cover
Contact Name
Febri Arif Cahyo Wibowo
Contact Email
febriarif14@umm.ac.id
Phone
+6282257852386
Journal Mail Official
febriarif14@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang Universitas Muhammadiyah Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Forest Science Avicennia
ISSN : 27227928     EISSN : 26228505     DOI : https://doi.org/10.22219
Core Subject : Agriculture,
Journal of Forest Science Avicennia fokus pada semua bidang tentang kehutanan (Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, Konservasi Sumber Daya Hutan dan Teknologi Hasil Hutan). Jurnal yang sesuai untuk publikasi akan dilakukan proses review.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2022): FEBRUARI" : 6 Documents clear
Tingkat Kerusakan Kawasan Mangrove di Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat Diah Permata Sari; Muhamad Husni Idris; Irwan Mahakam Lesmono Aji
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.19552

Abstract

Kawasan mangrove di Kecamatan Lembar merupakan bagian dari kawasan ekosistem essensial (KEE) koridor mangrove Teluk Lembar.  Aktivitas pembangunan dan pemanfaatan kawasan mangrove yang kurang memperhatikan kaidah lingkungan dapat berdampak pada kerusakan kawasan mangrove.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kerusakan kawasan mangrove di Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat.  Penentuan tingkat kerusakan kawasan mangrove menggunakan sistem informasi geografis dan penginderaan jauh dengan menggunakan tiga ktiteria yaitu jenis penggunaan lahan, kerapatan mangrove dan ketahanan tanah terhadap erosi.  Metode yang digunakan dalam analisis tingkat kerusakan yaitu metode skoring.  Berdasarkan hasil penelitian, jenis penggunaan lahan di kawasan mangrove didominasi oleh silvofishery dan kebun, kerapatan mangrove didominasi oleh kerapatan sedang dan jenis tanah didominasi oleh tanah Regosol yang merupakan jenis tanah peka terhadap erosi.  Tingkat kerusakan kawasan mangrove di Kecamatan Lembar didomiasi oleh kondisi rusak sekitar 57% atau 64,52 Ha yang tersebar di Desa Lembar Selatan seluas 50,4 Ha, Desa Labuan Tereng 1,62 Ha dan Desa Eyat Mayang 12,55 Ha.  Selain itu, kondisi kawasan mangrove yang rusak berat sekitar 22% atau 24,51 Ha dan tidak rusak sekitar 21% atau 24,18 Ha.
Sifat Fisika Kayu Rajumas (Duabanga moluccana Blume) Berdasarkan Arah Aksial Dan Arah Radial Dari Desa Sambik Elen Kabupaten Lombok Utara Febriana Tri Wulandari; I Made Wayan Suastana
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.19655

Abstract

Pemanfaatan kayu kurang dikenal sudah banyak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kayu sebagai bahan baku. Kayu yang dimanfaatkan kebanyakan berasal dari jenis cepat tumbuh. Salah satu jenis kayu cepat tumbuh yang sifatnya belum banyak diketahui adalah kayu rajumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai sifat fisika kayu rajumas (Duabanga moluccana Blume) dari Desa Sambik Elen, Lombok Utara serta mengetahui pengaruh interaksi arah aksial dan arah radial terhadap sifat fisika kayu rajumas (Duabanga moluccana Blume). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen yang dibuat dengan rancangan acak lengkap factorial dengan 2 faktor, yaitu arah aksial dan arah radial. Pembuatan contoh uji dan pengujian dilakukan mengikuti British Standard nomor 373 tahun 1957. Hasil penelitian dianalisis menggunakan software spss 24, kemudian diujilanjut menggunakan uji BNJ dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air segar dan kering udara sebesar 140,09% dan 14,17%. Berat jenis segar, kering udara, dan kering tanur berurutan adalah 0,31, 0,32 dan 0,33. Interaksi arah aksial dan arah radial, faktor aksial berpengaruh nyata pada kadar air segar. Sementara faktor arah radial berpengaruh nyata terhadap hampir semua sifat fisika, kecuali kadar air kering udara.
Pengetahuan Ekologi Lokal dalam Konservasi Pohon di Blok Pemanfaatan KPHL Batutegi Adia Pajar Pamungkas; Christine Wulandari; Dian Iswandaru; Rudi Hilmanto
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.19758

Abstract

Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Batutegi Provinsi Lampung merupakan hutan negara yang terdiri atas beberapa blok pengelolaan, di antaranya adalah blok pemanfaatan. Pada blok ini, petani hutan melakukan kegiatan pemanfaatan lahan dengan pola agroforestri. Konservasi pohon dapat dikatakan sebagai salah satu tindakan petani hutan dalam melakukan pengelolaan lahan yang lestari dan salah satunya melalui praktek pengetahuan dan kearifan lokal. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis peran local ecological knowledge (LEK) gapoktan cempaka dalam konservasi pohon di blok pemanfaatan. Penelitian ini menggunakan metode wawancara terbuka terhadap 55 responden yang merupakan anggota gapoktan cempaka dan observasi lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan Agroecological Knowledge Toolkit (AKT) 5. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa LEK petani hutan dikelompokkan berdasarkan 3 aspek konservasi, yaitu a) perlindungan meliputi karakteristik lahan garapan, fungsi tegakan dan faktor yang mempengaruhi (faktor alam dan manusia); b) pengawetan meliputi habitat satwa, budidaya tanaman, istilah dan alat yang digunakan; dan c) pemanfaatan meliputi jenis dan bagian pohon yang dipanen, metode dan waktu pemanenan. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan petani hutan Gapoktan Cempaka tetap menerapkan Local Ecological Knowledge (LEK) dalam kegiatan pengelolaan lahan, dikarenakan memiliki dampak terhadap pengelolaan lahan yang berkelanjutan.
Pemanfaatan platform Google Earth Engine dalam Pemantauan Perubahan Tutupan Lahan di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Fikri, Adhi Auliya; Darmawan, Arief; Hilmanto, Rudi; Banuwa, Irwan Sukri; Agustiono, Ariyadi; Agustiana, Laviyanti
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.19938

Abstract

Tahura Wan Abdul Rachman (Tahura WAR) terbagi menjadi beberapa blok pengelolaan, yaitu blok perlindungan, blok pemanfaatan, blok koleksi, dan blok lainnya. Blok pada Tahura WAR telah mengalami degradasi akibat aktivitas manusia, perubahan status kawasan, dan kebijakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui dinamika serta menghasilkan informasi terbaru terkait dengan perubahan tutupan lahan di Tahura WAR. Metode yang digunakan, yaitu klasifikasi terbimbing dengan algoritma random forest yang tersedia pada platform Google Earth Engine (GEE). Uji akurasi dilakukan dengan menggunakan tabel confusion matrix. Hasil penelitian meliputi uji akurasi, tren perubahan tutupan lahan, dan perubahan tutupan lahan pada setiap blok. Akurasi kappa yang dihasilkan pada tahun 2015, 2018 dan 2021 berturut-turut adalah sebesar 87.88%, 94%, dan 92%. Tren perubahan tahun 2015-2018 tutupan hutan meningkat 1334.47 ha, kebun campuran menurun 5068.36 ha, dan tegakan kopi meningkat 3398.43 ha. Tutupan hutan pada semua blok terjadi peningkatan pada tahun 2015-2018 dan penurunan tahun 2018-2021, tegakan kopi mengalami perubahan terbesar pada tahun 2015-2018 yang berada pada blok lainnya. Tutupan hutan, kebun campuran dan tegakan kunjungi situs resmi Indohoki77 melalui perangkat komputer atau ponsel pintar Anda kopi merupakan tutupan yang mendominasi serta mengalami perubahan yang fluktuatif dibanding dengan tutupan lainnya. Tutupan hutan harus terus dipertahankan status dan fungsinya, selain itu perlunya pembinaan yang intensif dan pengelolaan yang kolaboratif bersama masyarakat yang sudah mengelola di kawasan Tahura WAR.
Kepuasan Dan Persepsi Wisatawan Terhadap Keberlanjutan Taman Nasional Gunung Ciremai Adi Nugroho; Denni Susanto; Prasetyo Nugroho
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.19996

Abstract

Kawasan konservasi dirancang untuk melestarikan alam berikut keanekaragaman hayati dan proses ekosistem yang mendukungnya serta untuk menjadi wahana pendidikan lingkungan. Guna mencapai tujuan tersebut program wisata alam dibuka di berbagai kawasan konservasi, termasuk di Taman Nasional Gunung Ciremai. Selain dapat menambah pendapatan, program wisata alam di TNGC juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal dan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan dan persepsi wisatawan terhadap keberlanjutan Taman Nasional Gunung Ciremai. Penelitian dilakukan dengan melakukan survey online dengan menggunakan google form. Desain kuisioner dirancang untuk mengetahui 3 (tiga) variable, yakni sosial demografi, kepuasan dan persepsi terhadap keberlanjutan Taman Nasional Gunung Ciremai. Variabel kepuasan dan persepsi diukur dengan skala likert dengan rentang 1-5. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji korelasi spearman. Hasil penelelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan searah (rs=0,816) antara kepuasan wisatawan dengan persepsi keberlanjutan TNGC. Penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar bagi pengelola kawasan untuk mengembangkan rencana pengelolaan terkait dengan penguatan aspek keberlanjutan guna meningkatkan kepuasan wisatawan.
Keanekaragaman Amfibi pada Lahan Agroforestry di Pekon Kotabatu, Tanggamus, Lampung Andi Rianto; Arief Darmawan
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.19941

Abstract

Amfibi merupakan indikator yang baik untuk menilai kondisi hutan karena amfibi sangat sensitif terhadap ekologi dan perubahan iklim. Amfibi banyak tersebar di Indonesia termasuk juga di pekon Kotabatu, yang merupakan salah satu pekon yang berada di Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus yang dilalui oleh sungai, dan bermuara langsung ke laut teluk Semaka.  Berdasarkan kriteria tersebut merupakan lokasi habitat bagi jenis Amfibi. Penelitian ini menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) dengan pengambilan data berdasarkan tiga lokasi berbeda. Hasil penelitian keanekaragaman Amfibi ditemukan terdapat 6 jenis amfibi yang terdiri dari 3 famili  yaitu Ranidae, Dicroglossidae, dan Bufonidae.  Jenis amfibi yang paling banyak ditemukan yaitu katak sawah (Fejervarya cancrivora) sebanyak 95 individu, dan jenis yang paling sedikit dijumpai yaitu Kodok jam pasir (Leptophryne borbonica) sebanyak 5 individu.  Total individu amfibi yang ditemukan pada lokasi penelitian sebanyak 239 individu, dengan nilai indeks Keanekaragaman H’= 1,2863 (sedang), indeks Kekayaan Dmg = 1,2106, dan indeks Dominansi D = 0,1882 (tidak ada jenis yang mendominasi).

Page 1 of 1 | Total Record : 6