cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Fitopatologi Indonesia
ISSN : 02157950     EISSN : 23392479     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Fitopatologi Indonesia (JFI) is an official publication owned by the Indonesian Phytopathology Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia). In 2010, JFI management was given to PFI Komda Bogor. Since then, JFI has been published 6 times (January, March, May, July, September, and November).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 3 (2023): Mei 2023" : 6 Documents clear
Distribution of Yellow Curly Leaf Disease in Chili Plantations in Southeast Sulawesi and Identification of the Causes Muhammad Taufik; HS, Gusnawaty; Syair, Syair; Mallarangeng, Rahayu; Khaeruni, Andi; Botek, Muhammad; Hartono, Sedyo; Aidawati, Noor; Hidayat, Purnama
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 3 (2023): Mei 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.3.89-98

Abstract

Penyakit daun keriting kuning pada pertanaman cabai di Sulawesi Tenggara telah dilaporkan sejak tahun 2018, yaitu di Kabupaten Kolaka Timur dan Kota Kendari. Gejala penyakit di lapangan semakin meluas seiring dengan perluasan penanaman cabai. Penelitian bertujuan menghitung kembali insidensi penyakit daun keriting kuning pada pertanaman cabai di Sulawesi Tenggara, mengidentifikasi serangga yang berasosiasi dengan tanaman cabai, dan mengidentifikasi penyebab penyakitnya. Pengamatan insidensi penyakit dilakukan di pertanaman cabai yang berada di Kabupaten Bombana, Konawe Selatan, Konawe, Kendari, Kolaka Timur, Kolaka, dan Kolaka Utara. Identifikasi kutukebul dilakukan berdasarkan karakter morfologi. Deteksi dan identifikasi begomovirus menggunakan metode polymerase chain reaction, yang dilanjutkan dengan analisis sikuensing. Rata-rata insidensi penyakit daun keriting kuning di tujuh kabupaten ialah 36%–90%. Spesies kutukebul yang ditemukan adalah Aleurotrachelus trachoides. Fragmen DNA spesifik begomovirus berukuran 580 pb berhasil diamplifikasi dari sampel tanaman cabai asal tujuh kabupaten di Sulawesi Tenggara. Analisis sikuen mengonfirmasi infeksi Pepper yellow leaf curl Indonesia virus pada pertanaman cabai di Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Bombana, Konawe, dan Konawe Selatan.
Antagonistic Mechanism of Entomopathogenic Fungi Against Fusarium oxysporum f. sp. cubense, The Causal Agents of Banana’s Panama Disease Listiyowati, Sri; Rustiani, Tya; Rahayu, Gayuh
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 3 (2023): Mei 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.3.99-110

Abstract

Fusarium oxysporum f. sp. cubense merupakan cendawan tular tanah penyebab penyakit panama pada tanaman pisang. Agens hayati dari kelompok cendawan telah banyak dilakukan untuk mengendalikan penyakit tanaman. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi empat koleksi cendawan entomopatogen berdasarkan pada ciri morfologinya dan mengevaluasi mekanisme antagonismenya terhadap F. oxysporum f. sp. cubense IPBCC 19 1472. Galur cendawan entomopatogen dengan kode PS 4, PS 9, PS 11 berasal dari kawasan Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat dan galur KRC berasal dari Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat. Identifikasi cendawan dilakukan berdasarkan ciri morfologi pada medium agar-agar dekstrosa kentang. Mekanisme antagonistik diteliti menggunakan metode biakan ganda dan sebagai kontrol digunakan biakan tunggal F. oxysporum f. sp. cubense. Pengamatan dilakukan terhadap daya hambat cendawan entomopatogen dan pertumbuhan koloni F. oxysporum f. sp. cubense. Semua cendawan entomopatogen tidak dapat diidentifikasi secara morfologi karena tidak bersporulasi. Pertumbuhan koloninya lebih lambat daripada F. oxysporum f. sp. cubense. Semua cendawan entomopatogen menghambat F. oxysporum f. sp. cubense melalui mekanisme kompetisi ruang. Galur KRC memiliki aktivitas antagonisme paling besar, diikuti berturut-turut oleh galur PS 9, PS 11, dan PS 4. F. oxysporum f. sp. cubense membentuk klamidospora sebagai respons terhadap cendawan entomopatogen galur PS9 dan vakuolisasi ketika berinteraksi dengan tiga galur cendawan entomopatogen lainnya.
Korelasi Keparahan Penyakit Belang dan Kelimpahan Serangga Vektor Terhadap Hasil Panen Lada Miftakhurohmah; Wahyuno, Dono; Hidayat, Sri Hendrastuti; Mutaqin, Kikin Hamzah; Soekarno, Bonny Poernomo Wahyu
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 3 (2023): Mei 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.3.127-132

Abstract

Korelasi Keparahan Penyakit Belang dan Kelimpahan Serangga Vektor Terhadap Hasil Panen Lada Epidemi penyakit virus tular serangga dipengaruhi oleh interaksi antara tanaman inang, virus dan vektornya serta kondisi lingkungan. Dua spesies kutuputih yaitu Planococcus minor dan Ferrisia virgata diketahui sebagai vektor virus belang pada tanaman lada (Piper nigrum). Penelitian dilakukan untuk menentukan faktor utama yang berpengaruh terhadap penyebaran penyakit belang di lapangan. Pengamatan dilakukan terhadap 30 tanaman lada umur produktif di kebun Sukabumi, Jawa Barat. Peubah yang diamati ialah kelimpahan kutuputih, keparahan penyakit, dan produksi lada. Keparahan penyakit dan produksi lada diamati selama tiga musim berturut-turut, sedangkan jumlah kutuputih dihitung selama satu tahun dengan interval dua bulan sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan kutuputih tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat keparahan penyakit dan produksi lada. Hal ini mengindikasikan bahwa serangga vektor bukan menjadi faktor utama yang terlibat dalam penyebaran penyakit. Regresi linear sederhana antara keparahan penyakit dan produksi lada menunjukkan korelasi negatif dengan koefisien determinasi R2 sebesar 0.4351 mengindikasikan efek yang berlawanan antara keparahan penyakit dan produksi lada. Peningkatan keparahan penyakit akan menurunkan produksi lada dengan kategori sedang. Penggunaan bibit bebas virus dan praktik budi daya lada yang baik akan menghambat perkembangan dan penyebaran penyakit di lapangan yang akan berpengaruh terhadap produksi optimal yang berkesinambungan.
Exploration, Screening, and Application of Silica Solubilizing Bacteria and Silica Fertilizer to Suppress Fusarium Wilt Disease in Abaca Werdiningtyas, Cyrilla Kinanti; Wibowo, Arif; Subandiyah, Siti; Widiastuti, Ani
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 3 (2023): Mei 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.3.111-117

Abstract

Exploration, Screening, and Application of Silica Solubilizing Bacteria and Silica Fertilizer to Suppress Fusarium Wilt Disease in Abaca Abaca (Musa textilis) is producing high quality natural fibre with the main problem is fusarium wilt disease caused by Fusarium oxysporum f. sp. cubense TR4. The study aims to obtain silica solubilizing bacteria (SSB), determine the role of SSB and silica fertilizer to inhibit fusarium and to stimulate plant growth. Six isolates of SSB were obtained from healthy abaca rhizosphere, three of them had antagonistic activity against F. oxysporum f. sp. cubense TR4. The four treatments tested showed no different severity of fusarium wilt. Likewise, the four treatments did not show any difference in the observed growth variables. Silica solubilizing bacteria and silica fertilizer have not been able to control F. oxysporum f. sp. cubense TR4. Therefore, abaca proved to be susceptible to F. oxysporum f. sp. cubense TR4.
Potensi Bacillus subtilis subsp. subtilis RJ09 sebagai Agens Pengendali Hayati Penyakit Bercak Daun Cengkih Wisanggeni, Gen Adi; Suryanti, Suryanti; Joko, Tri
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 3 (2023): Mei 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.3.118-126

Abstract

Potensi Bacillus subtilis subsp. subtilis RJ09 sebagai Agens Pengendali Hayati Penyakit Bercak Daun Cengkih Cengkih merupakan tanaman asli Indonesia yang menjadi salah satu komoditas utama sektor perkebunan. Penyakit bercak daun berupa nekrosis sering ditemukan pada tanaman cengkih. Gangguan terhadap fotosintesis yang disebabkan oleh penyakit bercak daun dapat menyebabkan kematian pada tanaman. Bacillus diketahui dapat menghambat perkembangan patogen melalui mekanisme persaingan nutrisi dan antibiosis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi Bacillus sp. RJ09 secara molekuler dan mengetahui potensinya dalam menekan perkembangan Pestalotiopsis sp., penyebab bercak daun tanaman cengkih secara in vitro. Identifikasi cendawan dilakukan dengan mengamati morfologi yang meliputi warna koloni, bentuk, dan ukuran konidium cendawan hasil isolasi. Identifikasi Bacillus sp. RJ09 dilakukan dengan polymerase chain reaction (PCR) menggunakan sepasang primer yang mengamplifikasi wilayah gen gyrB sebesar ±1400 pasang basa (pb) yang dilanjutkan dengan analisis sikuen. Pengujian kemampuan Bacillus sp. RJ09 sebagai agens hayati terhadap cendawan yang berasosiasi dengan bercak daun dilakukan dengan metode kultur ganda in vitro. Hasil identifikasi cendawan bercak daun tanaman cengkih diperoleh Pestalotiopsis sp. yang dapat menyebabkan bercak nekrosis berwarna kehitaman pada daun. Hasil identifikasi molekuler Bacillus sp. RJ09 menunjukkan nilai kemiripan tertinggi 99.40% dengan B. subtilis subsp. subtilis. Pengujian in vitro menunjukkan B. subtilis subsp. subtilis RJ09 dapat menghambat pertumbuhan koloni Pestalotiopsis sp. sebesar 75%.
Cover Jurnal Fitopatologi Vol. 19 No. 3, Mei 2023 Editors Jurnal Fitopatologi Indonesia
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 3 (2023): Mei 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.3.i

Abstract

This editorial contains the front cover, editorial page, and back cover of the Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 19 No. 3, May 2023

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2025): Maret 2025 Vol. 20 No. 6 (2024): November 2024 Vol. 20 No. 5 (2024): September 2024 Vol. 20 No. 4 (2024): Juli 2024 Vol. 20 No. 3 (2024): Mei 2024 Vol. 20 No. 2 (2024): Maret 2024 Vol. 20 No. 1 (2024): Januari 2024 Vol 19 No 6 (2023): November 2023 Vol 19 No 5 (2023): September 2023 Vol 19 No 4 (2023): Juli 2023 Vol. 19 No. 4 (2023): Juli 2023 Vol 19 No 3 (2023): Mei 2023 Vol 19 No 2 (2023): Maret 2023 Vol. 19 No. 2 (2023): Maret 2023 Vol 19 No 1 (2023): Januari 2023 Vol. 18 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 18 No. 5 (2022): September 2022 Vol. 18 No. 4 (2022): Juli 2022 Vol. 18 No. 3 (2022): Mei 2022 Vol. 18 No. 2 (2022): Maret 2022 Vol. 18 No. 1 (2022): Januari 2022 Vol 17 No 6 (2021) Vol 17 No 5 (2021) Vol 17 No 4 (2021) Vol 17 No 3 (2021) Vol 17 No 2 (2021) Vol 17 No 1 (2021) Vol 16 No 6 (2020) Vol. 16 No. 5 (2020) Vol 16 No 4 (2020) Vol. 16 No. 3 (2020) Vol 16 No 2 (2020) Vol 16 No 1 (2020) Vol 15 No 6 (2019) Vol 15 No 2 (2019) Vol 15 No 1 (2019) Vol 14 No 6 (2018) Vol 14 No 5 (2018) Vol 14 No 4 (2018) Vol. 14 No. 3 (2018) Vol. 14 No. 2 (2018) Vol 14 No 1 (2018) Vol. 14 No. 1 (2018) Vol. 13 No. 6 (2017) Vol 13 No 5 (2017) Vol. 13 No. 5 (2017) Vol 13 No 4 (2017) Vol. 13 No. 3 (2017) Vol. 13 No. 2 (2017) Vol. 13 No. 1 (2017) Vol 12 No 6 (2016) Vol 12 No 5 (2016) Vol 12 No 4 (2016) Vol 12 No 3 (2016) Vol 12 No 2 (2016) Vol 12 No 1 (2016) Vol 11 No 6 (2015) Vol 11 No 5 (2015) Vol 11 No 4 (2015) Vol 11 No 3 (2015) Vol 11 No 2 (2015) Vol 11 No 1 (2015) Vol 10 No 6 (2014) Vol 10 No 5 (2014) Vol 10 No 4 (2014) Vol 10 No 3 (2014) Vol 10 No 2 (2014) Vol 10 No 1 (2014) Vol 9 No 6 (2013) Vol 9 No 5 (2013) Vol 9 No 4 (2013) Vol 9 No 3 (2013) Vol 9 No 2 (2013) Vol 9 No 1 (2013) Vol 8 No 6 (2012) Vol 8 No 5 (2012) Vol 8 No 4 (2012) Vol. 8 No. 3 (2012) Vol. 8 No. 2 (2012) Vol. 8 No. 1 (2012) More Issue