cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 22 No 1 (2024): JUNI" : 18 Documents clear
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PADI ORGANIK DAN KONVENSIONAL DI KECAMATAN MOJOGEDANG KABUPATEN KARANGANYAR Sholihah, Efi Nikmatu; Saputro, Avisema Sigit; Nisa', Hanifah Uswatun
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4569

Abstract

Rice farming is the dominant farming business in Java, one of which is Central Java. Rice is still the primadonna commodity because the staple food of most Indonesian people is rice. Currently, there is starting to be a shift from previously conventional farming techniques to organic farming to maintain soil fertility and environmental safety. This research aims to analyze the income and feasibility of organic rice farming and conventional rice farming in Mojogedang District, Karanganyar Regency and was carried out in June-August 2023. This research was carried out using a quantitative approach and descriptive analysis. The research location was determined purposively in the Tani Mulyo 1 Group, Mojogedang District, Karanganyar Regency, involving 25 organic rice farmers and 25 conventional rice farmers. This research uses cost, revenue, income analysis, and also feasibility analysis using the R/C ratio and Break Event Point (BEP). The results of the analysis show that the total cost of organic rice farming is IDR. 9,960,600,- and costs for conventional rice farming are IDR. 10,117,375,-. Average revenue from organic farming is Rp. 47,094,000,- and the average revenue from conventional rice farming is Rp. 40,414,400. Based on these results, the difference between revenues and costs is known so that the income obtained in organic rice farming is Rp. 37,133,400,- and conventional rice farming income is Rp. 30,297,025,-. The R/C ratio value for organic rice farming is 4.73 and for conventional rice farming is 3.99. Based on this analysis, it can be concluded that organic rice farming and conventional rice farming are both feasible to run, but organic rice farming will provide a higher level of profit.
PENGENDALIAN HAMA LALAT BUAH (Bactrocera dorsalis) MENGGUNAKAN PERANGKAP Sari, Sasmita
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4663

Abstract

Hortikultura merupakan salah satu andalan masyarakat Indonesia sebagai sumber pangan dan pendapatan. Salah satu komoditas hortikultura yang berpeluang untuk dikembangkan adalah jambu Kristal. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas dan kualitas jambu kristal di Indonesia adalah adanya gangguan dari serangan hama lalat buah (Batrocera dorsalis). Gejala serangan lalat buah ditandai oleh adanya lubang kecil di bagian permukaan kulit buah yang hampir masak. Kerusakan buah disebabkan oleh aktivitas larva memakan daging buah yang memicu terjadinya pembusukan kemudian meluas seiring dengan masaknya buah, akhirnya buah jatuh sehingga dapat menurunkan kuantitas dan kualitas buah. Oleh karena itu, pengamatan terhadap hama lalat buah harus dilakukan untuk mengetahui populasi, tingkat serangan serta upaya pengendaliannya, yaitu menggunakan senyawa antraktan. Metode yang digunakan adalah metode pengamatan langsung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Berdasarkan hasil pembahasan diketahui bahwa jumlah hama yang terperangkap didalam alat perangkap yang berisi senyawa antraktan bersifat fluktuatif atau naek turun. Sehingga ketika dilakukan uji menggunakan BNT taraf 5% tidak berbedanyata. Adapun penggunaan atraktan sebagai perangkap hama mampu menurunkan intensitas serangan hama lalat buah dari kategori intensitas serangan berat menjadi kategori intensitas serangan ringan.
POTENSI KETERSEDIAAN LIMBAH TANAMAN PANGAN SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI POTONG DI KABUPATEN MUNA BARAT Muhsafaat, La Ode; Mpia, La; R, Mustafa.
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4562

Abstract

West Muna Regency in Southeast Sulawesi Province is a new autonomous region where the majority of the population is engaged in plantation, agriculture, livestock, and fisheries sectors. In the livestock sector, the population of beef cattle in this area reached 23,388 heads in 2023. However, cattle rearing still depends on natural forage whose production is limited due to seasonal changes and land conversion. This research aims to analyze the potential of food crop waste as a source of feed for beef cattle in West Muna Regency, using secondary data from BPS West Muna in 2023, with descriptive analysis methods. Data analysis is based on calculations of livestock units (ST), food crop waste dry matter (BK), waste carrying capacity and waste carrying capacity index (IDD). The analysis results show that the harvested area for food crops is 9,671 ha with the main commodities being corn (6,372.6 ha), peanuts (1,607.6 ha) and rice (1,048.9 ha). The potential of dry matter from food crop waste reaches 33,221.7 tons of DM/year, with the largest contribution from corn (28,676.7 tons of DM/year). West Muna Regency has an IDD for feed from food crop waste of 0.89, which shows that 89% of beef cattle feed needs can be met from food crop waste. Four sub-districts have an IDD of more than 1, namely Wadaga, Lawa, Barangka, and Sawerigadi, indicating the potential for dry mater from feed crop waste to exceed the needs of the beef cattle population in these sub-districts. The sub-districts with the lowest IDD are Napano Kusambi, Tiworo Tengah, Tiworo Pulau, and Tiworo Utara.
SUMBER GALAKTOMANAN, METODE EKSTRAKSI, DAN MANFAAT GALAKTOMANAN: TINJAUAN LITERATUR Yermia, Yermia; Hasbiadi, Hasbiadi; Rahim, Abdul; Adelina, Fitriah; Sudarmin, Sudarmin; Adi, Qadarudin Fajri
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.5240

Abstract

Galaktomanan adalah polisakarida yang berasal dari sumber alami dan memiliki berbagai aplikasi industri, terutama di bidang makanan, farmasi, dan tekstil. Sumber utama galaktomanan adalah biji dari berbagai spesies tanaman seperti biji fenugreek, guar, dan carob. Studi ini bertujuan untuk menilai sumber galaktomanan yang paling efisien, metode ekstraksi yang optimal, dan manfaat yang dihasilkan dari polisakarida ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain tinjauan sistematis. Pencarian artikel dalam tinjauan literatur ini dilakukan menggunakan mesin pencari seperti Medline, PubMed, EBSCO, Elsevier, Cambridge Core, dan Wiley. Galaktomanan dapat diekstraksi dengan berbagai teknik seperti ekstraksi pelarut organik, proses mekanik, dan metode enzimatik, masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam hal efisiensi, kemurnian produk, dan biaya. Manfaat terbesar dari galaktomanan termasuk penggunaannya sebagai agen pengental, penstabil, dan pengemulsi dalam industri makanan serta penggunaannya dalam formulasi farmasi sebagai agen pengikat dan pelepasan terkontrol. Dengan memahami sumber, teknik ekstraksi, dan manfaat galaktomanan, studi ini berkontribusi pada pengembangan lebih lanjut dalam memanfaatkan galaktomanan untuk aplikasi industri yang lebih luas.
PENANGANAN PASCAPANEN PRODUK METE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI METE DI NUSA TENGGARA TIMUR Dea, Agnes Yunita; Kaleka, Marten Umbu
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4468

Abstract

Berbagai perlakuan diterapkan pada komoditas pertanian setelah panen hingga sampai ke tangan konsumen sebagai bagian dari proses pascapanen, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk pertanian. Dalam upaya meningkatkan pendapatan petani jambu mete, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas jambu mete di Nusa Tenggara Timur dan menekankan pentingnya pengelolaan pascapanen jambu mete. Studi ini menggunakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Data sekunder digunakan dari beberapa lembaga publik. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis statistik dasar. Jambu mete merupakan komoditas yang menduduki peringkat teratas secara nasional di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan menjadi salah satu pusat produksi di Indonesia dengan total produksi 52.846 ton pada tahun 2023. Nusa Tenggara Timur memimpin produksi jambu mete nasional sebesar 33,25%, diikuti oleh Sulawesi Tenggara 25,34%, Jawa Timur 10,84%, Sulawesi Selatan 8,66%, Nusa Tenggara Barat 7,87%, dan Jawa Tengah 7,26% sedangkan provinsi lain sebesar 7,77%. Proses pascapanen jambu mete sangat penting dilakukan ditingkat petani agar dapat memberikan keuntugan secara finansial yakni mengubah mete gelondongan menjadi produk jadi dengan nilai jual yang tinggi. Penanganan pascapanen meliputi tindakan seperti panen, pembersihan, pemisahan biji dari buah, pengeringan gelondongan mete, pengukusan, penganginan, pengupasan, penjemuran kacang mete, pengupasan kulit ari, sortasi kacang mete, pengemasan dan penyimpanan.
ANALISIS RANTAI NILAI USAHA SAPI POTONG DENGAN POLA KEMITRAAN DI KALIMANTAN TENGAH Rianita, Resti; Husein, Firdaus; Sari, Ricca; Jordi, Roy
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4554

Abstract

This research aims to identify the role of profit sharing partnerships in value chain management, analyze the role of profit sharing partnerships in improving the performance of the beef cattle value chain, analyze the cost structure in beef cattle profit sharing partnerships and calculate and analyze the market margin created in the beef cattle value chain with a profit sharing system. The research was conducted from June 2023 to December 2023. This research is a survey research that explores data on respondents selected using purposive random sampling from beef cattle breeders with a profit sharing system in Lamandau Regency, Central Kalimantan Province. The sub-district with the largest population of beef cattle was selected, and respondents were taken proportionally from each sub-district. Data was analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The research results show that the role of profit sharing is very important in reducing capital and market creation, the performance of the value chain created provides value in accordance with the role of each supply chain involved. A cost structure that can be efficient because of the short market chain created, each chain can access infrastructure well and profitably. Breeders obtain a fairly high farmershare of 55% and adequate market margins for each actor involved.
KAJIAN PERANAN TRICHODERMA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT VANILI (Vanilla planifolia) Radja, Anselmus R.; Ngaku, Maria Alfonsa; Goda, Karina D.
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4563

Abstract

ABSTRAK Trichoderma memiliki peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman salah satunya pada bibit vanili.trichoderma berfungsi untung merangsang pertumbuhan pada tanaman vanili agar dapat mencegah pembusukan pada batang vanili, disisi lain trichoderma tersebut dapat menghambat pertumbuhan pathogen yang dapat merugikan bibit vanili. Trichoderma sp. memberikan pengaruh positif terhadap perakaran, pertumbuhan dan hasil produksi tanaman. Mekanisme kerjanya dengan menginfeksi akar sehingga akar yang terinfeksi akan tumbuh lebih banyak dibandingkan yang tidak terinfeksi. Perakaran yang banyak menyebabkan penyerapan unsur hara lebih optimum, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik Kata Kunci : Trichoderma, Pertumbuhan, Bibit Vanili
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG AYAM DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Listiowati, Dinda Finka; Joko Santosa, Sartono; Nikmatu Sholilah, Efi
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4593

Abstract

Penelitian yang berjudul "Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Ayam Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) Batang Pisang Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)" yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang ayam dan konsentrasi POC batang pisang terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang. Dilaksanakan pada 15 November 2023 sampai 12 Januari 2024, di lahan Blok 3 Pertanian Organik Pusat Inovasi Agroteknologi Universitas Gadjah Mada yang terletak di Jl. Tanjungtirto, Kalitirto, Kec. Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor 3 kali ulangan. Kedua faktor tersebut adalah pupuk kandang ayam (K) dengan 3 taraf yaitu : kontrol (K0), dosis 1,44 kg/petak (K1), dosis 2,88 kg/petak (K2), dan pupuk organik cair batang pisang yang terdiri dari 3 taraf yaitu: kontrol (P0), konsentrasi POC 30 ml/200 ml (P1), konsentrasi POC 60 ml/200 ml (P2). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Parameter yang diamati adalah panjang tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, jumlah polong, panjang polong, dan berat polong. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pupuk kandang ayam berpengaruh terhadap parameter jumlah daun, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, jumlah polong, panjang polong, dan berat polong. (2) Konsentrasi POC batang pisang berpengaruh terhadap parameter panjang akar, berat brangkasan basah, jumlah polong, dan berat polong. (3) Pemberian perlakuan terbaik terdapat pada interaksi perlakuan K2P2 (dosis pupuk kandang ayam 2,88 kg/petak dan konsentrasi POC batang pisang 60 ml/200 ml) pertumbuhan terbaik pada berat brangkasan basah dengan rata-rata 196,50 gram, serta hasil terbaik pada panjang polong dengan rata-rata 54,17 cm, dan berat polong dengan rata-rata 223,89 gram. Kata kunci: Pupuk, Pertumbuhan, Hasil, Kacang Panjang
FORMULASI SEDIAAN SPRAY ALAMI PADA KOMBUCHA BUNGA TELANG SEBAGAI PRODUK BIOTEKNOLOGI FARMASI DAN ANTIFUNGI PADA TANAMAN KOMODITAS HORTIKULTURA JENIS KENTANG (Solanum tuberosum L) Rezaldi, Firman; Maritha, Vevi; Yenny, Ratna Fitry; Saifullah, Ipul; Sugiono, Sugiono; Rohmatulloh, Rizal; Munir, Misbakhur; Setiawan, Usman; Mubarok, Syariful; Kusumiyati, Kusumiyati
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4600

Abstract

Tanaman kentang memiliki manfaat sebagai sumber karbohidrat, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai menu pengganti nasi. Gagalnya panen pada tanaman kentang disebabkan oleh faktor faktor biotik yang sangat potensial dalam menyerang tanaman kentang sehingga para petani sulit dalam memenuhi permintaan pasar dalam jangka waktu terkendali maupun tidak terkendali. Fungi patogen penyebab busuk pada tanaman kentang yaitu spesies Phytophthora infestans. Fungi patogen penyebab bercak cokelat pada tanaman kentang berupa Ralstonia solanacearum merupakan spesies fungi patogen penyebab layu pada daun tanaman kentang, sehingga dibutuhkan antibiotik secara natural dari kombucha bunga telang yang cukup ramah lingkungan dengan pertimbangan adanya penggunaan pestisida secara kimiawi cukup potensial dalam merusak lingkungan budidaya tanaman. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium yaitu dengan cara membuat formulasi dan sediaan spray kombucha bunga telang pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40%, menyediakan aquadest steril yang dirancang sebagai kontrol negatif, menyediakan antibiotik pasaran sebagai kontrol positif. Tahapan tahapan penelitian ini meliputi persiapan bunga telang, kultur awal kombucha, fermentasi kombucha bunga telang, menguji daya hambat pertumbuhan fungi patogen dari masing-masing formulasi dan sediaan spray kombucha bunga telang, dan analisis data. Hasil penelitian ini telah terbukti bahwa seluruh formulasi dan sediaan kombucha bunga telang dapat dimanfaatkan sebagai antifungi bagi tanaman kentang yang cukup potensial dalam diserang fungi patogen, sehingga perlu diberikan edukasi bagi petani dalam pemanfaatan kombucha bunga telang untuk diperankan sebagai minuman probiotik peningkat sistem imun maupun sediaan spray natural yang ramah lingkungan.
WILLINGNESS TO PAY (WTP) PETANI PADI TERHADAP JASA LAYANAN IRIGASI DI DESA GUDANG KECAMATAN ASEMBAGUS KABUPATEN SITUBONDO Yekti, Gema Iftitah Anugerah; Walidah, Jamilatul; Supatra, Supatra
AGRIBIOS Vol 22 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i1.4645

Abstract

Kebutuhan air untuk kepentingan lahan pertanian, semakin meningkat seiring peningkatan kebutuhan pangan penduduk. Apalagi, pangan pokok masyarakat Indonesia adalah beras, yang berasal dari tanaman padi, yang tergolong tanaman dengan kebutuhan air cenderung tinggi. Sehingga, pengaturan air irigasi untuk padi perlu dilakukan untuk peningkatan produksi. Namun, saat ini permasalahan kondisi irigasi sering terjadi akibat buruknya pengelolaan, pemeliharaan sistem saluran irigasi, serta adanya degradasi lingkungan hutan sekitar DAS. Oleh sebab itu, petani perlu melakukan pembayaran jasa lingkungan (PJL) air melalui metode willingness to pay (WTP) untuk pelaksanaan konservasi lingkungan air dan irigasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai rataan WTP dan total WTP petani di Desa Gudang Kecamatan Asembagus. Metode penentuan sample secara simple random sampling pada 30 orang petani sawah irigasi di Desa Gudang Kecamatan Asembagus. Analisa data menggunakan analisa EWTP dan TWTP dengan metode contingent valuation method (CVM). Hasil penelitian menunjukkan nilai rataan WTP sebesar 272.956/ha/MT dan total WTP yaitu sebesar Rp 24.020.151/ha/MT.

Page 1 of 2 | Total Record : 18