cover
Contact Name
Singgih Subiyantoro
Contact Email
singgihsubiyantoro@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
singgihsubiyantoro@yahoo.com
Editorial Address
Pascasarjana Kependidikan UNS lantai 2
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 25410261     EISSN : 27459969     DOI : https://doi.org/10.32585/
Core Subject : Education,
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran merupakan jurnal ilmiah berskala nasional yang dikelola oleh Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia cabang Surakarta (IPTPI Surakarta). Edudikara terbit berkala per 3 bulan sekali, yakni Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2022): March" : 7 Documents clear
Penerapan Aplikasi Wordwall pada Mata Pelajaran Simkomdig untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Masa Pandemi Covid-19 Sri Rahayu Ningsih
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2022): March
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v7i1.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan wordwall dan pemberian reward di SMK Tamansiswa Sukoharjo. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskriptif. Jumlah sempel 21 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen buatan peneliti dengan 15 elemen instrumen. Pengukuran terhadap masing-masing pernyataan menggunakan skala Likert. Pernyataan item positif memiliki bobot skor sangat setuju = 4; setuju 3; tidak setuju = 2; sangat tidak setuju = 1 dan pernyataan item negatif memiliki bobot skor sangat tidak setuju = 4; tidak setuju = 3; setuju = 2; dan sangat setuju = 1. Data diperoleh dari Angket dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan wordwall dan pemberian reward dapat mengurangi rasa bosan dan jenuh siswa saat pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid-19 serta dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam persentase tertinggi menunjukkan 76,2% atau 16 siswa menyatakan setuju, dan 1,9% atau 2 siswa menyatakan tidak setuju apabila siswa semangat belajar jika ada reward dan 57,1% atau 12 siswa menyatakan setuju dan tidak ada siswa yang menyatakan tidak setuju, apabila senang belajar simkomdig karena guru menggunkan game quiz dalam pembelajaran. Rata rata skor motivasi belajar siswa menggunakan wordwall dan pemberian reward pada persentase 80,87% dengan kategori baik.
Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Cooperative Learning Model Team Game Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik Mohammad Rifqi Mohammad Rifqi
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2022): March
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v7i1.271

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan sebuah penerapan dalam belajar peserta didik untuk meningkatkan keaktifan, sehingga hasil belajar dari materi yang diberikan untuk peserta didik dapat tersampaikan dengan baik. Pada pembelajaran ini model yang digunakan adalah model kooperatif learning tipe TGT (Team Games Tournament) . TGT atau yang disebut dengan Team Games Tournament ini sangat mudah diterapkan pada model pembelajaran kooperatif dan dalam pembelajaran ini juga menggunakan sistem permainan sambil belajar. Setiap proses belajar peserta didik dapat dan bisa banyak memperoleh pengetahuan dan keaktifan peserta didik untuk bisa meningkatkan hasil kemampuan dalam belajar. Dalam proses pembelajaran ini juga peserta didik juga harus aktif dan harus bekerjasama dalam kelompoknya. Pada pembelajaran ini guru juga akan menjadi sebuah motivator atau motivasi untuk memberikan dorongan kepada peserta didik dalam sebuah pembelajaran. Motivasi juga dapat memberikan semangat dan dapat menjadikan peserta didik akan lebih aktiv dalam belajar. Pembelajaran ini juga diaksanakan secara bersama dan berkelompok jadi setiap peserta didik harus saling bekerjasama dan saling membantu dalam berdiskusi.
Efektivitas Penggunaan Media "Cetar Membahana" dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Operasi Hitung Bilangan Bulat di Sekolah Dasar NINIK WIJININGSIH NINIK
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2022): March
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v7i1.274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media “Cetar Membahana” pada materi operasi hitung bilangan bulat di kelas V SDN Sonorejo 1 Padangan Bojonegoro, dan (2) mendeskripsikan efektifitas penggunaan media “Cetar Membahana” pada materi operasi hitung bilangan bulat di kelas V SDN Sonorejo 1 Padangan Bojonegoro. Populasi penelitian adalah seluruh seluruh siswa kelas V SDN Sonorejo 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kegiatan pembelajaran menggunakan media “Cetar Membahana” dalam pembelajaran materi operasi hitung bilangan bulat telah terbukti dapat meningkatkan pemahaman konsep dan berdampak positif pada meningkatnya hasil belajar siswa. Hasil belajar sebelum penggunaan media “Cetar Membahana” rata-rata kelas adalah 63. Pada uji coba 1 menggunakan media “Cetar Membahana” terjadi peningkatan sebesar 8 poin menjadi 71. Demikian juga pada uji coba 2 terjadi peningkatan menjadi 83. Jadi, penggunaan media “Cetar Membahana” telah berhasil membantu siswa menemukan dan memahami konsep operasi hitung bilangan bulat, dan (2) kegiatan pembelajaran menggunakan media “Cetar Membahana” mampu meningkatkan keaktifan siswa selama pembelajaran. Kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan bagi siswa. Selain itu pada permainan yang dilakukan siswa memberikan tantangan yang bisa merangsang siswa untuk berpikir kritis menentukan strategi yang dipilih sesuai tantangan yang ada pada lembar kerja siswa.
Penggunaan Garis Ajaib untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bilangan Bulat di Kelas VI Sekolah Dasar TANTI RATNA WULANDARI TANTI
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2022): March
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v7i1.275

Abstract

Pada hasil belajar matematika siswa kelas VI SDN Wates pada materi bilangan bulat masih sangat mengecewakan. Maka dapat diindikasi dari rendahnya prestasi belajar siswa. Hasil identifikasi masalah yang utama adalah factor kurang menariknya media yang dibawa guru dalam membelajarkan materi bilangan bulat. Bertolak dari masalah ini penulis membuat suatu media pembelajaran yang diharapkan dapat membantu pemahaman siswa dalam pembelajaran bilangan bulat. Media tersebut diberi nama garis ajaib. Tujuan laporan ini adalah (1) memberikan gambaran tentang proses pembuatan garis ajaib, (2) memberikan gambaran proses pembelajaran dengan garis ajaib, (3) memberikan gambaran prestasi belajar siswa setalah dikembangkannya garis ajaib. Pembuatan garis ajaib sangatlah sederhana hanya memerlukan dua lembar triplek sebagai garis geser dan papan acuan. Pada proses pembelajaran siswa dapat dilihat aktif dan antusias mengikutinya. Hal ini menunjukkan pembelajaran dengan media garis ajaib mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam belajar. Hasil analis data menunjukkan peningkatan yang signifikan baik dari aspek pengetahuan dan keterampilan. KKM pada aspek pengetahuan dan keterampilan masing masing mengalami peningkatan hingga 84% dari semula hanya 72%. Sedangkan rerata pengetahuan pada siklus 1 yaitu 65,2 naik menjadi 78,2 pada siklus 2. Sedangkan pada aspek keterampilan rerata siklus 1, 67,6 naik menjadi 80,8 pada siklus 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media garis ajaib mampu meningkatkan prestasi belajar siswa.
Pengembangan Teknik Ligapo untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Inklusi pada Pembelajaran Tematik Sekolah Dasar Septiana Agustin
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2022): March
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v7i1.276

Abstract

This research aims to improve the creative thinking skills of inclusion students in Sudirman State Elementary School, Ambarawa Subdistrict. The work of innovation developed in this study is the ligapo technique that is folding, drawing, and cutting. A method designed to assist students with special needs in participating in learning activities together with regular students. The characteristic of inclusion students in class VI is slow learner (slow learning). Ligapo techniques were created to make it easier for students to accept and understand the subject matter. In addition, this technique also improves creative thinking skills for students. An important point in this innovative work is the impact that teachers have on the cultivation of concepts to students through folding, patterning, and cutting activities that are packed with fun and fun. The results showed that ligapo techniques can improve children's catch and reason in learning the material and memory to memorize the material. In fact, through this method inclusion students can improve their creative thinking skills. Inclusion students are able to develop folding and cutting techniques according to their creativity. Thus, this ligapo technique has a good impact on the development of creative ways of reasoning and thinking of inclusion students.
Peningkatan Technological Content Knowledge (TCK) melalui Lesson Study di Sekolah Dasar khosyiatun
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2022): March
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v7i1.281

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Teknological Content Knowledge (TCK) melalui lesson study di SD Negeri Sukoharjo 4. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Sukoharjo 4 Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo. Subjek penelitian ini adalah guru-guru di SD Negeri Sukoharjo 4 sebanyak 4 guru kelas 1, 3, 5 dan 6. Metode yang diterapkan adalah lesson study model Lewis (2002). Pelaksanaanya dilakukan dalam 3 kegiatan, yaitu: 1) Perencanaan (plan); 2) Pelaksanaan dan Observasi (do); 3) Refleksi (see). Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisa secara deskriptif kuantitatif – kualitatif,data kuantitatif berupa penskoran pada lembar observasi Teknological Content Knowledge (TCK) yang diambil pada tahap plan, do dan see setiap siklus. Data kualitatif didapatkan dari hasil pengamatan keterampilan guru dalam pembelajaran tematik terpadu dengan lesson studi. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan adanya peningkatan Teknologikal Content Knowledge (TCK) melalui lesson study di Sekolah Dasar Negeri Sukoharjo 4. Hal ini dapat ditunjukkan pada indikator penggunaan media powerpoint untuk menyampaikan materi terjadi peningkatan siklus 1, siklus 2, siklus 3 sebesar 71.9%; 81,3%; 93,3%. Pada indikator Pemanfaatan platform media online untuk meningkatkan 4C peserta didik terjadi peningkatan siklus 1, siklus 2, siklus 3 sebesar 50%; 68,8%; 90,6%. Sedangkan Pada indikator pemanfaatan media video yang relevan terjadi peningkatan siklus 1, siklus 2, siklus 3 sebesar 71,9%; 83,3%; 87,5%.
Penugasan Terstruktur Siswa SMK Akuntansi dalam Rangka Meningkatkan Keaktifan Belajar di Masa Pandemi Sapto Prasetyo Sapto Prasetyo
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2022): March
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v7i1.282

Abstract

Pembelajaran di sekolah mengalami permasalahan serius karena pandemi, termasuk di Sekolah Menengah Kejuruan. Pembelajaran dengan 30% teori dan 70% praktek sulit dilaksanakan, padahal ini adalah keistimewaan dari Sekolah Menengah Kejuruan. Proporsi waktu belajar di rumah mengharuskan guru memilih metode yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Metode tugas terstruktur dapat dijadikan sebagai pilihan untuk mengatasi kurangnya pertemuan tatap muka. Tugas terstruktur yang diberikan sebelum pembelajaran dimulai membuat guru dan siswa lebih mendalami dan memahami materi .

Page 1 of 1 | Total Record : 7