cover
Contact Name
Febri Arif Cahyo Wibowo
Contact Email
febriarif14@umm.ac.id
Phone
+6282257852386
Journal Mail Official
febriarif14@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang Universitas Muhammadiyah Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Forest Science Avicennia
ISSN : 27227928     EISSN : 26228505     DOI : https://doi.org/10.22219
Core Subject : Agriculture,
Journal of Forest Science Avicennia fokus pada semua bidang tentang kehutanan (Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, Konservasi Sumber Daya Hutan dan Teknologi Hasil Hutan). Jurnal yang sesuai untuk publikasi akan dilakukan proses review.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2021): FEBRUARI" : 6 Documents clear
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Semai Trembesi (Samanea saman. Jacq). Darmara Arisandi
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 4 No. 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pohon Trembesi (Ssaman. Jacq)tergolong dalam family Faneceae, dengan berbagai nama daerah diantaranya Ki Hujan (Jawa Barat), Kayu Colok dan Munggur (Jawa Tengah). Menurut Nuroniah pohon Trembesi merupakan tanaman cepat tumbuh asal Amerika Tengah dan Amerika Selatan Utara, Pohon Trembesi termasuk pohon yang  mudah dikenali karena mempunyai kanopi yang berbentuk payung dengan diameter kanopi lebih besar dari tingginya (Nuroniah dan Kosasih 2010). Penelitian ini dilakukan di scren house jurusan kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial terdiri dari dua faktor, dimana Faktor I : Campuran media tanam terdiri dari empat level. Faktor II : Dosis pemberian pupuk NPK terdiri dari tiga level, masing – masing diulang dengan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 4.3.3 = 36 unit percobaan, setiap unit percobaan terdapat 30 tanaman yang kemudian dikalikan dengan 36 unit percobaan, sehingga terdapat 1080 benih. Variabel pengamatan meliputi pengukuran tinggi semai, pertambahan jumlah daun, pengukuran diameter dilakukan setiap minggu sekali, pengukuran panjang akar, menghitung bobot basah, dan menghitung bobot kering dilakukan pada akhir pengamatan.Jika ada pengaruh nyata dari perlakuan yang diberikan kemudian dilakukan uji DMRT untuk mengetahui perbedaan ukuran benih maupun aplikasi perlakuan yang paling baik terhadap pertumbuhan semai. Komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK yang paling sesuai untuk pertambahan jumlah daun yaitu tanah, pasir, sekam dan 0,3 g, untuk tinggi semai yaitu tanah, pupuk kandang, sekam dan 0,2 g, untuk diameter batang yaitu tanah, pasir, pupuk kandang, dan 0,2 g, untuk panjang akar yaitu tanah, pasir, kompos dan 0,2 g, untuk bobot basah yaitu tanah pasir, pupuk kandang, dan 0,2 g, untuk bobot kering yaitu tanah, pupuk kandang, sekam dan 0,1 g.
Potensi kayu sonokeling (Dalbergia latifolia Roxb) dan jenis kayu lain di hutan rakyat Kecamatan Dlingo, Bantul Yogyakarta Probo Santoso
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 4 No. 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Dlingo merupakan salah satu daerah penghasil sonokeling unggulan untuk ekspor dari Indonesia. Potensi sonokeling di Kecamatan Dlingo yang berlimpah belum diikuti dengan pengelolaan yang baik dari petani, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi maupun KLHK. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui potensi volume jenis sonokeling dan jenis kayu lain di hutan rakyat Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Hutan Rakyat di Kecamatan Dlingo, 3 desa sampel yang terpilih yaitu Desa terong, Desa Muntuk, dan Desa Mangunan. Masing-masing desa dipilih 3 dusun yang memiliki potensi sonokeling. Data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data, meliputi inventarisasi, pengamatan, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian ini adalah; potensi volume kayu sonokeling tertinggi berada di Desa Terong sebesar 4,55 m3/ha, Desa Mangunan sebesar 4,05 m3/ha, dan Desa Muntuk sebesar 2,71 m3/ha. Volume total sonokeling di 3 desa sampel adalah 3,94 m3/ha. Potensi volume jenis kayu lain di hutan rakyat Kecamatan Dlingo, tertinggi terdapat di Desa Terong dengan volume TBBC dan volume total sebesar 11,08 m3/ha dan 18,82 m3/ha, sedangkan Desa Mangunan mempunyai potensi volume TBBC dan volume total sebesar 10,66 m3/ha dan 17,89 m3/ha. Desa Muntuk mempunyai potensi volume TBBC dan volume total paling kecil yaitu 6,63 m3/ha dan 11,59 m3/ha. Kata Kunci: hutan rakyat, sonokeling, potensi, sebaran, prospek pengembangan
Potensi Pengembangan Industri Pengolahan Dari Izin Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) Di Provinsi Kalimantan Barat Agus Sukamto
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 4 No. 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v3i1.15820

Abstract

Provinsi Kalimantan Barat memiliki kawasan hutan seluas 8.389.600 Ha. Komposisi luasan hutan berdasarkan fungsi menunjukkan bahwa 53% luas kawasan hutannya merupakan hutan produksi. Salah satu bentuk pemanfaatan hutan produksi adalah izin pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman atau IUPHHK-HT. Sampai dengan tahun 2019 di Kalimantan Barat, terdapat IUPHHK-HT seluas 1.903.429,00 Ha terdiri atas 47 (empat puluh tujuh) izin. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui produksi kayu dari IUPHHK-HT di Provinsi Kalimantan Barat, (2) mengetahui tata niaga hasil hutan kayu dari IUPHHK-HT di Provinsi Kalimantan Barat, dan (3) mengetahui potensi pengembangan industri berbahan kayu tanaman di Provinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) total produksi kayu tanaman dari IUPHHK-HT selama kurun waktu 2017 – 2019 di Provinsi Kalimantan Barat adalah 3.156.201,41 m3 yang bersumber dari 8 unit IUPHHK-HT. Kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berupa Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) tahun 2017 - 2019 mencapai Rp 20.885.055.399. (2) Total peredaran kayu IUPHHK-HT selama kurun waktu 2017 – 2019 adalah 3.246.511,38 m3 atau 1.082.170,46 m3 / tahun. Hasil hutan kayu tanaman dari Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 3.213.855,71 m3 (98,99%) dikirim ke IUIPHHK di luar wilayah Provinsi Kalimantan Barat yaitu Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Selatan. Sisanya sebanyak 32.655,67 m3 (1,01%) dikirim ke Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IUIPHHK) di wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Pelaku tata niaga kayu hasil hutan tanaman yaitu IUPHHK-HT dan IUIPHHK. (3) Kayu hasil tanaman dari IUPHHK-HT di Provinsi Kalimantan Barat berpotensi diolah menjadi produk kayu olahan dalam rangka meningkatkan nilai tambah industri kayu dan kontribusi perekonomian di Provinsi Kalimantan Barat.
Pemberian Tanah Bermikorizan Pada Tanaman Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) Berumur Mei Dina Amelia; Amir Syarifuddin; Febri Arif Cahyo Wibowo
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 4 No. 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu industri dan kayu untuk sektor pembangunan lainnya membutuhkan riap kayu yang besar untuk memenuhi kebutuhan kayu. Pemberian tanah bermikoriza merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memperbaiki pertumbuhan kayu. Pohon sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) merupakan jenis fast growing spesies dan dengan kondisi yang mendukung dapat menghasilkan volume kayu yang besar. Tanah bermikoriza akan menginfeksi tanaman inang dan akan bersimbiosis akar tanaman inang. Mikoriza berfungsi berfungsi untuk membantu penyediaan hara bagi tanaman, mempermudah penyerapan hara bagi tanaman, membantu dekomposisi bahan anorganik, mencegah terserangnya dari penyakit tertentu, menciptakan lingkungan rhizosfer yang lebih baik, sehingga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan dan meningkatkan produksi tanaman. Pertumbuhan diameter, tinggi dan pertambahan jumlah ranting mengalami peningkatan setelah diberi perlakuan mikoriza pada berbagai umur tanaman sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen). Pertumbuhan tanaman sengon dengan respon mikoriza dapat dilihat dari kadar air nisbi daun, klorofil daun dan presentase akar yang terinfeksi oleh mikoriza.
Persepsi Mayarakat Sekitar Hutan Kota Jalan Kediri Dan Polowijen Ruang Terbuka Hijau Kota Malang Triputri Nurlaila; Erni Mukti Rahayu; Mochamad Chanan
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 4 No. 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan hutan kota jalan kediri dan hutan kota polowijen dikelolah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dan memiliki sistem pengelolaan yang sama dalam perawatan, pengadaan daerah resapan air, pengadaan fasilitas dan perbaikan fasilitas yang ada di hutan kota jalan kediri dan hutan kota polowijen. Persepsi masyarakat di sekitar hutan kota jalan kediri dan hutan kota polowijen menunjukan bahwa kedua hutan kota memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang digunakan sebagai tempat refresing, memberikan nilai estetik dan sebagai tempat penyerapan air bagi vegetasi yang ada di sekitar hutan kota. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan hutan kota jalan kediri dan hutan kota polowijen dan mengetahui persepsi masyarakat disekitar hutan kota. Metode yang digunakan dengan teknik wawancara dan pembagian kuisioner dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan deskripstif kualitatif. Hasil persepsi masyarakat di sekitar hutan kota jalan kediri dan hutan kota polowijen terhadap fungsi hutan kota dalam menstabilkan kondisi suhu, mengurangi polusi udara, membuka lapangan pekerjaan, dan pengadaan vegetasi dikedua hutan kota belum optimal. Persepsi masyarakat terhadap manfaatan fungsi hutan kota oleh masyarakat sekitarnya dapat dipengaruhi oleh tingkat umur, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan. Hal ini disebabkan adanya perbadaan pemanfaat dari fungsi hutan kota berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masyarakat terhadap hutan kota.  
Kajian pengambilan keputusan rumah tangga berdasarkan peran gender dalam kegiatan pengelolaan agroforestri di Desa Sumbermulyo Banyuwangi Lela Afinatus Saadah; Joko Triwanto; Febri Arif Cahyo Wibowo
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 4 No. 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan agroforestri tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga (gender) dalam pengelolaan. Pengambilan keputusan dalam pengelolaan agroforestri hubungannya dengan gender perlu dilakukan. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengkaji pengambilan keputusan dalam rumah tangga berdasarkan peran perempuan dan laki-laki dalam kegiatan pengelolaan agroforestri di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 70 responden yang nantinya diwawancarai secara langsung. Analisis data dilakukan dalam bentuk wawancara dengan kuesioner yang didapatkan dari lapang, kemudian dipersentasekan berdasarkan setiap pengambilan keputusan dalam kegiatan agroforestri dalam kegiatan produksi pengelolaan agroforestri, pasca produksi, dan keuangan pengelolaan agroforestri. Pengambilan keputusan dalam pengelolaan agroforestry dan pasca produksi agroforestry lebih mengutamakan kebersamaan antara istri dan suami dalam memutuskan segala hal. Sedangkan keputusan dalam pengelolaan keuangan, kegiatan perencanaan biaya usaha setara suami istri namun pengelolaan uang untuk usaha agroforetri lebih didominasi keputusan istri.

Page 1 of 1 | Total Record : 6