Jurnal Poster Pirata Syandana
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles
88 Documents
Search results for
, issue
"PERIODE 149-150 (juli 2020)"
:
88 Documents
clear
CITY HOTEL DI KOTA SEMARANG
ZAINAB WAFA INDINA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
City Hotel adalah hotel yang terletak ditengah kota besar atau daerahperkotaan. City Hotel biasa disebut sebagai transit hotel karena Masyarakat yangtinggal biasanya dalam jangka waktu pendek (sementara). Tamu yang datangkebanyakan bertujuan untuk bisnis, pertemuan, seminar, serta untuk acara resmiperusahaan. Sebab City Hotel banyak menyediakan sarana untuk bisnis dengangedung bertingkat.Ibu kota Jawa Tengah yakni Semarang kini kian dilirik dunia perhotelan.Para investor hotel mulai melirik Semarang selain juga kota-kota besar lainnyaseperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta. Marketing & BusinessDevelopment Parador Hotel & Resort, Lindawaty mengatakan potensi pasarhotel Semarang terus tumbuh pesat di tahun-tahun belakangan ini. Menurutnyahal tersebut seiring dengan pembangunan infrastruktur yang mengundanginvestasi.Semarang juga merupakan kota metropolitan terbesar kelima diIndonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung. Saat ini Semarangmenjadi salah satu destinasi kota wisata yang menarik untuk dikunjungi denganbanyaknya pilihan aktivitas berwisata.
HOTEL RESORT DI GUNUNGSITOLI
HONEST GUNADI ASTIMAN LAROSA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertumbuhan wisata di Kota Gunungsitoli sedang berkembang dengan cepat. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Gunungsitoli tahun 2017, jumlah wisatawan yang berkunjung sebanyak 40.000, mengalami peningkatan 6% dari tahun 2016. Kunjungan wisata tepi pantai menjadi salah satu primadonanya meskipun wilayah Gunungsitoli rawan terhadap bencana gempa dan tsunami. Sebagai respon terhadap perkembangan tersebut, hotel resort di kota Gunungsitoli memberikan alternatif akomodasi pariwisata bagi para wisatawan yang berwisata atau berlibur di kota Gunungsitoli.
CIKARANG SHOPPING MALL DENGAN KONSEP GREEN BUILDING
FADHEL MUHAMMAD
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kabupaten Bekasi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki Ibukota yaitu Cikarang. Kabupaten yang berpenduduk sekitar 1,8 juta jiwa ini memang sedangmenggalakkan proses pembangunan daerah sejak beberapa tahun lalu. Akses transportasi yang dilalui oleh Kabupaten Bekasi ini pun juga sudah mulai terbangun dan tertata dengan rapi mulaidari akses darat berupa jalan tol yang menghubungkan dengan Jakarta dan Bogor sampai akses transportasi umum antar kota berupa Kereta Rel Listrik. Kepadatan penduduk di KabupatenBekasi pun semakin meningkat terutama di daerah Ibukota yaitu Cikarang. Hal ini dikarenakan semakin terbukanya akses menuju daerah Cikarang yang memiliki 7 kawasan industri danmenjadi salah satu pusat industri nasional. Namun kehadiran fasilitas publik berupa Shopping Mall di Cikarang tidak mengalami perkembangan sehingga terjadinya perbedaan antara supplydan demand pada kegiatan Shopping Mall di Cikarang.Hal ini disiasati dengan dimulainya pembangunan proyek kota modern, yaitu Meikarta. Di dalam Masterplan Meikarta terdapat berbagai macam fasilitas penunjang kota sepertitempat tinggal, Shopping Mall, pendidikan, kesehatan, hiburan, dan lain-lain. Lalu Shopping Mall seperti apa yang perlu dihadirkan di Cikarang sebagai bentuk untuk mewujudkan kebutuhankegiatan Shopping namun dengan wajah dan suasana yang baru sebagai salah satu orisinalitas bangunan. Bangunan Shopping Mall ini akan menerapkan konsep bangunan hijau sebagai salahbentuk konsep baru untuk kebutuhan Shopping Mall di Cikarang. Konsep bangunan hijau akan dibantu dengan melakukan verifikasi persentase saving energy, water, dan material denganmenggunakan EDGE dan pedoman Greenship dari Green Building Council Indonesia (GBCI).
PUSAT PERBELANJAAN CITYWALK DI BSB CITY SEMARANG
KARASHITA MAITRI SETYO WAHJUDI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Semarang merupakan salah satu ibukota yang memiliki posisi geostrategis yang menyebabkan terjadinyapeningkatan pada sektor ekonomi dan kepadatan penduduk. Selain itu juga terjadi peningkatan kepadatan lalu lintas yangada di Kota Semarang. Peningkatan akan kebutuhan masyarakat mengenai fasilitas umum maupun komersial seperti pusatperbelanjaan pun juga terjadi terutama di daerah yang terletak di pinggir Kota Semarang seperti Mijen, Ngaliyan, danGunung Pati yang belum memiliki fasilitas pusat perbelanjaan selengkap kawasan Central Business District (CBD) KotaSemarang. Padahal BSB City yang terletak di Kecamatan Mijen memiliki potensi sebagai lokasi pembangunan pusatperbelanjaan. Hal ini didukung oleh konsepnya yang berupa kawasan kota terpadu serta kebijakan pemerintah yangmendukung adanya pengembangan sub pusat di Kecamatan Mijen. Selain kebutuhan akan berbelanja, fasilitas rekreasijuga menjadi daya tarik bagi masyarakat saat ini yang dapat dilihat dari maraknya pusat perbelanjaan di Indonesia yangmemanfaatkan open space sebagai daya tariknya yang disebut dengan konsep citywalk.Dengan adanya fenomena tersebut, pembangunan pusat perbelanjaan di kawasan BSB City diharapkan dapat memenuhikebutuhan masyarakat disekitarnya akan fasilitas komersial. Melalui karya tulis ini, desain pusat perbelanjaanmenggunakan konsep citywalk sebagai atraksi utama yang diharapkan dapat menjadi sebuah alternatif positif ditengahmaraknya pusat perbelanjaan dengan bentuk tertutup.
PENGEMBANGAN DAN PENATAAN PONDOK PESANTREN PUTRI DARUNNAJAH 9 DENGAN PENDEKATAN RESTORATIVE ENVIRONMENT
NIMAS PANGESTUTI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pondok Pesantren Darunnajah 9 Al-Hasanah merupakan pondok pesantren putri yang didirikan pada tahun 2009 dengan konsep pondok pesantren modern. PondokPesantren ini memiliki lahan seluas ±1,3 ha. Untuk saat ini, jumlah santri yang terdapat di Pondok Pesantren 9 Al-Hasanah hanya sekitar ±350 santrI. Untuk beberapa tahunmendatang, Pondok Pesantren ini berencana untuk menerima lebih banyak santriwati sekitar ±600 – 700 santriwati. Hal ini secara tidak langsung menuntut pesantren untukmelakukan pengembangan terhadap pembangunan dan juga melengkapi fasilitas yang ada.Di samping itu, terdapat penelitian oleh seorang mahasiswa kedokteran, stress dirasakan oleh para santri akibat adanya perubahan lingkungan dari luar pondok dan didalam pondok pesantren. Hal ini membuat santri harus melakukan penyesuaian diri. Beberapa faktor pendukung lainnya dikarenakan fasilitas yang tidak memadai, lingkunganyang tidak mendukung, dan juga faktor lainnya yang mempengaruhi psikologis seseorang.
APARTEMEN BERSUBSIDI DI JAKARTA BARAT
SUCI RAMADANTI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebutuhan tempat tinggal di Jakarta kian waktu semakin meningkat.Salah satu penyebabnya adalah status kota ini sebagai pusat ekonomi diIndonesia. Bahkan menurut penelitian, kota ini akan tetap menjadi pusatekonomi apabila ibu kota dipindahkan. Dengan status ini, tingkat urbanisasi diJakarta meningkat tiap tahunnya. Terbatasnya ketersediaan lahanmengakibatkan harga tanah di Jakarta mahal. Menanggapi permasalahan inipemerintah mengeluarkan solusi hunian seperti yang tertera pada Visi dan MisiPembangunan DKI Jakarta tahun 2030 untuk mengembangkan perumahan yangmendukung produktivitas kota dengan strategi pengembangan vertikal yangberkelanjutan.Apartemen Bersubsidi yang terletak di Jakarta Barat ini merupakanmasterplan pengembangan Rusunawa Daan Mogot yang diinisiasi PemprovDKI Jakarta.
HOTEL BINTANG 4 DI BERGAS KABUPATEN SEMARANG DENGAN PENDEKATAN GREEN BUILDING
ANITA SEPTIANA PUTRI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kabupaten Semarang merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang memilikisektor pariwisata dan industri yang sangat berkembang. Hal ini dibuktikan denganmasuknya Kabupaten Semarang ke dalam 3 besar Central Java Investment BusinessForum (CJIBF) 2018. Meningkatnya investor yang ada di Kabupaten Semarang,maka akan memicu lebih banyak investor untuk hadir di Kabupaten Semarang.Untuk itu, dibutuhkan akomodasi pula berupa hotel. Untuk hotel di KabupatenSemarang berdasarkan data statistik 2018 Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang,dalam satu tahun belakangan hotel bintang 4 mengalami kenaikan jumlahpengunjung yang sangat tinggi mencapai 69,4%. Sedangakan untuk jumlah hotelbintang 4 di Kabupaten Semarang hanya ada 1 hotel dengan jumlah kamar sebanyak140 kamar. Maka dari itu, perlu adanya penambahan jumlah hotel bintang 4 diKabupaten Semarang untuk mengamodasi jumlah pengunjung hotel yang cukupmelonjak tiap bulannya. Dalam penerapan desainnyapun menggunakan konsepGreen Building untuk mengatasi permasalahan pembangunan seperti hotel yangseringkali menggunakan banyak energi di dunia dan merusak alam
BEKASI CREATIVE HUB
DITA HANIFA FEBRIANI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Bekasi merupakan salah satu yang pesat berkembang di Indonesia.Sebagai kota metropolitan terbesar ke-3 di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya, makatidak asing apabila Bekasi menjadi salah satu kota yang terus berkembang dalam sektorekonomi, jasa, perdagangan, pariwisata, ekonomi, dan ekonomi kreatif. Dalam PeraturanPresiden no. 142 tahun 2018, 16 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia terdiri dari:aplikasi dan game developer; arsitektur; desain interior; desain komunikasi visual; desainproduk; fashion; film, animasi, dan video; fotografi; kriya; kuliner; musik; penerbitan;periklanan; seni pertunjukan; seni rupa; televisi dan radio. Berdasarkan Sensus Ekonomi2016 dalam Profil Usaha/Perusahaan 16 Subsektor Ekraf yang disusun oleh BadanEkonomi Kreatif (BEKRAF), Kota Bekasi berada di urutan ke-9 dalam sebaran potensiusaha/perusahaan subsektor ekonomi kreatif di seluruh kota di Indonesia denganpresentase sebesar 3,10%. Pemerintah Jawa Barat merencanakan pembangunan creativehub di 6 Kota/Kabupaten Jawa Barat, salah satunya Kota Bekasi. Setelah pembangunancreative hub di 6 Kota ini terwujud, maka diharapkan akan menjadi katalis bagikota/kabupaten lain untuk mendirikan creative hub.Berdasarkan Creative Hubkit creative hub adalah tempat, baik fisik maupunvirtual, yang menyatukan orang-orang kreatif dan berperan sebagai penghubung yangmenyediakan ruang dan dukungan untuk menjalin koneksi, pengembangan bisnis danketerlibatan masyarakat dalam sektor kreatif, budaya serta teknologi.
APARTEMEN DI JAKARTA TIMUR DENGAN PENDEKATAN GREEN BUILDING
IGNATIUS ADI WIJAYA BAGUS ARDHANA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
DKI Jakarta sebagai ibukota negara sekaligus pusat perputaran ekonomi Indonesiamenghadapi permasalahan lonjakan penduduk hingga saat ini, yang tidak diimbangidengan jumlah ketersediaan lahan untuk hunian yang semakin menipis pula. Keberadaanhunian vertikal seperti rumah susun dan apartemen sejak beberapa dekade terakhir mulaimenjadi solusi atas permasalahan tersebut, dan proyeksi hingga tahun 2035 kebutuhanhunian vertikal masih cukup tinggi.Maraknya pembangunan gedung-gedung di Jakarta ditambah dengan kegiatanperekonomian dan industri yang padat juga mengakibatkan degradasi kualitas lingkunganyang signifikan, terutama terkait dengan emisi CO2 dan minimnya resapan air. Terkait haltersebut, konsep Bangunan Gedung Hijau (Green Building) sejak tahun 2013 telahdiimplementasikan penuh melalui Pergub DKI Jakarta No. 38/2012 tentang BangunanGedung Hijau. EDGE (Exellence in Design for Greater Efficiencies) merupakan salah satuassesment tool atau metode sertifikasi yang telah terverifikasi oleh GBCI. Untuk mencapaisertifikasi bangunan hijau, EDGE mengharuskan tercapainya penghematan 20% untukmasing-masing penghematan energi, efisiensi air, dan karbon yang dihasilkan dari material
SEMARANG ARTS AND SPORTS CENTER
MUHAMMAD ZIDANE MIZANULHAQ
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kehidupan kota selalu dikaitkan dengan kehidupan dengan hubungan yang pluraldan kompleks. Di sebuah lingkungan perkotaan, seseorang menghabiskan sebagian besarwaktunya di ruang tertutup, di kendaraan, dikelilingi oleh bangunan tinggi, dan terusmenerusterburu-buru di bawah tekanan.Hal tersebut menuntut adanya wadah untuk menampung berbagai macam kegiatanyang muncul sebagai bentuk interaksi personal maupun inter-personal masyarakatperkotaan dengan sesamanya maupun kota yang ditinggalinya. Dengan hiruk pikukkehidupan perkotaan yang melelahkan, maka dibutuhkan suatu ruang yang dapatmendorong masyarakat untuk manjalin hubungan dengan masyarakat lainnya.Arts and Sports Center merupakan gabungan dua tipologi banguan yaitu antaraSports Center dan Arts Center. Pada umumnya, dua tipologi tersebut akan memiliki tempatyang terpisah dari satu dengan lainnya. Sehingga dalam penggabungan dua tipologi inidiperlukan penyesuaian terhadap aspek-aspek yang berbeda dengan tetap mempertahankanesensinya sebagai ruang publik