cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 65 Documents
Search results for , issue "PERIODE 147-148 (desember 2019)" : 65 Documents clear
REDESAIN PASAR GEDE CILACAP HENING HARYO NUGROHO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, pasar tradisional tidak lagi menjadi pilihan utama sebagai tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari. Munculnya pasar modern, lebih diminati pembeli karena tempatnya yang bersih dan tertata sehingga membuat kegiatan berbelanja menjadi lebihnyaman. Hal ini menjadikan pasar tradisional kalah bersaing dan mulai sepi pembeli dikarenakan kondisi pasar tradisional yang identik dengan kumuh dan tidak tertata. Pada studi kasus Pasar Gede Cilacap, kondisi fisik bangunan yang rusak dan sistem penataan zonasi pedagang yang kacau menjadi penyebab berkurangnya minat pembeli di Pasar Gede. Pasar Gede Cilacap sebagai tempat bagi pedagang mikro dan menengah berperan  sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar bagi KotaCilacap. Penerapan redesain bertujuan menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Pasar Gede, sehingga, dapat bersaing dengan keberadaan pasar modern. Konsep desain yang diterapkan yaitu Modern Higienis, dengan 3 komoditi perdagangan utama yaitu kuliner, dagangan kering,dan dagangan basah. Walaupun mengusung konsep pasar modern, namun secara prinsip  berjualan kegiatan perdagangan masih menerapkan sistem dari pasar tradisonal yaitu berupa tawar menawar.
PENGEMBANGAN PASAR IKAN HIGENIS KOTA SEMARANG GUPHITA PUTRI PERMATASARI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi perikanan di Indonesia pada umumnya kurang higenis, hal initerjadi karena sistem pengelolaan yang kurang baik. sebagian besar nelayanmenjual hasil ikan tangkapan pada wadah-wadah Styrofoam dengan teknikpengawetan yang sederhana. Penggunaan wadah yang berulang kali dankondisi pasar yang terbuka, bau dan kotor akan sangat mempengaruhikualitas ikan hasil tangkapan yang dijual. Ikan merupakan jenis pangandaging yang cepat membusuk apabila tidak diawetkan dengan baik, apalagiIndonesia merupakan wilayah tropis yang menyebabkan bakteri penyebabkemunduran mutu ikan cepat berkembang. Proses kemunduran ikan padadasarnya dilihat dari dua sudut pandang yaitu kesegaran dan kebusukan, Jikapenanganan tidak tepat akan mengakibatkan penurunan mutu ikan.Penanganan yang tidak baik juga terjadi pasar ikan tradisional, dimanakondisi pasar ikan identik dengan becek dan tidak higenis. Berangkat darifenomena diatas, perancangan ini diawali dengan melakukan studi kasuspada pasar ikan di kota semarang. Pasar ikan kobong ini sudah berdiri sejaklama yang sampai saat ini masih berdiri dan masih dipergunakan untuk jualbeli ikan. Pasar ikan kobong memiliki citra kumuh, bau dan kotor. Olehpemerintah pedagang pasar ikan kobong direlokasikan ke bangunan baruyang di bangun berada disamping pasar ikan kobong yaitu pasar ikan higenismina rejomulyo. Namun sayangnya para pedagang ikan tidak bertahan lamamenempati pasar ikan higenis mina rejomulyo tersebut karena ada beberapafactor yang mempengaruhi penyebab pedagang ikan kembali lagi ke pasarkobong. Dari hal tersebut perlu adanya perencanaan ulang yaitu denganMengembangkan Pasar Ikan Higenis Kota Semarang menjadi pasar yangnyaman dan memiliki fasilitas yang mewadahi pedagang ikan sertamengubah citra pasar ikan menjadi bersih, nyaman dan higenis.
APARTEMEN DI KOTA SEMARANG EVA SATYA CHRISTY
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang yang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Tengah yang menjadi pusat kegiatan bisnis dan  ekonomi. Perkembangan ekonomi yang pesat disertai  dengan sarana dan prasarana yang memadai membuat banyak orang tertarik untuk tinggal di kota ini. Hal ini terlihat dari terus bertambahnya penduduk dan kepadatan di Kota Semarang. Dengan semakin  ertambahnya jumlah dan kepadatan penduduk maka kebutuhan akan hunian juga turut meningkat. Namun lahan yang tersedia terbatas sehingga perlu adanya hunian vertikal berupa apartemen sebagai solusi dari permasalahan ini. Trend hunian vertikal semakin diminati juga oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari terus bertambahnya  permintaan properti apartemen di Kota Semarang.  Maka tugas akhir ini akan membahas bagaimana penyusunan program ruang apartemen secara efektif sebagai hunian tanpa mengesampingkan kebutuhan sosial  penghuninya.
SPA HOTEL DI SEMARANG SUMAYYA AHIDA FIKRI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di semarang sudah banyak berdiri pusat perawatan kecantikan yang menawarkan klinik kecantikan, salon, SPA dan treatment - treatmen lainnya. kebanyakan pusat pearwatan hanya berfokus pada salah satu jenis pearwatan saja. Permasalahan yang terdapat pada pusat perawatan kecantikan pada umumnya adalahkurangnya fasilitas pendukung seperti rekreasi, dan belum banyak yang menjadikan faktor pariwisata sebagai potensi Pusat Perawatan Kecantikan.Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, diajukan sebuah pembangunan pusat perawatan berbentuk SPA Hotel di Semarang sebagai tempat perawatan dengan fasilitas menginap dan fasilitas penunjang lainnya dengan menganut konsep arsitektur tropis agar sesuai dengan kondisi Semarang yang berada pada iklim tropis.
JAKARTA THEURAPATIC NURSING HOME IVAN DANILO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era ini, jumlah penduduk Indonesia terus meningkat dikarenakan dampak dari  baby boom pada awal abad ke-21 lalu. Demografi tersebut juga beriringan dengan peningkatan angka harapan hidup, penurunan angka kelahiran, dan penurunan angka kematian. Hal ini menunjukkan bahwa program layanan pemerintah terkait bidang kesehatan bagi penduduk lanjut usia. Di sisi lain, fenomena ini menjadi tantangan tersendiri untuk menangani keberlanjutan hidup penduduk lanjut usia mengingat kondisi kesehatan, ekonomi, dan sosial pada usia lanjut yang akan terus menurun.Secara global, Indonesia dikatakan sudah termasuk kategori era penduduk menua (ageing population) dikarenakan jumlah penduduknya yang berusia 60 tahun ke atas sudah melebihi angka 7 persen dari keseluruhan penduduk (Soeweno, 2009). Fenomena ini harus menjadi kesadaran juga bagi berbagai pihak dalam pembangunan fasilitas sosial khusus untuk menunjang keberlangsungan hidup para lansia, salah satunya adalah Nursing Home.Secara spesifik, persentase penduduk lansia di Ibukota Negara Republik Indonesia, DKI Jakarta, mencapai 7,19 persen. Walaupun memiliki persentase lansia diatas 7%, DKI Jakarta merupakan kota yang memiliki lansia dengan tingkat pendidikan tertinggi dengan persentase mencapai 9,17%, sehingga menandakan DKI Jakarta memiliki lansia dengan pola pikir yang lebih maju ke depan dan lebih terbuka akan keberlanjutan hari tua nya. Berdasarkan fenomena dan urgensi tersebut, Provinsi DKI Jakarta masih membutuhkan fasilitas pelayanan sosial bagi lansia, seperti Therapeutic Nursing Home yang didukung oleh desain yang disesuaikan dengan perilaku dan kebutuhan lansia demi tercapainya kondisi lansia yang lebih baik dan sejahtera.
PERPUSTAKAAN UMUM RAMAH PENGGUNA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KOTA SEMARANG NADYA SARAH NISRINA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas perpustakaan yang salah satunya berupa bahan pustaka dikelola oleh Perpustakaan guna memenuhi kebutuhan Pendidikan, Penelitian, Pelestarian, Informasi dan Rekreasi masyarakat umum. Setiap masyarakat memiliki hak yang sama dalam mendayagunakan fasilitas-fasilitas tersebut. Hak yang sama tersebut juga berlaku pada Individu Berkebutuhan Khusus. Penjelasan tersebut tercantum dalam UU No.43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan.Selain atas dasar UU, bangunan perpustakaan umum di kota Semarang juga belum memenuhi standar kemudahan bangunan Gedung ditambah kesan bangunan yang kuno menambah permasalahan yang menjadi dasar perancangan perpustakaan umum ramah pengguna berkebutuhan khusus dengan desain arsitektur modern guna meningkatkan minat masyarakat dalam menhgunjungi perpustakaan
PASAR KARANGAYU DI KOTA SEMARANG FAJRIN AINNU ZULFA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pasar tradisional dari dahulu sampai sekarang ialah citra pasar tradisional sebagai tempat yang kumuh, becek, bau, dan tidak terawat.Pasar Tradisional Pasar Karangayu berperan penting dalam sektorperdagangan di Kota Semarang yang memiliki potensi untuk dikembangkandan dapat bersaing dengan pasar tradisional lainnya. Perancangan Pasar Tradisional Karangayu dengan penataan modernmerupakan usaha untuk meningkatkan citra pasar tradisional denganmenawarakan fasilitas dan penataan yang lebih baik. Dengan perumusankonsep perancangan fisik yang berdasarkan dengan penekanan desain arsitektur tropis, standar pasar tradisional, dan berorientasi pada masyarakat sebagai penggunanya.
REDESAIN PASAR KLATEN III LANTAI FATMA FADHILAH
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Klaten III Lantai merupakan pasar induk tipe I yang terletak di KecamatanKlaten Tengah, Kabupaten Klaten. Pasar Klaten III ini berada di lokasi strategis,terletak di pusat kota, dekat dengan rumah penduduk dan fasilitas perdaganganlainnya. Pasar ini dekat dengan jalan raya Solo-Jogyakarta, sehingga aksestransportasinya sangat mudah. Bertolak belakang dengan potensi yangdimilikinya, pasar Klaten III Lantai memiliki berbagai permasalahan, diantaranyaadalah permasalahan terkait penataan dagangan, kebersihan masih dibawahstandart, tidak ada tata hijau didalam tapak, kelengkapan fasilitas minim,bangunan rusak, tua, desain tidak menarik, sumpek, pencahayaan alami minim,serta sirkulasi pengunjung tidak merata. Dibutuhkan perencanaan danperancangan kembali Pasar Klaten III Lantai untuk mengembangkan potensiyang dimiliki serta untuk mengembalikan citra pasar tradisional, sejalan denganprogram pemerintah daerah Kabupaten Klaten yang juga berencana untukmerevitalisasi pasar Klaten III Lantai pada tahun 2020 mendatang. Tujuanredesain ini adalah untuk merancang dan menata kembali Pasar Klaten IIILantai dengan target memenuhi standar perancangan pasar rakyat sehinggadidapatkan kembali ruang yang nyama
GELANGGANG REMAJA JAKARTA SELATAN - BULUNGANS SEBAGAI TAMAN KOTA HANIFA DIBA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GELANGGANG REMAJA JAKARTA SELATAN - BULUNGANS SEBAGAI TAMAN KOTA
GEDUNG PUSAT BIM DAN INFRASTRUKTUR BERKELANJUTAN JULI HARIYANTO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 147-148 (desember 2019)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Pusat BIM dan Infrastruktrur berkelanjutan adalah sebuah bangunan yang direncanakan terletak di Lingkungan Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Bangunan ini berada di samping Jalan Prof. Soedarto Kampus UndipTembalang. Gedung tersebut mewadahi dua research group dan satu lembaga Universitas Diponegoro. Research group berupa, BIM Research Group dan Infrastruktur Berkelanjutan Research Group. sementera untuk lembaga yang bernaung di Gedung Puat BIM dan Infrastruktrur berkelanjutan adalah UNDIP Data Center and Development Authority. Dalam desain Gedung Puat BIM dan Infrastruktrur berkelanjutan menekankan pada efisiensi dan konservasi energi. Menggunakan metode Building Information Modeling (BIM) dalam  perancangannya.