cover
Contact Name
Dr. Kaswanto, SP, MSi
Contact Email
kaswanto@apps.ipb.ac.id
Phone
+628121939739
Journal Mail Official
jkebijakan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranangsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, Bogor 16129, Jawa Barat
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan
ISSN : 23556226     EISSN : 24770299     DOI : https://doi.org/10.29244/jkebijakan
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan merupakan jurnal terbitan kerjasama antara Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB) dan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Alamat Penerbit Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranagsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, RT.02/RW.05, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129 P: +62 251 8345 724 F: +62 251 8344 113 E: psp3@apps.ipb.ac.id
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2023): Agustus" : 5 Documents clear
MEKANISME HUBUNGAN STAKEHOLDERS DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA TANGKAHAN Muhammad Irfan Lubis; EKS Harini Muntasib; Rinekso Soekmadi
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i2.44309

Abstract

Ekowisata Tangkahan adalah salah satu Ekowisata yang terkenal di Taman nasional Gunung Leuser. Banyak pihak yang ikut berperan dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme hubungan para pihak yang ikut mengelola di Ekowisata Tangkahan. Metode yang digunakan adalah pemetaan stakeholders, analisis stakehoders, dan sintesis dengan merumuskan mekanisme hubungannya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat sebagian stakeholders, seperti Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Langkat, dan Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT) yang menjadi pemain kunci dengan pengaruh dan kepentingan tertinggi.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) UNTUK PENINGKATAN PERTANIAN BERKELANJUTAN Callista Fabiola Candraningtyas; Muhammad Indrawan
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i2.48342

Abstract

The increase in the world's human population is a significant challenge for agricultural and food production. This causes farmers to use excessive chemical fertilizers so that they exploit fertile land to meet human food needs. This challenge has also caused Indonesia to be ranked third highest in Southeast Asia with a global hunger index. So that conditions do not get worse, it is necessary to carry out sustainable agricultural practices that are environmentally friendly. This sustainable agricultural practice can be carried out using Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). The method used in this study was to make inoculants and PGPR liquid formulations which were then applied to Red Beans to observe their development and compared to Red Beans which were not given PGPR liquid. The study found that the impact of using PGPR on Red Beans was that it could increase plant height, leaf height, and number of leaves. This proves that the use of PGPR can be an effective solution to be applied to agriculture in Indonesia.
SIMULASI KEBIJAKAN PRODUKSI DAN PERDAGANGAN INDONESIA TERHADAP INDUSTRI GULA DOMESTIK Birka Septy Meliany Br Sembiring; Widyastutik
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i2.48375

Abstract

Gula merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia karena pemanfaatannya yang beragam untuk rumah tangga dan industri. Studi ini bertujuan untuk memeriksa kondisi industri terdahulu yang terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran gula Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode persamaan simultan dengan estimasi Two-Stage Least Square (2SLS) selama tahun 2003 hingga 2020. Penelitian ini menemukan bahwa harga gula dalam negeri dan harga gula internasional memiliki dampak pada ukuran panen di perkebunan. Selain itu, variabel Produk Domestik Bruto (PDB) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi rumah tangga. Stok dan harga gula merupakan dua faktor utama yang memengaruhi tingkat impor gula Indonesia dari pasar global. Hasil dari simulasi kebijakan menunjukkan bahwa kebijakan peningkatan luas lahan dan penurunan impor karena dapat mendorong produktivitas domestik agar industri gula di Indonesia dapat bersaing.
OPTIMASI FAKTOR MODAL MENUNJANG LAPANGAN USAHA PENGELOLAAN SAMPAH, LIMBAH, DAN DAUR ULANG DI KABUPATEN MINAHASA UTARA Freddy Wangke
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i2.48405

Abstract

Strategi pembangunan di Kabupaten Minahasa Utara ditunjukkan oleh kinerja ekonomi melalui pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), lapangan usaha, dan kesempatan kerja. Kontribusi lapangan usaha pada PDRB dicapai melalui faktor tenaga kerja dan modal. Besaran produktivitas tenaga kerja dan modal menjadi ukuran kontribusi tersebut dengan mengukur besaran Location Quotient (LQ). Tujuan penelitian adalah menentukan besaran produktivitas tenaga kerja terhadap PDRB setiap lapangan usaha, menentukan besaran target produktivitas modal terhadap PDRB lapangan usaha, dan optimasi faktor modal untuk mengatasi dampak eksternalitas negatif dari sampah dan limbah buangan. Lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Pertambangan dan Penggalian menjadi andalan di Kabupaten Minahasa Utara. Rekomendasi untuk produktivitas modal lapangan usaha adalah pengadaan listrik dan gas, pengadaan air, pengelolaan sampah dan limbah. Investasi modal pengadaan teknologi mesin dapat dicapai melalui kerja sama antar pihak swasta dan Pemerintah Daerah dengan melibatkan perguruan tinggi untuk mencapai hasil yang optimal.
STUDI IDENTIFIKASI RELOKASI ATAU REKONSTRUKSI TEMPAT TINGGAL SEBAGAI SEBUAH PILIHAN PENANGANAN PASCA GEMPA CIANJUR 2022 BERBASIS PERSPEKTIF MASYARAKAT Doni Yusri; Agung Setiawan; Rabiatul Adwiyah; Heti Mulyati
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i2.48467

Abstract

Pada tanggal 21 November 2022 pukul 13:21:10 WIB, telah terjadi Gempa Bumi Cianjur. Episenter gempa berada pada koordinat 6,84 LS–107,05 dan kedalaman 11 km dengan magnitudo (M5,6). Sampai dengan tanggal 28 November 2022, pukul 07.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Gefosifika (BMKG) telah mencatat 297 gempa susulan dengan magnitudo terbesar M4,2 dan terkecil M1,0. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 334 orang meninggal dunia, 1.000 orang cidera, 20 hilang, dan 58.000 orang mengungsi. Pasca gempa, terjadi perubahan kondisi bentangan alam. Berbagai sarana prasarana lingkungan termasuk infrastruktur mengalami kerusakan. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 150 responden diperoleh bahwa 75% responden memiliki rumahnya sendiri. Rata-rata bangunan yang terkena dampak memiliki luasan kurang dari 72 m2, sedangkan jalan utama 56% masih bisa dilalui. Saat terjadi gempa bumi masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam pengadaan air minum, dan kondisi persawahan sebagai lahan untuk mencari nafkah, warga hanya mengalami kerusakan sebesar 19% saja. Hasil signifikan lain terkait dengan kerusakan bangunan dan infrastruktur akibat Gempa Bumi Cianjur dirasakan tidak terlalu mengkhawatirkan. Sehingga diperoleh hasil bahwa ketidaksetujuan warga masyarakat terhadap relokasi mencapai 77%. Rekonstruksi dapat dilakukan apabila pada suatu lokasi tertentu di suatu wilayah memiliki ancaman risiko bencana skala kecil, periode ulang tidak terlalu sering, dan tingkat risiko tersebut masih dapat diminimalisir melalui sebuah kebijakan/pembangunan. Ketika pertimbangan nilai kerugian yang akan dirasakan oleh masyarakat jauh lebih besar maka relokasi menjadi alternatif terbaik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5