cover
Contact Name
Ida Bagus Putu Eka Suadnyana
Contact Email
idabaguseka09@gmail.com
Phone
+6287862277494
Journal Mail Official
idabaguseka09@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja Jl. Kresna, Gang III No 2B Singaraja Telp. (0362) 21289
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
GENTA HREDAYA: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja
ISSN : 25986848     EISSN : 27221415     DOI : -
Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja hadir untuk memberi ruang bagi para penulis yang ingin mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai filsafat Hindu. Implementasi ajaran filsafat khususnya filsafat Hindu ini hampir setiap saat dijumpai dalam setiap aspek kehidupan umat beragama. Genta Hredaya sebagai Jurnal Filsafat Hindu berusaha melakukan pencerahan melalui kontemplasi hakikat berbagai macam pengetahuan keagamaan. Fokus Genta Hredaya adalah: 1. Filsafat Hindu 2. Ilmu Filsafat 3. Ilmu Agama 4. Ilmu Budaya 5. Filsafat India 6. Filsafat Nusantara 7. Kajian Susastra Hindu
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2023)" : 13 Documents clear
IMPLEMENTASI TRADISI MAJEJAHITAN SEBAGAI PEMBELAJARAN BERBASIS ETNOPEDAGOGI DALAM KONSTRUKSI ASPEK PENGETAHUAN BAGI SISWA DI SD LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA Gusti Ayu Indrawati Rahayu
Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/gentahredaya.v7i1.2725

Abstract

Tradisi majejahitan merupakan kearifan lokal yang sudah melekat dan menjadi identitas masyarakat Bali. Majejahitan kemudian menjadi tradisi yang diadaptasikan dalam pembelajaran berbasis etnopedagogi di SD Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini memfokuskan pada permasalahan yaitu bentuk implementasi majejahitan dan implementasi aspek pengetahuan dalam majejahitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnopedagogi dan diulas melalui teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa bentuk implementasi majejahitan dalam pembelajaran di SD Laboratorium Undiksha Singaraja meliputi; 1) praktikum, 2) ekstrakurikuler, 3) piodalan sekolah, dan 4) perlombaan. Kemudian implementasi aspek pengetahuan dalam majejahitan dapat dikonstruksi dalam empat tahapan, yaitu; 1) pengetahuan faktual meliputi hapalan bentuk, nama, dan tujuan majejahitan, 2) pengetahuan konseptual, meliputi siswa dapat menghubungkan antara bentuk, fungsi, dan makna majejahitan, 3) pengetahuan prosedural, meliputi pengetahuan yang berkenaan dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menghasilkan luaran produk, yang terdiri dari syarat keterampilan, syarat sikap kooperatif, dan syarat kesucian, dan 4) pengetahuan metakognitif, meliputi kemampuan siswa untuk mengobservasi kembali, mengevaluasi hasil produk, serta dapat mengimplementasikan kemampuannya dengan menyesuaikan situasi dan kondisi di masyarakat.
ASPEK TATTWA, SUSILA DAN UPACARA DALAM TRADISI NGERASAKIN DI DESA BANYUASTIS gede mahardika
Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/gentahredaya.v7i1.2845

Abstract

Agama Hindu sangat kaya akan tradisi dan upacara agama dengan menggunakan berbagai simbol-simbol dalam pelaksanaan keagamaanya, tradisi ngerasakin merupakan salah satu tradisi yang dilaksanakan di Desa Banyuatis. Tradisi ngerasakin merupakan bentuk upacara yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Banyuatis yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan sebagai rasa sukur dan bhakti kehadapan Sang Hyang Widhi Wasa atas karunia dan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk menggali aspek tattwa, susila dan upacara dalam tradisi ngerasakin di Desa Banyuatis. Penelitian ini menggunakan pendekatan teologi, jenis data penelitian ini adalah data kualitatif dengan metode pengumpulan datannya ada tiga yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Aspek tattwa dalam penelitian ini dapat dilihat dari brahma tattwa yaitu pemujaan kepada Jero Sedahan. Jero Sedahan merupakan manifestasi Tuhan yang Maha Esa atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai penjaga perkebunan dan pertanian. Aspek susila dapat dilihat dari bentuk bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang merupakan untuk menjaga kehidupan yang harmonis antara penguasa Dunia. Aspek upacara dapat dilihat dari banten yang digunakan dalam upacara ngerasakin sebagai simbul bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Elaborasi Pemikiran Tomas Aquinas Dengan Bharadaranyaka Upanisad Ida Bagus Wika Krishna
Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/gentahredaya.v7i1.3200

Abstract

Hasil karya ilmiah ini murni hasil pemikiran dari penulis dengan dibantu oleh beberapa studi literature yang dapat diferifikasi. Artikel ini mengulas bagaimana pemikiran Thomas Aquinas sebagai seorang tokoh filsuf era abad pertengahan yang memberikan banyak sumbangan terhadap filsafat dan teologi khususnya dan juga pembahasan mengenai salah satu susastra Hindu yaitu Bharadaranyaka Upanisad yang berupakan karya sastra yang berusahan menjelaskan Tuhan dengan pendekatan filsafat atau logika. Mengelaborasikan pemikiran Thomas Aquinas yang merupakan aliran filsafat barat dengan Bharadaranyaka upanisad yang merupakan filsafat Timur memiliki kesulitan tersendiri, namun berkat bantuan Tuhan yang maha esa dan bantuan dari beberapa penelitian terdahulu artikel inipun berhasil terselesaikan. penulis melihat adanya persamaan konsef pemikiran antara Thomas Aquinas dengan konsef ketuhanan yang ada di Bharadaranyaka Upanisad. persamaan itu terletak pada bagaimana Thomas Aquinas dan Bharadaranyaka Upanisad memandang Tuhan,keduanya sama sama sepakat bahwa Tuhan itu ada dan bersifat esa atau tunggal.Persamaan konsef juga terletak pada usaha keduanya untuk memeberikan pengetahuan tentang tuhas dengan pendekatan filsafat.

Page 2 of 2 | Total Record : 13