cover
Contact Name
Muhamad Shoheh
Contact Email
tsaqofah@uinbanten.ac.id
Phone
+6287774201904
Journal Mail Official
tsaqofah@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 30 Kota Serang
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Tsaqofah: Jurnal Agama dan Budaya
ISSN : 14126478     EISSN : 26227657     DOI : https://doi.org/10.32678/tsaqofah
Core Subject : Humanities, Social,
Tsaqôfah published twice a year since 2001 (June and December), is a multilingual (Indonesian, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Islamic History and Culture. This journal is published by the Islamic History and Civilization Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, “Sultan Maulana Hasanuddin” State Islamic University of Banten. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Islamic History Islamic Culture Islamic Civilization Islamic Tradition Islamic Literature Islamic Philology and Literature Islamic Archeology Local Islam and Culture Islamic Arts and Architecture
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2016): December 2016" : 4 Documents clear
Pembatasan Ibadah Haji Menurut Shaykh ‘Abdullah Bin ‘Abd Al-Qahhar Al-Bantani dalam Kitab Risalah Fi Shurut Al-Hajj Muhamad Shoheh
Tsaqofah Vol 14 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v14i2.3392

Abstract

Shaykh ‘Abdullah bin ‘Abd al-Qahhar al-Bantani adalah salah seorang ulama Kesultanan Banten yang sempat berkiprah dikesultanan pada abad XVIII namun kurang dikenal masyarakat saat ini. Jejak-jejak keberadaanya dapat ditelusuri melalui sejumlah karya tulisnya yang tersimpan di masyarakat Banten, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) Jakarta, bahkan hingga perpustakaan Universitas Leiden, Belanda. Jika ditelaah melalui sejumlah karyanya, ia dikenal tidak hanya sebagai kesultanan, namun ia juga mumpuni di bidang ilmu-ilmu keislaman semisal fiqh, aqidah, hadits, bahkan tasawuf. Sayangnya, karya-karya beliau belum banyak dikaji dan diteliti oleh generasi saat ini, sehingga khazanah keilmuan ulama Banten keturunan Arab ini hingga kini belum diketahui masyarakatkarena masih teronggok dalam bentuk karya tulis tangan (manuscripts). Salah satu karya beliau berjudul Risalah fi Shurut al-Hajj yang isinya membahas syarat-syarat, rukun, wajib, dan sunnah-sunnah haji. Pada karya ini ia berpendapat bahwa haji hukumnya wajib hanya sekali seumur hidup. Seiring dengan makin meningkatnya jumlah populasi muslim yang ingin berhaji, maka pembatasan terhadap mereka yang telah berhaji hendaknya dilakukan pemerintah demi memberi kesempatan kepada mereka yang belum berangkat haji sama sekali. Dan hal ini sejalan dengan aturan secara syar’i yang memang dinyatakan bahwa kewajiban haji itu hanya sekali seumur hidup bagi setiap muslim.
Perjuangan Kh. Fayumy Thowiel dalam Revolusi di Banten Tahun 1942-1949 Khadijah khadijah
Tsaqofah Vol 14 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v14i2.3391

Abstract

Pada 1942-1949 Banten dijajah oleh Jepang dan Belanda, dalam penjajahan terjadi perlawanan oleh masyarakat Banten yang dipimpin oleh ulama, pemuda dan para birokrat. Dari kalangan ulama yang berjuang diantaranya adalah KH. Fayumy Thowiel. Sebagai seorang ulama dan pejuang kemerdekaan di Banten, penulis tertarik untuk mengeksplorasi kehidupannya sebagai salah satu pejuang kemerdekaan dari Laskar Sabilillah. KH. Fayumy Thowiel merupakan seorang ulama yang dilahirkan pada 1910 dari pasangan Marsyad bin ‘Alikam dan Fatimah bint Abdullah. Perjuangan pada masa pendudukan Jepang adalah terlibat dalam penyerangan markas Kenpeitai Serang tahun 1945. Dan berjuang pada agresi militer Belanda I tahun 1947 dengan berperang melawan Belanda di Curug-Tangerang, tahun 1948 Mauk-Balaraja, dan tahun 1949 tertangkap oleh Belanda.
Upacara-Upacara dalam Budaya Masyarakat Banten Siti Fauziyah
Tsaqofah Vol 14 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v14i2.3396

Abstract

Before Islam, Banten residents as residents in areas in the archipelago has a great tendency to things spiritual. Once Islam became the religion professed, Banten community still has a great tendency toward mysticism. Once thickened Banten society with matters related to religious ceremonies that are grown in culture Banten people always can not be separated from religious elements.Ceremonies in Banten culture continued, albeit ranging changes occur due to the constantly changing with the times. Ceremonies performed by the Banten community not only as an effort to preserve the ancestral culture but also able to build social solidarity for the culprit.
Sejarah Sosial Politik Bangsa Arab Jahiliyah Nurhamim hamim
Tsaqofah Vol 14 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v14i2.3387

Abstract

Kajian Syair dan peranannya terhadap sosial, budaya dan politik bangsa Arab Jahiliyah merupakan kajian indah yang akan mengungkap fakta sejarah tentang peperangan demi peperangan yang ada di masa Arab Jahiliyah secara mendalam dengan kaca mata sosial budaya. Dalam hal ini Arab Jahiliyah yang dimaksud adalah periode sejarah bangsa Arab sebelum datangnya agama Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad.saw. Istilah Jahiliyah itu sendiri muncul setelah agama Islam datang, sebagaimana ungkapan yang disampaikan oleh Umar ibn Khathab ra. "إنّى نذرت فى الجاهلية أن أعتكف" , “ aku bernazar pada saat Jahiliyah untuk melaksanakan I’tikaf ” .[1] Untuk memahami budaya dan politik perang masyarakat Arab di era Jahiliyah maka dibutuhkan pemahaman teks-teks bahasa Arab kuno yang telah tercatat dalam syair-syairnya. Karena dari syair inilah kita akan melihat bagaimana sejarah Arab dimasa lalu, dan kita dapat menafsirkan realita sejarah yang terjadi sehingga kita bisa menilai peranan syair itu sendiri terhadap sejarah. Sebelum mengurai peran syair dalam budaya dan politik perang Arab Jahiliyah, penulis dalam hal ini lebih khusus akan mengkaji kondisi sosiologis, sistem politik, dan perang sebagai salah satu bentuk sistem politik yang ada dalam budaya bangsa Arab jahiliyah. [1] Ibrahim Âli Abu al-Khasab dan Ahmad Abd al-Mun’im al-Baha, Buhûts fi al-Adab al-Jâhili, al-Bayân al-‘Arabi, 1961, cet: 1, h: 12

Page 1 of 1 | Total Record : 4