cover
Contact Name
Hadi Jatmiko
Contact Email
Hadi.Jatmiko@unmuhjember.ac.id
Phone
+6282144340872
Journal Mail Official
jurnalsadarwisata@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Sumbersari Jember » Tel / fax : 082144340872 / 0331-336728
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata
ISSN : 18580114     EISSN : 26570645     DOI : https://doi.org/10.32528/sw
Core Subject : Humanities, Science,
Sadar Wisata: is an articulate publication journal of research results from lecturers or students in the field of tourism managed by the Hospitality Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, University of Muhammadiyah Jember. This journal has been published since 2005 by the Muhammadiyah Jember Tourism Academy, but in 2018 the Jember Muhammadiyah Tourism Academy merged with the Muhammadiyah Jember University so that the Jember Muhammadiyah Tourism Academy turned into a Hospitality Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Muhammadiyah University of Jember. Tourism Tourism Science Journal receives articles or scientific works on research results in the field of Tourism such as Tourism Potential, Planning and Development of Tourism, Hospitality, Culinary and Hospitality Management and studies that are directly related to Tourism sciences.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020): SADAR WISATA" : 12 Documents clear
PENGARUH KONFLIK KERJA TERHADAP STRESS KERJA DAN DAMPAKNYA PADA MOTIVASI KERJA SERTA KINERJA KARYAWAN HOTEL DI JEMBER Faozen, Faozen
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 3, No 1 (2020): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v3i1.3367

Abstract

Adanya konflik kerja berdapak pada stres kerja  yang mengakibatkan menurunnya  motivasi  kerja  dan  kinerja  karyawan.  Motivasi kerja sangat diperlukan oleh setiap individu  karyawan  sebagai  pemacu  untuk  menciptakan  gairah  kerja.  Kinerja karyawan timbul sebagai respon efektif terhadap tugas pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan.  Penelitian ini  dimaksudkan  untuk  menguji  variabel konflik kerja  terhadap  stress kerja, motivasi  kerja  serta  kinerja karyawan  sebagai  variabel  tidak  bebas.populasi penelitian ini adalah para karyawan hotel di Jember dengan sampel 120 orang, penetapan sampel dengan metode accidental samplingHasil penelitian ini menunjukkan bahwa variable konflik kerja  berpengaruh positif dan signifikan terhadap stress kerja secara langsung. variable konflik kerja  berpengaruh positif dan signifikan terhadap stress kerja secara langsung.variable konflik kerja  berpengaruh nigatif dan signifikan terhadap motivasi kerja secara langsung.variable konflik kerja  berpengaruh nigatifdan tidak signifikan signifikan terhadap kinerja karyawan secara langsung. variable stress kerja  berpengaruh nigatif dan tidak signifikan terhadap motivasi kerja secara langsung. variable stress kerja  berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan secara langsung.variable motivasi kerja  berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan secara langsung.variable konflik kerja  berpengaruh positif dan signifikan terhadap stress kerja secara langsung.variable konflik kerja  berpengaruh nigatif dan signifikan terhadap motivasi kerja melalui stress kerja.variable konflik kerja  berpengaruh nigatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui stress kerja dan motivasi kerja.variable stress kerja  berpengaruh nigatif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja.
MODELPENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS EKOWISATA DI DESA SAMBORI KABUPATEN BIMA Argubi, Adi Hidayat; Ramadhoan, Ruli Inayah; Tauhid, Tauhid; Taufiq, Muhammad
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 3, No 1 (2020): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v3i1.3372

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah model pengembangan desa wisata yang berbasis ekowisata yang didasarkan pada potensi lokal, yaitu pelestarian alam lokal, konservasi seni-budaya masyarakat lokal, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Sambori Kabupaten Bima. Teknik pengambilan sampel adalah proporsional randomsampling. Jumlah sampel wisatawan diambil dengan quota sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini selain menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Focus Group Discussion (FGD), juga menggunakan metode Rapid Rural Apprasial (RRA), Indept Interview, Survey dan analisis SWOT. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Sambori memiliki potensi berupa keunikan bahasa lokal, adat istiadat, rumah adat, tradisi yang langgengkan masyarakat, kesenian lokal, panorama dan kekayaan alam gunung Lambitu yang mempesona, tata cara hidup dan mata pencaharian masyarakat adalah competitive adventages yang dimiliki Desa Sambori. Respon positif masyarakat dan wisatawan yang mendukung pengembanganmemberikan peluang dan prospek yang baik dalam pengembangan.Sedangkan model desa wisata berbasis ekowisata di Desa Sambori Kabupaten Bima yang cocok dengan potensi dan keunikan lokal yang dimiliki oleh Desa Sambori adalah model desa wisata yang dalam pengembangannya melibatkatkan masyarakat, pemerintah daerah, swasta dan juga pelibatan institusi lokal dalam pengembangannya
POLA KOMERSIALISASI TEH HIJAU PADA INDUSTRI HOSPITALITY : PANDANGAN PELAKU USAHA Martina, Sigrid; Abdillah, Fitri
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 3, No 1 (2020): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v3i1.3368

Abstract

Teh adalah produk yang dikonsumsi secara luas dinikmati oleh konsumen di seluruh dunia. Popularitasnya adalah karena manfaat kesehatannya yang terbukti secara ilmiah jika dikonsumsi secara teratur dan benar. Salah satu variannya adalah teh hijau. Namun, permintaan konsumen untuk teh hijau masih relatif rendah secara umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan metode yang paling efektif untuk meningkatkan daya jual teh hijau di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data dari berbagai pakar teh. Analisis strategis yang digunakan dalam penelitian ini akan menjadi metode pemasaran campuran 7P (produk, proses, orang, harga, tempat, bukti fisik, dan promosi). Hasilnya menunjukkan bahwa, produsen dan produsen teh hijau memerlukan dukungan pemerintah untuk memasarkan teh hijau secara efektif kepada konsumen Indonesia. Langkah paling optimal yang dapat diambil oleh produsen adalah mempromosikan teh hijau di jaringan media lokal, dan promosi melalui acara makanan dan minuman yang relevan. Strategi yang direkomendasikan untuk mempromosikan teh hijau menjadi minuman terkemuka di Indonesia adalah pengembangan produk kantong teh dalam bentuk daun teh, distribusi dan produksi yang melibatkan pemerintah dan petani, membangun pendekatan lain untuk meningkatkan kesadaran tentang teh hijau, mempromosikan berbagai produk teh. ibu kota, promosi dengan produk uji di forum apa pun, dan tidak ada strategi khusus untuk menentukan harga. Disarankan bagi produsen teh hijau untuk memasarkan teh hijau yang unik di berbagai daerah dan provinsi di Indonesia
REVITALISASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DALAM MENGHADAPI PENDEMI COVID-19 DI KOTA BIMA Tauhid, Tauhid; argubi, adi hidayat; Ramadhoan, Ruli Inayah; Kamaluddin, Kamaluddin
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 3, No 1 (2020): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v3i1.3369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana revitalisasi kebijakan pengembangan  pariwisata dalam menghadapi pentebaran pendemi Covid-19 di Kota Bima.Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif.Penelitian ini dilakukan di Dinas pariwisata Kota Bima dan daya tarik wisata di Kota Bima.Tahapan pengumpulan data adalah denganobservasi, wawancara berstruktur, dan studi kepustakaan.Sedangkan Tehnik Analisis data yang dipergunakan  meliputi Analisisdata kualitatif merujuk model interaktifkoleksi data atau pengumpulan data denganmenggunakan analisis data yakni: 1)pengumpulan data lapangan; 2) mereduksidata; dan 3)menarik kesimpulan dan melakukanverifikasi data secara berinteraktif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa revitalisasi destinasi wisata kota bima,mencakup : Destinasi  Lawata  sebagai wisata bahari dan wisata Kuliner, Destinasi Kolo juga sebagai wisata bahari dan Kuliner, Destinasi Pundunence sebagai wisata pegunungan, Destinasi Ncai Kapenta sebagai  wisata olahraga ekstrim, Destinasi Tembakolo sebagai wisata sejarah dan Destinasi sejarah berupa gua peninggalan jepang di Kelurahan Jatibaru Barat dan JatibaruTimur. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa setelah penentuan destinasi obyek wisata, maka Dinas Pariwisata Kota Bima harus melakukan pengelompokan terhadap kegiatan di obyek wisata setelah dilakukan revitalisasi supaya lebih terarah pola pengembangan yang terdiri dari: 1).Pengelompokkan Wisata Air, 2). Kelompok Wisata Hiburan, dan 3). Kelompok Wisata Alam
UPAYA KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGANPARIWISATA PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL YANG BERKELANJUTAN DI KABUPATEN BIMA Haeril, Haeril; Hamidah, Nur Khusnul; Mas’ud, Mas’ud; Anilawati, Nur
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 3, No 1 (2020): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v3i1.3370

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana upaya kelembagaan dalam pengembanganPariwisata peisisir dan Pulau-pulau kecil yang berkelanjutan di Kabupaten Bima.Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini dipilih melalui teknik purposivesampling.Teknik pengumpulan data terdiri atas observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data dilakukan melalui model interaktif Miles dan Huberman yaitu; reduksi data,  penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upaya kelembagaan untukpengembangan Pariwisata peisisir dan Pulau-pulau kecil yang berkelanjutan di Kabupaten Bima dilakukan melalui upaya membangun kemitraan dengan komunitas kecil di Daerah, namun belum mampu menghadirkan dan menarik minat para investor untuk berinvestasi dalam menopang kepariwisataan karena masalah keamanan investasi dan lemahnya kepastian hukum. Selain itu pengembangan pariwisata pesisir terhambat kepentingan dan ego sektoral, dimana Peruntukkan dan jenis pengembangan kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau kecil di Kabupaten Bima yang tidak berdasarkan Perda Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bima dan Perda rencana zonasi dan Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil, sehingga seringkali mengintervensi keberlanjutan kawasan-kawasan yang harusnya di kembangkan menjadi destinasi wisata
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT HUNIAN KAMAR PADA HOTEL DI KOTA JEMBER Jatmiko, Hadi; Sandy, Syah Riza Octavy
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 3, No 1 (2020): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v3i1.3371

Abstract

Sumber daya manusia dalam bidang perhotelan sudah tidak sulit lagi untuk di peroleh tetapi dalam memenuhi sumber daya manusia yang professional, handal, serta mempunyai dedikasi  dan disiplin masih terbatas. Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan para   karyawan  sebuah hotel khususnya hotel kecil masih mengabaikan  penampilan dalam menunjang pelayan, hal dapat terlihat dari tingkat hunian kamar yang labil. Fenomena seperti ini tidak dapat dilihat dari satu sisi saja, yaitu dari staf (karyawan) semata, tetapi dari beberapa faktor yang mempengaruhi pola para karyawan dalam memberikan pelayanan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat hunian kamar hotel di kota Jember Analisa data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jumlah sampel 75 responden karyawan hotel, dan 150 responden pengunjung hotel.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) faktor internal, kemampuan staff, aksesbilitas, dan fasilitas kamar berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap tingkat hunian kamar hotel di Jember, (2) bahwa faktor internal, kemampuan staff, aksesbilitas, dan fasilitas kamar berpengaruh signifikan secara parsial terhadap tingkat hunian kamar hotel di Jember, adapun pengaruh paling dominan terletak pada kemampuan staf
PENGARUH KONFLIK KERJA TERHADAP STRESS KERJA DAN DAMPAKNYA PADA MOTIVASI KERJA SERTA KINERJA KARYAWAN HOTEL DI JEMBER Faozen Faozen
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 3, No 1 (2020): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v3i1.3367

Abstract

Adanya konflik kerja berdapak pada stres kerja  yang mengakibatkan menurunnya  motivasi  kerja  dan  kinerja  karyawan.  Motivasi kerja sangat diperlukan oleh setiap individu  karyawan  sebagai  pemacu  untuk  menciptakan  gairah  kerja.  Kinerja karyawan timbul sebagai respon efektif terhadap tugas pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan.  Penelitian ini  dimaksudkan  untuk  menguji  variabel konflik kerja  terhadap  stress kerja, motivasi  kerja  serta  kinerja karyawan  sebagai  variabel  tidak  bebas.populasi penelitian ini adalah para karyawan hotel di Jember dengan sampel 120 orang, penetapan sampel dengan metode accidental samplingHasil penelitian ini menunjukkan bahwa variable konflik kerja  berpengaruh positif dan signifikan terhadap stress kerja secara langsung. variable konflik kerja  berpengaruh positif dan signifikan terhadap stress kerja secara langsung.variable konflik kerja  berpengaruh nigatif dan signifikan terhadap motivasi kerja secara langsung.variable konflik kerja  berpengaruh nigatifdan tidak signifikan signifikan terhadap kinerja karyawan secara langsung. variable stress kerja  berpengaruh nigatif dan tidak signifikan terhadap motivasi kerja secara langsung. variable stress kerja  berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan secara langsung.variable motivasi kerja  berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan secara langsung.variable konflik kerja  berpengaruh positif dan signifikan terhadap stress kerja secara langsung.variable konflik kerja  berpengaruh nigatif dan signifikan terhadap motivasi kerja melalui stress kerja.variable konflik kerja  berpengaruh nigatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui stress kerja dan motivasi kerja.variable stress kerja  berpengaruh nigatif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja.
MODELPENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS EKOWISATA DI DESA SAMBORI KABUPATEN BIMA Adi Hidayat Argubi; Ruli Inayah Ramadhoan; Tauhid Tauhid; Muhammad Taufiq
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 3, No 1 (2020): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v3i1.3372

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah model pengembangan desa wisata yang berbasis ekowisata yang didasarkan pada potensi lokal, yaitu pelestarian alam lokal, konservasi seni-budaya masyarakat lokal, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Sambori Kabupaten Bima. Teknik pengambilan sampel adalah proporsional randomsampling. Jumlah sampel wisatawan diambil dengan quota sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini selain menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Focus Group Discussion (FGD), juga menggunakan metode Rapid Rural Apprasial (RRA), Indept Interview, Survey dan analisis SWOT. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Sambori memiliki potensi berupa keunikan bahasa lokal, adat istiadat, rumah adat, tradisi yang langgengkan masyarakat, kesenian lokal, panorama dan kekayaan alam gunung Lambitu yang mempesona, tata cara hidup dan mata pencaharian masyarakat adalah competitive adventages yang dimiliki Desa Sambori. Respon positif masyarakat dan wisatawan yang mendukung pengembanganmemberikan peluang dan prospek yang baik dalam pengembangan.Sedangkan model desa wisata berbasis ekowisata di Desa Sambori Kabupaten Bima yang cocok dengan potensi dan keunikan lokal yang dimiliki oleh Desa Sambori adalah model desa wisata yang dalam pengembangannya melibatkatkan masyarakat, pemerintah daerah, swasta dan juga pelibatan institusi lokal dalam pengembangannya
POLA KOMERSIALISASI TEH HIJAU PADA INDUSTRI HOSPITALITY : PANDANGAN PELAKU USAHA Sigrid Martina; Fitri Abdillah
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 3, No 1 (2020): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v3i1.3368

Abstract

Teh adalah produk yang dikonsumsi secara luas dinikmati oleh konsumen di seluruh dunia. Popularitasnya adalah karena manfaat kesehatannya yang terbukti secara ilmiah jika dikonsumsi secara teratur dan benar. Salah satu variannya adalah teh hijau. Namun, permintaan konsumen untuk teh hijau masih relatif rendah secara umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan metode yang paling efektif untuk meningkatkan daya jual teh hijau di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data dari berbagai pakar teh. Analisis strategis yang digunakan dalam penelitian ini akan menjadi metode pemasaran campuran 7P (produk, proses, orang, harga, tempat, bukti fisik, dan promosi). Hasilnya menunjukkan bahwa, produsen dan produsen teh hijau memerlukan dukungan pemerintah untuk memasarkan teh hijau secara efektif kepada konsumen Indonesia. Langkah paling optimal yang dapat diambil oleh produsen adalah mempromosikan teh hijau di jaringan media lokal, dan promosi melalui acara makanan dan minuman yang relevan. Strategi yang direkomendasikan untuk mempromosikan teh hijau menjadi minuman terkemuka di Indonesia adalah pengembangan produk kantong teh dalam bentuk daun teh, distribusi dan produksi yang melibatkan pemerintah dan petani, membangun pendekatan lain untuk meningkatkan kesadaran tentang teh hijau, mempromosikan berbagai produk teh. ibu kota, promosi dengan produk uji di forum apa pun, dan tidak ada strategi khusus untuk menentukan harga. Disarankan bagi produsen teh hijau untuk memasarkan teh hijau yang unik di berbagai daerah dan provinsi di Indonesia
REVITALISASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DALAM MENGHADAPI PENDEMI COVID-19 DI KOTA BIMA Tauhid Tauhid; adi hidayat argubi; Ruli Inayah Ramadhoan; Kamaluddin Kamaluddin
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 3, No 1 (2020): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v3i1.3369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana revitalisasi kebijakan pengembangan  pariwisata dalam menghadapi pentebaran pendemi Covid-19 di Kota Bima.Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif.Penelitian ini dilakukan di Dinas pariwisata Kota Bima dan daya tarik wisata di Kota Bima.Tahapan pengumpulan data adalah denganobservasi, wawancara berstruktur, dan studi kepustakaan.Sedangkan Tehnik Analisis data yang dipergunakan  meliputi Analisisdata kualitatif merujuk model interaktifkoleksi data atau pengumpulan data denganmenggunakan analisis data yakni: 1)pengumpulan data lapangan; 2) mereduksidata; dan 3)menarik kesimpulan dan melakukanverifikasi data secara berinteraktif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa revitalisasi destinasi wisata kota bima,mencakup : Destinasi  Lawata  sebagai wisata bahari dan wisata Kuliner, Destinasi Kolo juga sebagai wisata bahari dan Kuliner, Destinasi Pundunence sebagai wisata pegunungan, Destinasi Ncai Kapenta sebagai  wisata olahraga ekstrim, Destinasi Tembakolo sebagai wisata sejarah dan Destinasi sejarah berupa gua peninggalan jepang di Kelurahan Jatibaru Barat dan JatibaruTimur. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa setelah penentuan destinasi obyek wisata, maka Dinas Pariwisata Kota Bima harus melakukan pengelompokan terhadap kegiatan di obyek wisata setelah dilakukan revitalisasi supaya lebih terarah pola pengembangan yang terdiri dari: 1).Pengelompokkan Wisata Air, 2). Kelompok Wisata Hiburan, dan 3). Kelompok Wisata Alam

Page 1 of 2 | Total Record : 12