cover
Contact Name
meddyan heriadi
Contact Email
meddyanheriadi@gmail.com
Phone
+6281279687634
Journal Mail Official
meddyanheriadi@gmail.com
Editorial Address
Pascasarjana IAIN Bengkulu. Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Kota Bengkulu » Tel / fax : 081271987140 /
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam
ISSN : 25273337     EISSN : 26850044     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/mtq.v5i1
Jurnal ini berfokus pada filsafat dan pemikiran islam. Jurnal ini diterbitkan oleh prodi Filsafat Agama S2 Pascasarjana IAIN Bengkulu. Tujuan dari pendirian jurnal ini adalah untuk menjadi sarana publikasi karya tuis ilmiah khususnya di bidang filsafat dan pemikiran islam.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2023): Mei" : 5 Documents clear
Manusia Dalam Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer Nur Cholis; Diah Dwi Ikra Negara; M. Samsul Ma’arif
Manthiq Vol 8, No 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v8i1.10770

Abstract

Abstract, Human earth is a contro.versial and interesting novel, Pramo.edya Ananta Toer as the wri.ter is acc.used of being involved with the comm.unists. Earth of Mankind was banned from circulating, but then it got a crowded place among readers and has been translated into more or less 36 languages, the ideas and messages will eventually give color to the reader com.munity, how to think, behave and exist. This study is a discourse ana.lysis model that aims to describe human exist.ence in the Earth of human using hermeneutic objective method as an analytical approach. The final result can be concluded that the humans who exist in this Earth of human are none other than those who are armed with knowl.edge and freedom who are able to struggle out of the various difficulties they face, are able to stand on their own feet, and do not become crimi.nals running away from respon.sibility. The concept of humanity in Bumi Manusia is rooted in the factual social conditions of the poor and the oppressed. Humans who exist on earth. Humans do not portray perfect humans, or ideal humans who are aspired to, succeed in winning with achievements based on perfect human ideals filled with perfection, but humans who are able to continue to struggle to get out of the factual tests experienced humans on earth. Because, according to Pramoedya, the perfect, successful and always victorious human does not exist on earth but in heaven. Keywords; Human Earth, Existence, Human  Abstrak, Bu.mi Manu.sia meru.pakan no.vel kontr.oversial dan menarik, Pramo.edya Ananta Toer sebagai penulis dituduh terlibat dengan komunis. Bumi Manusia sempat dilarang beredar tetapi kemudian mendapatkan tempat  ramai dikala.ngan pembaca dan sudah diterje.mahkan kurang lebih dalam 36 bahasa, gagasan dan pesannya pada akhirnya akan ikut memberikan warna terhadap masyarakat pembaca, bagaimana berfikir, bersikap dan bereksistensi. Kajian ini adalah model analisis wacana yang bertujuan mendeskripsikan eksistensi manu.sia dalam Bumi Manusia dengan metode objektif hermeneutic sebagai pendekatan analisis. Hasil akhir dapat disimpulkan bahwa manusia yang eksis dalam Bumi Manusia tidak lain adalah mereka yang berbekal pengetahuan dan kemerdekaan mampu berjuang keluar dari berbagai kesulitan yang dihadapi, mampu berdiri pada kaki sendiri, dan tidak menjadi kriminal lari dari tanggung jawab. Konsep kemanu.siaan dalam Bumi Manusia mengakar pada kondisi faktual sosial rakyat kecil dan kaum tertindas. Manusia yang eksis dalam bumi Manusia tidak mencitrakan manusia semp.urna, atau manusia ideal yang dicita-citakan, sukses menang dengan pencapaian yang didasarkan pada cita-cita manusia paripurna yang diliputi kesem.purnaan, melainkan manusia yang mampu terus berjuang untuk keluar dari ujian-ujian faktual yang dialami manusia di bumi. Karena manusia yang sempurna, sukses dan senantiasa menjadi pemenang menurut Pramoedyatidak ada di bumi melainkan ada di surga. Kata Kunci; Bumi Manusia, Eksistensi, Manusia
DEKONSTRUKSI FILSAFAT CINTA RABI’AH AL-ADAWIYYAH DALAM PERSPEKTIF JACQUES DERRIDA Usmi laila; Ismail Ismail; Rahmat Ramdhani
Manthiq Vol 8, No 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v8i1.11039

Abstract

Abstract: This research was motivated by the author's doubts about the texts of Rabi'ah al-Adawiyyah's philosophy of love. With the purpose of the study, namely Describing the meaning of love Rabi'ah al-Adawiyyah. Describe and analyze the form of Rabi'ah al-Adawiyyah's love texts. Examine, analyze, and interpret the deconstruction of Rabi'ah al-Adawiyyah's philosophy of love in his love conversation texts from the perspective of Jacques Derrida's Hermeneutics. In theory, using the deconstruction of Jacques Derrida, deconstruction dismantles established texts, giving rise to hidden meanings behind them. This research uses library research methods and philosophical research approaches. The results showed that the meaning of Rabi'ah love is mahabbah, divided into two concepts, namely longing love and love because God deserves to be loved. The Rabi'ah love script is in the form of poetry poems that mean deep love. The deconstruction of Rabi'ah al-Adawiyyah's philosophy of love is characterized by binary opposition, logocentrism and difference Derrida is his apathy and skepticism towards God's creatures, then makes himself not put love trust in humans, so that only God makes himself feel existing. Rabi'ah's path of mahabbah is bridged by his inability to face the world.Keywords: Deconstruction, Philosophy of Love, Rabi'ah Al-Adawiyyah. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keraguan-keraguan penulis terhadap teks-teks naskah filsafat cinta Rabi’ah al-Adawiyyah. Dengan tujuan penelitian yaitu Mendeskripsikan makna cinta Rabi’ah al-Adawiyyah. Mendeskripsikan dan menganalisa bentuk naskah-naskah cinta Rabi’ah al-Adawiyyah. Menelaah, menganalisa, dan  memaknai dekonstruksi filsafat cinta Rabi’ah al-Adawiyyah dalam teks-teks percakapan cintanya perspektif Hermeneutika Jacques Derrida. Secara teori menggunakan dekonstruksi Jacques Derrida, dekonstruksi membongkar teks yang sudah mapan sehingga memunculkan makna tersembunyi dibalik teks. Penelitian ini menggunakan metode library research (penelitian kepustakaan) dan pendekatan penelitian filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna cinta Rabi’ah adalah mahabbah, dibagi dalam dua konsep yakni cinta rindu dan cinta karena Tuhan memang layak untuk dicintai. Adapun naskah cinta Rabi’ah adalah berbentuk syair-syair sajak puisi yang bermakna cinta mendalam. Dekonstruksi dari filsafat cinta Rabi’ah al-Adawiyyah ditandai dengan oposisi biner, logosentrisme dan difference Derrida adalah sikapnya yang apatis dan skeptis terhadap makhluk ciptaan Tuhan, kemudian menjadikan dirinya tidak menaruh kepercayaan cinta kepada manusia, sehingga hanya Tuhanlah yang membuat dirinya merasa ada. Jalan mahabbah Rabi’ah yakni dijembatani oleh ketidakmampuannya dalam menghadapi dunia. Kata Kunci : Dekonstruksi, Filsafat Cinta, Rabi’ah Al-Adawiyyah.
STOIKISME ERA MODERN DAN RELEVANSINYA DENGAN AJARAN ISLAM Yacintha Pertiwi; Rohimin Rohimin; Nelly Marhayati
Manthiq Vol 8, No 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v8i1.11241

Abstract

Abstract: This research aims to discuss modern-era Stoicism and its relevance to Islamic teachings. Through  Research Library  this, the author uses a cognitive psychology approach and a philosophical approach model on actual problems, as well as using methods  Content Analysis . The results of this study show that the concept of modern-era Stoicism is very relevant to the modern-contemporary century and there are several similar relationships, namely self-control and emotion. This research concludes that Apatheia from modern-era Stoicism and Tawasudh (Zuhud) from Islam meet at the same estuary namely the need to control oneself and emotions in humans in accepting and dealing with every problem of life in front of him.Keywords: Stoicim, Modern-Era, Islamic Teachings Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membahas Stoikisme era modern dan relevnasinya dengan ajaran-ajaran Islam. Melalui Library Research ini, penulis menggunakan pendekatan psikologi kognitif dan model pendekatan filosofis mengenai masalah aktual, serta menggunakan metode Content Analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep Stoikisme era modern sangat relevan dengan abad modern-kontemporer dan terdapat beberapa hubungan yang sama, yaitu kendali diri dan emosi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Apatheia dari Stoikisme era modern dan Tawasudh (Zuhud) dari Islam bertemu di muara yang sama yaitu perlunya mengendalikan diri dan emosi pada manusia dalam menerima dan menghadapi setiap problematika kehidupan di hadapannya.Kata Kunci: Stoikisme, Era Modern, Ajaran Islam
PEMIKIRAN FATIMA MERNISSI TENTANG GENDER DALAM FERSFEKTIF ISLAM DAN IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA Christy Pransisca; Alimni Alimni
Manthiq Vol 8, No 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v8i1.11976

Abstract

AbstractThis study aims to find out how Fatima Mernissi's thoughts on gender equality in  Islamic fersfective and its implementation in Indonesia. This research  is a qualitative descriptive research  (Library research)   where  data  sources are taken by collecting data.    Then it  can be concluded  that: (1) The fact is that  Islam strongly affirms the equality of men and women (2)Women must be active and  have high  intellectual capacity so that they  are able to  take part in the public sphere (3) Mernissi highlights the role of women in politics, economy, social and law between men and women is equal in terms of leading a country. It is proven in Indonesia that there is a female President and it is clear from the visits of a number of universities that the number of women in post-graduate is much more than when undergraduate. This is in stark contrast to the early days of Islam, which discouraged women from pursuing higher education.  Keywords: Fatima Mernissi thought,  Islamic ferfective, and gender AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran Fatima Mernissi tentang kesetaraan gender Dalam Fersfektif Islam dan implementasinya di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif (Library research) yang mana sumber data di ambil dengan cara mengumpulkan data. Kemudian dapat disimpulkan bahwa : (1) Hakikatnya Islam sangat mengafirmasi kesetaraan Laki-Laki dan Perempuan (2) Perempuan harus Aktif dan memiliki kapasitas Intelektual yang Tinggi sehingga mampu berkiprah di Ruang publik (3) mernissi menyoroti peran perempuan dalam politik, ekonomi social dan hukum antara laki-laki dan perempuan adalah sama dalam hal memimpin sebuah negara. Terbukti di Indonesia adanya Presiden Perempuan dan terlihat jelas dari kunjungan sejumlah universitas bahwa jumlah perempuan di pasca sarjana jauh lebih banyak dari pada Ketika sarjana. Ini sangat kontras dengan awal-awal datangnya islam, yang membuat perempuan enggan mengejar Pendidikan tinggi. Kata kunci : Pemikiran Fatima Mernissi, fersfektif Islam, dan Gender
TRADISI PAWANG PADA MASYARAKAT DESA REMBAN MURATARA SUMATERA SELATAN Wira Hadikusuma; Rozian Karnedi; Japarudin Japarudin
Manthiq Vol 8, No 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v8i1.11963

Abstract

Abstract: This research is motivated by the phenomenon of the rain handler tradition in Remban Village, Rawas Ulu, North Musi Rawas. This traditional ritual has a strong mystical smell even though it is in a modern and sophisticated era, and there is still a lack of people who understand the meaning of this tradition. This study aims to analyze the chramer tradition philosophically. As for the formulation of the problem; 1) Why do the people of Remban Village still carry out the chramer tradition. 2) What is the philosophical meaning of the chramer tradition. This research is a type of field research that uses descriptive qualitative research methods with a philosophical approach. The results are as follows; First, the Remban Village Community continues to carry out the Charmer tradition, the reasons are; The tradition has been passed down from generation to generation, the need for the smooth running of the event, the requirements are easy, the costs for traditional events are very small, the majority did not rain when the rain conditions were installed. Second, the philosophical meaning of the objects used in the chramer tradition; Red agarwood as a medium of communication with the supernatural. Seven kinds of flowers signify fragrance, fertility, pleasure. Green coconut means concern for others for those in need. The four Janurs represent the symbols of the four companions of the Prophet Muhammad. Roses mean the smooth running of the event. Kantil flowers indicate that the event is as expected. The ylang flower asks to be subject to what we put as a condition, so that it doesn't rain. Water means fertility.Keywords: Charmer Tradition, Remban Village, Philosophical  Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena tradisi pawang hujan di Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara. Ritual tradisi tersebut sangat kental berbau mistis walaupun berada di era modern dan canggih, serta masih kurangnya masyarakat yang memahami makna dari tradisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Pawang secara filosofis. Adapun rumusan masalahnya; 1) Mengapa masyarakat Desa Remban masih menjalankan tradisi Pawang. 2) Apa makna filosofis dari tradisi Pawang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan filosofis. Adapun hasilnya sebagai berikut; Pertama, Masyarakat Desa Remban tetap melakukan tradisi Pawang alasannya adalah; Tradisi turun temurun, kebutuhan dalam kelancaran acara, syarat yang mudah, biaya acara tradisi yang sangat sedikit, mayoritas tidak terjadi hujan ketika dipasang syarat hujan. Kedua, Makna simbol dari perbendaan yang digunakan dalam tradisi Pawang; Gaharu merah sebagai media komunikasi dengan alam ghaib. Bunga tujuh rupa menandakan keharuman, kesuburan, kesenangan. Kelapa hijau bermakna kepedulian dengan sesama bagi yang membutuhkan. Janur empat buah mewakili simbol dari empat sahabat Rosulullah. Bunga mawar bermaksud kelancara acara. Bunga kantil mengisyaratkan semoga acara sesuai dengan yang diharapkan. Bunga kenanga meminta supaya kena apa yang kita pasang sebagai syarat, supaya tidak terjadi hujan. Air bermakna kesuburan.Kata Kunci: Tradisi Pawang, Desa Remban, Filosofis.

Page 1 of 1 | Total Record : 5