cover
Contact Name
Ernawati
Contact Email
ikonik@umaha.ac.id
Phone
+62317884034
Journal Mail Official
ikonik@umaha.ac.id
Editorial Address
Universitas Maarif Hasyim Latif Jl. Ngelom Megare, Taman, Sidoarjo 61257 031-7884034, Fax. 031-7884034
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain
ISSN : 26852780     EISSN : 26854260     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal IKONIK memuat semua tulisan yang berobyek materi di bidang Seni Pertunjukan, Seni Rupa dan Desain, yang meliputi topik berikut: Musik, Tari, Teater, Sejarah Desain, Sejarah Seni, Budaya Visual, Metodologi Desain, Proses Desain, Wacana Desain, Desain dan Budaya, Sosiologi Desain, Manajemen seni, Kritik Seni, Antropologi Seni, Desain Artefak, Desain Industri, Desain Komunikasi Visual, Fotografi, Desain Interior, Kerajinan, Arsitektur, Film, Multimedia, Industri Kreatif, Kebijakan Desain, budaya, psikologi seni, pendidikan seni dan penelitian konseptual lainnya dalam seni pertunjukan, seni visual dan desain.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020): JULI 2020" : 10 Documents clear
RUANG SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS KESENJANGAN WILAYAH Sehpenganti Sehpenganti
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v2i2.738

Abstract

Penciptaan karya seni kriya ini merepresentasikan tentang fenomena kerusakan alam yang mengakibatkan hampir punahnya habitat bunga rafflesia arnoldi . Buna rafflesia arnoldi sebagai inspirasi penciptaan karya seni serat memiliki beberapa keunikan dan kelebihan, Ide dasar penciptaan berangkat dari pesona visual yang indah, Bunga rafflesia arnoldii sebagai tumbuhan endemik dipulau sumatra khusunya di kota Bengkulu. Bunga rafflesia arnoldii dikenal tidak memiliki daun sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis sendiri, maka untuk memenuhi kebutuan hidupnya mengambil nutrisi dari pohon inangnya. Keunikan bunga Rafflesia arnoldii memiliki sifat-sifat biologi yang berbeda dengan tumbuhan lainnya yaitu memiliki daur hidup tahunan dan memparasiti spesies liana tertentu. Diduga bahwa permasalahan lingkungan akan menjadi penyebab utama kepunahan Rafflesia arnoldii. Selain hal itu terjadinya kepunahan disebabkan oleh proses pertumbuhan kuncup-kuncup bunga yang akan mekar dalam waktu yang singkat. Masa pertumbuhan bunga dapat memakan waktu sampai 9 bulan dan masa mekar hanya sekitar 5-7 hari, kemudian bunga Rafflesia arnoldi akan layu dan mati. Penciptaan karya ini menerapkan metode tiga-tahap enam-langkah dari SP. Gustami. Karya yang diciptakan adalah karya seni kriya tekstil dalam bentuk karya seni serat. Proses pembuatan karya terdiri dari proses pembuatan desain, pembentukan, finishing, dan evaluasi. Proses penghayatan, penyetaraan antara rasa dan pikiran, dilakukan untuk memberikan spirit dan ruh agar karya dapat memberikan inspirasi, semangat, dan memberikan pesan-pesan kepada orang lain yang melihatnya. Material utama karya yang digunakan yaitu berbagai jenis benang serat alami dan serat buatan, kain goni sedangkan material pendukung yaitu serat alam, payet dan berbagai jenis aksesoris. Penelitian dan penciptaan ini menghasilkan dua karya yang tediri dari karya panel dua dimensi. Setiap karya menceritakan makna yang berbeda tetapi tetap ada korelasi konsep yang sama. Harapannya karya-karya penciptaan ini bisa memberikan sebuah refleksi dari berbagai sudut pandang latar belakang kehidupan manusia.The creation of this craft art is to represent the natural destruction phenomenon which causes the extinction of Rafflesia Arnoldi flowers habitat. Rafflesia Arnoldi flowers as an inspiration of fiber artwork creation which have several uniqueness and advantages, the basic idea of creation is started from the beautiful visual charm, Rafflesia Arnoldi flowers as endemic plants in the Sumatra Island especially in Bengkulu City. Rafflesia Arnoldi flowers are known as the plants which have no leaves, therefore they are unable to carry out photosynthesis by themselves; consequently to fullfill their life’s needs, they take nutrients from their host trees. The uniqueness of Rafflesia Arnoldi flowers have different biological characteristics with the other plants which have annual life cycles and paralyze the certain Liana’ species. It is suspected that the enviromental problem will be as the main cause of Raffesia Arnoldi’ extinction. In other hand, the extinction is also caused by the growth process of flower buds that will bloom in a short time. the growth period can take up into 9 months and the bloom period is only about 5-7 days, then the Rafflesia Arnoldi flowers will wither and die. The creation of this work applies the six-steps three-stages method of SP. Gustami. The work, which is created, is a textile artwork in the fiber artwork form. The process of making works consist of making design process, forming, finishing, and evaluating. In the appreciation process, the equalization between feeling and mind. It is carried out to give passion and spirit so the work can give an inspiration, encouragement, and give the messages to others who perceives it. The main material used is various types of natural fiber yarns and synthetic fibers, sackcloth while supporting materials are natural fibers, sequins and various types of accessories. This research and creation result two works, which consist of two dimensional panel works. Each work tells the different meaning but there is the same of correlation’ concept. Hopefully, this creation’ works are able to provide a reflection of various viewpoints in the human life.
BENTUK TARI DANA SARA DI DESA PAGAR AGUNG KECAMATAN RAMBANG KABUPATEN MUARA ENIM Nurfadhilah Amintia; Ramanata Disurya; Efita Elvandari
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v2i2.734

Abstract

Tari Dana Sara adalah tari yang berasal dari Desa Pagar Agung Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan. Fenomena dari tari Dana Sara ini menceritakan mengenai sejarah dari Desa yang diangkat oleh masyarakat dan pemerintah desa, yang mana merupakan tari yang berasal dari Desa Pagar Agung. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Bentuk Tari Dana Sara di Desa Pagar Agung Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim. Metode dalam mengumpulkan data yaitu dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis maka peneliti mendapatkan data yang diperlukan, yang mana penulis dapat mendeskripsikan dalam bentuk uraian yaitu bentuk tari Dana Sara yang diangkat masyarakat untuk mengenang sejarah dari Desa Pagar Agung sebelum terciptanya kedamaian dari dulu sampai sekarang yang dikaitkan dengan konsep teori dari Maryono. Hasil penelitian yang didapatkan oleh penulis yaitu tema dikaitkan dengan sejarah dari desa yang diangkat oleh masyarakat desa Pagar Agung, alur cerita/alur dramatik yaitu alur ini dengan cara cepat lambatnya tari Dana Sara, gerak ada 6, penari ada 4 orang ditarikan oleh ibu-ibu/remaja, pola lantai: dua baris depan dan belakang, lurus, lingkaran dan zig-zag, ekspresi wajah/polatan ekspresi melambangkan kebahagian, rias cantik, busana yang dipakai: baju kurung, rok batik, ampak-ampak, pending, alas jilbab, dan jilbab pasmina warna lavender, musik yang digunakan gendang, taktawak/gong kecil, kentrongan, dan rumba/tamborin, panggung terbuka: fiur/bebas sesuai dengan acara yang dilaksanakan, properti selendang, pecahayaan yang digunakan yaitu lampu siang/malam, dan seting yang digunakan fiur/bebas sesuai dengan panggung pada saat pertunjukan tari Dana Sara.Dana Sara dance is a dance originating from Pagar Agung Village, Rambang District, Muara Enim Regency, South Sumatra Province. This phenomenon of Dana Sara dance tells about the history of the village that was raised by the community and village government, which is a dance that originated from Pagar Agung Village. The purpose of this study was to describe the Dana Sara Dance Form in Pagar Agung Village, Rambang District, Muara Enim Regency. The method of collecting data is by observation, interview and documentation. Data analysis is based on research that has been done by the writer so the researcher gets the necessary data, which the writer can describe in the form of a description that is the form of Dana Sara dance which is raised by the community to commemorate the history of Pagar Agung Village before creating peace from the past until now which is associated with the concept theory from Maryono. The research results obtained by the author that the theme is associated with the history of the village raised by the Pagar Agung village community, the storyline / dramatic storyline is this plot by way of the slow speed of the Dana Sara dance, motion there are 6, dancers there are 4 people danced by mothers / adolescent, floor pattern: two rows front and back, straight, circle and zig-zag, facial expressions / patterns of expression symbolizing happiness, beautiful makeup, clothing worn: clothes brackets, batik skirts, visible, pending, hijab pads, and lavender hijab pasmina, music used by drums, taktawak / small gongs, ukulele, and rumba / tambourine, open stage: fiur / free according to the event, shawl property, lighting used by day / night lights, and settings used fiur / free according to the stage at the Dana Sara dance performance.
PERILAKU PENGUNJUNG DALAM MENULIS BUKU TAMU PAMERAN Ripase Nostanta Br. Purba
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v2i2.739

Abstract

Pameran adalah sarana untuk menunjukkan hasil karya seni untuk diperlihatkan kepada orang lain. Pameran bisa berupa karya seni seperti lukisan, foto, patung maupun barang antik. Dalam memulai suatu pameran banyak persiapan yang harus dilakukan salah satunya adalah buku tamu. Buku tamu biasanya berada di meja tamu dekat pintu ruang pameran atau tergantung akses masuk lokasi pameran sendiri. Buku pameran sendiri terdiri dari beberapa format tulisan yang umum seperti, nomor, nama, alamat, nomor handphone, alamat e-mail dan tanda tangan. Namun pengunjung sering tidak menulis apa yang seharusnya ditulis pada buku tersebut, bahkan ada yang hanya menulis nama saja dan tidak mengisi kolom lainnya, ada beberapa kolom yang dikosongkan pada bagian tertentu. Karena hal tersebut penulis merasa perlu untuk mengamati perilaku seseorang dalam menulis buku tamu pada pameran, apakah ada tujuan seseorang tersebut menulis nama atau alamat dengan tidak sesuai dengan yang seharusnya, apakah faktor seseorang tersebut menulis hal seperti itu, perilaku yang bagaimana yang ditunjukkan pengunjung pada tulisannya dibuku tamu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengamatan, dengan pemilihan data hanya pada pembukaan pameran dengan durasi 40 sampai 2 jam.Exhibition is a means to show the work of art to be shown to others. The exhibition can be in the form of works of art such as paintings, photographs, sculptures and antiques. In starting an exhibition, many preparations must be made, one of which is a guest book. Guest books are usually located on the guest table near the door of the exhibition hall or depending on access to the exhibition location itself. The exhibition book itself consists of several common writing formats such as, number, name, address, mobile number, e-mail address and signature. But visitors often do not write what should be written in the book, some even just write the name and do not fill in other columns, there are some columns that are left blank in certain sections. Because of this I feel the need to observe someone's behavior in writing a guest book at an exhibition, is there a person's purpose to write a name or address that is not what they should be? what is the factor for someone to write such a thing? what behavior does the visitor show in his guest book? the method used is observation, with data selection only at the opening of the exhibition with a duration of 40 to 2 hours.
EKSPLORASI VISUAL BERCAK PADA PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS CETAK TINGGI RELIEF PRINT Akbar Abdulah
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v2i2.735

Abstract

Proses produksi dan konsumsi karya seni grafis dipengaruhi oleh fenomena sekarang. Mayoritas menampilkan sebuah karya menyangkut objek realitas yang di kemas atau dirancang bentuknya berdasarkan kaidah seni grafis. Hal tersebut tampaknya tidak dapat diganggu gugat dan telah mendominasi dilingkungan para pengrafis. Sebuah proses kreatif mewujudakan karya bersifat komunikatif antara karya dan apresiator merupakan langkah awal dalam menawarkan paradigma baru didunia seni grafis terutama cetak tinggi. Visual bercak merupakan idiom untuk menstimulus apresiator agar memproduksi objek-objek imajinatif berdarakan arah pijkannya. Eksplorasi yang dilakukan dalam penciptaan ini adalah proses berkarya untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman estetis bagaimana menciptakan bercak dengan wujud berbeda sehingga menghasilkan beragam respon pada sebuah karya. Teknik reduksi dan monoprint digunakan untuk memperoleh wujud bercak yang berbeda agar peluang visual bercak beragam tidak monoton.The process of production and consumption of graphic artwork is influenced by the present phenomenon. The majority display a work of reality-packaged or designed-shaped objects based on graphic art conventions. It is apparently inviolable and has dominated the dismay of the admirers. A creative process of creating a communicative work between work and an apresiator is the first step in offering a new paradigm in the world of graphic art especially high print. Visual spotting is an idioms for the stimulus of the apresiator in order to produce imaginative objects in the direction of the massage. The exploration done in this maker is the process of working to acquire an aesthetic knowledge and experience of how to create spotting with different forms resulting in a variety of responses to a work. Reduction techniques and monoprint are used to achieve different forms of spotting in order to vary the visual opportunities not monotonous.
PENGARUH ETUDE TERHADAP TEKNIK PERMAINAN GITAR KLASIK DAN GITAR ELEKTRIK Ryan Gredy Aprianno
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v2i2.740

Abstract

Banyak gitaris yang memainkan gitar klasik dan gitar elektrik secara beriringan. Namun banyak dari mereka yang merasakan bahwa kedua teknik permainan gitar tersebut agak bertolak belakang dan saling mempengaruhi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjembatani antara teknik permainan gitar klasik dan gitar elektrik. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus, kajian pustaka dan karya dengan memanfaatkan jurnal online, buku serta partitur karya. Hasilnya adalah teknik permainan gitar klasik dan elektrik yang agak bertolak belakang tersebut dapat diatasi salah satunya dengan cara memainkan etude. Etude tersebut terdiri dari teknik-teknik permainan yang khas terdapat pada gitar klasik dan gitar elektrik. Selain itu teknik-teknik permainan yang khas tersebut dapat dikombinasikan sehingga menghasilkan teknik hybrid antara gitar klasik dan gitar elektrik. Dengan tujuan, gitaris klasik dan gitaris elektrik yang memainkan kedua gitar tersebut secara beriringan akan mengetahui teknik-teknik permainan yang khas terdapat pada gitar klasik dan gitar elektrik. Serta mengaplikasikan teknik hybrid tersebut kedalam permainan gitarnya, sehingga gitaris bisa melatih kedua teknik permainan gitar tersebut secara bersamaan, tanpa meninggalkan salah satunya.Many guitarists play classical guitar and electric guitar simultaneously. But many of them feel that the two guitar playing techniques are somewhat contradictory and influence each other. The purpose of this study is to bridge the technique between classical guitar and electric guitar. The methodology used in this research is a case study approach, literature review and works by utilizing online journals, books and scores of works. The result is that the classical and electric guitar playing techniques are somewhat contradictory, one of which can be overcome by playing etude. Etude consists of techniques that are typical of the game found on the classical guitar and electric guitar. In addition, these typical playing techniques can be combined to produce a hybrid technique between a classical guitar and an electric guitar. With the aim, the classical guitarist and the electric guitarist who play both guitars together will know the game techniques that are typical found on the classical guitar and the electric guitar. As well as applying these hybrid techniques into his guitar playing, so the guitarist can practice both guitar playing techniques simultaneously, without leaving one of them.
WANITA PEKERJA KERAS DALAM KARYA SENI LUKIS REALIS KONTEMPORER Seftian Hidayat
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v2i2.736

Abstract

Tujuan memvisualisasikan karya seni lukis realis kontemporer yang di latar belakangi persoalan situasi dan kondisi sosial masyarakat khususnya wanita pekerja keras. Wanita secara peranannya menjadi ibu rumah tangga mengurus keluarga, menjadi sosok gugru bagi anak-anaknya namun memilih berkerja keras dalam memenuhi kebutuhan ekonomi hal yang tak lazim bagi seorang wanita yang menilih pekerjaan yang tidak sesuai dengan sifat dan peranan wanita pada umumnya, hal tersebut yang menyebabkan rasa emansipasi yang timbul terhadap seorang wanita faktor ekonomi menjadi hal yang utama bagi seorang keluarga yang mengharuskan masalah itu terjadi kesanggupan seorang wanita yang membagi peranannya dalam dua hal yakni sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pencari nafkah. Metode dan proses pencitaan karya seni lukis melalui beberapa tahap yakni tahap persiapan, tahap elaborasi, tahap sintesis, tahap relasasi konsep dan tahap penyelesaian. Penggunaan metode yang di pakai yakni peraktik berbasis risert Penelitian berbasis praktik merupakan penelitian yang dimulai dari pengumpulan data-data dari observasi lapangan sampai kerja praktik, pemahaman in and trough dengan arti penelitian yang dilakukan tidak hanya sebatas praktik tetapi meneliti sesuatu. Karya yang divisualkan yaitu: Melawan Rasa Lelah, Demi Cita-Cita, Mengisi Satu Demi Satu, Harapan Dibalik Senyuman, Menjadi Tulang Punggung, Perjuangan Yang Takberujung, Mengais Satu Demi Satu, Melawan Rasa, Angan-Angan Yang Tinggi, Harapan Yang Indah.The purpose of visualizing the work of contemporary realist painting in the background of the issue of the situation and social conditions of society, especially hard-working women. Women play a role as housewives to take care of the family, be a figure of gut for his children however choosing to work hard in meeting the needs of the economy unusual thing for a woman who chooses a job that is not in accordance with the nature and role of women in general, it causes a sense of emancipation that arises towards a woman economic factors become the main thing for a family that requires the problem occurs the ability of a woman who divides her role in two things namely as a housewife and as a breadwinner. Methods and process of painting through several stages of preparation stage, elaboration stage, synthesis stage, concept relasation phase and completion stage. The use of the method used is risk-based tactics. Practice-based research is research that starts from collecting data from field observations to practical work, understanding in and trough with the meaning that research is not only limited to practice but researches something. The works that are visualized are: Fighting Tiredness, For the Ideal, Filling One By One, Hope Behind Smile, Being Backbone, Endless Struggle, Scraping One by One, Against Pain, High Angle, Beautiful Hope.
KATARSIS PASCA KECELAKAAN SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA LUKIS Bayu Edi Iswoyo
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v2i2.716

Abstract

Katarsis digunakan sebagai penyaluran emosi dan agresi yang berupa kekesalan, kesedihan, kebahagiaan, impian dan lainnya. Penyaluran emosi dan agresi didasari oleh sebuah tragedi atau peristiwa yang pernah menimpa penulis sehingga menimbulkan rasa trauma. Penciptaan karya ini bertujuan terapi penyembuhan trauma dengan cara menceritakan kembali keresahan traumatik apa saja yang sudah dialami dan dirasakan , mencoba divisualisasikan bentuk metafor dalam lukisan. Dengan metode penciptaan berbasis penelitihan (practice-based research).Cathartic used as the emotion and aggression of vexation , sadness , happiness , dreams and etc .The emotion and aggression based on a tragedy or events ever affliction sparking the trauma . The creation of this work is aimed at healing trauma therapy by recounting the traumatic anxiety that has been experienced and felt, try to visualitation a metaphor in painting .With the creation practice-based research.
PERAN MUSIK SEBAGAI MEDIA INTERVENSI DALAM LINGKUP PRAKTIK KLINIS Yanuarius Jefri Kriswanto
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v2i2.737

Abstract

Banyak ahli dan pakar psikologi meneliti peran musik terhadap proses penyembuhan pada praktik klinis untuk berbagai macam penyakit. Dewasa ini musik dan elemen yang terkandung di dalamnya sering digunakan sebagai media intervensi selama proses penyembuhan medis berlangsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana musik dapat berperan sebagai media intervensi dalam praktik klinis. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan memanfaatkan jurnal online, buku serta disertasi. Hasilnya adalah musik sebagai media intervensi ternyata sangat membantu dalam pasien mengatasi rasa takut, cemas, dan nyeri baik sebelum, selama, dan setelah proses perawatan medis berlangsung. Lebih dari itu, Intervensi musik pada pasien terbukti dapat membangun rasa percaya diri serta memunculkan energi positif dari hasil pengalaman menyenangkan yang telah dialami sebelumnya. Hal ini tentunya sangat baik untuk memajukan kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis pasien.Many experts and psychologists examine how big music is taking a role in the healing process in clinical practice for various diseases. Nowdays music and the elements contained in it are often used as a medium of intervention during the medical healing process. The purpose of this study is to determine the extent to which music can act as a medium of intervention in clinical practices. The methodology used in this research is literature approach by utilizing online journals, books, and dissertations. The result is music as an intervention media is very helpful in patients in order to overcome fear, anxiety, and pain both before, during, and after the medical treatment process. More than that, music intervention in patients is proven to build self-confidence and generate positive energy which are coming from their pleasant experiences they feel before. This is certainly very good for advancing the quality of life and psychological well-beeing of them.
COPY PASTE VIDEO TEATER SAE DALAM KERJA POLITICAL DRAMATURGY DAN REENACTMENT DALAM KERJA SUTRADARA Hoirul Hafifi
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v2i2.741

Abstract

Artikel ini membahas copy paste video Teater Sae yang dilakukan Artery Performa pada senin, 8 Juli 2019 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki dalam Djakarta Teater Platform merupakan cara kerja dramaturgi baru, yang mendudukkan kerja operasi sistem gagasan ke atas panggung merupakan kerja riset terhadap hubungan gambar dan estetika yang sudah menjadi arsip dalam tataran sinematografinya, maunpun reenactment dalam kerja penyutradaraan. Bukan kerja bentuk yang sama persis dengan video; tetapi lebih kepada usaha pencapaian dalam memberikan spektrum kerja performativitas yang berlapis-lapis antara arsip dan medium, antara estetika dan teknologi, juga perbedaan kodifikasi makna berdasarkan konteks arsip. Selain itu, konteksnya bagaimana memperlakukan video dokumenter yang di-copy paste dalam analisis teks, makna, dari aktor-aktor masa lalu ke arah tekstual hari ini yang bisa memiliki perbedaan dan persamaan dari beragam perspektif, termasuk pada ranah politik dalam Teater Sae, yang muaranya dilakukan oleh Dendi Madiya dalam Political Dramaturgy.This article discusses copy paste of Teater Sae video conducted by Artery Performa on Monday, July 8, 2019 at Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki in Djakarta Theater Platform is a new dramaturgy way of working, which puts the work of the idea system operation on stage is a research work on the relationship pictures and aesthetics that have become archives in the cinematographic level, and reenactment in directing work. Not working the exact same shape as the video; but rather the effort to achieve in providing a spectrum of work performance in layers between the archive and the medium, between aesthetics and technology, as well as differences in the codification of meaning based on the context of the archive. In addition, the context is how to treat documentary videos that are copied and pasted in the analysis of texts, meanings, from past actors in the textual direction today that can have differences and similarities from various perspectives, including in the political sphere in the Sae Theater, which is done by Dendi Madiya in Political Dramaturgy.
TRANSFORMASI WAYANG BEBER DALAM BATIK LUKIS Stefanus Bintang Kumara
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol 2, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v2i2.733

Abstract

 Wayang beber merupakan salah satu artefak budaya Nusantara yang berasal dari Jawa, hingga saat ini wayang beber asli masih dijaga keberadaannya dengan baik. Namun dengan berkembangnya zaman, wayang ini kurang diminati oleh masyarakat dan lebih cenderung memilih produk atau hiburan  yang lebih modern. Fenomena tersebut memantik untuk berupaya mempopulerkan dan memperkenalkan kembali wayang beber dengan mengembangkan bentuk visual, tampilan, hingga material. Tujuan penciptaan ini adalah mengembangkan seni tradisi wayang beber melalui media batik dan mewujudkan bentuk visual baru dalam wayang beber. Penciptaan karya dimulai dari pembuatan sketsa perancangan, persiapan alat, bahan, hingga sampai ke proses perwujudan dengan menggunakan teknik tutup celup, lorodan. Tahap berikutnya pemindahan sketsa pada kain, pencantingan, pewarnaan, pelorodan, dan display. Pada proses penciptaan ini diperkuat oleh teori-teori pendukung, yakni teori transformasi dan adaptasi. Karya yang dihasilkan dalam penciptaan ini adalah batik lukis dengan ide wayang beber Pacitan (Joko Kembang Kuning). Karya batik ini mengembangkan bentuk visual dari wayang Pacitan dan mengadopsi adegan cerita pada gulungan gambar. Bentuk figur, warna, komposisi dikembangkan sehingga  terdapat bentuk pembeda dari gambar wayang asli. Batik lukis dengan ide wayang beber Pacitan dibuat agar menambah daya tarik masyarakat akan wayang beber, serta memberikan pengetahuan akan pentingnya kesenian budaya Indonesia.The wayang beber is one of the archipelago cultural artifacts originating from Java, until now the original wayang beber still is well preserved. However with the development of the times, this wayang is less attractive to the public and more likely to choose products or entertainment that is more modern. This phenomenon triggers to attempt to popularize and reintroduce wayang beber by developing visual forms, appearance, and material. The purpose of this creation is to develop the art of the wayang beber tradition through batik media and to realize new visual forms in the wayang beber.The creation of this work starts from the making of design sketches, preparation of tools, materials, up to the embodiment process using the technique of dyeing, lorodan. The next step is sketch transfer to fabric, coloring, pelorodan, and display. In the process of creation this is reinforced by supporting theories, namely the theory transformation and adaptation. The workproduced in this creation is apainting with the idea of wayang Pacitan (Jok Kembang Kuning). This batik work develops the visual form of the wayang Pacitan and adopts a story scene on a picture roll. Figure shapes, colors, compositions are developed so there are distinguishing forms from original wayang picture. Batik painted with the idea of Pacitan wayang beber was made in order to add to the appeal of the public about wayang beber, as well as providing knowledge of the importance of indonesian cultural arts.

Page 1 of 1 | Total Record : 10