cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024" : 25 Documents clear
ANALISIS BIAYA UTILITAS PADA PRARANCANGAN PABRIK DISPROPORTIONATED ROSIN DARI GONDORUKEM GRADE WG DENGAN KAPASITAS 3000 TON/TAHUN Sandifa, Muhammad Naufal; Hadiantoro, Sigit
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.5083

Abstract

Upaya untuk meningkatkan nilai ekonomis gondorukem salah satunya adalah mengubah bentuknya menjadi disproportionated rosin. Untuk produksi skala industri diperlukan berbagai peralatan yang dapat mendukung prosesnya. Agar proses dapat berjalan dengan lancar diperlukan sarana pendukung yaitu utilitas. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis biaya pengadaan utilitas yang selanjutnya digunakan untuk analisis ekonomi pabrik disproportionated rosin. Metode analisis biaya yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kuantitatif. Dari analisis yang dilakukan, diperoleh besaran analisis yaitu unit penyedia steam berupa boiler dengan tipe water tube dengan biaya bahan bakar per hari sebesar Rp 20.736,00/hari atau Rp. 6.842.880,00/tahun (US$ 459,649.00/tahun). Sumber unit penyedia air berasal dari sungai terdekat lokasi prarancangan pabrik dengan biaya untuk treatment air per hari sebesar Rp. 14.919.434,07/hari atau Rp. 4.923.413.242,656/tahun (US$ 330.715.514/tahun). Unit penyedia listrik berasal dari PLN dengan total biaya listrik sebesar Rp. 4.521.493.683,78/tahun atau Rp. 3.617.194.947,00/tahun (US$ 242.974,219/tahun) dengan efisiensi listrik sebesar 80%.
PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP KARAKTERISTIK PULP DARI PELEPAH PISANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACETOSOLV Tiara, Greenastya Febrianis; Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6233

Abstract

Pulp adalah material yang digunakan untuk membuat kertas. Bahan baku yang biasa digunakan dalam industri pulp dan kertas adalah kayu. Eksploitasi hutan yang terus menerus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut akan berdampak terhadap ketersediaan kayu dan mengakibatkan banyak permasalahan global. Alternatif bahan baku pembuatan pulp dan kertas sangat diperlukan, salah satunya adalah pelepah pisang. Pembuatan pulp dari pelepah pisang dapat dilakukan melalui metode acetosolv, yaitu metode yang menggunakan asam asetat sebagai pelarut organik. Kualitas pulp yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu waktu pemanasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu pemanasan terbaik dan mengetahui pengaruh waktu pemanasan terhadap karakteristik pulp. Waktu pemanasan yang digunakan adalah 30 menit, 45 menit, dan 60 menit. Proses pembuatan pulp meliputi size reduction dan pengeringan pelepah pisang, pencampuran dan pemanasan serbuk pelepah pisang dengan asam asetat, dan pembilasan campuran menggunakan etanol dan air. Pulp yang dihasilkan selanjutnya dilakukan pengujian karakteristik berupa nilai yield, kadar air, kadar abu, kadar lignin, dan kadar selulosa. Dari hasil penelitian, diperoleh nilai yield tertinggi sebesar 71% pada waktu pemanasan 60 menit, kadar air terendah sebesar 3% pada waktu pemanasan 60 menit, kadar abu terendah sebesar 2% pada waktu 60 menit, kadar lignin terendah sebesar 13%  pada waktu 30 menit, dan kadar selulosa tertinggi sebesar 87% pada waktu 30 menit. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa waktu pemanasan terbaik adalah 60 menit dan semakin lama waktu pemanasan akan menurunkan yield, kadar air, kadar abu, dan kadar lignin serta meningkatkan kadar selulosa pulp yang dihasilkan.
PENGARUH PERBANDINGAN MASSA AMPAS TAHU DAN SEKAM PADI TERHADAP KARAKTERISTIK BRIKET Tsabitah, Amani Muflihah Tsabitah; Azkiya, Noor Isnaini
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6246

Abstract

Briket adalah bahan bakar padat yang berbentuk gumpalan-gumpalan arang yang terbuat dari biomassa (bahan lunak). Namun, biomassa tersebut perlu diolah terlebih dahulu agar menjadi bahan bakar yang memiliki kadar panas lebih tinggi dari arang biasa.  Selain itu, keunggulan briket adalah residu atau sisa hasil pembakaran yang lebih sedikit, asap yang dihasilkan lebih sedikit, ekonomis, dan tidak beracun. Dalam penelitian ini limbah dari ampas tahu dan sekam padi dimanfaatkan sebagai bahan bakar dengan cara mengubahnya menjadi briket. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan komposisi bahan baku dan persentase perekat tepung tapioka terhadap kualitas briket yang dihasilkan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif berdasarkan eksperimen di laboratorium untuk mendapatkan data yang relevan. Variabel bebas yang digunakan yaitu perbandingan massa bahan baku sekam padi dan ampas tahu dengan perbandingan 25:75, 50:50, 75:25 (%b/b). Perekat yang digunakan yaitu tepung tapioka dengan persentase 10% (b/b). Tahapan pembuatan briket dimulai dengan persiapan bahan baku, proses pirolisis, pendinginan, penggilingan dan pengayakan, pencampuran bahan dengan perekat, pencetakan briket, pengovenan dan proses analisis berupa kadar air, kadar abu, vollatile matter, fixed carbon, nilai kalor, dan kuat tekan. Berdasarkan penelitian didapatkan kesimpulan hasil pengujian briket dengan komposisi 25% sekam padi:75% ampas tahu dan 10% persentase perekat mempunyai kualitas yang paling baik menghasilkan nilai kadar air sebesar 0,97284%, nilai kadar abu sebesar 17%, nilai volatille matter sebesar 1,12613%, nilai fixed carbon sebesar 80,9010%, nilai kalor sebesar 5478 kal/g, dan nilai kuat tekan sebesar 2,44375 kg/cm2.
STUDI LITERATUR PENGARUH BERBAGAI KOAGULAN TERHADAP PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU Ariefianti, Adinda Resti; Rexita, Maura Krisan Hayu; Budiono, Arief
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6325

Abstract

Limbah cair tahu memiliki kadar polutan di atas baku mutu yang telah ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia sehingga menyebabkan pencemaran air, padahal air bersih merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis, dosis dan kecepatan pengadukan koagulan kimia dan alami beserta efektivitasnya untuk menurunkan kadar polutan dalam limbah cair tahu. Fokus pada studi literatur ini yaitu pengolahan limbah cair tahu menggunakan metode jar test dengan proses koagulasi flokulasi. Variabel bebas yaitu jenis dan dosis koagulan serta kecepatan pengadukan, dan variabel terikat adalah nilai COD, nilai BOD, dan kadar Total Suspended Solid. Jenis koagulan kimia yang dianalisis yaitu PAC, tawas, dan ferri klorida. Koagulan alami yang dianalisis yaitu koagulan-flokulan yang berasal dari biji kelor (4- Alfa-4--rhamnosyloxy-benzyl-isothiocyanate), biji asam jawa (tanin), kitosan (gugus amino) dan biji trembesi (tanin). Semua koagulan tersebut dapat menurunkan kadar polutan, namun koagulan terbaik yang dapat menurunkan ketiga parameter polutan, sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah dan mempunyai ketersediaan yang banyaj serta dapat diperoleh dengan harga yang relatif murah adalah koagulan biji kelor dimana dengan dosis 2000 mg/L koagulan ini dapat menurunkan COD hingga 91%, BOD 91,67% dan TSS 86%.
EFEKTIFITAS KARBON AKTIF LIMBAH KULIT KACANG TERMODIFIKASI DENGAN METODE KOPRESIPITASI SEBAGAI ADSORBEN TEMBAGA DAN BESI PADA LIMBAH CAIR ELEKTROPLATING ARTIFICIAL Putri, Shabrina Adani; Hanavia, Millenina Sulung; Chrisnandari, Rosita Dwi; Ningsih, Wahyuni; Azkiya, Noor Isnaini
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6402

Abstract

Limbah dari elektroplating yang mengandung tembaga (Cu) dan besi (Fe) sangat beracun dan dapat menyebabkan gejala keracunan logam berat pada manusia jika masuk ke dalam organ pada konsentrasi yang cukup tinggi. Karbon aktif yang dimodifikasi dari limbah kulit kacang tanah dapat digunakan untuk mengatasi masalah limbah elektroplating melalui proses adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas karbon aktif dari limbah kulit kacang yang dimodifikasi menggunakan metode kopresipitasi sebagai adsorben logam Cu dan Fe dalam limbah elektroplating artificial, dengan variasi massa karbon aktif dan waktu kontak adsorpsi. Pirolisis pada suhu 350 °C dilakukan selama 120 menit, kemudian diikuti dengan proses aktivasi selama 2 jam menggunakan NaOH 20% untuk menghasilkan arang aktif. Kopresipitasi dalam larutan garam besi 90°C dilakukan untuk memodifikasi karbon aktif. Kualitas karbon aktif untuk mengurangi logam berat dalam limbah elektroplating buatan ditentukan oleh variasi massa karbon aktif yang dimodifikasi sebesar 5%, 10%, dan 15% b/v dan durasi waktu kontak selama 30, 60, 90 menit. Hasil menunjukkan bahwa penurunan kadar logam berat Cu dalam limbah Cu adalah 94,51%, kadar logam Fe dalam limbah Fe adalah 83,52%, dan kadar logam Cu dalam campuran limbah Cu Fe adalah 92,67%, menurut pemeriksaan kapasitas absorpsi.
KARAKTERISTIK PRODUK MINUMAN KOMBUCHA BERDASARKAN KOMPOSISI BAHAN BAKU DAN WAKTU FERMENTASI Khasanah, Dewi Umi; Dewi, Ernia Novika
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6593

Abstract

Kombucha adalah minuman hasil fermentasi yang mengandung berbagai vitamin, mineral, enzim, serta asam organik. Teh kombucha belum banyak dikenal di masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat digunakan membantu dalam pengembangan produksi kombucha secara besar, sehingga minuman teh kombucha yang kaya manfaat ini semakin banyak dikenal dan dikonsumsi masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik produk kombucha berdasarkan komposisi bahan baku dan waktu fermentasi. Teh kombucha dibuat secara konvensional melalui proses fermentasi larutan teh hijau yang sudah ditambahkan gula dengan bakteri SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Pada penelitian ini, dilakukan pembuatan teh kombucha dengan variabel komposisi gula : teh hijau sebesar 10:1; 10:1,5; 10:2 dan waktu fermentasi selama 7, 10, 14 hari. Pengujian yang dilakukan yakni uji pH, densitas, viskositas, kadar asam laktat, dan organoleptik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan hasil terbaik teh kombucha pada variabel komposisi gula : teh hijau sebesar 10:2 dan waktu fermentasi 7 hari yang menghasilkan pH 3; densitas 1,4061 g/ml ; viskositas 1,3368 cP ; kadar asam laktat 3,76 % dan warna 94 % cinnamon. Berdasrkan uji rasa dan aroma oleh responden didapatkan hasil terbaik pada pada komposisi gula:teh hijau sebesar 10:2 dengan waktu fermentasi selama 7 hari.
STUDI LITERATUR PERBANDINGAN METODE IDENTIFIKASI NATRIUM SIKLAMAT PADA MAKANAN DAN MINUMAN Nasution, Siti Khodijah; Suharti, Profiyanti Hermien
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6594

Abstract

Natrium siklamat adalah pemanis buatan yang umum digunakan di masyarakat. Kelebihannya adalah tingkat kemanisan yang lebih tinggi sekitar 30 kali dibandingkan gula tebu atau sukrosa dan lebih ekonomis dari pada pemanis alami. Namun, pemakaian siklamat dalam jumlah berlebihan menimbulkan masalah kesehatan. Jumlah maksimum pemakaian siklamat diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 772/Menkes/Per/IX/88, yaitu tidak lebih dari 3 g/L untuk makanan dan minuman. Studi literatur ini meninjau berbagai metode identifikasi natrium siklamat yang digunakan dalam makanan dan minuman. Metode yang dibahas mencakup teknik gravimetri, kromatografi, spektrofotometri UV-Vis, dan lainnya. Evaluasi dilakukan untuk menilai keunggulan, keterbatasan, serta aplikasi praktis masing-masing metode dalam mendeteksi natrium siklamat guna memastikan keamanan pangan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pemilihan metode terbaik harus mempertimbangkan konteks spesifik analisis, ketersediaan sumber daya, serta tujuan kajian. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan menganalisis berbagai metode identifikasi natrium siklamat pada makanan dan minuman yang telah dilakukan oleh para peneliti.
EVALUASI KINERJA ALAT JACKETED VESSEL (E-240) PADA PEMBUATAN HAND AND BODY LOTION DI SECTION MAKING PT SEJAHTERA UTAMA Ennada, Sabrina Asyrofa Aulia; Suharti, Profiyanti Hermien; Prasetyo, Bowo Pujo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6606

Abstract

Alat penukar panas merupakan alat untuk memindahkan energi dalam bentuk panas antar fluida dengan suhu berbeda. Efisien pertukaran panas dipengaruhi oleh laju pertukaran panas, koefisien perpindahan panas keseluruhan, dan luas bidang perpindahan panas. Alat penukar panas yang cocok untuk industri kosmetik yaitu jacketed vessel. Jacketed vessel merupakan tangki yang dilengkapi pengaduk dengan pemanas berupa jacket yang mengelilingi tangki. Prinsip kerja dari jacketed vessel yaitu fluida masuk dalam tangki untuk dipanaskan menggunakan pemanas yang berasal dari jacket berupa steam. Kinerja jacketed vessel di industri perlu diperhatikan dengan tujuan menjaga efisiensi perpindahan panas berjalan secara normal. Perhitungan evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi jacketed vessel (E-240) berdasarkan nilai koefisien perpindahan panas (U) dalam proses pembuatan hand and body lotion di PT Sejahtera Utama. Tahapan yang dilakukan adalah mengumpulkan data design dan suhu operasi selama 12 hari kerja. Hasil perhitungan yang didapat untuk nilai U data design sebesar 9,375 Btu/hr.ft2.oF, sedangkan nilai U rata-rata didapatkan 8,100 Btu/hr.ft2.oF dengan efisiensi 86,40 %. Hal tersebut disimpulkan bahwa alat jacketed vessel (E-240) masih dalam kinerja yang baik karena efisiensi perpindahan panas <70 %.
PENGARUH KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP PENYISIHAN PARAMETER NILAI TSS DAN TURBIDITY PADA PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KRIMER Fadila, Dini Fitria Marta; Mustain , Asalil; Dandel, Bernardete Ferdinata
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6607

Abstract

Limbah cair hasil proses industri merupakan bahan sisa operasi pabrik yang mempunyai karakteristik tertentu   dan tersuspensi dalam air. Limbah cair termasuk jenis polutan berbahaya dan beracun. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kekeruhan limbah cair dari industri krimer melalui penambahan koagulan, sehingga kandungan Total Suspended Solid (TSS) dapat dianalisis. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis koagulan dan kecepatan pengadukan terhadap efektivitas penyisihan pada air limbah industri krimer. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dengan pengumpulan data secara langsung pada sampel limbah cair industri krimer. Flocculant Tester FP4 digunakan untuk proses pengolahan limbah cair industri krimer. Sampel limbah cair sebanyak 500 ml ditambahkan koagulan Aluminium Chlorohydrate (ACH), Poli Aluminium Chlorida (PAC), dan Polydadmac dengan dosis sebesar 0,0024 ; 0,0032 ; 0,0040 ; 0,0044 ; dan 0,0052 v/v. Dengan variasi dosis tersebut, dosis yang paling optimum yaitu 2 ml pada masing-masing koagulan dengan kecepatan pengadukan yang optimal pada 100 rpm selama 1 menit untuk koagulan dan 20 rpm selama 30 detik untuk flokulan. Dari beberapa koagulan yang telah dianalisis, koagulan Aluminium Chlorohydrate (ACH) menunjukkan hasil kemampuan penurunan nilai TSS yang paling efektif dari koagulan lainnya. Kecepatan pengadukan pada proses pengolahan limbah cair krimer yang paling efektif sekitar 100 rpm selama 1 menit.  Pengaruh kecepatan pengadukan yang optimal dapat membantu pembentukan flok cukup besar sehingga dapat meningkatkan efektifitas proses pengendapan. Selain itu, kecepatan pengadukan sangat berpengaruh terhadap efesiensi proses pengolahan air limbah.
EVALUASI KONSUMSI BAHAN BAKAR GAS TURBIN GENERATOR PADA UNIT UTILITAS INDUSTRI PUPUK MENGGUNAKAN METODE SIKLUS BRAYTON DENGAN KAPASITAS 23,5 MW Azhari, Achmad Naufal; Takwanto, Anang
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6611

Abstract

Perkembangan tenaga listrik di Indonesia berlangsung dengan cepat. Hal ini seiring dengan bertambahnya permintaan beban masyarakat ataupun pada suatu industri, khususnya industri pupuk. Di dalam sistem turbin gas digunakan bahan bakar gas tentunya akan mempengaruhi unjuk kerja pada turbin gas salah satunya adalah terhadap performa sistem turbin gas. Pada turbin gas di unit utilitas industri pupuk yang menjadi permasalahan yaitu tidak mampu menyimpulkan konsumsi bahan bakar gas yang digunakan sudah tepat atau berlebih. Kebutuhan bahan bakar akan berpengaruh terhadap pengeluaran dari pabrik, semakin sedikit bahan bakar yang digunakan akan menghemat pengeluaran pabrik. Hal tersebut perlu dilakukan penelitian evaluasi dari proses produksi daya yang dihasilkan gas turbin. Metode siklus brayton digunakan untuk menentukan beban daya dengan menghitung efisiensi kompressor dan turbin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan bahan bakar gas alam pada gas turbin generator. Evaluasi ini dilakukan dengan cara observasi lapangan pada Gas Turbin Generator Unit Utilitas Industri Pupuk untuk pengumpulan data, data yang diperoleh berupa data tekanan, temperatur dan laju alir massa. Pada analisa daya yang dihasilkan Gas Turbin Generator digunakan siklus brayton untuk mengevaluasi bahan bakar gas. Hasil dari perhitungan diperoleh untuk daya net yang tetap 23,5 MW, konsumsi bahan bakar gas dapat dikurangi dari 8,50 MMSCFD menjadi 8,33 MMSCFD dengan cara menaikkan tekanan bahan bakar gas dari 108 psig menjadi 170 psig. Jadi hasil perhitungan dan evaluasi tersebut bahwa penggunaan bahan bakar gas alam pada gas turbin bisa dikurangi sehingga bisa menghemat pengeluaran.

Page 1 of 3 | Total Record : 25