cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023" : 29 Documents clear
PENGARUH RASIO KADAR TEPUNG MAGGOT TERHADAP KUALITAS PAKAN IKAN LELE Monica, Sandra Lia Dwi; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4171

Abstract

Pakan merupakan salah satu komponen yang penting sebagai penunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Kualitas dan jenis pakan ikan lele dipengaruhi oleh bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pakan ikan lele. Tepung maggot (Hermetia illucens) menjadi salah satu alternatif bahan baku pengganti tepung ikan dalam pembuatan pakan ikan lele dengan kandungan gizi yang baik yaitu kandungan protein 43,23%, lemak 19,83%, serat kasar 5,87%, abu 4,77% dan BETN 26,3% . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh rasio kadar tepung maggot terhadap kualitas pakan ikan lele. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pencampuran bahan, pencetakan dan pengeringan. Pencampuran bahan meliputi tepung maggot, tepung dedak, tepung jagung, tepung kedelai dan tepung tapioka dengan variasi rasio kadar tepung maggot sebesar 25%, 35%, 45%, dan 55% dari berat total bahan yang digunakan. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa rasio kadar tepung maggot 55% merupakan hasil terbaik dengan kualitas pakan ikan yang sesuai SNI 01-4087-2006 dengan nilai kadar air 2,74%, kadar abu 8,59%, kadar protein 78,8%, dan kadar lemak 51,61%. Semakin tinggi rasio kadar tepung maggot yang digunakan maka semakin baik kualitas pakan ikan lele yang dihasilkan.
PENINGKATAN KUALITAS BATU BARA DENGAN METODE AGLOMERASI DENGAN MINYAK GORENG BEKAS MENGGUNAKAN PERALATAN MICROWAVE Sahari, Bintan Aulia Sabrina Larasati; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4172

Abstract

Batu bara merupakan salah satu sumber energi yang sangat penting saat ini dan memiliki pemanfaatan yang luas dalam industri berskala besar. Tinggi rendahnya kualitas batubara tergantung pada kadar air yang terkandung didalamnya, untuk meningkatkan kualitasnya diperlukan pengolahan yang bertujuan mengurangi kadar air pada batu bara. Salah satu proses yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas batubara yaitu dengan metode aglomerasi menggunakan peralatan microwave. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan radiasi gelombang mikro dalam meningkatkan kualitas batubara berupa kadar air dan kadar abu menggunakan metode aglomerasi, dengan menganalisis pengaruh waktu dan daya pada microwave. Metodologi penelitian ini dilakukan dengan cara pencampuran batu bara dan air, kemudian ditambahkan agglomerant agent berupa minyak goreng bekas dengan perbandingan 1:1. Campuran tersebut dimasukkan kedalam microwave dengan waktu proses selama 1, 2, 3, 4, dan 5 menit. Untuk daya yang digunakan sebesar 400, 600, dan 800 watt. Proses selanjutnya yaitu penyaringan dan batu bara di oven selama 60℃ selama 2 jam. Analisa kualitas yang dilakukan adalah kadar air dan kadar abu batu bara sebelum dan sesudah dilakukan proses aglomerasi. Setelah dilakukan radiasi gelombang mikro, didapatkan hasil semakin lama waktu proses dalam microwave, kadar air dan kadar abu dalam batubara semakin berkurang. Penggunaan daya microwave yang lebih tinggi juga menghasilkan penurunan yang lebih signifikan pada kadar air dan kadar abu dalam batubara. Kondisi terbaik diperoleh pada waktu proses 5 menit dengan penggunaan daya microwave sebesar 800 watt dengan hasil kadar abu sebesar 9,9816% dan kadar air sebesar 1,5076%.
EFFECT OF BAKER'S YEAST CONCENTRATIONS ON ECO ENZYME PRODUCTS BY THE FERMENTATION PROCESS Kamaliya, Nurul; Lusiani, Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4173

Abstract

Eco enzyme is a liquid fermented from organic waste such as vegetable or fruit peels, brown sugar or molasses, water, and yeast. In the production of eco enzyme, yeast is used as a catalyst to accelerate the fermentation process, such as baker's yeast, one type of yeast that could be used. The purpose of this research is to determine how the concentration of baker's yeast affects the eco enzyme products. Citrus peels, melon peels, coconut brown sugar, water, and baker's yeast were ingredients used in this research. The eco enzyme fermentation process lasted ten days, after which the eco enzyme product was examined for pH value, acetic acid content, TDS (Total Dissolved Solids) value, organoleptic properties such as color and scent, and protease enzyme activity. The results showed that the value of pH value, acetic acid content, and TDS value increased as the concentration of baker's yeast was added in the production of eco enzyme. In this research, the range of pH values ​​was 4.15-4.2, acetic acid content was 1.35-2.03% v/v, TDS values was 1475-2056. Data from 25 panelists was used to generate color and scent from eco enzyme products. The test results showed that eco enzyme products had a fermented and citrus fruit scent and a pale yellow to deep yellow tint. Protease enzyme activity tests were performed on samples containing 5% % w/v baker's yeast, and it was discovered that there was one colony incubating for six days, but the results were not highly significant.
STUDI KARAKTERISTIK BRIKET CAMPURAN USED CARBON DAN SLUDGE INDUSTRI BIOTEKNOLOGI DENGAN ANALISA PROKSIMAT DAN NILAI KALOR Wardani, Farida Kusuma; Ariani, Ariani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4174

Abstract

Used carbon merupakan limbah dari proses produksi pada industri bioteknologi yang tergolong ke dalam limbah B3, sedangkan sludge IPAL yang dihasilkan oleh industri bioteknologi tidak termasuk dalam limbah B3. Kedua limbah tersebut wajib dikelola oleh pihak industri yang bersangkutan karena dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, yaitu apabila terbawa aliran air hujan dan masuk ke dalam badan air, maka dapat menurunkan kualitas air dan merusak ekosistem air. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh limbah tersebut dapat diatasi dengan pemanfaatan limbah sebagai bahan baku sumber energi alternatif berupa briket dengan memanfaatkan nilai kalor yang terkandung pada limbah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas terbaik dari briket campuran used carbon dan sludge untuk dijadikan sumber energi alternatif. Metode penelitian diawali dengan karakterisasi bahan baku dan dilanjutkan pembuatan produk briket. Briket berbahan baku used carbon kemudian ditambahkan bahan baku tambahan berupa sludge yang dicampur dengan perbandingan 4:1, 2:1, dan 1:1 pada masing-masing ukuran 60 mesh, 40 mesh dan 20 mesh. Briket yang dihasilkan kemudian dilakukan analisa proksimat dan dilakukan perbandingan dengan SNI 4931 Tahun 2010. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh briket dengan kualitas terbaik pada ukuran 60 mesh dengan perbandingan 4:1, kadar air 7,52%%, kadar abu 12,21%, volatile matter 35,59%, fixed carbon 44,68% dan nilai kalor 5.070,52 kal/g yang telah memenuhi standar SNI 4931 Tahun 2010.
QUALITY OF ECO ENZYME PRODUCED THROUGH A FERMENTATION PROCESS IN VARIOUS "TEMPE" YEAST CONCENTRATIONS Maharani, Dea Resty Novita; Lusiani, Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4176

Abstract

Organic waste that accumulates and is not adequately managed causes disease and environmental problems. Therefore, one method to solve the problems is to convert it into eco enzyme, a liquid created from the fermentation of organic waste, specifically vegetable and fruit peels, sugar, and water. Anaerobic fermentation is utilized to produce eco enzymes, with yeast added to shorten the fermentation time. The goal of this research is to determine the effect of "tempe" yeast concentration on the quality of eco enzymes. Eco enzyme was made from brown sugar, fruit peels (oranges and melons), and water in a 1:3:10 ratio. "Tempe" yeast concentrations of 1, 2, 3, 4, and 5 %w/v were used in the fermentation process for producing eco enzyme. The eco enzyme products were examined by analyzing pH value, acetic acid content, Total Dissolved Solids (TDS) value, organoleptic properties (aroma and color), and protease enzyme activity. The pH and TDS values of eco enzyme products increased as the concentration of "tempe" yeast increased. The results showed that eco enzyme products have pH values in the range of 3.5-4, acetic acid content of 0.81-1.08 %v/v, TDS value of 1000-2000 ppm, with fermented and orange aroma and a bright yellow color. According to the results, the addition of 3 %w/v "tempe" yeast in the production of eco enzyme was selected as a sample tested for protease enzyme activity and a clear zone was identified around the colony, indicating that there was protease enzyme activity.
ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) PADA PERUSAHAAN PESTISIDA Salsabilla, Yoan; Dewajani, Heny; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4177

Abstract

Produksi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) terus bertambah besar tidak hanya di negara maju namun juga di negara berkembang termasuk Indonesia. Untuk menyikapi hal tersebut pemerintahh mengeluarkan beberapa regulasi, salah satunya yakni Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, membahayakan lingkungan hidup, kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber limbah B3 dari hasil produksi, mengetahui pengelolaan limbah B3, serta membandingkan standar yang telah ditetapkan pemerintah. Metode penelitian menggunakan metode perbandingan antara kondisi di perusahaan pestisida dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil analisis pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) perusahaan pestisida telah melakukan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan sangat baik, rata-rata dari hasil perhitungan pengelolaan limbah B3 pada perusahaan industri adalah 100% meliputi pengemasan dan pewadahan, penyimpanan, pelabelan simbol dan label serta pengangkutan internal maupun kepada pihak ketiga.
PENGARUH WAKTU DAN SUHU PIROLISIS TERHADAP MUTU BRIKET DARI LIMBAH PADAT GONDORUKEM Ramadha, Nabilla Sagita; Azizah, Rizkia Rismalina Nur; Mufid, Mufid
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4180

Abstract

Kebiasaan masyarakat menggunakan satu jenis sumber energi fosil masih sering dijumpai di Indonesia. Industri penghasil gondorukem dari getah pinus menghasilkan limbah padat yang belum diolah secara maksimal. Limbah padat gondorukem terdiri dari dedaunan, ranting, serpihan kayu, getah, dan terpentin. Adapun solusi untuk mengolah limbah ini dan untuk mengganti kebiasaan masyarakat tersebut adalah dengan mengubahnya menjadi energi terbarukan berupa briket. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan pengaruh lamanya waktu dan suhu pirolisis terhadap mutu briket dari limbah padat gondorukem, serta menentukan perbandingan mutu briket dengan SNI 01-6235-2000. Pembuatan briket dilakukan dengan pengeringan bahan selama 12 jam, pengarangan dengan metode pirolisis, penghancuran arang, dan pencetakan. Variabel yang digunakan yaitu waktu (30 menit, 60 menit, 90 menit) dan suhu (250°C, 300°C, 350°C) pirolisis. Dari hasil percobaan didapatkan semakin tinggi suhu pirolisis, maka semakin tinggi kadar abu, kadar zat terbang, dan nilai kalor, serta semakin rendah kadar air dan kadar karbon terikat Semakin lama waktu pirolisis, maka semakin tinggi kadar abu dan kadar zat terbang, serta semakin rendah kadar air, kadar karbon terikat, dan nilai kalor. Beberapa briket memenuhi standar mutu SNI 01-6235-2000. Pada mutu kadar air, kadar zat terbang, dan nilai kalor briket limbah padat gondorukem telah memenuhi standar. Sedangkan pada mutu kadar abu dan karbon terikat briket tidak memenuhi standar.
DESAIN COOLER PADA PRARANCANGAN PABRIK DISPROPORTIONATED ROSIN DARI GONDORUKEM GRADE WG DENGAN KAPASITAS 3000 TON/TAHUN Salsabila, Anne Rahma; Chumaidi, Achmad; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4181

Abstract

Tahapan proses pada pembuatan disproportionated rosin dari gondorukem yaitu tahap persiapan, pencampuran, reaksi kimia, pengendapan, pemisahan, dan pemurnian. Pada tahap pemurnian, disproportionated rosin produk dari evaporator didinginkan sebelum disimpan dalam tangki penyimpanan menggunakan cooler. Tujuan pendinginan untuk menurunkan suhu disproportionated rosin produk evaporator agar sesuai dengan kondisi operasi tangki penyimpanan. Oleh karena itu diperlukan desain cooler yang sesuai untuk menurunkan suhu disproportionted rosin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan desain cooler pada prarancangan pabrik disproportionated rosin dengan kapasitas 3000 ton/tahun. Acuan yang digunakan pada perhitungan desain cooler adalah buku Process Heat Transfer oleh Donald Q. Kern menggunakan bantuan microsoft excel. Dari hasil perhitungan didapatkan tipe cooler yaitu Double Pipe Heat Exchanger (DPHE) dengan dimensi ukuran 2x1¼, NPS 1¼, schedule 40, diameter dalam pipa 0,115 ft, diameter luar pipa 0,138 ft, panjang pipa 20 ft, dan jumlah hairpin sebanyak 3 buah. Desain cooler ini diharapkan dapat menjadi acuan desain kebutuhan alat pada proses industri.
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI SERBUK GERGAJI DENGAN KAPASITAS 8100 TON/TAHUN Rahmayanti, Amalia Putri Dwi; Susanti, Ari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4182

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara kaya akan sumber daya alam berupa kayu yang sering digunakan untuk berbagai keperluan industri khususnya industri mebel (furniture). Salah satu limbah industri mebel (furniture) yang banyak dihasilkan ialah berupa serbuk gergaji. Limbah ini sangat berpotensi untuk diolah menjadi karbon aktif karena adanya kandungan selulosa dan lignin yang dapat mengikat ion logam berat. Pemanfaatan karbon aktif banyak digunakan di berbagai industri, diantaranya sebagai adsorben polutan limbah dan logam berat. Hadirnya karbon aktif diharapkan dapat menaikkan nilai jual serbuk gergaji serta dapat memenuhi kebutuhan karbon aktif dalam negeri sehingga mampu menekan angka impor di Indonesia dalam bidang Industri Kimia. Pra rancangan pabrik karbon aktif serbuk gergaji ini berkapasitas 8100 ton/tahun dengan waktu operasi selama 330 hari dalam setahun dan 24 jam per hari. Tujuan analisis ekonomi dalam pra rancangan pabrik ini adalah untuk memperoleh perkiraan (estimasi) mengenai kelayakan investasi modal dalam kegiatan produksi pada pabrik tersebut serta untuk mengetahui kebutuhan modal investasi sebagai pertimbangan investor untuk memberikan investasinya terhadap pabrik yang akan dibangun. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai Return on Investment (ROI) setelah pajak sebesar 19,61%, nilai Pay Out Time (POT) setelah pajak selama 2,7 tahun, nilai Break Even Point (BEP) sebesar 42%, nilai Shut Down Point (SDP) sebesar 18%, dan nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 30,12%. Karena nilai ROI dan IRR yang diperoleh lebih besar dari bunga pinjaman bank yaitu sebesar 30% maka pabrik termasuk layak untuk didirikan.
EVALUASI NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI PADA PROSES DISTILASI ATMOSFERIK DI UNIT KILANG PPSDM MIGAS CEPU Maya, Poppy Puspa; Dewi, Anisa Rahma; Rohmadi, Rohmadi; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4184

Abstract

Pengolahan crude oil untuk menghasilkan produk minyak bumi meliputi persiapan bahan baku, proses distilasi atmosferik, dan proses treating. Proses distilasi atmosferik di unit kilang PPSDM Migas Cepu bertujuan untuk pemisahan fraksi dalam crude oil menjadi produk-produk yang dikehendaki berdasarkan perbedaan titik didihnya pada tekanan atmosfer. Pada artikel ini dilakukan evaluasi pada proses distilasi atmosferik di unit kilang. Metode evaluasi yang dilakukan meliputi menghitung neraca massa, neraca energi, dan efisiensi alat dengan mengolah data lapangan serta data literatur. Neraca massa dapat dihitung menggunakan data mass flow rate dan total feed. Perhitungan neraca energi memerlukan data massa dan perubahan entalpi. Perhitungan efisiensi panas memerlukan data panas yang hilang dan data panas yang masuk. Berdasarkan hasil perhitungan pada periode 01– 05 Agustus 2022, kapasitas crude oil di unit kilang PPSDM Migas Cepu sebesar 290.975,9146 kg/hari produk yang dihasilkan adalah pertasol CA 13.815,7886 kg/hari, pertasol CB 24.533,1042 kg/hari, pertasol CC 10.230,8168 kg/hari, solar 171.651,0263 kg/hari, dan residu 69.350,5995 kg/hari. Efisiensi panas pada kolom fraksinasi lebih dari 40%. Berdasarkan Perry’s Chemical Engineers Handbook 7th Edition Gas-Liquid Contacting Systems, column efficiency minimal 40%. Dalam Petroleum Refinery Engineering karya W.L. Nelson dimana Thermal Efficiency alat adalah 60%-95%. Hal ini menunjukkan bahwa tiap alat masih layak digunakan.

Page 1 of 3 | Total Record : 29