cover
Contact Name
Heri Dwi Santoso
Contact Email
heridwi.santoso@unimus.ac.id
Phone
+622476740296
Journal Mail Official
jsm@unimus.ac.id
Editorial Address
Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang, Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Telp. (024) 76740295/Telp. (024) 76740296
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Surya Masyarakat
ISSN : 26230364     EISSN : 26230569     DOI : https://doi.org/10.26714/jsm
Publikasi Jurnal Surya Masyarat ini bertujuan untuk mendiseminasikan pemikiran-pemikiran konseptual ataupun gagasan-gagasan dan hasil-hasil penelitian yang telah didapat di bidang pengabdian kepada masyarakat. Fokus jurnal ini adalah pada permasalahan-permasalahan utama dalam pengembangan ilmu dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, antara lain: Layanan kepada Masyarakat dan Ketahanan Pangan; Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, dan Desain; Penguatan Masyarakat dan Akses Sosial; Kuliah Kerja Nyata; Wilayah Perbatasan dan Daerah Tertinggal; Pendidikan untuk Pengembangan yang berkelanjutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019): November 2019" : 10 Documents clear
Pemeriksaan Kadar Hemoglobin dengan Metode POCT (Point of Care Testing) sebagai Deteksi Dini Penyakit Anemia Bagi Masyarakat Desa Sumbersono, Mojokerto Nidianti, Ersalina; Nugraha, Gilang; Aulia, Ilmiah Alvi Nisa; Syadzila, Saumia Khoirunnisa; Suciati, Sri Surya; Utami, Nila Dwi
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.29-34

Abstract

Kasus anemia di Indonesia masih cukup tinggi hasil menunjukkan bahwa angka prevalensi anemia secara nasional pada semua kelompok umur adalah 21,70 %. Sedangkan prevalensi anemia di Provinsi Jawa Timur sebesar 5,8 %. Anemia adalah kondisi penyakit dimana jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal. Kondisi ini biasa disebut sebagai kekurangan darah. Anemia dapat dideteksi dengan melakukan pengukuran kadar hemoglobin (Hb) menggunakan metode POCT (Point of Care Testing). Metode POCT merupakan metode yang dilakukan untuk pemeriksaan sederhana dengan menggunakan sampel dalam jumlah sedikit, mudah, cepat serta efektif dilakukan di daerah-daerah dengan jumlah fasilitas kesehatan seperti pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), rumah sakit yang relatif sedikit khususnya di lokasi pengabdian masyarakat di Desa Sumbersono, Mojokerto. Jenis metode yang digunakan adalah observasional analitik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk skrining (pemeriksaan) kadar hemoglobin sebagai deteksi dini penyakit anemia dengan metode POCT, mengetahui hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan terhadap kejadian anemia serta sebagai upaya preventif (pencegahan) untuk meminimalisir penyakit anemia. Hasil menunjukkan dari 48 reponden (laki-laki 11 orang), (perempuan 37 orang) bahwa kejadian anemia pada perempuan 40 % lebih besar dibandingkan dengan laki-laki 6 %. Jumlah  kasus anemia terbanyak terjadi pada umur ≥ 60 presentase 36,36 % dibandingkan kelompok umur lainnya. Jumlah kejadian anemia terbanyak dengan presentase 46 % pekerjaan Petani dibandingkan pekerjaan lainnya. Jumlah anemia dengan pendidikan sekolah dasar presentase 16,67 % terbanyak dibandingkan dengan pendidikan lainnya. Kesimpulannya tidak terdapat hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan terhadap penyakit anemia bagi masyarakat desa Sumbersono, Mojokerto.Kata kunci: Anemia, Kadar Hemoglobin . POCT, Faktor AnemiaAbstract Cases of anemia in Indonesia are still quite high. The results show that the national prevalence of anemia in all age group is 21.70%. While the prevalence of anemia in East Java Province was 5.8%. Anemia is a disease because the number of red blood cells is lower than the normal number. This condition is commonly referred to blood deficiency. Anemia can be detected by measuring of hemoglobin (Hb) levels using the POCT (Point of Care Testing) method. The POCT method is a method that is carried out for a simple examination using a small samples, easy, fast and effective carried out in areas with a number of health facilities such as community health centers, hospitals that are relatively small, especially in community service locations in the village Sumbersono, Mojokerto. The type of method used is analytic observational. This community service activities aims to screening (examining) hemoglobin levels as an early detection of anemia using the POCT method, to find out the relationship between age, education, work and anemic events and as a preventive measure (prevention) to minimize anemia. The results showed there were 48 population, while (11 men), (37 women) that the incidence of anemia in women was 40% greater than 6% men. The highest number of anemia cases occurred at age ≥ 60 is 36.36% compared to other age groups. The highest number of anemia occurrences with 46% of Farmers' work compared to other occupations. The highest number of anemia with primary school education level is 16.67% compared to other education levels. Conclution There was no significant correlation between age, educational background, works and anemia cases in community the Sumbersono village, Mojokerto.
Introduksi Pengolahan Limbah Salak Pondoh dan Kelapa Menjadi Produk Bernilai Ekonomi pada PKK di Dusun Potro, Pakem, Sleman Agus Nugroho Setiawan; Septi Nur Wijayanti
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.13-19

Abstract

Potro yang berada di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, merupakan daerah pertanian dengan tanaman utamanya padi dan salak pondoh, selain kelapa dan buah–buahan yang ditanam di pekarangan. Selama ini, buah salak pondoh (Salacca zalacca) dan kelapa hanya dimanfaatkan pada bagian daging buahnya, sedangkan bagian lainnya dibuang sebagai limbah dan tidak termanfaatkan, yang justru sering menimbulkan masalah. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan nilai tambah pada limbah pertanian melalui pengolahan menjadi berbagai macam produk, serta meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan limbah pertanian. Sasaran utama kegiatan ini adalah anggota PKK yang mempunyai ketersediaan waktu luang lebih banyak dan mempunyai kegiatan rutin dalam pemberdayaan ekonomi. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan beberapa metode kegiatan yaitu penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan praktek pengolahan limbah; serta pendampingan dan monitoring evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa limbah pertanian berupa biji salak pondoh diolah menjadi kopi biji salak, dan sabut kelapa dapat diolah menjadi keset yang bernilai ekonomi, serta anggota PKK mendapatkan pengetahuan, wawasan, dan ketrampilan dalam mengolah limbah pertanian.Kata kunci : limbah pertanian, pengelolaan, sabut kelapa, biji salak pondoh, bermanfaatAbstractPotro which is located in Pakem Subdistrict, Sleman Regency, is an agricultural area with mainly rice and pondoh snakefruit (Salacca zalacca), in addition to coconut and fruits planted in the yard. So far, pondoh snakefruit and coconut are only used in the fruit flesh, while other parts are disposed of as waste and not utilized, which often causes problems. Therefore, this community service is carried out with the aim of providing added value to agricultural waste through processing into various kinds of products, as well as increasing the knowledge, insights and skills of citizens in the management and utilization of agricultural waste. The main target of this activity is members of women organization PKK who have more free time available and have routine activities in economic empowerment. To achieve this goal, several methods of activity were carried out, namely counseling, demonstration and training on waste treatment practices; and assistance and monitoring evaluation. The results of the community service show that agricultural waste in the form of pondoh snakefruit seeds is processed into coffee of zalacca seeds, and coconut husk can be processed into mat that has economic value, and PKK members obtain knowledge, insight, and skills in processing agricultural waste.
Pelatihan Pengelolaan Dana Investasi Pendidikan Anak Dalam Rumah Tangga Di Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Pal Cab 4 PD V / Diponegoro Listiyowati Listiyowati; Iin Indarti
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.69-75

Abstract

Keberhasilan pengelolaan keuangan sebenarnya lebih banyak ditentukan oleh keberhasilan mengatur pengeluaran, karena kekuatan kontrol setiap pengeluaran biasanya lebih besar dari daya kontrol terhadap penghasilan. Sehingga dibutuhkan tingkat kedisiplinan didalam setiap kontrol pengeluaran. Tonggak keberhasilan kontrol pengeluaran adalah ibu rumah tangga sebagai tonggak pemegang keuangan didalam rumah tangga. Hal ini dialami oleh ibu-ibu rumah tangga di Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Pal Cab 4 PD V / Diponegoro, dimana masih kesulitan didalam melakukan pengelolaan keuangan untuk pendidikan anak. Apakah dana pendidikan ini harus disimpan sebagai tabungan atau investasi. Padahal biaya pendidikan anak semakin lama semakin meningkat seiring dengan dengan tingkat inflasi ±15-16%. Dengan minimnya kesadaran tentang pengelolaan dana untuk pendidikan pada ibu-ibu rumah tangga di Persit. Kegiatan PKM yang dilakukan adalah menentukan tujuan keuangan, mengumpulkan informasi dan data, memeriksa kondisi keuangan, membuat rencana keuangan, melaksanakan rencana-rencana keuangan, dan review target. Pada kelompok pengeluaran di buatlah akun investasi dana pendidikan yang nantinya dana ini akan digunakan untuk membiayai pendidikan di kemudian hari. Hasil dari program Pengabdian Kepada Masyarakat adalah peningkatan kemampuan ibu-ibu rumah tangga di Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Pal Cab 4 PD V / Diponegoro didalam mengelola keuangan mereka khususnya pengeluaran dana investasi pendidikan dengan penuh kehati-hatian.Kata kunci: ibu rumah tangga, perencanaan keuangan rumah tangga, investasi dana pendidikan. AbstractThe success of financial management is actually more determined by the success of managing expenditure, because the power of control of each expenditure is usually greater than the power of control over income. So it takes the level of discipline in every expenditure control. The milestone of spending control is the housewife as a financial holder in the household. This is experienced by housewives in Persit Kartika Chandra Kirana Twig 4 Pal Cab 4 PD V / Diponegoro, where there are still difficulties in carrying out financial management for children's education. Does this education fund have to be saved as savings or investment. Even though the cost of children's education is increasingly increasing along with the inflation rate of ± 15-16%. With the lack of awareness about managing funds for education in housewives in Persit. PKM activities undertaken are determining financial goals, gathering information and data, checking financial conditions, making financial plans, implementing financial plans, and reviewing targets. In the expenditure group an account is created for investment education funds which later these funds will be used to finance education in the future. The result of the Community Service Program is the improvement of the ability of housewives in Persit Kartika Chandra Kirana Twigs 4 Pal Cab 4 PD V / Diponegoro in managing their finances especially the expenditure of education investment funds with caution.
Inisiasi Gerakan Shodaqoh Sampah Bagi Masyarakat Desa Trimurti, Bantul Arie Kusuma Paksi; Nanik Prasetyoningsih
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.1-12

Abstract

Terkait dengan tema pengabdian masyarakat, ternyata di masyarakat Desa Trimurti masih sangat perlu sosialisasi mengenai bahaya tumpukan sampah, hasil dari aktivitas rumah tangga, yang akan mengalami dekomposisi dan menghasilkan gas CH4 dan CO2 yang berdampak pada pemanasan global. Pengabdian dilakukan dengan maksud untuk memberikan informasi yang akurat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Trimurti mengenai pentingnya mengelola sampah rumah tangga dalam rangka mengurangi resiko pemanasan global. Permasalahan yang ditemukan adalah sebagai berikut: (1) Pemahaman masyarakat mengenai bahaya pemanasan global masih perlu ditingkatkan, (2) Kesadaran masyarakat masih rendah mengenai pentingnya mengelola sampah rumah tangga; dan (3) Belum adanya manajemen pengelolaan sampah yang inovatif. Adapun penyelesaian masalah yang ditawarkan adalah sebagai berikut: (1) Peningkatan kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah, akan berdampak pada pengurangan resiko pemanasan global. Ini menjadi tanggungjawab semua warga, dan bukan hanya pemerintah; (2) Motivasi dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekitar khususnya bagi masing-masing rumah tangga; dan (3) Pendampingan Pemerintah Dukuh untuk melakukan sosialisasi prosedur pengelolaan sampah melalui program shodaqoh sampah. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Dukuh Gerso, dan telah dilaksanakan dengan baik bekerjasama dengan Masyarakat Dukuh Gerso dan Pemerintah Desa Trimurti. Hasil pelaksanaan kegiatan antara lain: pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa Trimurti mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekitar meningkat, yakni dengan dibentuknya Gerakan Pengelola Sampah di setiap RT dibawah Koordinasi Kepala Dukuh Gerso dan di ketuai langsung oleh Ketua RT.  Inisiasi program shodaqoh sampah masih berlangsung di Dukuh Gerso, dan oleh pihak Desa akan disebarkan ke padukuhan yang lainnya di Desa Trimurti. Sementara itu, pelaksanakan gerakan shodaqoh sampah di Dukuh Besole baru sebatas inisiasi dikarenakan Kepala Dukuh dan warga masyarakat sedang mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya demi memulai gerakan pengelolaan sampah dengan model tersebut.Kata kunci: shodaqoh sampah; kesehatan lingkungan; pemanasan global Abstract Related to the theme of community service, it turns out that in the community of Trimurti Village there is still a great need for socialization regarding the dangers of garbage piles, the result of household activities, which will experience decomposition and produce CH4 and CO2 gas and this will have an impact to global warming. Dedication was carried out with the intention of providing accurate information to improve the understanding of the Trimurti Village community about the importance of managing household waste in order to reduce the risk of global warming. The problems found are as follows: (1) Public understanding of the dangers of global warming still needs to be improved, (2) Public awareness is still low regarding the importance of managing household waste; and (3) The absence of innovative waste management. The solutions to the problems offered are as follows: (1) Increasing public awareness that protecting the environment through waste management will have an impact on reducing the risk of global warming. This is the responsibility of all citizens, and not just the government; (2) Motivation and socialization regarding the importance of protecting the surrounding environment, especially for each household; and (3) Assistance to the hamlet government to disseminate waste management procedures through the waste almsgiving program. The activity was carried out in Gerso Hamlet, and has been well implemented in collaboration with the Dukuh Gerso community and the Trimurti Village Government. The results of the implementation of the activities included: the knowledge and understanding of the Trimurti Village community about the importance of protecting the surrounding environment, namely the establishment of the waste management movement in each neighborhood under the coordination of Gerso Hamlet Heads and chaired directly by the Chairperson of the Neighborhood. The initiation of the waste almsgiving program is still ongoing in Gerso Hamlet, and by the Village will be distributed to other hamlets in Trimurti Village. Meanwhile, carrying out the waste almsgiving movement in Hamlet Besole was only limited to initiation because the Village Head and the community were preparing the next steps to start the waste management movement through almsgiving programme.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pembuatan “Basabokas” untuk Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Kartika Yuni Purwanti; Anni Malihatul Hawa
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.45-49

Abstract

Tujuan pengabdian ini yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pembuatan bak sampah dari botol bekas. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode partisipatif dengan melalui tiga tahap yaitu 1) sosialisasi, 2) pendampingan, 3) monitoring dan evaluasi. Hasil dari pelaksanaan adalah: 1) pemahaman siswa tentang pengelolaan sampah menjadi botol bekas dalam kategori sangat baik. Hal ini ditandai dengan rata-rata persentase indikator ketercapaian sebesar 90,48% serta peningkatan rata-rata keterampilan siswa dari 2 menjadi 3,7, 2) memperoleh respon positif yang dilihat dari indikator kehadiran peserta mencapai 100% dari target dan peserta antusias selama mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan. Kegiatan ini perlu dilaksanakan oleh selruh kelas agar seluruh siswa mampu mengetahui manfaat 3R (reuse, reduce and recycle). Kegiatan pengabdian ini diharapkan ke depan dapat sampai membuka akses pasar bagi hasil produksi (aneka kreasi daur ulang) serta dapat dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya di lokasi lain untuk menunjang kelestarian lingkungan dan budaya hidup sehat.Kata kunci: basabokas, daur ulang, botol bekas AbstractThe purpose of this service is to increase students' knowledge and skills in making trash bins from used bottles. The implementation method used is participatory method through three stages, namely 1) socialization, 2) mentoring, 3) monitoring and evaluation. The results of the implementation are: 1) students' understanding of waste management into used bottles in the excellent category. This is indicated by the average percentage of achievement indicators of 90.48% and the average increase in student skills from 2 to 3.7, 2) obtaining a positive response as seen from the attendance indicator reaching 100% of the target and the enthusiastic participants participating in activities from the beginning to the end of the activity. This activity needs to be carried out by the whole class so that all students are able to know the benefits of 3R (reuse, reduce and recycle). This community service activity is expected in the future to be able to open market access for production results (various recycled creations) and can be continued in the following years in other locations to support environmental preservation and a culture of healthy living.
Pelatihan Pengelolaan Manajemen Keuangan dan Pelaporan Keuangan Akuntansi Pesantren bagi Pengelola Yayasan Pondok Pesantren X di Kota Semarang Asih Niati; Yohanes Suhardjo; Ratna Wijayanti; Risti Ulfi Hanifah
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.76-79

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan organisasi nirlaba keagamaan non pemerintah  yang  mengedepankan suatu pelayanan pada pihak eksternal. Pengelolaan pondok pesantren masih menggunakan manajemen yang sederhana dan dalam pengelolaan keuangan hanya dibebankan pada satu orang pengelola yaitu bendahara, akuntansi yang selama ini dilakukan kurang menggunakan laporan keuangan yang sesuai dengan pedoman Akuntansi Pesantren. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan tambahan pengetahuan kepada para pengelola sehingga dapat melakukan manajemen modern dengan pengelolaan sumber-sumber pendanaan yang dapat memberikan pelaporan secara transparan, akuntabel dan dapat dipertanggujawabkan. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan atau ceramah, diskusi dan tanya jawab, yang diawali dengan memberikan pengetahuan tentang pentingnya pengelolaan manajemen keuangan pondok pesantren yang transparan, dimengerti dan dapat digunakan atau dibaca kepada semua pihak yang membutuhkan. Dengan diadakannya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat maka dapat menambah wawasan, pengetahuan dan pemahaman serta meningkatkan pemahaman tentang manajemen keuangan dan pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel.Kata kunci: manajemen pondok pesantren dan pelaporan keuanganAbstractIslamic boarding schools are one of the educational institutions of non-profit and non-governmentalreligiousorganizations that prioritize service on external parties. The management of Islamic boarding schoolscurrently uses a simple management technique and they charged the financial managementonly to a treasurer, the current accounting has not usedfinancial statement which is according to Islamic Boarding Accounting guidelines.The purpose of this public service is to provide additional knowledge to the managersso he can carry out modern management by managing sources of funding so he can provide a transparentand accountable report. The method to implement the agenda are counseling or lecture, discussion and question and answer section, which begins byproviding knowledge about the importance of managing the financial management of boarding schools that aretransparent, understandable and can be used or read to all parties in need.By holding community service activities, it can add insight,knowledge and understanding as well as increase the understanding of financial management andtransparent as well as accountable financial statement.
Wirausahawan Muda Mandiri dengan Program Pengembangan Kewirausahaan di Universitas Jenderal Soedirman Triana Setyawardani; Kusuma Widayaka; Kusmantoro Edy Sularso; Yusmi Wakhdiati
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.50-57

Abstract

Program pengembangan kewirausahaan di Universitas Jenderal Soedirman bertujuan menghasilkan wirausahawan muda mandiri berbasis iptek yang dilaksanakan selama 8 bulan.  Peserta  adalah mahasiswa  Universitas Jenderal Soedirman sebagai  calon tenant. Calon wirausahan muda mandiri diseleksi dengan beberpa tahap, yaitu: 1. Seleksi tertulis, 2. Seleksi tertulis tahap 2 dan 3. seleksi wawancara.  Seleksi bertujuan untuk mengetahui kemampuan, dan motivasi calon wirausaha. Hasil diperoleh dideskripsikan untuk menjaring calon wirausaha melalui ranking nilai hasil seleksi.  Calon wirausaha muda dengan jumlah 59 orang pada seleksi awal dan diperoleh 6 calon wirausaha yang akan dibimbing dan dilatih untuk menjadi wirausaha muda mandiri.  Keenam  calon wirausaha mempunyai usaha bidang: pengolahan susu; pembuatan sabun kefir; produksi ayam geprek dan fried chiken; produksi wedang jahe; budidaya ternak kelinci dan budidaya jangkrik alas. Kegiatan bagi tenant bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan sesuai bidang ilmu yang ditekuni yang dibimbing dan diarahkan melalui pelaksanaan program kewirausahaan.  Tenant mendapatkan bimbingan dan pelatihan baik pelatihan manajerial berupa penyusunan proposal bisnis, manajemen keuangan dan pelatihan motivasi diri.  Tenant mendapatkan kesempatan magang dan melakukan pemasaran.  Tenant diwajibkan untuk membuat proposal bisnis, melakukan magang dan membuat laporan akhir dan mengikuti pameran dari kegiatan yang telah dilakukan. Program pengembangan kewirausahaan juga mendatangkan pakar yang kompeten dibidang ilmunya untuk memberikan pengetahuan dan worshop kepada tenant.Kata kunci: tenant, iptek, wirausaha, mandiriAbstractThe entrepreneurship development program at Jenderal Sudirman University aims to produce independent science-based young entrepreneurs who have been running for 8 months. Participants are Jenderal Sudirman University as tenant. Prosepctive independent young entrepreneurs are selected with several stages, namely: 1. Written selection, 2. Written selection stages 2 and 3. Interview selection.  Selection aims to determine the ability, and motivation of prospective entrepreneurs. The results obtained are described to capture potential entrepreneurs through the ranking of the selection results. Prospective young entrepreneurs with a total of 59 people in the initial selection and obtained 6 prospective entrepreneurs who will be guided and trained to become independent young entrepreneurial entrepreneurs. The six prospective entrepreneurs have business fields: milk processing; kefir soap making; production of geprek and fried chicken; production of ginger drink; cultivation of rabbit and cultivation of pedestal crickets. Activities for tenants aim to improve skills in accordance with the fields of study that are guided and directed through the implementation of entrepreneurship programs. Tenant received guidance and training in both managerial training in the form of business proposals, financial management and self-motivation training. Tenant has the opportunity to intern and do marketing. Tenant is required to make a business proposal, do an internship and make a final report and attend an exhibition of activities that have been carried out. The entrepreneurship development program also brings competent experts in the field of science to provide knowledge and workshops to tenants.
English for Jobseekers: Pelatihan Keterampilan Berbahasa Inggris untuk Anak Muda Pencari Kerja di Rumah Siap Kerja Jakarta Ince Dian Aprilyani Azir
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.20-28

Abstract

Angka pengangguran muda yang mencapai 43,4 persen menjadi titik tolak Rumah Siap Kerja sebagai pusat pelayanan terpadu untuk kegiatan pelatihan keterampilan kerja dan kewirausahaan. Berbagai pelatihan sudah digelar oleh Rumah Kerja sebagai mitra pengabdi. Hanya saja, salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh para kaum muda untuk memperoleh pekerjaan yang layak yaitu kemampuan komunikasi berbahasa Inggris belum pernah diadakan kegiatan pelatihan sebelumnya.udah banyak riset yang membuktikan bahwa kemampuan berbahasa Inggris adalah kunci untuk bisa unggul hampir di semua aspek kehidupan manusia. Inisiasi kegiatan pelatihan terhadap kemampuan bahasa Inggris di Rumah Kerja dilaksanakan sebagai solusi peningkatan keterampilan komunikasi Berbahasa Inggris baik secara tertulis maupun secara lisan dalam tujuan khusus untuk mencari pekerjaan. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan membuat profil diri dalam bentuk CV secara daring dan konvensional juga dalam bentuk media sosial profesional. Selain itu, peserta juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman bagaimana membuat surat lamaran kerja secara konvensional dan elektronik. Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan simulasi praktek wawancara kerja dalam Bahasa Inggris. Simulasi wawancara kerja dengan penulis menjadi kegiatan akhir dari pelatihan ini untuk mengevaluasi hasil pembelajaran para peserta selama pelatihan.Kata kunci: pelatihan, keterampilan, bahasa inggris, pencari kerja, anak mudaAbstractThe high number of youth unemployment reached 43.4 percent to be the starting point of Rumah Siap Kerja as a hub for job skills and entrepreneurship training activities. Various trainings have been held by the Rumah Siap Kerja as a partner of this training activity. Unfortunately, there has not been any English training conducted in the partner institution while English skills have been considered as the key to excellence in almost all aspects of human life. This inspires the trainer to provide the training entitled English for Jobseekers as a solution for English communication skills either in writing or orally within the English for specific purpose of seeking jobs. In this activity, participants gain knowledge and skills to create self-identity in the form of online and written CV as well as in the form of professional social media. In addition, participants also gained the knowledge and experience on how to write a cover letter and send it via email based on the email ethics explained by the trainer previously. Moreover, the participants experience the interview practice in English. Simulating a job interview with the author became the final activity of the training to evaluate the participants ' learning outcomes during the training.
Pengolahan Limbah Jerami Padi dengan Limbah Jamu Menjadi Pupuk Organik Plus Catur Rini Sulistyaningsih
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.58-68

Abstract

Tujuan dari program ini ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan khalayak sasaran tentang pengolahan jerami dengan limbah jamu secara praktis. Dengan kegiatan ini kelompok tani dihimbau dapat memanfaatkan limbah jerami yang melimpah dan kurang di daya gunakan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pupuk organik dan kebutuhan unsur hara tanaman terpenuhi. Pengabdian pada masyarakat dilaksanakan mulai bulan Juli sampai Oktober 2011 di Kelurahan Gedong, Kecamatan / Kabupaten Karanganyar. Bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat yaitu memberi penyuluhan  (ceramah dan tanya jawab ) dan demonstrasi pembuatan pupuk jerami dengan limbah jamu. Sasaran kegiatan adalah kelompok tani padi  sawah di Kelurahan Gedong, Kecamatan / Kabupaten Karanganyar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan menyebabkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pembuatan pupuk organik dari jerami dengan limbah jamu sebesar 1,61 % dan peningkatan ketrampilan tentang pembuatan pupuk organik jerami dengan limbah jamu sebesar 3,80 %. Presentasi pemahaman materi meningkat menjadi 156, 57 %. Para peserta merasa puas karena dengan teknologi maju yaitu pengomposan dengan menggunakan limbah jamu menyebabkan jerami dapat difermentasi (terurai) lebih cepat dan praktis, sehingga pupuk organik dari jerami dapat segera dimanfaatkan pada periode tanam berikutnya.Kata kunci: limbah jerami, limbah jamu, pupuk organik plus AbstractThe purpose of this program is to increase the knowledge and skills of the target audience about processing straw with medicinal waste in a practical manner. With this activity, farmer groups are encouraged to take advantage of the abundant and underutilized straw waste so that they can meet the needs of organic fertilizer and plant nutrient needs are met. Community service is carried out from July to October 2011 in Gedong Village, Karanganyar District / District. The form of community service activities is providing counseling (lectures and questions and answers) and demonstration of making straw fertilizer with herbal medicine waste. The target activity is a group of rice farmers in Gedong Village, Karanganyar District / District. Community service activities that have been carried out have led to an increase in participant's knowledge about making organic fertilizer from straw with medicinal waste by 1.61% and increasing skills about making straw organic fertilizer with herbal medicine waste by 3.80%. Presentation of understanding of the material increased to 156, 57%. The participants were satisfied because with advanced technology that is composting using medicinal waste, straw can be fermented faster and more practically, so that organic fertilizer from straw can be used immediately in the next planting period.
Pemetaan Rute Wisata Kampung Biru Arema (KBA) Kota Malang Setiawan, Fredy Nugroho; Nufiarni, Rizki; Pujiyanti, Fariska
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.35-44

Abstract

Kampung Biru Arema (KBA) adalah salah satu kampung wisata di kota Malang. Kampung tersebut belum memiliki konsep kampung wisata yang baik sehingga hanya mengandalkan aspek estetika mural dan cat berwarna biru di setiap rumah tanpa arah pengembangan rute wisata yang jelas. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan rute wisata berdasarkan potensi wisata yang ada di KBA sehingga pengembangan wisata dapat terarah dan berkesinambungan. Untuk melakukan hal tersebut kami menerapkan metode pengembangan wisata model Community Based Tourism (CBT, yaitu: mengikutsertakan anggota masyarakat dalam pengambilan keputusan, memastikan masyarakat lokal menerima manfaat dari kegiatan kepariwisataan, dan memberikan pendidikan kepariwisataan bagi masyarakat lokal. Kegiatan ini menghasilkan sebuah rute wisata di KBA yang disusun dengan mengintegrasikan 5 (lima) area wisata secara berurutan, yaitu Area Wisata Sejarah, Area Wisata Dolanan, Area Wisata Mitigasi Bencana, Area Wisata Arema, dan Area Wisata Basa Walikan. Dalam prosesnya, perumusan rute wisata melibatkan peran serta aktif warga dalam memberikan masukan dan keputusan terkait identifikasi dan pemetaan yang dilakukan. Luaran dari kegiatan ini adalah peta digital berupa rute wisata KBA bagi para wisatawan.Kata kunci: Kampung Biru Arema (KBA), Community Based Tourism (CBT), rute wisata, peta wisata.AbstractKampung Biru Arema (KBA) is one of the tourism villages in Malang. The village does not have a good tourism village concept so that it only relies on the aesthetic aspects of the murals and blue-painted houses without developing a clear direction of tourist route. Therefore, tourist route mapping which is based on tourism potentials in KBA is needed so that tourism development can be directed and sustainable. To do this we employ the premise of Community Based Tourism (CBT) by ensuring the active involvement of local people in the process of tourism development and management. The activities resulted in a tourist route on the basis of 5 (five) tourism areas, namely Historical Tourisn Area,. “Dolanan” Tourism Area, Disaster Mitigation Tourism Area, Arema Tourism Area, and “Basa Walikan” Tourism Area. In the process of determining the route, it involves the active participation of local people in providing input and decisions related to our identification and mapping of the location. The output of this activity is a digital map of KBA containing informative tourist route for visitors.

Page 1 of 1 | Total Record : 10