cover
Contact Name
Riska Rosita
Contact Email
lppm@udb.ac.id
Phone
+6285725003989
Journal Mail Official
infokes@udb.ac.id
Editorial Address
Jl. Samanhudi No.93, Sondakan, Laweyan, Surakarta (Kampus 2)
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Infokes : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
ISSN : 20862628     EISSN : 27455629     DOI : https://doi.org/10.47701/infokes.v10i1
Core Subject : Health,
Medical Record Medical Informatics Health Policy and Management Midwifery Public Health Critical Care and Intensive Care Medicine Pharmacy
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014" : 7 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA REPAKING KECAMATAN WONOSEGORO KABUPATEN BOYOLALI Anik Kurniawati
Jurnal Infokes Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v4i1.78

Abstract

Status gizi balita dipengaruhi langsung oleh asupan nutrisi dan penyakit infeksi.Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan status gizi balita yaitu program Kadarzi terdiri atas menimbang berat badan balita secara teratur, pemberian ASI eksklusif, makan beraneka ragam makanan, konsumsi garam beryodium, dan suplementasi vitamin A. Cakupan Kadarzi di Boyolali 51,74%, di Desa Repaking terdapat 26 dari 356 balita di Bawah Garis Merah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan indikator Kadarzi dengan status gizi balita serta mengetahui hubungan status Kadarzi dengan status gizi balita. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang dilakukan  Februari–Maret 2013. Subjek penelitian 110 ibu dan balita, diambil dengan teknik random sederhana 11 subjek setiap posyandu. Hasil penelitian menunjukkan indikator makan beraneka ragam makanan terdapat perbedaan pada kelompok gizi baik (87%) dibandingkan dengan kelompok gizi kurang (60%) (p=0,005). 18 dari 82 balita (22%) dari ibu dengan Kadarzi belum baik memiliki status gizi kurang, sedangkan  ibu dengan Kadarzi baik hanya terdapat 2 dari 28 balita dengan status gizi kurang. terdapat perbedaan antara Kadarzi dengan status gizi balita (p=0,040; RP=3,07). Simpulan terdapat hubungan indikator makan beraneka ragam makanan dengan status gizi balita, sedangkan empat indikator yang lain tidak terdapat hubungan bermakna. Terdapat hubungan bermakna status Kadarzi dengan status gizi balita.Kata kunci: kadarzi, status gizi
HUBUNGAN POSISI BERSALIN DENGAN RUPTUR PERINEUM DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI (BPM) KASIYATI SUKOHARJO Siti Muliawati
Jurnal Infokes Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v4i1.79

Abstract

Latar Belakang:Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI), 2007 AKI sebesar 262 / 100.000 kelahiran hidup. Oleh karena itu perhatian terhadap peristiwa kehamilan dan persalinan sangat penting melalui upaya pada Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang berkualitas menyeluruh dan terpadu. Diharapkan dapat ditingkatkan cakupan layanan yang pada gilirannya akan menurunkan AKI (Ardianto, 2008 : 1).Tujuan: Untuk menurunkan angka kematian Ibu sekaligus penyebabnya, dan untuk engetahui apakah ada hubungan antara posisi melahirkan dengan laserasi jalan lahir.Metode Penelitian: Desain penelitian ini  kuantitatif diskriftif non eksperimental korelasional Analisa data adalah analisa bevariate, dengan Uji statistik chisquare.Hasil Penelitian Dari 32 pasien di lebih banyak menggunakan posisi bersalin litotomi berlebihan 20 pasien, 12  pasien  menggunakan posisi setengah duduk  5 pasien menggunakan posisi setengah duduk mengalami ruptur dan 7 pasien menggunakan posisi setengah duduk tidak ruptur. yang menggunakan posisi litotomi berlebih ada 17 pasien  ruptur dan 3 pasien menggunakan litotomi berlebih tidak ruptur. Hipotesa PenelitianBerdasarkan tabel 6.3 diketahui bahwa hasil uji didapat X2 hitung sebesar 6,555 dengan α 0,05 maka X2 tabel 3,841. karena X2 hitung > X2 tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, jadi ada hubungan antara posisi bersalin dengan rupur perineum.Kesimpulan :Hasil penelitian X2 hitung sebesar 6,555 lebih besar dari X2 tabel sebesar 3,841, sehingga dapat disimpulkan ada hubungan posisi bersalin dengan ruptur perineum Kata Kunci   : Posisi Bersalin, Ruptur Perineum
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DENGANE-LEARNING BERBASIS BLOG DALAM PERKULIAHAN BIOMEDIK Junaidi Edy Purwanto; Siti Muliawati
Jurnal Infokes Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v4i1.80

Abstract

Prestasi belajar mahasiswa di kampus sering diindikasikan dengan permasalahan belajar dari  mahasiswa tersebut dalam memahami materi. Indikasi ini dimungkinkan karena faktor belajar mahasiswa yang kurang efektif, kurang respect terhadap dosen, bahkan mahasiswa sendiri tidak merasa termotivasi dalam mengikuti pembelajaran di kelas.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan  implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dengan e-learning berbasis blog dalam perkuliahan Biomedik sebagai upaya    meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.Metode pengumpulan data dengan cara observasi, tes, dokumentasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif prosentase.Analisis data ini digunakan untuk menganalisis mengenai prosentase hasil evaluasi yang dilakukan oleh dosen pada saat pelaksanaan tindakan.Populasi adalah semua mahasiswa semester I tahun akademik 2013/2014 berjumlah 270 orang.Sampel yang digunakan adalah 2 kelas yaitu 91 mahasiswa.Hasil yang dicapai menunjukkan  rata-rata yang didapat adalah 63,26 untuk kelas control dan 72,65 untuk kelas eksperimen.   Dari observasi terhadap dosen didapat kesimpulan bahwa kemampuan dosen dalam mengelola kelas dikatakan efektif, karena jumlah persentase penilaian baik dan sangat baik lebih daripada jumlah persentase penilaian cukup, kurang baik dan sangat tidak baik,, yaitu : 91,66% > 8,33 %. Observasi aktivitas mahasiswa   dikatakan efektif, karena persentase penilaian baik dan sangat baik lebih daripada persentase penilaian cukup, kurang baik dan sangat tidak baik,  yaitu : 100% > 0 %. Hasil respon angket mahasiswa dari kelas eksperimen   persentase penilaian sangat baik dan baik sebesar 100%. Artinya, bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dengan e-learning berbasis blog pada mata kuliah biomedik dapat diterima dan dipahami oleh mahasiswa.Kata Kunci : Think-Pair-Share, e-learning, blog, efektif, prestasi belajar
MEKANISME KOPING UNTUK MENGATASI NYERI PERSALINAN KALA 1 Wahyu purwaningsih; Annisa Andriyani
Jurnal Infokes Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v4i1.81

Abstract

Introduction : Childbirth is an event filled with stress on most women giving birth that causes increased pain , fear and anxiety.Coping mechanisms used different birth mothers - both very depending multigravida, primigravida or the factors that influence maternal coping mechanism in the active phase. Objective: To describe the characteristics primigravida and multigravida , coping mechanisms for pain multigravida and primigravida, and know the difference in the coping mechanisms used primigravida and multigravid to cope with labor pain. Methods: univariate and bivariate analyzes t-test.Result : Characteristics at least primigravida dominant for ages 20-34 years (85.7%) , secondary education (57.1%) , work as employees (57.1%) , Assistance during childbirth is the husband (57.1%) . Characteristics of the most dominant multigravid mother for ages 20-34 years (79.3%) , birth spacing 2-5 years (55.2%) , secondary education (75.9%) , work as housewives (41.44%) , Assistance during childbirth is the husband (69%) . Coping mechanisms are maladaptive in primigravida (71.4 %) , while the mechanism of adaptive coping in mothers multigravida (55.2%) and there are differences in coping mechanisms used in primigravida and multigravida mothers , seen from the mean difference for the multi primigravida 13 and 16.24 .Conclusion ; coping mechanisms used in primigravida first stage of labor pain is maladaptive whereas the adaptive multigravida. Keywords: Coping Mechanisms , Primigravida, Multigravida, Delivery
PELAKSANAAN RUJUKAN PERSALINAN DAN KENDALA YANG DIHADAPI Indarwati -; Wahyuni -
Jurnal Infokes Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v4i1.82

Abstract

Introduction; The result ofintroduction there are some difficulties referring to patients, such as family misunderstanding, patient’s fear of caesarean operation and financial problem for hospital that costly expense.  Objective ; this study is to examine the ability of midwives to carry out the patient referral,  The target to be achieved is to get a real picture whether its implementation is appropriate to BAKSOKU standard or not. Methods; Qualitative research in the form of phenomenological approach.in-depth interviewing with midwives who had referred patients childbirth, and triangulation was done by a chairman of IBI, between thehead of Child and Maternal  Health Department and several midwives  who accept  the patient’s  referral in hospitals. Result shows the majority of midwives have not implemented the patient referral according to BAKSOKU standard and midwives assistance during referring mostlymade only for significant conditions.. Finally, midwives difficult to find proper transportation for patients who live in the suburbs. Conclusion : the majority of midwives have not implemented the patient referral according to BAKSOKU standard and midwives assistance during referring mostlymade only for significant conditions.Key words: Maternal ,Refferral
STRATEGI MEMBANGUN LAYANAN AKADEMIK YANG BERKUALITAS PADA PENDIDIKAN TINGGI BIDANG KESEHATAN Bangun Prajadi Cipto Utomo
Jurnal Infokes Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v4i1.83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan Strategi Membangun Layanan Akademik Yang Berkualitas Pada Pendidikan Tinggi Bidang kesehatan. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan desain etnografi melalui hasil wawancara, kajian data dan dokumentasi dan kajian pustaka yang berhasil ditemukan oleh peneliti di lapangan yang kemudian menjadi bahan kajian dan analisis dalam penelitian. Studi situs yang dilakukan peneliti di Akademi Kebidanan Citra Medika Surakarta dalam membangun pendidikan kesehatan yang unggul dan kompetitif mengharuskan dijalankannya strategi membangun kualitas layanan akademik yang terfokus pada  keunggulan dan kekuatan yang mampu menerobos kepuasan konsumen. Adapun strategi yang dikembangkan  antara lain, meliputi : bidang administrasi akademik, manajemen, Sumber Daya Manusia, kemahasiswaan, sarana dan prasarana, penjaminan mutu dan bidang kerjasama. Layanan Akademik yang berkualitas pada Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan mengacu pada standar pendidikan tinggi bidang kesehatan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1192/MENKES/PER/X/2004.Pendidikan Tinggi bidang Kesehatan seperti Akademi Kebidanan Citra Surakarta harus mampu meberikan pelayanan sebagaimana outputnya akan menembus pasar kerja bidang kesehatan. Kriteria keberhasilan lulusan yang mampu memasuku dunia kerja menggunakan kriteria pengukuran dengan melibatkan standar internal dan eksternal. Standar penialaian kinerja internal harus mampu mengembangkan kebutuhan pelanggan yang terukur. Adapun standar biaya yang dibebankan dalam meniali kepuasan pelanggan internal meliputi tingkat pelayanan dan proses pelayanan. Standar dalam penilaian kinerja eksternal dapat diukur berdasarkan kepuasan pengguna lulusan maupun  pandangan para pengguna lulusan dan masyarakat. Pada dasarnya mengelola Pendidikan Tinggi Bidang kesehatan harus mampu menghasilkan produk pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja bidang kesehatan. Itulah sebabnya sangat dibutuhkan strategi dalammembangun layanan akademik yang berkualitas pada pendidikan tinggi bidang kesehatan.Kata kunci: strategi,  layanan, kualitas dan kepuasan pelanggan
VISUALISASI TIGA DIMENSI ORGAN PARU PADA CITRA COMPUTED TOMOGRAPHY SCAN MENGGUNAKAN VOLUME RENDERING Sri Widodo; Wijiyanto -; Agung Suryadi
Jurnal Infokes Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v4i1.84

Abstract

Paru adalah organ tubuh yang berupa sepasang kantong berbentuk bulat toraks, terdapat dalam rongga dada, berfungsi sebagai alat pernapasan untuk membersihkan darah dengan oksigen yang diisap dari udara pada manusia dan sebagian binatang. Saat ini Ct Scan masih dianggap sebagai modalitas yang paling akurat dalam mendiagnosis kelainan pada paru.Masih kurangnya suatu aplikasi yang terintegrasi dengan baik dalam melakukan diagnosis terhadap kelainan organ paru, membuat para staf medis harus mempelajari kumpulan data gambar CT Scan 2-D. Diagnosis dilakukan dengan mengamati secara langsung citra CT Scan yang diletakkan pada lampu baca CT Scan menggunakan mata telanjang. Salah satu tantangan yang dapat membantu dalam proses diagnosis kelainan pada paru berbasis citra adalah ekstraksi informasi dari struktur anatomi paru dengan suatu metode segmentasi citra serta visualisasi 3-D dengan bantuan komputer.Tujuan penelitian ini adalah membuat aplikasi untuk visualisasi 3-D secara otomatis  organ paru pada citra CT Scan. Dalam penelitian ini dibagi menjadi dua tahapan, yang pertama adalah  segmentasi organ  paru menggunakan active shape model (ASM), dan yang kedua adalah visualisai 3-D organ  paru menggunakan  volume rendering.  Hasil dari penelitian  kami menunjukkan bahwa pendekatan segmentasi dengan Active Shape Modelmempunyai akurasi 96.8%, sensitifitas 88.2%.Kata Kunci:Active Shape Model, computer tomography (CT), volumerendering.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018 Vol 8 No 1 (2018) Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017 Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017 Vol 6 No 1 (2016): INFOKES Volume 6 No 1 Juli 2016 Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016 Vol 5 No 2 (2015): VOLUME 5, SEPTEMBER 2015 Vol 5 No 1 (2015): FEBRUARI 2015 Vol 4 No 2 (2014): SEPTEMBER 2014 Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014 Vol 3 No 3 (2013): Volume III No 3 November 2013 Vol 3 No 2 (2013): Volume III No II Agustus 2013 Vol 3 No 1 (2013): Volume III No I Februari 2013 Vol 2 No 1 (2012): Volume II, Nomor 1 Agustus 2012 More Issue