanian terutama tanaman pangan seperti padi. Kondisi salinitas pada lahan pertanian terbukti telah menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil panen. Terutama pada fase perkecambahan yang merupakan fase paling rentan terhadap kondisi salin. Untuk itu diperlukan upaya untuk menangani kendala tersebut. Salah satu upaya yaitu dengan melakukan priming benih, priming benih merupakan metode pra-perlakuan benih yang dilakukan untuk meningkatkan ketahanan benih sebelum benih terkena cekaman abiotik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama cekaman salinitas dengan tiga taraf perlakuan yaitu 0 mM, 50 mM, 100 mM, dan 150 mM. Faktor kedua yaitu priming kimia benih yaitu: kontrol (tanpa priming), asam salisilat 225 ppm, asam salisilat 250 ppm, asam askorbat 10 ppm, dan asam askorbat 20 ppm. Bertambahnya tingkat salinitas dapat menurunkan rataan persentase perkecambahan dan panjang radikula. Namun, kadar prolin meningkat dengan meningkatnya konsentrasi salinitas. Priming benih dengan menggunakan asam salisilat 225 ppm dan 250 ppm maupun priming menggunakan asam askorbat 10 ppm dan 20 ppm dapat Perlakuan priming dengan menggunakan asam salisilat 225 ppm dan 250 ppm maupun asam askorbat 10 ppm – 20 ppm mampu meningkatkan ketahanan benih untuk berkecambah pada kondisi salinitas yang tinggi (150 mM). Kata kunci : asam salisilat, asam askorbat, chemical priming, padi, salinitas.
Inventarisasi Spesies Jamur Basidiomycota di Jalur Track Telaga Biru, Batam, Kepulauan Riau Anwar, Khoirul; Fathia, Mona; Winanda, Witri; Fitra, Ramadani; Fazri, Muhammad Adrul
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.19770

Abstract

Jamur pengurai kayu dari kelompok Basidiomycota berperan penting dalam siklus unsur hara hutan tropis Batam, namun data dasar makrofungi di Pulau Batam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jamur liar yang ada di Pulau Batam. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara survey metode jelajah. Jamur yang ditemukan difoto dan diambil sampelnya dibawa ke Laboratorium untuk dilakukan pengamatan lebih lanjut. Survei jelajah selama satu hari dilakukan pada 13 Juli 2025 di Jalur trek Telaga Biru. Hasil Penelitian mencatat tujuh taksa pada substrat kayu lapuk, yaitu Dacrymyces (= Dacryopinax) spathularia, Pycnoporus cf. (sanguineus/puniceus), Pleurotus sp., Trametes versicolor, Gymnopilus cf. subpurpuratus, Ganoderma applanatum, serta polypore lainnya. Komposisi ini mencerminkan habitat yang dikuasai perombak lignoselulosa. Penelitian ini berhasil mengungkat data awal jamur Basidiomycetes yang ditemukan dan memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai fungsi ekologis dan potensi pemanfaatan jamur pengurai kayu setempat. Kata kunci: Basidiomycota; Batam;; makrofungi; inventarisasi; Trek Telaga Biru

Page 1 of 1 | Total Record : 7