cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024" : 20 Documents clear
EVALUASI PENGERINGAN RODENTISIDA MENGGUNAKAN METODE UDARA KERING DENGAN BANTUAN INSTRUMEN KIPAS ANGIN Arshy, David Permana; Nugroho, Imam Wahyu Beny; Muharja, Maktum; Khotimah, Husnul; Salsabila, Putri Ayu
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.4089

Abstract

Tikus sawah (Rattus argentiventer) menjadi hama utama pada tanaman padi yang menyebabkan kerusakan dan kehilangan hasil panen, sehingga dibutuhkan pengendalian untuk mengatasi tikus yaitu rodentisida. Tingginya populasi tikus mengakibatkan meningkatnya kebutuhan rodentisida, namun terdapat permasalahan pada proses pengeringan yang membutuhkan waktu selama 20 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengeringan rodentisida dengan bantuan instrumen kipas angin menggunakan variabel waktu pengeringan 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, dan 5 jam. Metode percobaan yang digunakan adalah metode pengeringan udara kering dengan bantuan kipas angin. Parameter yang diuji adalah parameter kadar air, fisik, dan kemurnian bahan aktif rodentisida. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semakin lama waktu pengipasan mengakibatkan terjadinya kenaikan kadar air setelah 3 jam dan semakin lama waktu pengipasan membuat tekstur rodentisida semakin keras dan kering. Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwa kondisi paling optimum adalah pada waktu selama 3 jam dengan kondisi fisik yang sempurna dan kadar air yang rendah.
PENGARUH PENURUNAN SUHU GAS ALAM DI DALAM COOLER TERHADAP KEMAMPUAN PENYERAPAN GAS H2S PADA UNIT ACID GAS REMOVAL Afifah, Imroatul; Ariani, Ariani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.5057

Abstract

Gas alam adalah salah satu sumber daya alam Indonesia yang ketersediaannya melimpah sehingga dilakukan proses pengolahan menjadi gas siap pakai. Salah satu parameter yang menentuka kualitas produk gas yaitu terbebas dari gas asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penurunan suhu terhadap kemampuan penyerapan gas asam berupa H2S. Proses penyerapan gas asam pada industri ini terjadi di absorber dengan absorbent berupa a-MDEA. Absorber merupakan alat yang digunakan untuk proses penyerapan fluida gas oleh absorbent. Proses absorpsi gas asam oleh a-MDEA di absorber ini memerlukan suhu yang rendah agar lebih maksimal. Oleh karena itu  sebelum masuk ke dalam absorber, gas akan didinginkan terlebih dahulu pada unit pendingin. Pengambilan data dilakukan pada saat pergantian shift selama 4 hari. Data menunjukkan  bahwa nilai penurunan suhu gas di alat pendingin tidak di pengaruhi oleh jumlah gas alam yang masuk untuk  diolah namun dipengaruhi oleh suhu lingkungan sekitar. Nilai penurunan suhu gas terendah per hari umumnya  terjadi pada pengambilan data pukul 07.00 WIB yaitu mencapai 16,33 °F dan penurunan suhu gas tertinggi  umumnya terjadi pada pengambilan data pukul 23.00 WIB yaitu mencapai 20,06 °F. Sedangkan keberadaan gas  H2S terbesar 0,63 ppm dan terkecil 0,02 ppm Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai penurunan suhu gas di alat pendingin, maka kualitas gas yang di hasilkan akan semakin rendah kadar impuritis.
SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI PABRIK HIGH FRUCTOSE CORN SYRUP Nurfadila, Annisa Rahma; Moentamaria, Dwina
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.5067

Abstract

Gula merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia terutama perannya sebagai pemanis, naik untuk dikonsumsi langsung ataupun untuk kebutuhan industri makanan dan minuman. Kebutuhan gula nasional Indonesia secara umum mencapai 7,3 juta ton dengan produksi gula nasional sebesar 2,35 juta ton tidak bisa menutupi kebutuhan konsumsi. Produksi dalam negeri perlu terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan gula nasional. Solusi lain yang dapat dilakukan adalah mencari alternatif bahan pemanis lain yang mampu mensubstitusi gula. Salah satu gula alternatif yang digunakan yaitu sirup jagung fruktosa tinggi. Gula dari pati jagung dinilai memiliki rasa serta kemanisan yang hampir sama dengan sukrosa. Pati jagung dipilih sebagai bahan baku utama pembuatan sirup fruktosa dikarenakan salah satu komoditas terjamin di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, provinsi Jawa Timur memperoleh peringkat pertama dalam produksi jagung dengan luas panen 1,19 juta hektar menghasilkan 5,37 juta ton. Tujuan studi literatur ini adalah untuk menentukan seleksi proses dan besar kapasitas produksi High Fructose Corn Syrup (HFCS). Penentuan seleksi proses ditentukan dengan metode studi literatur dari berbagai macam proses produksi High Fructose Corn Syrup (HFCS) diantaranya hidrolisis asam-asam, asam-enzim, dan enzim-enzim. Perhitungan kapasitas produksi dilakukan dengan metode perhitungan pertumbuhan rata-rata pertahun pada proses produksi High Fructose Corn Syrup (HFCS) dari penggunaan data ekspor dan impor pada tahun 2012-2021. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi High Fructose Corn Syrup (HFCS) yang akan didirikan pada tahun 2025 di Tuban, Jawa Timur adalah sebesar 15.000 ton/tahun dengan seleksi proses yang dipilih enzim-enzim.
EFEKTIFITAS DARI PERANCANGAN ULANG TATA LETAK LABORATORIUM IC (INTERMEDIATE CONTROL) TERHADAP PROSES PRODUKSI H2O2 DI INDUSTRI PEROKSIDA Nurhaliza, Siti; Maryanty, Yanty
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.5073

Abstract

Laboratorium IC (Intermediate Control) merupakan tempat pengujian spesifikasi produk akhir dan pemantauan efisiensi proses, sehingga laboratorium ini sangat dibutuhkan di Industri Peroksida. Laboratorium IC berperan penting dalam pengendalian standar dan mutu produk, sehingga kelayakan bangunan, luas dan penempatan di laboratorium IC harus sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia). Penelitian dilakukan untuk menganalisis tata letak ruang dan fasilitas pada laboratorium IC dan disesuaikan dengan persyaratan sistem mutu laboratorium SNI ISO/IEC 17025: 2008. Dilakukan analisis penempatan fasilitas laboratorium terkini, dilakukan perhitungan luas laboratorium yang diperlukan, analisis kedekatan fasilitas dengan membuat ARC dan ARD sehingga didapatkan hasil akhir berupa layout laboratorium IC yang sesuai dengan SNI. Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwa tata letak area kerja dan fasilitas pada laboratorium IC pada Industri Peroksida tidak sesuai dengan sistem mutu laboratorium sehingga perlu dilakukan pembaruan berdasarkan layout baru yang dihasilkan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Parameter yang digunakan adalah tata letak laboratorium IC yang disesuaikan dengan persyaratan sistem manajemen mutu laboratorium SNI/IEC 17025:2008 untuk membuat gedung laboratorium yang lebih tertib, layak dan sesuai dengan standar yang digunakan. Sehingga diharapkan analis laboratorium IC menghasilkan data yang valid untuk membantu pihak production control dalam menjaga efisiensi proses produksi H2O2 berdasarkan data analis yang dihasilkan.
PENINGKATAN EFISIENSI INHIBISI EKSTRAK KULIT BUAH PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA F) SEBAGAI GREEN CORROSION INHIBITOR MENGGUNAKAN PELARUT POLAR Simamora, Lorenz Octavia; Suharti, Profiyanti Hermien
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.5407

Abstract

Salah satu jenis tumbuhan yang dapat dikembangkan pemanfaatannya sebagai Green Corrosion Inhibitor adalah kulit buah pisang kepok (Musa paradisiaca F). Kulit buah pisang kepok dapat dijadikan sebagai Green Corrosion Inhibitor (GCI) karena mengandung antioksidan tanin yang dapat menghambat laju korosi. Pengolahan kulit buah pisang kepok menjadi GCI dapat dilakukan dengan beberapa metode ekstraksi, yaitu ekstraksi maserasi, ekstraksi soxhlet, dan UAE (Ultrasonic Assisted Extraction) dengan menggunakan pelarut polar yaitu aseton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi dan pengaruh massa kulit buah pisang kepok (Musa paradisiaca F) yang menghasilkan kadar tanin terbaik untuk digunakan sebagai GCI. Uji kuantitatif kadar tanin hasil ekstrak dilakukan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada masing-masing sampel yang telah diekstraksi. Setelah itu, semua sampel akan melalui proses distilasi untuk menghilangkan kandungan pelarut polar yang sebelumnya didapatkan dari beberapa proses metode ekstraksi. Tahap berikutnya adalah uji korosi larutan hasil ekstraksi pada lempengan baja karbon berukuran 2 x 3 x 1 cm menggunakan larutan NaCl selama 24 jam dalam waktu 14 hari. Kehilangan berat (weight loss) pada masing-masing lempengan baja karbon digunakan untuk menentukan efisiensi inhibisi pada masing-masing sampel. Hasil penelitian terbaik diperoleh dari metode ekstraksi soxhlet dengan variabel massa 20 gram yang menghasilkan kadar tanin sebesar 181,70 ppm dan menghasilkan efisiensi inhibisi tertinggi sebesar 30,68%.  Kata kunci: aseton, tanin, ekstraksi maserasi, ekstraksi soxhlet, ultrasonic assisted extraction (UAE)
ANALISIS KELAYAKAN PRARANCANGAN PABRIK MINUMAN KOMBUCHA DARI TEH HIJAU DENGAN KAPASITAS 2000 TON/TAHUN BERDASARKAN EVALUASI EKONOMI Wulandari, Desy Fitria; Dewi, Ernia Novika
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6217

Abstract

Kesehatan telah menjadi fokus utama masyarakat modern yang mempengaruhi pilihan konsumsi mereka secara signifikan. Salah satu tren yang menonjol adalah minat yang meningkat terhadap minuman sehat seperti minuman kombucha yang berasal dari teh hijau. Oleh karena itu, prarancangan pabrik minuman kombucha dilakukan dengan tahapan awal melakukan analisis evaluasi ekonomi untuk menentukan kelayakan berdirinya suatu pabrik. Pendirian pabrik minuman kombucha dari teh hijau direncanakan pada tahun 2026 dengan kapasitas 2000 ton/tahun. Perhitungan dimulai dari penaksiran indeks harga tahun 2026 untuk menghitung harga peralatan dengan persamaan linier. Didapatkan total harga peralatan dengan faktor keamanan 20% sebesar Rp 9.300.201.195. Laba kotor didapatkan sebesar Rp 5.719.690.514 dan laba bersih sebesar Rp 3.717.798.834. Nilai Return On Investment (ROI) sebesar 38% dengan Pay Out Time (POT) selama 2,1 tahun. Break Even Point (BEP) dihasilkan 57% pada kapasitas 1143 ton/tahun dan titik Shut Down Point (SDP) sebesar 36%. Perhitungan Internal Rate of Return (IRR) menggunakan metode cashflow didapatkan nilai 19% yang berada diatas nilai suku bunga bank sebesar 12%. Dari perhitungan menggunakan beberapa parameter untuk analisis ekonomi dapat dinyatakan bahwa pabrik minuman kombucha dari teh hijau dengan kapasitas 2000 ton/tahun layak untuk didirikan.
PERBANDINGAN METODE GRAVIMETRI DAN DISTILASI UNTUK ANALISIS KAPORIT POWDER 60% PADA INDUSTRI PENGHASIL KAPORIT Ibrahim, Balqis Zeniva; Santosa, Sandra; Wahjoedi, Ryan Ayub
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6219

Abstract

Salah satu parameter kualitas produk kaporit powder 60% yang dianalisis adalah kadar air atau moisture yaitu harus berkisar antara 3-5%. Awalnya, analisis kadar air ini menggunakan metode gravimetri. Namun seiring berjalannya waktu, oven yang digunakan untuk analisis rusak akibat gas klorin yang korosif. Oleh karena itu, dilakukan penggantian metode gravimetri menjadi metode distilasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan antara metode gravimetri dan metode distilasi sehingga dapat diketahui metode yang lebih baik untuk analisis. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 hari menggunakan sampel kaporit powder 60% yang dihasilkan pada hari tersebut. Waktu untuk metode gravimetri cukup singkat dan efisien untuk proses produksi. Hasil kadar air pada metode gravimetri cukup rendah, yaitu 2,67%; 3,19%; dan 1,64% yang menandakan kurang akuratnya metode ini. Sedangkan hasil kadar air pada metode distilasi, yaitu 4,0%; 4,5%; dan 2,5% yang menandakan hasil kadar air kaporit powder 60% yang dianalisis dengan metode ini sesuai dengan spesifikasi standar produk yang telah ditentukan. Namun, waktu analisis menggunakan metode distilasi ini cukup lama sehingga tidak efisien. Berdasarkan data hasil kadar air serta kelebihan dan kekurangannya, metode distilasi lebih disarankan untuk digunakan sebagai metode analisis kadar air kaporit powder 60%.
PERBANDINGAN KUALITAS PRODUK SODIUM HYPOCHLORITE MONOPOLAR ELECTROLYZER DENGAN BIPOLAR ELECTROLYZER PADA INDUSTRI KLOR-ALKALI Tsabita, Agatha Rifda; Santosa, Sandra; Wahjoedi, Ryan Ayub
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6220

Abstract

Industri klor-alkali merupakan salah satu jenis industri yang menggunakan proses elektrolisis dengan produk samping berupa excess gas Cl2. Lepasnya gas Cl2 sangatlah berbahaya, sehingga pemanfaatan excess gas Cl2 dapat membantu untuk mengurangi tingkat bahaya tersebut. NaOCl atau Sodium Hypochlorite merupakan salah satu bahan kimia yang didapatkan dari pereaksian antara NaOH atau Natrium Hidroksida dengan gas Cl2. Terdapat dua jenis alat proses elektrolisis, yaitu Monopolar Electrolyzer dan Bipolar Electrolyzer untuk memproduksi bahan baku dari pembuatan NaOCl atau sodium hypochlorite. Selain kadar klor aktif sebagai Cl2 dan pengujian kadar alkali bebas sebagai NaOH yang sesuai dengan SNI, tingkat kejernihan juga menjadi salah satu pertimbangan pelanggan. Berdasarkan dua jenis alat tersebut, terdapat perbedaan kejernihan produk NaOCl atau sodium hypochlorite. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab adanya perbedaan kualitas produk antara Monopolar Electrolyzer dengan bipolar Electrolyzer. Analisis yang dilakukan adalah pengujian kadar klor aktif dan pengujian kadar alkali bebas dengan titrasi, serta pengecekan tingkat kejernihan produk dengan pengamatan fisik. Berdasarkan hasil analisis, terdapat perbedaan tingkat kejernihan produk yang disebabkan karena perbedaan proses treatment brine sebelum masuk Electrolyzer, treatment gas Cl2 keluaran Electrolyzer, treatment dalam penurunan konsentrasi NaOH, dan perancangan alat serta utilitasnya.
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN MINYAK ESTER DARI MINYAK KELAPA SAWIT BERKAPASITAS 4000 TON/TAHUN Attaliya, Yusica Radya; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6222

Abstract

Pendirian pabrik minyak ester berbahan baku minyak kelapa sawit memberikan dampak yang positif bagi pengguna mesin transformator baik di dalam maupun luar negeri. Berdirinya pabrik minyak ester yang direncanakan berlokasi di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan memiliki 377 orang pekerja akan membuka peluang kerja baru bagi penduduk sekitar. Dari segi pembuatannya, minyak ester akan dihasilkan melalui proses transesterifikasi yang dinilai menghasilkan dengan konsentrasi lebih tinggi yaitu 97,69% dan waktu reaksi yang cepat yaitu 60 menit. Minyak ester dimanfaatkan oleh industri yang bergerak dibidang kosmetik, makanan, tekstil dan lainya, serta dapat digunakan menjadi bahan bakar pada mesin diesel dan pelumas. Analisis ekonomi pabrik minyak ester dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan berdirinya pabrik suatu pabrik. Analisis ekonomi dilakukan dengan menghitung analisis kelayakan dengan parameter seperti Total Capital Investment, Fixed Capital Investment, Working Capital Investmet,  dan Total Production Cost serta analisis profitabilitas. Analisis kelayakan terdiri dari Total Capital Investment sebesar Rp 168.511.817.192,47; Fixed Capital Investment sebesar Rp 143.235.044.613,60; Working Capital Investmet sebesar Rp 25.276.772.578,87; Total Production Cost sebesar Rp 161.111.907.495,60. Analisis profitabilitas terdiri dari, nilai Return On Investment sebelum pajak sebesar 14% dan sesudah pajak sebesar 12%. Sedangkan nilai Minimum Pay Out Time sebelum pajak sebesar 3,85 tahun dan sesudah pajak sebesar 4,24 tahun. Break Event Point yang didapatkan 23,53% dan nilai Shut Down Point yang didapatkan sebesar 9%, sehingga diperoleh Internal Rate of Return sebesar 17%. Hasil analisis ekonomi menunjukkan kelayakan finansial pembangunan pabrik minyak ester dengan kapasitas 4000 ton/tahun.
ANALISIS PENGGUNAAN KOAGULAN PADA PENGOLAHAN HARD WATER DENGAN METODE KOAGULASI FLOKULASI DI PT PETROKIMIA GRESIK Putri, Erika Amalia; Rahayu, Rizmaya Dwilia; Maryanty, Yanty; Hidayat, Very
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6228

Abstract

PT Petrokimia Gresik membutuhkan soft water dalam proses produksi. Amonia, pupuk Urea, dan air umpan boiler dengan mengubah hard water dari Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas (pH 7-8,5 dan total hardness maksimal 220) menjadi soft water (pH 9 – 10 dan total hardness maksimal 80 ppm). Treatment yang dilakukan yaitu dengan penambahan koagulan untuk mengendapkan partikel dengan cara mengikat kotoran atau partikel di dalam air. Koagulan yang digunakan pada penelitian ini adalah kapur, polyelectrolyte, dan Poly Aluminium Chloride (PAC). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis koagulan, konsentrasi koagulan, dan waktu pengadukan lambat yang efektif pada pengolahan hard water. Penelitian ini dilakukan dengan pengadukan cepat 100 rpm selama 1 menit, pengadukan lambat 30 rpm selama 20; 40; 60 (menit). Variabel yang digunakan yaitu konsentrasi koagulan kapur 80; 86,8; 90 (ppm), polyelectrolyte 0,73; 0,83; 0,93 (ppm), PAC 25; 31; 37 (ppm), serta waktu pengadukan lambat 20, 40, dan 60 menit. Analisis yang digunakan meliputi SS, turbidity, pH, total hardness, COD, dan BOD. Kualitas soft water yang dihasilkan sudah memenuhi standar yang diharapkan yaitu pada konsentrasi polyelectrolyte 0,83 ppm dan kapur 86,8 ppm. Berdasarkan penelitian diperoleh konsentrasi optimum koagulan polyelectrolyte 0,73 ppm dan kapur 80 ppm dengan waktu pengadukan lambat 60 menit.

Page 1 of 2 | Total Record : 20