cover
Contact Name
Agus Riyanto
Contact Email
aagusriyanto105@gmail.com
Phone
+6281227115446
Journal Mail Official
stikesbh03@gmail.com
Editorial Address
STIKES Bhakti Husada Bengkulu Jl. Kinibalu 8 RT. 012 RW. 002 Kebun Tebeng, Ratu Agung Bengkulu 38227 Telp./Fax. 0736-23422, Website : stikesbhaktihusada.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Mitra Raflesia (Journal of Health Science)
Core Subject : Health,
MITRA RAFLESSIA Journal of Health Science is an international, open access, peer reviewed and evidence-based scientific journal published by STIKES BAKTI HUSADA BENGKULU. The Journals mission is to promote excellence in nursing and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence-based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication. This journal is indexed or abstracted by Google Scholar
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2024)" : 20 Documents clear
LITERATURE REVIEW: GAMBARAN RISIKO PAPARAN KARBON MONOKSIDA DAN NITROGEN DIOKSIDA PADA MASYARAKAT Sitanggang, Jhon Wesly; Sunarsih, Elvi; Hasyim, Hamzah; Windusari, Yuanita; Zulkarnain, Mohammad; Novrikasari, Novrikasari
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i1.365

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Gas buang kendaraan atau emisi gas buang adalah gas sisa yang dilepaskan ke udara melalui saluran buang kendaraan. Pencemaran udara dari berbagai polutan dapat dialami oleh orang-orang yang menggunakan jalan raya, orang-orang yang tinggal di tepi jalan, orang-orang yang bekerja di jalan raya seperti polisi lalu lintas, pedagang kaki lima, pedagang asongan, dan anak-anak jalanan yang mengamen di persimpangan jalan, Pengaruh kendaraan bermotor terhadap polusi udara mencakup 70,5% karbon monoksida, 18,34% hidrokarbon, 8,89% oksida nitrogen, 1,33% partikulat, dan 0,88% oksida sulfida. Metode: Penulisan ini menggunakan metode Literature Review dan selection criteria for including dilakukan dari tahun 2019-2024. Hasil: Hasil peninjauan artikel ini, informasi dikumpulkan tentang penyakit, gejala, dan efek kesehatan dari paparan masyarakat terhadap gas karbon monoksida dan nitrogen dioksida. Sakit kepala, pusing, sesak nafas, mata berair, tekanan darah tinggi, dan bronchitis, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan stroke adalah semua efek dari paparan gas karbon dioksida, serta penyakit Delayed Encephalopathy After Acute Carbon Monoxide Poisoning (DEACMP) juga dapat disebabkan oleh paparan gas karbon dioksida. Selain berbahaya bagi manusia dan hewan, udara yang tercemar oleh gas nitrogen dioksida juga berbahaya bagi tanaman. Pada manusia, paparan NO2 dapat menyebabkan batuk, kelelahan, mual, sakit kepala, iritasi mata, serta gejala pembengkakan paru-paru (edema pulmonary). Salah satu efek gas NOx pada tanaman adalah munculnya bintik-bintik di permukaan daun. Kesimpulan: Pajanan emisi kendaraan seperti gas CO dan NO2 dapat mempengaruhi kondisi Kesehatan manusia. Kata Kunci: Karbon Monoksida, Nitrogen Dioksida, Risiko Kesehatan ABSTRACT Background: Vehicle exhaust gas or exhaust emissions are residual gas released into the air through the exhaust ports of the vehicles. Air pollution from various pollutants can be experienced by people who use the road, people who live by the road, and people who work on the road, such as traffic police, street vendors, hawkers, and vagrants who work by busking at intersections, The influence of motor vehicles on air pollution includes 70.5% carbon monoxide, 18.34% hydrocarbons, 8.89% oxides of nitrogen, 1.33% particulates, and 0.88% oxides of sulfide. Methods: This writing uses the Literature Review method, and selection criteria for inclusion was carried out from 2019-2024. Results: As a result of reviewing this article, information was collected on diseases, symptoms, and health effects of public exposure to carbon monoxide and nitrogen dioxide gas. Headaches, dizziness, breath congestion, watery eyes, high blood pressure, bronchitis, coronary heart disease, hypertension, and stroke are all effects of carbon dioxide gas exposure and Delayed Encephalopathy After Acute Carbon Monoxide Poisoning (DEACMP) disease can also be caused by carbon dioxide gas exposure. Besides being harmful to humans and animals, air polluted by nitrogen dioxide gas is also harmful to plants. In humans, exposure to NO2 can cause coughing, fatigue, nausea, headache, eye irritation, and symptoms of pulmonary edema. One of the effects of NOx gas on plants is the appearance of spots on the leaf surface. Conclusion: Exposure to vehicle emissions such as CO and NO2 gases can affect human health conditions. Key Word: Carbon Mpnoxide, Nitrogen Dioxide, Health Risk
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN KB IUD PADA PASANGAN USIA SUBUR Sulastri, Mepi; Hilinti, Yatri
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penduduk Indonesia pada tahun 2017 mencapai 255,5 juta. Kondisi ini menyebabkan Indonesia menduduki posisi keempat negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. ilan. Survey awal yang dilakukan di kelurah sukamerindu dari 8 ibu PUS terdapat 5 ibu PUS memiliki tingkat pendidikan yang baik tetapi dan 2 ibu PUS sudah tingkat pendidikan rendah baik.tujuan penelian untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Tingkat Pengetahuan Kb Iud Pada Pasangan Usia Subur Di Kelurahan Suka Merindu Kota Bengkulu.Metode: Penelitian ini menggunakan desaian ekprerimen. Populasi dalam penelitian ini adalah Januari – Februari tahun 2023 yang berjumlah 76 PUS. Menurut Kerlinger dan Lee (2016) jumlah sampel minimal dalam penelitian kuantitatif adalah sebanyak 30 orangHasil : Sebelum di lakukan pendidikan kesehatan tentang IUD tingkat pengetahuan kurang yaitu 18 responden (60%). Kemudian setelah di di lakukan pendidikan kesehatan tentang sesudah di berikan pendidikan kesehatan yang tingkat pengetahuan Cukup yaitu 17 responden (56,7%). Pada  pre dan post terdapat hubungan yang signifikan terhadap pemberian pendidikan kesehatan terhadap KB IUD dengan nilai p value = 0,000 , <0,05 N=30 maka dapat di simpulkan Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Kb IUD Pada Pasangan Usia Subur Di Kelurahan Suka Merindu Kota BengkuluSimpulan: Diharapkan bidan dapat meningkatkan penyuluhan atau pendidikan kesehatan mengenai KB IUD khususnya bagiKata Kunci:Pendidikan Kesehatan, PUS, IUD
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIANSTANTING: SEBUAH LITERATURE REVIEW Purnamasari, Nor Aisyah; Raharjo, Mursid; Hanani, Yusniar
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Saat ini, air bersih dan sanitasi merupakan dasar kebutuhan manusia. Salah satu poin dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, Sustainable Development Goals (SDGs), pada sektor lingkungan hidup memastikan masyarakat mencapai akses universal air bersih dan sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas air sumur dan sarana sanitasi dengan kejadian stunting.Metode : Mengidentifikasi intervensi spesifik penanganan stunting, mengetahui bagaimana saja upaya pemerintah daerah dalam penanggulangan faktor stunting. Penelitian ini menerapkan desain case control.Hasil : Menganalisis hubungan kepemilikan jamban dan penggunaan sarana air bersih dengan kejadian stunting.Simpulan : Hasil dalam penelitian ini menunjukkan jika dari 8 jurnal di atas didapati adanya hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian Stunting.Kata Kunci : Sanitasi Lingkungan, Kejadian Stunting, Kepemilikan Jamban ABSTRACTBackground :Today, clean water and sanitation are basic human needs. One of the points in the Sustainable Development Goals (SDGs) in the environment sector ensures that people achieve universal access to clean water and sanitation. This study aims to determine the relationship between well water quality and sanitation facilities with the incidence of stunting. Methods :Identify specific interventions for handling stunting, find out how local government efforts in overcoming stunting factors. Results: This study applies a case control design, analyzing the relationship between latrine ownership and the use of clean water facilities with the incidence of stunting. Conclusion:The results in this study show that of the 8 journals above, there is a significant relationship between environmental sanitation and the incidence of stunting.Keywords: Environmental Sanitation, Stunting Incidence, Latrine Ownership
PENGEMBANGAN MEDIA PROMOSI AUDIO VISUAL DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI ASN DI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU Sarkawi, Sarkawi; Rizal, Achmad Faisal; Febriawati, Henni; Angraini, Wulan
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i1.367

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Indonesia menghadapi tantangan terkait hipertensi karena tingginya prevalensi yang mencapai 34,1%. Pemberian edukasi memiliki potensi mengubah pola pikir penderita hipertensi, mengubah persepsi terhadap perawatan diri, dan memberikan motivasi positif untuk pemulihan. Keberhasilan program edukasi tergantung pada metodenya, sehingga perlu metode yang efektif dalam menyampaikan informasi mengenai self-management diantaranya melalui media audio visual.Metode: Penelitian ini menerapkan metode R&D (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE yaitu Analysis, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Ahli materi dan ahli media dilibatkan dalam proses uji validasi kelayakan media audio visual dalam pencegahan hipertensi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantatif dan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil: Selama tahap pengembangan, penilaian validasi ahli materi menghasilkan skor 3,49 dalam kategori layak, sementara penilaian ahli media memberikan skor 3,72 yang juga masuk kategori layak. Uji coba pertama menghasilkan skor 3,56 dengan kategori layak, sedangkan uji coba kedua mendapatkan skor 3,61 dengan kategori layak, khususnya dalam konteks upaya pencegahan hipertensi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media promosi audio visual dianggap memadai untuk mendukung usaha pencegahan hipertensi, terutama di kalangan ASN di Poltekkes Kemenkes Bengkulu.Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan pengembangan media promosi audio visual mendapatkan kategori layak dalam upaya pencegahan hipertensi pada ASN di lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu.Kata Kunci: Pengembangan, Media, Audio Visual, Hipertensi   ABSTRACTBackground: Indonesia faces challenges related to hypertension due to its high prevalence, which reaches 34.1%. Providing education has the potential to change the mindset of hypertension sufferers, change perceptions of self-care, and provide positive motivation for recovery. The success of an educational program depends on the method, so an effective method is needed to convey information about self-management, including through audio-visual media.Method: This research applies the Research and Development method using the Analysis, Design, Develop, Implement, and Evaluate Model (ADDIE). Material experts and media experts were involved in the process of validating the suitability of audio-visual media in preventing hypertension. The data analysis used is quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive data analysis.Results: During the development stage, the material expert's validation assessment produced a score of 3.49 in the feasible category, while the media expert's assessment gave a score of 3.72 which was also in the appropriate category. The first trial produced a score of 3.56 in the feasible category, while the second trial obtained a score of 3.61 in the appropriate category, especially in the context of efforts to prevent hypertension. Research findings show that audio-visual promotional media is considered adequate to support efforts to prevent hypertension, especially among ASN at the Bengkulu Ministry of Health Polytechnic.Conclusion: The results show that the development of audio-visual promotional media has received an appropriate category in efforts to prevent hypertension in ASN in the Bengkulu Ministry of Health Polytechnic environment.Keywords: Development, Media, Audio Visual, Hypertension
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT PADA TAHAP PERENCANAAN DAN PENGADAAN DI UPTD FARMASI DINAS KESEHATAN KABUPATEN MUKOMUKO TAHUN 2021 Rosdiyanto, Rosdiyanto; Machmud, Rizanda; Rasyid, Rosfita
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Permasalahan pengelolaan obat ditandai keluhan dari Puskesmas karena tidak terpenuhinya permintaan obat sehingga menimbulkan kekosongan obat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengelolaan obat pada tahap perencanaan dan pengadaan di UPTD Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method study dengan sampel item obat di LPLPO, informan berdasarkan kecukupan dan kesesuaian, jumlah 18 informan. Tempat penelitian di UPTD Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko. Hasil penelitian kuantitatif berdasarkan metode analisis ABC-VEN dengan matriks ABC-VEN perencanaan pengadaan obat tahun 2021 belum tepat dan sesuai dengan kebutuhan.Metode: Penelitian kualitatif komponen input ditemukan kekurangan SDM dan belum membentuk TPOT, pembiayaan belum mencukupi, kebijakan mengacu pada perundang-undangan berlaku, sumber data lengkap, keterlambatan Puskesmas menyampaikan data, keakuratan data diragukan. Sarana prasarana sudah mencukupi. Komponen proses, perencanaan belum mengacu pada Kepmenkes Nomor 1121/MENKES/SK/XII/2008, pengadaan mengacu pada peraturan perundangan berlaku.Hasil : Komponen out put indikator standar : persentase kesesuaian pengadaan dengan kenyataan pakai untuk masing-masing item obat 124,8%, frekuensi pengadaan tiap item obat 1 kali setahun, frekuensi kurang lengkapnya surat pesanan/kontrak tidak ditemukan, frekuensi tertundanya pembayaran tidak ada. Indikator belum standar : kesesuaian item obat dengan DOEN 88,4 % dan Fornas TK 1 73,3%, ketepatan perencanaan 10,6%, persentase dana tersedia dengan keseluruhan dana dibutuhkan 39,1%, persentase alokasi dana pengadaan obat 1,3%, pengadaan obat esensial sebesar 85,3 %, pengadaan obat generik 98,7 %.Simpulan: Untuk optimalnya perencanaan dan pengadaan obat perlu peningkatan kapasitas SDM, tersedianya kerangka acuan kegiatan pendidikan pelatihan, monev yang optimal dan pembentukan TPOT.Kata Kunci : Evaluasi, Perencanaan, Pengadaan, Obat ABSTRACT Background: Problems with drug management were marked by complaints from the Puskesmas because the demand for drugs was not fulfilled, resulting in drug shortages. This study aims to evaluate drug management at the planning and procurement stages at the Pharmacy UPTD Mukomuko District Health Office. This study used a mixed-method study approach with a sample of drug items at LPLPO, informants based on adequacy and suitability, and a total of 18 informants. Place of research at UPTD Pharmacy Mukomuko District Health Office. The results of quantitative research based on the ABC-VEN analysis method with the ABC-VEN matrix for planning drug procurement in 2021 are not appropriate and my needs. Methods: Qualitative research on the input component found a shortage of human resources and had not yet formed a TPOT, insufficient financing, policies referring to applicable laws, complete data sources, delays in submitting data to PKM, and doubtful data accuracy. The infrastructure is sufficient. The process component, planning does not refer to Kepmenkes Number 1121/MENKES/SK/XII/2008, procurement refers to applicable laws and regulations. Results: Components of standard indicator output: percentage of conformity of procurement with actual use for each drug item 124.8%, frequency of procurement of each drug item once a year, frequency of incomplete orders/contracts not found, frequency of delayed payments absent. Non-standard indicators: compatibility of drug items with NLEM 88.4% and Fornas Kindergarten 1 73.3%, accuracy of planning 10.6%, percentage of available funds with all required funds 39.1%, percentage of drug procurement fund allocation 1.3%, procurement of essential drugs 85.3%, procurement of generic drugs 98.7%. Conclusion:To optimize the planning and procurement of drugs, it is necessary to increase the capacity of human resources, provide activity framework for education and training, optimize monitoring and evaluation and establish TPOT.Keywords: Evaluation, Planning, Procurement, Medicine
DAYA TERIMA COOKIES TEPUNG IKAN GABUS DAN TEPUNG JAGUNG SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN BERBASIS PANGAN LOKAL Salsabila, Salsabila; Febry, Fatmalina; Herpandi, Herpandi; Yuliana, Indah; Ahjah, Nur Fadhilah
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah nasional yang dihadapi dan harus segera diselesaikan. Pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal sebagai salah satu strategi untuk memenuhi kebutuhan gizi balita. Pemberian cookies dengan tambahan tepung ikan gabus dan tepung jagung merupakan salah satu alternatif makanan tambahan berbasis pangan lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima cookies tepung ikan gabus dan tepung jagung sebagai makanan tambahan berbasis pangan lokal.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif dengan metode pra eksperimen dengan 1 faktor perlakuan yaitu perbedaan komposisi, dan 4 (empat) taraf perlakuan. Empat perlakuan pada cookies dengan tepung terigu, tepung ikan gabus dan tepung jagung yaitu F1 (30% : 40% : 30%), F2 (10% : 50% : 40%), F3 (20% : 20% : 60%), dan perlakuan F4 (100% : 0% : 0%). Cookies yang dihasilkan akan dilakukan uji tingkat kesukaan terhadap 25 panelis semi terlatih. Data diperoleh menggunakan lembar questioner.Uji statistik dari uji organoleptik menggunakan uji One way Anova kemudian dilakukan uji lanjut Duncan.Hasil: Dari hasil uji hedonik didapat data bahwa formulasi terpilih yang tertinggi dari aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa adalah formulasi F3. Hasil uji organoleptik mutu hedonik dari aspek warna dan rasa formulasi yang tertinggi adalah F3 dan dari aspek aroma dan tekstur formulasi yang tertinggi adalah F4.  Kesimpulan: Cookies F3 merupakan formulasi terpilih dari aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa.Kata kunci: cookies, daya terima, tepung ikan gabus, tepung jagungABSTRACTBackground: Stunting is still a national problem and must be resolved immediately. Providing additional food based on local food is one strategy to meet the nutritional needs of toddlers. Providing cookies with the addition of snakehead fish meal and corn flour is an alternative food based on local food. This research aims to determine the acceptability of snakehead fish meals and corn flour cookies as supplementary food based on local food.Method: This research is quantitative research using a pre-experimental method with 1 treatment factor, namely differences in composition, and 4 (four) treatment levels. Four treatments for cookies with wheat flour, snakehead fish flour, and corn flour, namely F1 (30%: 40%: 30%), F2 (10%: 50%: 40%), F3 (20%: 20%: 60%), and F4 treatment (100%: 0%: 0%). The resulting cookies will be tested for the level of liking of 25 semi-trained panelists. Data was obtained using a questionnaire sheet. Statistical tests from organoleptic tests used the One Way Anova test and then Duncan's further test was carried out.Results: From the results of the hedonic test, data was obtained that the highest selected formulation in terms of color, aroma, texture, and taste was the F3 formulation. The highest hedonic quality organoleptic test results from the color and taste aspects of the formulation were F3 and from the aroma and texture aspects, the highest was F4. Conclusion: F3 Cookies is a selected formulation in terms of color, aroma, texture, and taste. Keywords: cookies, acceptability, snakehead fish flour, corn flour
FAKTOR RISIKO PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL PADA KEJADIAN KANKER PAYUDARA DI RSUD DR.SOETOMO SURABAYA Fakhira, Avisha; Wihandono, Asdi; Umiastuti, Pirlina
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Berdasarkan data terbaru dari Global Cancer Observatory 2020, sekitar 65 ribu wanita Indonesia telah dan masih berjuang melawan kanker payudara. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kanker payudara merupakan salah satu jenis masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih, terutama oleh para Wanita. Terdapat faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan angka kejadian kanker payudara di Indonesia. Walaupun belum diketahui secara pasti, penggunaan kontrasepsi hormonal merupakan salah satu penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor risiko penggunaan kontrasepsi hormonal pada kejadian kanker payudara di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian jenis penelitian analitik. Rancangan penelitian observasional dengan pendekatan case control. Studi ini dilakukan dengan membandingkan kelompok kasus pasien dengan kanker payudara dan kelompok kontrol yaitu pasien tanpa kanker payudara. Perhitungan sampel penelitian menggunakan perhitungan Fleiss dengan CC (Continuity Correction), diperoleh total besar sampel sebanyak 114 (kelompok kasus yakni penderia kanker payudara sebanyak 57 dan kelompok kontrol yakni bukan penderita kanker payudara sebanyak 57). Variabel yang diamati yaitu penggunaan jenis kontrasepsi hormonal oral, AKDR, injeksi, implan, lama penggunaan kontrasepsi hormonal, serta kejadian riwayat kanker payudara. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat.Hasil : Berdasarkan hasil analisis diketahui jika dari keempat KB hormonal yakni oral, AKDR, injeksi, dan implan, yang memiliki faktor risiko terhadap kejadian kanker payudara adalah KB hormonal jenis injeksi. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai p value dari hasil analisis bivariat dan multivariat (0,015, 0,013, dan 0,021) < 0,05, serta nilai OR 3,041, 3,306, dan 2,756Simpulan : Dapat dikatakan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal jenis injeksi dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara sebesar 3 kali (ada peningkatan risiko penyakit dengan adanya peningkatan paparan) dibandingkan dengan responden yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal jenis injeksi Kata Kunci : Kontrasepsi Hormonal, Kejadian Kanker Payudara
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH AIR TAHU, DAUN LAMTORO DAN BATANG PISANG TERHADAP KADAR C – ORGANIK Ramadhani, Ramadhani; Mualim, Mualim
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i1.380

Abstract

AbstractTofu liquid waste contains a lot of organic matter compared to organic matter. The protein content of tofu liquid waste reaches 40-60%, carbohydrates 25-50% and fat 10%. The purpose of this study was to determine the effect of the combination of liquid organic fertilizer (LOP) from tofu waste water, lamtoro leaves, and banana stems on c-organic content. The type of research carried out in this study was a type of quasi-experimental research (quasi experiment). In this study design consisted of 3 different treatment groups. Based on table 4.1, the highest average C-Organic content was produced from liquid organic fertilizer (LOP) of tofu waste water combined with lamtoro leaves and banana stems with a treatment of 5 : 0.5 : 0.5 kg, 5 : 1 : 1 kg and 5 : 1.5 : 1.5 kg, namely in treatment 5: 0.5 with an average yield of 8.0. these results are close to the standard C-Organic content with a minimum quality stage of 10. Based on the results of the study, the results of the ANOVA test obtained p = .144 > 0.05 which means that statistically Ha is rejected and Ho is accepted, so it can be concluded that there is no significant difference Significant addition of variations in doses of banana stems 0.5, 1 and 1.5 kg to the addition of C-Organic content in tofu wastewater liquid organic fertilizer. It is hoped that the community can take advantage of waste / waste as an alternative to reducing waste and implementing the use of liquid organic fertilizer. AbstrakLimbah cair tahu banyak mengandung bahan organik dibandingkan bahanan organik. Kandungan protein limbah cair tahu mencapai 40-60 %, karbohidrat 25-50 %, dan lemak 10 %. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui pengaruh kombinasi pupuk organik cair (POC) limbah air tahu, daun lamtoro, dan batang pisang terhadap kadar C-Organik. Jenis penelitian yang di lakukan pada penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen). Dalam rancangan penelitian ini terdiri dari 3 kelompok perlakuan yang berbeda. Berdasarkan tabel 4.1 rata - rata kadar C-Organik yang paling tinggi dihasilkan dari pupuk organik cair (POC) limbah air tahu kombinasi daun lamtoro dan batang pisang dengan perlakuan 5 : 0.5 : 0,5kg, 5 : 1 : 1kg dan 5 : 1.5 : 1,5kg, yaitu pada perlakuan 5 : 0.5  dengan hasil rata – rata  8.0. hasil tersebut mendekati standar kadar C-Organik dengan stadium mutu minimum 10. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil uji uji anova didapatkan p = .144 > 0,05 dapat diartikan bahwa secara statistik Ha ditolak dan Ho diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan penambahan variasi dosis batang pisang 0.5, 1 dan 1.5 kg terhadap penambahan kadar C-Organik dalam pupuk organik cair air limbah tahu. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan sampah/limbah sebagai alternatif pengurangan sampah dan menerapkan pengunaan pupuk organik cair.Kata kunci : Pupuk Organik Cair (POC), Limbah Air Tahu, Kadar C – Organik
EFEKTIVITAS SERBUK BIJI KELOR (Moringa Oleifera) SEBAGAI KOAGULAN ALAMI UNTUK MENURUNKAN KEKERUHAN PADA AIR SUMUR GALI PENDUDUK Gustina, Mely; Adeko, Riang; Mardiana, Winda
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Air merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi kehidupan manusia dimana tidak ada satupun makhluk hidup di bumi ini yang tidak membutuhkan air. Hasil pemeriksaan sampel kekeruhan untuk kadar kekeruhan yaitu 39,36 mg/L. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari pemanfaatan serbuk biji kelor dalam proses pengembangan penurunan kekeruhan air sumur gali di Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu.Metode : Jenis Penelitian yang akan dilakukan adalah semi eksperimen, dengan rancangan penelitian pretest posttest design (Sugiono, 2017). Data primer yang diperoleh peneliti melalui observasi dan pengukuran kadar kekeruhan dari sumur gali warga di RT 08 kelurahan padang serai, sebelum pemberian serbuk biji kelor (Moringa Oleifera) dan setelah pemberian serbuk biji kelor (Moringa Oleifera)Hasil : Hasil penelitian yaitu dapat dilihat bahwa pre-test pada kekeruhan adalah 39,36 mg/L. Nilai penurunan serbuk biji kelor pada dosis 20 mg rata-rata adalah 77%, dosis 25 mg rata-rata 66%, dan pada dosis 30 mg rata-rata adalah 53%.Simpulan : Diharapkan menggunakan dosis yang beratnya lebih rendah dari 20 mg untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif lagi.Kata kunci : Kekeruhan, Koagulan, Serbuk Biji Kelor. ABSTRACTBackground: Water is a natural resource that has a very important function for human life where there is not a single living creature on this earth that does not need water. The results of the turbidity sample examination for turbidity levels were 39.36 mg/L. The aim of this research is to determine the effectiveness of using Moringa seed powder in the development process of reducing the turbidity of dug well water in Padang Serai Village, Bengkulu City.Methods: The type of research that will be carried out is semi-experimental, with a pretest posttest design research design (Sugiono, 2017). Primary data obtained by researchers through observation and measurement of turbidity levels from residents' dug wells in RT 08 Padang Serai sub-district, before administering Moringa Oleifera seed powder and after administering Moringa Oleifera seed powder.Results: The results of the research can be seen that the pre-test turbidity was 39.36 mg/L. The reduction value of Moringa seed powder at a dose of 20 mg was an average of 77%, at a dose of 25 mg an average of 66%, and at a dose of 30 mg the average was 53%.Conclusion: It is hoped that a dose that is lower than 20 mg is used to get even more effective results.Keywords: Turbidity, Coagulant, Moringa Seed Powder.
EDUKASI KESEHATAN SEKSUAL REMAJA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP PELECEHAN SEKSUAL DI SMPN 27 SELUMA Sari, Lezi Yovita; Yulianti, Syami; Lestari Nurjanah, Nimas Ayu
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Sexual violence is a sexual practice that is considered deviant because it is carried out in violent ways, contrary to religious teachings and values and violating applicable laws. According to Komnas Perempuan, one form of sexual violence is sexual harassment. The aim of the research is to determine whether there is a relationship between Adolescent Sexual Health Education to Increase Adolescents' Knowledge and Attitudes towards Sexual Harassment at SMPN 27 Seluma.Methods: This study used an analytic design with a cross sectional approach. The number of samples in this study were 35 people. Where the population of all female students I at SMPN 27 Seluma was used as a sample. Sampling in this study using the total population. This research was conducted at SMPN 27 Seluma in 2022. Data analysis used a bivariate test with chi-cquare.Results: The results of the study were the relationship between knowledge and sexual harassment, namely the knowledge of the majority of young women in the less category, namely 17 people (48.6%), with mild sexual harassment, namely 2 people (5.7%), moderate, namely 8 people (22.9%) ) and weight, namely 7 people (20.0%). The relationship between the attitudes of young women and sexual harassment, namely the attitude of the majority of young women was negative, namely 18 people (51.4%) with mild sexual harassment, namely 2 people (5.7%), moderate, namely 10 people (28.6%) and severe, namely 6 people (17.1%). The conclusion is that there is a relationship between the level of knowledge and attitudes of young women and sexual harassment of female students at SMPN 27 Seluma in 2022 with a significant value of 0.001 <0.05Conclusion: It is recommended for young women to increase their knowledge and attitudes about sexual harassment so that young women can prevent the negative impacts caused by sexual harassment.Keywords: Knowledge, Attitude, Young Women, Sexual Harassment

Page 2 of 2 | Total Record : 20