cover
Contact Name
nanang
Contact Email
kjc@uin-suka.ac.id
Phone
+6281229023291
Journal Mail Official
kjc@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Prodi KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kalijaga Journal of Communication
ISSN : -     EISSN : 26851334     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
KKalijaga Journal of Communication always places studies related to Islamic broadcasting and journalism as the main focus on academic inquiry and invites comprehensive observations of multidisciplinary studies. The journal, which functions as a forum for the study of Islamic broadcasting in Indonesia and other parts of the world in a challenging local and global context, supports studies that focus on specific themes and studies across disciplines. Subjects include textual studies and fieldwork with a media development perspective.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 6 Documents clear
Proses Islamisasi Melalui Jalur Perniagaan di Lombok: Sebuah Analisis Historis Ahsanul Rijal
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.12.03.2019

Abstract

In the process of Islamizing the people of Lombok. There are many theories about the entry of Islam in Lombok through commercial channels. As one of the nations with marine wealth, before Islam entered the nation, Indonesia was known as sailors. So, in the process of entering Islam, of course it cannot be separated from marine activities and commerce. This article focuses on commercial activities as the beginning of the entry of Islam in Lombok. By using critical historical and phenomenological approaches from various historical literatures. Based on commerce in observing the process of Islamization and showing the argument that the da’wah process was preceded by economic struggle. This article strengthens the general theory that Islam was brought in by Muslim traders. Also, this article shows that Islam entered by seizing the economic base of the Indonesian people, namely agricultural and maritime commodities. This means that the beginning of Islam did not directly preach religion, but was involved in the economic activities of the people of the archipelago, then Islam was preached. This article is qualitative-descriptive, with local historical databases such as Babad Lombok and Negarakartagama.Dalam proses Islamisasi masyarakat Lombok, banyak teori mengenai masuknya Islam di Lombok melalui jalur perniagaan. Sebagai salah satu bangsa dengan kekayaan laut, sebelum Islam masuk bangsa Indonesia sudah dikenal sebagai pelaut. Maka, dalam proses masuknya Islam tentu tidak bisa lepas dari aktivitas laut dan perniagaan. Artikel ini berfokus pada aktivitas perniagaan sebagai awal masuknya Islam di Lombok. Dengan menggunakan pendekatan historis dan fenomenologis kritis dari berbagai literatur sejarah. Berbasis pada perniagaan dalam melihat proses Islamisasi serta menunjukkan argumentasi bahwa proses dakwah didahului dengan perebutan ekonomi. Artikel ini memperkuat umumnya teori, Islam masuk dibawa oleh para pedagang muslim.  Juga, dalam artikel ini menunjukkan bahwa Islam masuk dengan merebut basis ekonomi masyarakat nusantara yaitu komoditas pertanian dan maritim. Artinya, awal Islam masuk tidak langsung mendakwahkan agama, melainkan ikut terlibat dalam aktivitas ekonomi masyarakat nusantara, kemudian barulah Islam didakwahkan. Artikel ini menggunakan kualititaf-deskriptif, dengan basis data sejarah lokal seperti Babad Lombok dan Negarakartagama.
Pembingkaian Isu Politik ‘Tampang Boyolali’ oleh Media Online Indonesia Mugiarjo Mugiarjo
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.12.04.2019

Abstract

This study aims to present how two Indonesian online media, Mojok.co and Tirto.id, try to act as mediators when political issues shift from substance to cheesy issues that only amplify political polarization. Researchers analyzed five news in each medium using Robert N. Entman’s framing framework including defining problems, diagnosing causes, making moral judgments, and recommendations for treatment. We found there were quality journalism practiced by Mojok.co and Tirto.id for writing good stories. These two didn’t follow ‘quote journalism’ that often performed by online media in Indonesia. This is an example how online media still give some hopes for balancing democracy as their purpose as social controller.Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan bagaimana dua media online Indonesia yaitu Mojok.co dan Tirto.id alternatif berupaya menjadi penengah di saat isu politik bergeser dari hal yang substansi menjadi isu gorengan yang hanya mempertebal polarisasi. Peneliti menganalisis lima berita di masing-masing media menggunakan kerangka framing Robert N. Entman meliputi define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menegaskan pembingkaian yang dilakukan oleh Mojok.co dan Tirto.id menunjukkan adanya praktik jurnalisme yang bermutu dengan tidak larut dalam praktik media online yang mengandalkan kecepatan tetapi justru larut dalam pusaran isu populer sehingga hanya melakukan jurnalisme ‘kutipan’. Hal ini menjadi alternatif baru bagi media-media online untuk kembali menempatkan jurnalisme sebagai penyampai berita dan kontrol sosial, bukan sekadar mengutip pernyataan narasumber.
Efektifitas Media Komunikasi di Tengah Pandemi: Respon Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung Latif Syaipudin
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.12.06.2019

Abstract

This study aims to find the significance of messages conveyed through communication media in a pandemic situation. The demands of a pandemic era have crisis dimensions on various fronts, making the choice of communication media more careful. This problem will then have an impact on the misinformation received by the community. Therefore, the selection of mass communication as a strategic media in response to various existing problems can be an alternative as a means of early education that directly targets the wider community effectively and efficiently. The main discussion in this research is related to the important role of mass communication in the midst of the COVID-19 pandemic. This research uses qualitative methods with the type of field study research. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. To sharpen the data analysis, this study uses the Peter L. Berger and Thomas Luckmann social construction approach. This study found that mass communication has a central role in responding to the COVID-19 pandemic. This role forms a new behavior that emerges from a new social order and reconstruction in the face of a social order that is more adaptive to the pandemic situation. To create this situation, it requires close communication between stakeholders and the community in responding to this problem.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan signifikansi pesan yang disampaikan melalui media komunikasi dalam keadaan pandemi. Tuntutan masa pandemi yang berdimensi krisis dalam berbagai lini, menjadikan pemilihan media komunikasi harus lebih hati-hati. Persoalan ini kemudian akan berdampak pada kesalahan informasi yang diterima oleh masyarakat. Oleh sebab itu, pemilihan komunikasi massa sebagai media yang strategis dalam menanggapi berbagai persoalan yang ada dapat menjadi alternatif sebagai sarana edukasi dini yang langsung menyasar terhadap masyarakat luas dengan efektif dan efisien. Bahasan utama dalam penelitian ini berkaitan dengan peran penting komunikasi massa di tengah pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk mempertajam analisa data, penelitian ini menggunakan pendekatan konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi massa memiliki peranan sentral dalam menanggapi pandemi COVID-19. Peran ini membentuk perilaku baru yang muncul dari tatanan dan rekonstruksi sosial baru dalam menghadapi tatanan sosial yang lebih adaptif dengan keadaan pandemi. untuk menciptakan keadaan ini, diperlukan komunikasi yang erat antara stakeholder dengan masyarakat dalam menanggapi permasalahan ini.
Kontroversi Tiruan Slogan Donald Trump dalam Pidato Pipres Prabowo: Analisis Framing dalam Tiga Media Online Erna Kurniawati
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.12.01.2019

Abstract

This study has a problem how three online media, Detik.com, Tribunnews.com and Tempo.co, in framing the reporting of the slogan “Indonesia First, Make Indonesia Great Again” delivered by Prabowo Subianto in his speech on Thursday, October 11, 2018 which considered imitating the President of the United States, Donald Trump. The three online media were selected on the basis of consideration of news sites that were quite intense and enthusiastic in reporting the slogan in the two-week period after the event (11-25 October 2018). The method in this study uses framing analysis proposed by Robert N. Entman. The data were analyzed in four stages, that is define problems, diagnose causes, make moral judgement, and treatment recommendation. The results of this study indicate that Detik.com provides news from both pros and cons; Tribunnews.com places more emphasis on using more refined language, and Tempo.co puts forward the use of wise and contemporary languages.Studi ini memiliki belakang masalah bagaimana tiga media online, Detik.com, Tribunnews.com dan Tempo.co, dalam membingkai pemberitaan slogan “Indonesia First, Make Indonesia Great Again” yang disampaikan oleh Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Kamis 11 Oktober 2018 yang dinilai meniru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ketiga media online tersebut dipilih atas dasar pertimbangan situs-situs berita yang cukup intens dan antusias dalam memberitakan slogan tersebut pada periode waktu dua minggu pasca kejadian (11-25 Oktober 2018). Metode pada penelitian ini menggunakan analisis framing yang dikemukakan oleh Robert N. Entman. Data dianalisis dalam empat tahap, yakni pendefinisian masalah, memperkirakan sumber masalah, membuat keputusan moral, dan menekankan penyelesaian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Detik.com menyajikan berita dengan sumber baik dari yang pro maupun kontra; Tribunnews.com lebih menekankan pada penggunaan bahasa yang lebih diperhalus, dan Tempo.co lebih mengedepankan penggunaan bahasa-bahasa yang bijak dan kekinian.
Pencegahan “Privacy Violation” di Media Sosial Pada Kalangan Remaja Seiren Ikhtiara
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.12.05.2019

Abstract

This article is the result of research on social Media based on the results of the development of internet technology as a new media (newmedia)that has implications in it to give a positive influence andnegatif on human life. The method used is qualitative descriptive whose data is taken through observation at SMAN 1 Pleret Bantul Yogyakarta school. The results of this study show that social media makes it easier for a person to interact and communicate.  Socialcare can also have a big impact on teenagers. Kaum teenagers who are also the most users on social media are very vulnerable and can be victims or perpetrators of cyber   crime, namely privacy  violations.   Remaja as the next generation of the nation must be wise in using social media. Remaja must quickly take langkah by frequently following socialization containing information about actions against cyber crime.Artikel ini adalah hasil penelitian tentang media sosial berbasis dari hasil perkembangan teknologi internet sebagai media baru (new media) yang menimbulkan implikasi didalamnya memberikan pengaruh positif dan negatif pada kehidupan manusia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang datanya diambil melalui observasi di sekolah SMAN 1 Pleret Bantul Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media sosial memudahkan seseorang dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Media sosial juga bisa memberikan dampak yang besar bagi remaja. Kaum remaja yang juga sebagai pengguna terbanyak di media sosial sangat rentan dan bisa menjadi korban ataupun pelaku dari cyber crime yaitu pelanggaran privasi atau privacy violation. Remaja sebagai generasi penerus bangsa harus dengan bijak dalam menggunakan media sosial. Remaja harus sigap mengambil langkah dengan sering mengikuti sosialisasi yang berisi informasi perihal tindakan melawan cyber crime.
Polemik “Buta” dan “Budek” dalam Pidato K.H. Ma’ruf Amin: Analisis Framing Robert N. Enmant pada Media Online Sutan Kumala Pontas Nasution
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.12.02.2019

Abstract

The background of the problem in this research is how three online media, CNNIndonesia.com, Republika.co.id, and Tempo.co, framed speeches containing the words “blind” and “deaf” delivered by the candidates for Vice President of the Republic of Indonesia. K.H. Ma’ruf Amin on Saturday, November 10 2018 in the presence of Barisan Nusantara (BarNus) volunteers. The three media were chosen based on the argumentation about the diversity of ideologies they held. This research method uses framing analysis proposed by Robert N. Entman. The data obtained were analyzed in four stages, that is define problems, diagnose causes, make moral judgement, and treatment recommendation. The results show that CNNIndonesia.com focuses more on the responses that arise from the community, especially people with disabilities; while Republika.co.id stated that the meaning of Ma’ruf Amin’s words did not refer to people with disabilities; and Tempo.co tended to be impartial by presenting neutral news.Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah bagaimana tiga media online, CNNIndonesia.com, Republika.co.id, dan Tempo.co, membingkai pidato yang berisi kata-kata “buta” dan “budek” yang disampaikan oleh calon Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin pada hari Sabtu 10 November 2018 di hadapan relawan Barisan Nusantara (BarNus). Ketiga media tersebut dipilih dengan argumentasi keragaman ideologi yang dianut pemiliknya. Metode penelitian ini menggunakan analisis framing yang dikemukakan oleh Robert N. Entman. Data yang diperoleh dianalisis ke dalam empat tahap, yakni pendefinisian masalah, memperkirakan sumber masalah, membuat keputusan moral, dan menekankan penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CNNIndonesia.com lebih menyoroti respon yang timbul dari masyarakat khususnya kaum disabilitas; sedangkan Republika.co.id menyebut bahwa maksud dari perkataan Ma’ruf Amin tidak menjurus kepada kaum disabilitas; dan adapun Tempo.co cenderung tidak berpihak dengan menyajikan berita yang netral.

Page 1 of 1 | Total Record : 6