cover
Contact Name
Harry Budiman
Contact Email
harry@bsn.go.id
Phone
+6285718217895
Journal Mail Official
harry@bsn.go.id
Editorial Address
Kawasan Sains dan Teknologi BJ Habibie BRIN Serpong Tangerang 15314 Building 420
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Instrumentasi
ISSN : 01259202     EISSN : 24601462     DOI : 10.31153
The scientific areas covered by Instrumentasi are those backboned by scientific measurements and thus range from instrument engineering, metrology, testing, and control. All papers submitted are refereed by bona fide reviewers from leading research institutions as well as universities prior to publication to keep their quality meet the standard of the journal. The review is carried out mainly on the basis of originality, novelty, and contribution to scientific measurement. Authors need to complete the ethical clearance form for publication.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 44, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
THE BIAS OF WEB BASED RAIN GAUGE CALIBRATOR DUE TO BUBBLES Sensus Wijonarko; Dadang Rustandi; Tatik Maftukhah; Mahmudi Mahmudi; Bernadus H Sirenden; Jalu Ahmad Prakosa; Purwowibowo Purwowibowo
Instrumentasi Vol 44, No 1 (2020)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v44i1.215

Abstract

This study was devoted to investigate the bias due to entrapped air - in the cylindrical tube water - to a web based rain gauge calibrator (WBRGC). This study was carried out in laboratory temperature around 25 °C using experiment method, especially by comparing the massof the water with and without bubbles. The entrapped airusedthe space for1.57 gof 1009 g ofwater if there were no bubbles, so this condition madebiasaround - 0.16 %.This bias was very significant in contributing the uncertainty of WBRGC, where in this case was 3 ml for 966 ml of water (0.31 %). Hence, this bias should be promptly overcome.
HUBUNGAN PETIR CG DENGAN CURAH HUJAN DI DENPASAR MENGGUNAKAN KORELASI SPEARMAN DAN NILAI RYF I Putu Dedy Pratama; Ika Sulfiana Putri
Instrumentasi Vol 44, No 1 (2020)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v44i1.208

Abstract

Kota Denpasar memiliki kerawanan petir yang tinggi. Sambaran petir yang berdampak langsung ke manusia adalah jenis petir CG (Cloud to Ground). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah sambaran petir dan curah hujan (CH) yang terjadi di Kota Denpasar. Data yang digunakan adalah data curah hujan yang diperoleh dari penakar hujan otomatis atau Automatic Rain Gauge (ARG) dan data petir CG dari lightning detector yang terpasang di Stasiun Geofisika  Denpasar. Data petir CG (positif dan negatif) dibatasi dalam radius 5 km dari Stasiun Geofisika Denpasar. Hasil yang diperoleh menunjukkan hubungan antara curah hujan dan petir CG harian dengan korelasi Spearman sebesar 0,453 yang artinya hubungan kedua variabel tersebut memiliki kekuatan sedang dengan korelasi searah dimana petir dan curah hujan tidak selalu terjadi dalam waktu bersamaan. Berdasarkan perhitungan Rain-Yield per Flash (RYF), diperoleh nilai dari hubungan petir CG dengan curah hujan sebesar 4,52 x 108 kg/fl yang menunjukkan bahwa Denpasar berada di antara kondisi wilayah daratan luas dan kepulauan tropis.
PENGEMBANGAN SISTEM PENGUKURAN OTOMATIS UNTUK THERMAL VOLTAGE CONVERTER BERBASIS VISUAL BASIC PADA KETELITIAN DI BAWAH 2 µV Hadi Sardjono; Mohamad Syahadi; Hayati Amalia
Instrumentasi Vol 44, No 1 (2020)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v44i1.212

Abstract

Sejak 24 tahun yang lalu, pengukuran Thermal Voltage Converter (TVC) telah dilakukan secara semi-otomatis di Laboratorium Standar Nasional Satuan Ukuran Kelistrikan (Lab SNSU Kelistrikan) yang dikelola oleh Pusat Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia – Badan Standardisasi Nasional (Pusrisbang SDM – BSN). Proses pengukuran didukung oleh perangkat lunak Turbo Pascal berbasis DOS dengan perangkat keras (hardware) yang mutu operasionalnya telah mengalami penurunan. Sementara itu, pemeliharaan ketertelusuran harus mutlak dijamin oleh mutu sistem pengukuran yang andal, baik secara software maupun hardware. Pada penelitian ini telah dilakukan pengembangan sistem pengukuran TVC tersebut menggunakan suatu program otomatis berbasis Visual Basic. Proses kontrol diubah dari sistem kontak putar yang berbasis 3 langkah pengukuran menjadi 2 langkah pengukuran dengan posisi pengukuran DC+ dan AC. Proses pengukuran polaritas DC- diperoleh dengan cara mengontrol instrumen sumber DC melalui program yang dibangun menggunakan perangkat lunak Visual Basic. Berdasarkan hasil analisis terhadap pengukuran yang telah dilakukan, selain jumlah data pengukuran dapat direduksi, ketelitian hasil pengukuran juga meningkat dari 1.8 µV menjadi 1.7 µV pada titik ukur 1 V.
KARAKTERISASI BLACKBODY CAVITY DARI TEMBAGA UNTUK SISTEM KALIBRASI TERMOMETER TELINGA Iip Ahmad Rifai; Aditya Achmadi; Dwi Larassati; Rahman Sholeh; Melati Azizka Fajria; Arfan Sindhu Tistomo; Suherlan Suherlan; Muhammad Azzumar; Hidayat Wiriadinata; Ghufron Zaid
Instrumentasi Vol 44, No 1 (2020)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v44i1.199

Abstract

Di Indonesia, penggunaan termometer telinga sebagai alat ukur suhu tubuh sudah sangat umum di masyarakat menggantikan alat ukur suhu lain terutama termometer merkuri. Hal ini membuat pengembangan sistem kalibrasi termometer telinga dengan keakuratan tinggi merupakan suatu keharusan. Telah dibuat sistem kalibrasi termometer telinga dengan benda hitam sebagai media kalibrasi dan bak air dengan pengaduksebagai sumber panas. Pada tulisan ini, dibahas karakterisasi blackbody cavity dari tembaga untuk sistem kalibrasi termometer telinga dengan melakukan pengukuran keseragaman suhu dan pengukuran kestabilan suhu di dinding bagian dalam blackbody cavity. Dengan nilai pengukuran keseragaman suhu tersebut akan dihitung nilai emisivitas gabungan blackbody cavity tembaga untuk kalibrasi termometer telinga. Hasil pengukuran keseragaman blackbody memiliki nilai keseragaman terbesar 4,6 ºC dan nilai stabilitas 0,004 ºC pada suhu 35,5 ºC - 41,5 ºC. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa emisivitas gabungan pada dasar coneblackbody cavity hingga 0,989 pada saat isotermal dan 0,978 pada saat non-isotermal. Nilai emisivitas ini cukup mendekati nilai Planckian Radiator ideal yang bernilai 1.
PENGGUNAAN TERMOKOPEL DALAM KALIBRASI CLIMATIC CHAMBER Tistomo, Arfan Sindhu; Fajria, Melati Azizka; Soleh, Rachman; Larasati, Dwi
Instrumentasi Vol 44, No 1 (2020)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v44i1.183

Abstract

Penggunaan climatic chamber  sebagai media kalibrasi untuk proses kalibrasi termohigrometer banyak digunakan oleh laboratorium kalibrasi di Indonesia. Kalibrasi climatic chamber dapat mengacu kepada dokumen acuan DKD-R 5-7 yaitu menggunakan 9 sensor suhu berupa Resistance Thermometer Devices (RTD) dan 1 sensor kelembapan berupa chilled mirror hygrometer. Makalah ini memaparkan kalibrasi cilimatic chamber berdasar acuan tersebut dengan mengganti sensor suhu dan kelembapan.Sensor suhu yang digunakan berupa termokopel tipe T dan sensor kelembapan berupa probe termohigrometer.Pemilihan termokopel sebagai sensor suhu mengacu pada kondisi di lapangan dimana termokopel masih banyak digunakan oleh laboratorium kalibrasi dalam pengukuran suhu.Titik uji metode dilakukan pada kelembapan relatif 90 %rh pada 25 °C dengan luas daerah kerja lebih kecil daripada volume totalnya yaitu sebesar 0,25 m × 0,24 m × 0,4 m. Sebagai hasilnya, nilai inhomogenitas dan stabilitasnyaadalah sebesar 0,95 %rh dan 0,35 %rh. Nilai tersebut masih berada di dalam spesifikasi pabrik yaitu sebesar3,0%rh dan 2,5 %rh.
EVALUASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN PADA KALIBRASI MIKROPIPET Zuhdi Ismail; Renanta Hayu; Heri Sutanto; Hafid Hafid; Lukluk Khairiyati
Instrumentasi Vol 44, No 1 (2020)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v44i1.204

Abstract

Kalibrasi mikropipet merupakan bagian krusial dalam menentukan kebenaran pengukur-an volume sangat kecil hingga volume kurang dari 1 ll. Mikropipet banyak digunakan dalam bidang kesehatan, kimia, biologi, farmasi, dan genetika.Olehkarena itu, pengukuran yang dapat memberikan hasil yang dapat dipercaya sangat diperlukan. Pada makalah ini menjelaskan metode kalibrasi mikropipet hingga perhitungan ketidakpastiaannya. Metode gravimetrik digunakan untuk menentukan volume mikropipet yang diuji, yakni mikropipet variabel kanal tunggal 10-100 l. Sistem evaporation trap digunakan untuk meminamalisasi efek penguapan yang dapat memberikan hasil ukur yang tidak sesuai terhadap dokumen ISO 8655 juga diterapkan pada pengukuran ini. Pengukuran yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang konsisten dengan ketidakpastian 0,11 l (), kontribusi ketidakpastian paling besar diberikan oleh kom­ponen penimbangan cairan. Pada makalah ini ditunjukan parameter yang digunakan un­tuk memeriksa keandalan hasil pengukuran menggunakan parameter Maximum Permis­sible Random Error ( = 0,3 l) dan Maximum Permissible Systematic Error ( = 0,8 l). Beberapa parameter pada setiap titik pengukurman dibandingkan ter­hadap  dan ,  (0,09 - 0,16 l) <,  (0,009 - 0,066 l) < dan  (0,01 - 0,35 l) <, menunjukkan bahwa pengukuran yang telah dilakukan sesuai dengan persyaratan pada dokumen acuan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6