cover
Contact Name
Herry Irawansyah
Contact Email
herryirawansyah@um.ac.id
Phone
+6285345138335
Journal Mail Official
herryirawansyah@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat Jalan Jenderal Achmad Yani KM 35,5 Banjarbaru, Kalimantan Selatan - 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JTAM ROTARY
ISSN : 27216225     EISSN : 27456331     DOI : https://doi.org/10.20527/jtam_rotary.v2i2
JTAM Rotary diterbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. JTAM Rotary merupakan jurnal terbuka yang dapat diakses siapapun, baik itu peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang teknik mesin. JTAM Rotary terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan bulan September. JTAM Rotary berfokus pada jurnal-jurnal mahasiswa teknik mesin di bidang keahlian Konversi Energi, Desain dan Konstruksi, Manufaktur, dan Rekayasa Material.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020): JTAM ROTARY" : 10 Documents clear
PENGARUH AKTIVASI (KIMIA – FISIKA) PADA ARANG KAYU LABAN TERHADAP EFEKTIVITAS PEMURNIAN BIOGAS & UNJUK KINERJA GENERATOR – SET Hadi Suwarno; Ach. Kusairi Samlawi
JTAM ROTARY Vol 2, No 1 (2020): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v2i1.2004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh aktivasi (kimia - fisika) pada arang kayu laban terhadap efektivitas pemurnian biogas dan kinerja generator - set. Dalam penelitian ini bahan yang digunakan sebagai media adsorben adalah arang kayu bubuk laban 40-mesh dengan variasi: tidak ada perawatan & aktivasi (kimia - fisika) dalam bentuk arang kayu arang bubuk 40-jala menggunakan NaOH 48% sebagai aktivator untuk 24 jam kemudian dikeringkan menggunakan tungku pada suhu 100 oC selama 1 jam. Setelah itu, arang kering dipanaskan menggunakan tungku pada suhu (550 oC, 650 oC, & 750 oC) selama 1 jam. Pengujian dilakukan dengan menggunakan gas analyzer, tachometer, & infrared thermometer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi dengan aktivasi (kimia - fisika) pada 750 oC memberikan pengaruh terbaik terhadap efektivitas pemurnian biogas dengan nilai 21% untuk efektivitas karbon dioksida (CO2) & 42,77% untuk efektivitas metana (CH4), serta kinerja genset menunjukkan stabilitas tegangan yang buruk di mana tegangan tetap stabil tanpa beban tetapi tidak stabil saat diberi beban. This study aims to see the effect of activation (chemical - physics) on laban wood charcoal to the effectiveness of biogas purification and performance of generator - set. In this study the material used as an adsorbent medium is a 40-mesh powdered laban wood charcoal with variation: no treatment & activation (chemical - physics) in the form of a 40-mesh powdered charcoal wood charcoal using NaOH 48% as activator for 24 hours then dried using furnace at 100 oC for 1 hour. After that, the dried charcoal was heated using the furnace at temperature (550 oC, 650 oC, & 750 oC) for 1 hour. The test was performed by using gas analyzer, tachometer, & infrared thermometer. The test results showed that variation with activation (chemical - physics) at 750 oC gave the best influence to the effectiveness of biogas purification with value of 21% for carbon dioxide (CO2) effectiveness & 42,77% for methane (CH4) effectiveness , as well as the performance of  generator set indicates poor voltage stability where the voltage remains stable at no load but unstable when given the load.
ANALISIS KINERJA BOILER PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP ASAM ASAM UNIT II – KALIMANTAN SELATAN Asep Mohamad; Rachmat Subagyo
JTAM ROTARY Vol 2, No 1 (2020): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v2i1.2008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai efisiensi boiler komisioning dibandingkan dengan nilai saat ini dan untuk mengetahui penyebab penurunan efisiensi pada Unit 2 Boiler Asam PLTU. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data Uji Kinerja selama commissioning dan data empat tahun saat ini dari 2014 hingga 2018. Selanjutnya, kehilangan panas yang dilakukan dihitung dan dibandingkan. Perhitungan dilakukan menggunakan ASME PTC 4-2008 Metode Kehilangan Panas Standar. Berdasarkan hasil perhitungan, dapat disimpulkan bahwa nilai Efisiensi Boiler base HHV tertinggi di Unit 2 PLTU Asam Asam adalah 86,23% pada Commissioning dan nilai Efisiensi Boiler Base HHV tertinggi kedua adalah 84,42% pada 9 Agustus 2017, sementara Efisiensi Boiler pangkalan HHV terendah adalah 82,12% pada 2 Oktober 2014. Kehilangan panas yang paling mempengaruhi efisiensi Boiler Unit 2 adalah Kehilangan Panas karena Panas dalam Gas Buang Kering (5,79% - 7,96%), Kehilangan Panas karena Kelembaban dalam Bahan Bakar (4,07% - 5,57)%) dan Kehilangan Panas karena Kelembaban dari Pembakaran Hidrogen dalam Bahan Bakar (3,85% - 5,04%). This study aims to determine the value of commissioning boiler efficiency compared with current value and to know the causes of efficiency decrease in Unit 2 Boiler of Asam Asam Coal Fired Steam Power Plant. This research begins with collecting data of Performance Test during commissioning and current four years data from 2014 until 2018. Furthermore, heat losses that carried out are calculated and compared. Calculations performed using ASME PTC 4-2008 Standard Heat Loss Method. Based on the calculation results, it can be conclude that the highest HHV base Boiler Efficiency value in Unit 2 of Asam Asam Power Plant is 86.23% at Commissioning and the second highest HHV Base Boiler Efficiency value is 84.42% on August 9, 2017, while the lowest HHV base Boiler Efficiency is 82.12% on October 2, 2014. Heat loss that most affects the efficiency of Unit 2 Boiler is Heat Loss due to Heat in Dry Flue Gas (5.79% - 7.96%), Heat Loss due to Moisture in Fuel (4.07% - 5.57) %) and the Heat Loss due to Moisture from Burning of Hydrogen in Fuel (3.85% - 5.04%).
ANALISA EFEKTIVITAS HEAT TRANSFER SAH PLTU DENGAN METODE ASME 4.0 dan 4.3 M. Faza Ghani Zaki; Abdul Ghofur
JTAM ROTARY Vol 2, No 1 (2020): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v2i1.2003

Abstract

Pemanas udara adalah salah satu peralatan tambahan yang sangat penting dalam penggunaan perpindahan panas dalam boiler, di mana peralatan ini berfungsi untuk memanaskan udara untuk pembakaran dengan menggunakan panas dari sisa gas panas dari pembakaran sebelum dikirim ke cerobong asap. Untuk menjaga kinerja pemanas udara, maka analisis efektivitas perpindahan panas pada pemanas udara dilakukan dengan uji kinerja menggunakan metode ASME PTC 4.0 dan ASME PTC 4.3. Pada data commissioning, SAH unit 1 memiliki efisiensi sebesar 58,69%. Namun, dari hasil analisis penelitian perpindahan panas di Secondary Air Heater unit 1 pada 2 Maret 2018, efisiensi dihitung sebesar 38,96%, terjadi penurunan sebesar 19,73%, hal ini disebabkan oleh slagging on permukaan elemen dalam SAH dan kebocoran pada pipa SAH. selanjutnya, perbaikan dilakukan dengan melakukan jelaga dan melakukan pengelasan pada pipa bocor menggunakan teknik pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas). Setelah itu analisis dilakukan dengan tes kinerja yang diadakan pada 21 Maret 2018 dan mendapat peningkatan 11,34% menjadi 50,3%. Air heaters are one of the auxiliary equipment that are very important in the use of heat transfer in a boiler, where this equipment serves to heat the air for the combustion by using heat from the residual hot gas from the combustion before sending it to the chimney. To maintain the performance of air heater, then the analysis of the effectiveness of heat transfer on air heater is carried out with a performance test using the ASME PTC 4.0 and ASME PTC 4.3 methods. On commissioning data, SAH unit 1 has an efficiency in amount of 58.69%. However, from the result of a research analysis of heat transfer in Secondary Air Heater unit 1 on March 2 2018, the efficiency was counted in amount of 38.96%, there has been a decrease of 19,73%, this was caused by slagging on the surface of the element in SAH and leakage on SAH pipes. subsequently, repairs are carried out by doing soot blowing and perform welding on the leaking pipe using the TIG (Tungsten Inert Gas) welding technique. Afterwards the analysis is carried out with a performance test was held on March 21, 2018 and got an increase of 11.34% to 50.3%. 
PEMBUATAN BIOETANOL BERBAHAN BAKU AMPAS TEBU DAN KULIT PISANG DENGAN VARIASI MASSA RAGI Fahron Anwar; Rachmat Subagyo
JTAM ROTARY Vol 2, No 1 (2020): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v2i1.2009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar bioetanol terbaik dari kombinasi campuran ampas tebu dan pisang dengan variasi massa ragi 4 gram, 6 gram dan 8 gram dengan waktu fermentasi 60 jam, untuk menentukan massa ragi yang optimal dan untuk menentukan kadar etanol sesuai untuk SNI. Penelitian ini dilakukan dengan cara hidrolisis atau pendidihan ampas tebu dan kulit pisang untuk memecah molekul menjadi dua bagian dengan air suling, kemudian proses fermentasi dilakukan menggunakan Saccharomyces Cerevisae (ragi) sesuai variasi yang ditentukan dan proses penyulingan dilakukan menggunakan destilator untuk mendapatkan etanol dari fermentasi kemudian diuji dengan Refractometer Pen untuk mengetahui apakah ada etanol yang terbentuk dari proses distilasi. Sampel terbaik yang dipilih kemudian diuji kandungan etanol menggunakan alat Gas Chromatography. Jadi hasil etanol terbaik yang dapat dikategorikan sebagai pencapaian dalam SNI adalah kombinasi dari 75% ampas tebu - 25% kulit pisang dengan penambahan 8 gram ragi dan etanol yang diproduksi sebesar 96,64%. This study aims to determine the best bioethanol levels from a combination of bagasse and banana peel mixtures with variations in yeast mass of 4 grams, 6 grams and 8 grams with a fermentation time of 60 hours, to determine the optimum yeast mass and to determine ethanol levels according to SNI. This research was carried out by hydrolysis or boiling of bagasse and banana peel to break down molecules into two parts with distilled water, then the fermentation process was carried out using Saccharomyces Cerevisae (yeast) according to the specified variation and the distillation process was carried out using a destilator to get ethanol from fermentation then tested with a Refractometer Pen to find out if there is ethanol formed from the distillation process. The best sample selected then tested the ethanol content using the Gas Chromatography tool. So the best ethanol yield that can be categorized as achievement in SNI is a combination of 75% bagasse - 25% banana peel with the addition of 8 grams of yeast and ethanol produced at 96.64%.
PENGGUNAAN KAOLIN DENGAN ADITIF TEMBAGA SEBAGAI CATALYTIC CONVERTER TERHADAP EMISI GAS BUANG DAN PERFORMA SATRIA F 150 Nasrul Hadi; Abdul Ghofur
JTAM ROTARY Vol 2, No 1 (2020): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v2i1.2002

Abstract

Tujuan studi ini adalah untuk menentukan penggunaan penambahan katalis berbentuk keramik pada saluran pembuangan kendaraan bermotor Satria F 150. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah sepeda motor F 150 satria. Data dalam penelitian ini adalah gas CO2, CO, HC. Penelitian ini dilakukan di dinas lingkungan hidup Banjarmasin dengan menggunakan alat analisis gas dan juga dilakukan di bengkel plug and play Banjarmasin menggunakan dinamometer. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah variasi dalam rpm, campuran dan variasi dalam lubang. Hasil penelitian ini adalah peningkatan terbesar dalam emisi CO2 dengan peningkatan maksimum 48,72% dalam komposisi A pada putaran idle. Sementara kandungan senyawa CO mengalami penurunan terbesar maksimum 40,06% ditemukan dalam komposisi C pada 5.000 rpm. Senyawa HC juga mengalami pengurangan maksimum terbesar 85,54% dalam komposisi B pada 5.000 rpm. Menggunakan catalytic converter dengan variasi 15 hole menghasilkan daya 11,42 HP dan torsi maksimum 10,00 Nm dan untuk catalytic converter dengan variasi 19 hole menghasilkan daya 11,44 HP, dan torsi maksimum 10,12 Nm. The purpose of this study was to determine the use of ceramic-shaped catalyst additions to the exhaust channel of the Satria F 150 motorized vehicle. This study used the experimental method. The population in this study was F 150 satria motorbikes. The data in this research were CO2 gas, CO, HC. This research was carried out in the banjarmasin environmental service using a gas analyzer and was also carried out in the Banjarmasin Banjarmasin plug and play workshop using a dynamometer. The technique used in data collection was variations in rpm, mixtures and variations in holes. The results of this study are the greatest increase in CO2 emissions with a maximum increase of 48.72% in composition A at idle rpm. While the content of CO compounds experienced the largest decrease of a maximum of 40.06% found in composition C at 5000 rpm. HC compounds also experienced the largest maximum reduction of 85.54% in composition B at 5000 rpm. Using a catalytic converter with 15 hole variations produces a power of 11.42 HP and a maximum torque of 10.00 Nm and for catalytic converters with 19 hole variations producing power of 11.44 HP, and a maximum torque of 10.12 Nm.
PENGARUH PENGGUNAAN CATALYTIC CONVERTER BERBAHAN KAOLIN ADITIF TEMBAGA (Cu) TERHADAP PERFORMA DAN EMISI GAS BUANG PADA KENDARAAN BERMOTOR SATRIA F 150 Arif Prasetiyo; Abdul Ghofur
JTAM ROTARY Vol 2, No 1 (2020): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v2i1.2007

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan penggunaan penambahan katalis berbentuk keramik pada saluran pembuangan kendaraan bermotor Satria F 150. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Data dalam penelitian ini adalah gas CO2, CO, HC. Penelitian ini dilakukan di kantor lingkungan Banjarmasin dengan menggunakan alat analisa gas dan juga dilakukan di bengkel plug and play Banjarmasin dengan menggunakan dinamometer. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah variasi dalam rpm, campuran dan dimensi. Hasil dari penelitian ini adalah: catalytic converter dengan variasi dimensi 2 cm dan 3 cm, tingkat pengurangan emisi CO2 maksimum adalah 21,91% dalam komposisi C rpm 5000, tingkat pengurangan emisi CO adalah 61,71 % dalam komposisi C rpm 5000, dan tingkat pengurangan emisi HC adalah 83,14% dalam komposisi C rpm 5000. Dengan menggunakan catalytic converter dengan variasi dimensi 2 cm menghasilkan tenaga 11,44 hp dan torsi 10,12 Nm dan untuk konverter katalitik dengan Dimensi 3 cm menghasilkan daya 11,30 hp dan torsi 10,01 Nm. The purposeTof this study was to determine the use of ceramic-shaped catalyst additions to the exhaust channel of the Satria F 150 motorized vehicle. This study used the experimental method. The data in this research were CO2 gas, CO , HC. This research was carried out in the banjarmasin environment office using a gas analyzer and was also carried out in the Banjarmasin Banjarmasin plug and play workshop by using a dynamometer. The technique used in data collection was variations in rpm, mixtures and dimensions. The results of this study are: forming a catalytic converter with variations in dimensions of 2 cm and 3 cm, the maximum CO2 emission reduction level is 21.91% in the composition of C rpm 5000, the level of CO emission reduction is 61.71% in composition C rpm 5000, and the level of HC emission reduction is 83.14% in the composition of C rpm 5000. By using a catalytic converter with variations in dimensions of 2 cm produces power of 11.44 hp and torque of 10.12 Nm and for catalytic converters with Dimensions of 3 cm produce power of 11.30 hp and torque of 10.01 Nm.
PROSES MANUFAKTUR MESIN POLES DAN AMPELAS UNTUK PROSES METALOGRAFI M. Ikhsan Almadani; Rudi Siswanto
JTAM ROTARY Vol 2, No 1 (2020): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v2i1.2001

Abstract

Mesin poles dan amplas adalah salah satu alat yang bekerja menggunakan energi listrik. Sifat mekanik suatu logam atau paduan dapat diamati, salah satunya adalah dengan menganalisis struktur mikro material. Pengujian metalografi dilakukan untuk mengamati struktur mikro. Dalam proses pengerjaan sampel pengujian metalografi selalu melibatkan mesin poles dan amplas. Perumusan masalah dalam pembuatan mesin poles dan amplas ini adalah “Bagaimana proses pembuatan mesin poles dan amplas dan berapa biaya pembuatan mesin poles dan mesin abrasif”. Komponen pada mesin adalah rangka, motor, bantalan, katrol, cakram yang dipoles, reservoir, pompa air, dan keran air, sedangkan alat dan mesin yang digunakan dalam proses pembuatan adalah alat las listrik, penggiling listrik, penggiling duduk, mesin bor tangan, mesin bor duduk, tuas potong, tang sungai, pengelasan asetilena dan mesin bubut. The polishing and sandpaper machine is one of the tools that works using electrical energy. The mechanical properties of a metal or alloy can be observed, one of which is by analyzing the microstructure of the material. Metallographic testing is carried out aimed at observing the microstructure. in the process of working on metallographic testing samples involving a polishing machine and sandpaper. The formulation of the problem in making this polishing machines and sandpaper is “What is the process of manufacturing polishing machines and sandpaper and how much is the cost of manufacturing polishing and abrasive machines”. Components on the engine are frame, motor, bearing, pulleys, polished discs, reservoirs, water pumps, and water taps, while the tools and machines used in the manufacturing process are electric welding tools, electric grinders, sitting grinders, hand drill machines, sitting drill machines, cut levers, riverter pliers, acetylene welding and lathes.
ANALISA KEGAGALAN KOMPONEN DRIVE PINION GEAR PADA SWING MOTOR EXCAVATOR CATERPILLAR 349D Andi Fatkurocman; Ach. Kusairi Samlawi
JTAM ROTARY Vol 2, No 1 (2020): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v2i1.2006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan fraktur yang terjadi pada drive pinion gear unit motor swing Excavator Caterpillar 349 d. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahapan yaitu pengamatan visual dan pengamatan makro, pengujian komposisi struktur logam, dan pemodelan load and latch menggunakan Autodesk Inventor 2014 sebelum mendapatkan hasil akhir. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa ada kurangnya presisi antara pinion drive dan planetary gear karena pin planet yang tidak dapat berfungsi sebagai pemegang planetary gear sehingga rotasi planet rentan terhadap tabrakan sebagai pemicu yang mengakibatkan cacat. Pada proses analisis tegangan menggunakan software autodesk inventor 2014 versi mahasiswa, hasil analisis nilai von misses adalah 9,798 Mpa jauh lebih kecil dari batas elastisitas material 790 MPa sehingga faktor pembebanan tidak menyebabkan sebuah kesalahan. This research is purpose to knowing the reason of the fracture that happen in drive pinion gear of the swing motor unit Excavator Caterpillar 349 d. In this research is doing  by several stage it is visual observation and macro observation, testing of metal structure composition, and load and latch modeling using Autodesk Inventor 2014 before getting the final result. The results obtained from this study are that there is a lack of precision between drive pinion gear and planetary gear due to planetary pins that cannot function as planetary gear holders so that planetary rotations are prone to hilarious triggering collisions resulting in defects. In the process of stress analysis using the student version of autodesk inventor 2014 software, the results of the analysis of the value of von misses is 9.798 Mpa are much smaller than the limit of material elasticity of 790 MPa so that the loading factor does not cause a fault.
ANALISIS PERPINDAHAN PANAS PADA EKONOMISER DI PLTU PULANG PISAU Syahrul Fajar Setiawan; Aqli Mursadin
JTAM ROTARY Vol 2, No 1 (2020): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v2i1.2000

Abstract

Ekonomiser adalah alat yang digunakan untuk memanaskan air umpan sebelum memasuki boiler dengan memanfaatkan panas dari gas pembakaran di boiler. Dengan meningkatnya suhu air pengisi boiler, juga diharapkan meningkatkan efisiensi boiler. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan di ruang kontrol dan data yang diambil, yaitu Tc.i (suhu economizer air yang masuk), Tc.o (suhu air keluar dari economizer), Th.i (suhu gas buang sebelum memasuki economizer) dan Th.o (suhu gas asap keluar dari economizer). Koefisien perpindahan panas tertinggi 4260.492 Btu / h.ft2. ° F dan koefisien perpindahan panas terendah 4251.243 Btu / h.ft2. ° F. Efisiensi tertinggi 87,43% dan terendah 80,76%. Economizer is a tool used to heat feed water before entering boiler by utilizing heat from the combustion gas in the boiler. With the increasing temperature of boiler filler water, it is also expected to increase boiler efficiency. In this study, data collection was carried out in the control room and the data that was taken, Tc.i (the temperature of the incoming water economizer), Tc.o (the exit water temperature of the economizer), Th.i (flue gas temperature before entering economizer) and Th.o (flue gas temperature exit the economizer). High heat transfer coefficient 4260,492 Btu/h.ft2.°F and low heat transfer coefficient 4251,243 Btu/h.ft2.°F. Highest the efficiency 87,43 % and the lowest 80,76 %.
ANALISIS KEGAGALAN OPERASI COOLING TOWER FAN UNIT 2B PLTU ASAM ASAM Andhika Bayu Oktavianto; Mastiadi Tamjidillah
JTAM ROTARY Vol 2, No 1 (2020): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v2i1.2005

Abstract

Salah satu pembangkit listrik di Indonesia adalah pembangkit listrik Asam Asam yang terletak di dekat mulut tambang batubara. Setiap pembangkit listrik membutuhkan sejumlah besar air sebagai fluida kerja atau sebagai air pendingin. Pembangkit Listrik Tenaga Uap Asam Asam Batubara menggunakan air sungai sebagai air pendingin dengan mesin pendingin sebagai mesinnya. Pada bulan September 2017, menara pendingin unit 2B dari PLTU Asam Asam Batubara mengalami kegagalan operasi karena spacer rusak dan membuat PLTU Asam Asam Batubara mengalami penurunan dan kerugian lainnya. Tim teknik mendiagnosis kasus tersebut karena ketidakselarasan. Berdasarkan uraian akar penyebab masalah, ada tiga masalah utama yang mungkin terjadi yaitu: misalignment, unbalance, dan rotasi gearbox berat. Misalignment adalah pemicu utama untuk serangkaian masalah yang menyebabkan kegagalan operasi menara pendingin. Maka perlu mempelajari masalah utama yang menyebabkan kegagalan operasi menara pendingin untuk ditindaklanjuti dengan pemeliharaan preventif sesuai dengan kondisi saat ini untuk mencegah kegagalan yang serupa di unit 2B dan unit serupa lainnya. One of the power plants in Indonesia is the Asam Asam power plant located near the mouth of the coal mine. Each power plant requires large amounts of water as a working fluid or as a cooling water. Asam Asam Coal Fired Steam Power Plant uses river water as a cooling water with the cooling towers as its engine. In September 2017, the cooling tower unit 2B of Asam Asam Coal Fired Steam Power Plant experienced an operation failure because of the spacer was broken and made the Asam Asam Coal Fired Steam Power Plant to experience derating and other losses. The engineering team diagnoses the case due to misalignment. Based on the description of the root causes of the problem, there are three main problems that might occur namely : misalignment, unbalance, and heavy gearbox rotation. Misalignment is the main trigger for a series of problems causing failure of cooling tower operations. Then it is necessary to study the main problems causing the failure of the cooling tower operation to be followed up with preventive maintenance in accordance with the current conditions to prevent similar failures in unit 2B and other similar units.

Page 1 of 1 | Total Record : 10