cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 15 Documents
Search results for , issue "PERIODE 157 (DESEMBER 2023)" : 15 Documents clear
ANNE AVANTIE CREATIVE CENTRE DI SEMARANG Windu Andana, Ridwan Ar Rasyiid
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 157 (DESEMBER 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Creative Hub merupakan tempat yang menyatukan orang-orang kreatif. Pertumbuhan creative hub di Indonesia dimulai di sekitar peristiwa reformasi. Creative hub memiliki beberapa varian seperti studio, centre, network, cluster, platform online, dan alternatif. Creative centre memiliki makna creative hub dengan skala besar yang memiliki aset-aset lain. Pandemi Covid-19 membuat laju perekonomian dunia tersendat. Mengingat hal itu, Pemerintah Indonesia melakukan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan ekonomi kreatif (ekraf) merupakan salah satu sektor yang didorong karena kontribusinya terhadap PDB sebesar Rp 1.105 triliun serta resiliensinya saat pandemi. Kota Semarang menduduki peringkat ke-2 di Jawa Tengah dalam peringkat jumlah persebaran pelaku ekonomi kreatif. Kota Semarang menetapkan fashion sebagai subsektor ekonomi unggulannya Anne Avantie merupakan salah satu tokoh utama skala nasional yang bergerak di bidang fashion asal Kota Semarang. Maka dari itu, direncanakan Anne Avantie Creative Centre di Semarang guna mendukung pertumbuhan ekraf Kota Semarang khususnya di bidang fashion yang dapat menjadi sarana produksi Anne Avantie serta menjadi pusat komunitas fashion dalam rangka edukasi serta networking di Kota Semarang. Massa bangunan dibagi menjadi 5 bagian dengan fungsi exhibition, creative hub, production, gallery, dan foodcourt. Luas total program ruang sebesar 8963 m2. Berdasarkan penilaian, tapak terpilih terletak di Jalan Imam Bonjol, Purwosari, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. Luas tapak sebesar 12.500 m2 dengan kebijakan KDB 60%, GSB 23 m, GSJ 12,5 m, KDH 10%, dan KLB 3,6. Pendekatan desain berbasis arsitektur metafora dari filosofi dan sifat Anne Avantie. Aplikasi arsitektur metafora yang ada pada bangunan ini adalah massa kelopak bunga kamboja, bata ekspose, material kayu, concrete ekspose, colour pallete gelap, dan jendela. Aplikasi itu melambangkan filosofi kamboja, sifat rendah hati, kehangatan terhadap orang-orang, kekokohan menghadapi tantangan, gaya glamour, serta filosofi window of opportunity bunda Anne Avantie.
RUMAH PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA PUCANG GADING KOTA SEMARANG DENGAN KONSEP HEALING ENVIRONMENT Tania, Nabila Rahma
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 157 (DESEMBER 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang umum dihadapi lansia adalah dalam hal kesehatannya. Kesehatan yang dimaksud dapat berupa kesehatan fisik dan psikis. Meninjau dari kesehatan psikisnya, mayoritas lansia mengalami penurunan kognitif sehingga rentan terkena penyakit demensia yang mana ini akan mengganggu dan dibutuhkan pendampingan khusus. Banyak keluarga yang tidak mampu merawat lansia dan lebih memilih untuk menitipkannya di panti wreda guna mendapatkan perawatan dan perhatian yang dibutuhkan para lansia tersebut. Oleh karena itu, fasilitas dan kebutuhan terapi dalam menangani lansia yang menderita sakit demensia ini menjadi hal yang perlu diperhatikan, selain menyediakan fasilitas huniannya. Perancangan ini mengambil lokasi di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading di Jl. Sarwo Edi, Pedurungan, Semarang, dengan luas lahan sekitar 6.000 m2. Kemudian dilakukan analisis dan ditambahkan program yang berkaitan dengan terapi lansia yang menderita demensia. Pengadaan berbagai fasilitas dan ruang terbuka menjadi fokus dari perancangan ini dalam mewujudkan sebuah lingkungan healing environment, yaitu lingkungan yang memberikan rasa nyaman, ketenangan, damai dan menyembuhkan bagi lansia dan penggunanya di mana lingkungan menyumbangkan peran terbesar dalam proses penyembuhan.
HOTEL RESORT DI KAWASAN DATARAN TINGGI DIENG Juni Pamilia, Aldila Suha
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 157 (DESEMBER 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dataran Tinggi Dieng merupakan Kawasan Dataran Tinggi yang berada di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Seperti kita ketahui, pesona alam yang dimiliki Kabupaten Wonosobo ini banyak menarik pengunjung dari berbagai mancanegara bahkan dalam kancah International. Lokasi Kawasan yang dekat dengan daerah pegunungan, menarik minat bagi masyarakat di sekitar untuk menjadikan Kawasan tersebut menjadi sebuah destinasi wisata. Beberapa daya Tarik seperti, keindahan alam, kebudayaan, dan kuliner membuat perkembangan dalam sector pariwisata di Kawasan Dieng meningkat dengan pesat. Wisatawan yang berkunjung tentunya bukan hanya menikmati keindahan alamnya saja, tetapi juga membutuhkan akomodasi penginapan yang sesuai kriteria, seperti harga, jarak atau lokasi menuju destinasi wisata, fasilitas, dan sarana yang dimiliki oleh penginapan. Banyaknya wisatawan yang melakukan kunjungan ke Kawasan Dataran Tinggi Dieng sehingga dibutuhkan akomodasi penginapan. Menurut Badan Statistika Kabupaten Wonosobo 2021 Jumlah wisatawan Domestik mengalami penurunan. Kurangnya Fasilitas Akomodasi bagi wisatawan yang berkunjung membuat perekonomian di Kabupaten mengalami penurunan. Dibutuhkan Akomodasi berupa Hotel Resort yang Memiliki Keunikan tersendiri, dengan menikmati view dan juga Potensi yang ada. Degan Perancangan dan perencanaan akan menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkan, menguraikan, mempelajari, dan menganalisa data sekunder yang telah didapatkan. Tapak perancangan berada pada Kecamatan Kejajar diatas lahan perkebunan seluas 2.5 Ha yang berada diantara Telaga Warna Dieng dan Perkebunan Warga, dengan memiliki Lokasi yang berkontur pada bagian Lahan. Perancangan menggunakan pendekatan Kontekstual Site sebagai respon atas kondisi lahan yang masih tergolong asri dan hijau, sehingga perancangan hotel tidak akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar tapak. Penyesuaian aspek-aspek arsitektural dengan kondisi alam sekitar yang diharapkan mampu mejaga keseimbangan dan keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan. 
AGRICULTURE HUB KECAMATAN AMBARAWA Rosyied, Idzaja Annas
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 157 (DESEMBER 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sumber daya alam hayati. Namun, akibat bertambahnya jumlah penduduk membuat semakin pesatnya pembangunan, sehingga lahan semakin berkurang. Ditambah kurang efektifnya pertanian di Indonesia sehingga jumlah produksi sumber pangan tidak dapat mengimbangi. Kabupaten Semarang adalah salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki banyak usaha pertanian. Salah satu kecamatan di Kabupaten Semarang adalah Kecamatan Ambarawa. Adanya Agriculture Hub di Kecamatan Ambarawa dapat menjadi sebuah pusat pertanian yang mencakupi fasilitas edukasi, rekreasi, hingga komersil pada bidang pertanian. Fasilitas-fasilitas yang tersedia pada Agriculture Hub dapat menjadi sarana bagi para pihak yang terlibat dalam bidang agrikultur Indonesia. Selain itu, masyarakat umum juga dapat meningkatkan pengetahuan mengenai aktivitas pertanian, sehingga dapat secara mandiri terlibat dalam agrikultur. Penggunaan Agriculture Hub tidak hanya sebatas edukasi pertanian saja, melainkan pengunjung dapan berwisata mengelilingi dan menikmati perkebunan. Interaksi sosial juga dapat dilakukan di Agriculture Hub dengan adanya fasilitas MICE yang mendukung pusat pertanian ini. Semua penunjang yang ada pada Agriculture Hub Kecamatan Ambarawa bertujuan untuk mengembangkan pertanian Indonesia, supaya negara ini dapat memaksimalkan potensi alam yang dimiliki dan mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.
RUMAH SUSUN PEKERJA DI KAWASAN INDUSTRI TERBOYO Triastity, Hening
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 157 (DESEMBER 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Industri Terboyo miliki 67 unit perusahaan dengan luas area 300 Hektar yang terletak di Kelurahan Terboyo Wetan Kecamatan Genuk. Dengan meningkatnya kebutuhan terhadap rumah susun, maka diperlukan adanya perencanaan yang matang untuk membangun rumah susun di kawasan Terboyo. Pekerja industri yang ada di daerah terboyo sendiri terdata di daerah Kel. Trimulyo sebanyak 2206 laki-laki dan 1184 pekerja perempuan. Total 3.360 pekerja. Sasaran penghuni adalah pekerja lajang, adanya rumah susun sewa murah bisa membantu perekonomian dalam meniti karir.
RUMAH SUSUN DINAS BINTARA DI BATALYON ZENI TEMPUR 4/TK DENGEN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIK Rahardi, Ilham
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 157 (DESEMBER 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peremajaan perumahan dinas di lingkungan TNI Angkatan darat selalu dilakukan untuk menunjang tugas serta meningkatkan kesejahteraan prajurit. Bahkan pada tahun 2018 pimpinan angkatan darat yang dipimpin oleh Jenderal Andika Perkasa meminta untuk digalakkan pembangunan rumah susun. Apalagi prajurit TNI saat ini hanya memiliki ketersediaan 54% rumah dinas maupun rumah dinas susun dari 360.000 prajurit, tentunya masih banyak prajurit yang belum mendapatkan rumah tinggal hingga saat ini. Sebagai salah satu solusi dan kepedulian untuk menyelesaikan masalah adalah dengan membangun hunian vertikal atau rumah susun bagi prajurit TNI Angkatan Darat di Batalyon Zeni Tempur 4/Tanpa Kawandya. Dengan begitu dapat lebih efisien dalam pemanfaatan pada lahan yang tersedia. Dibuatnya rumah susun dinas sendiri memiliki fungsi dan tujuan sebagai hunian bagi prajurit TNI Angkatan Darat serta lebih mensejahterakan diruang lingkup TNI Angkatan Darat terutama di Batalyon Zeni Tempur 4/TK di Banyubiru. Rumah dinas susun itu sendiri juga memiliki fungsi untuk kesiapsiagaan dan pemusatan kekuatan dalam menunjang tugas pokok.Apalagi dengan konsep bangunan yang menggunakan arsitektur tropis sehingga cocok untuk daerah Indonesia yang beriklim tropis dengan sirkulasi atau bukaan angin yang berada pada bangunan tersebut biar lebih terjaga. 
HOUSE OF BALLET : PRESENTING THE BEAUTY OF SPACE THROUGH DANCE CHOREOGRAPHY READINGS Pradita, Raissa Anindya
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 157 (DESEMBER 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dance is an art form that deals with the movement of the body done rhythmically and is usually performed to music and within a given space. Due to the numerous benefits it offers, both physical and mental, dance has remained popular among people over time. In regard to that, well-designed dance facilities are needed to provide the optimum dance experience. Dance and architecture have long been considered to be two separate things, though both are closely related to human movement. Dance is an activity while architecture is often acknowledged as an object. As it develops, there has been a great deal of discussion about movement in architecture, one of which is the role of movement as a tool for spatial organization and arrangement. This paper tries to see the intriguing possibility of exploring dance and architecture at the same time, to see how the qualities found in dance movement, such as composition, feel, and dynamics, can be used as a basis for architectural programming to construct engaging spaces.
PENGEMBANGAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEMUDA TANGERANG Hasya, Abghia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 157 (DESEMBER 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) dengan judul Pengembangan Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Tangerang memuat penjabaran landasan dalam membangun sebuah institusi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) khusus pemuda yang dilengkapi fasilitas penunjang dengan tujuan pengembangan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan menjawab masalah overkapasitas pada lingkungan Lapas. Lokasi perancangan berada di bangunan eksisting Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Tangerang yang berada di Jalan Jl. LPK Pemuda No.1, Buaran Indah, Tangerang, yang kondisinya masuk ke dalam kategori bangunan cagar budaya sehingga mendatangkan tantangan tersendiri dalam proses perancangan. Perencanaan bangunan fasilitas baru di dalamnya diharapkan dapat membantu tujuan utama perancangan yang berupa pelaksanaan pembinaan pemuda di dalam lapas, serta melengkapi fungsi bangunan lama sekaligus menanggapi permasalahan yang ada di area tersebut. Penyusunan LP3A merupakan bagian dari kelengkapan Tugas Akhir Arsitektur yang berperan sebagai dasar penyusunan perancangan bangunan. Melalui pendekatan yang aktual dan pertimbangan sisi arsitektural yang menjadi pedoman bagi penulis untuk menghasilkan rancangan yang solutif terhadap masalah-masalah yang dihadapi bangunan eksisting (kondisi lingkungan hidup WBP, overkapasitas, keseimbangan ratio ruang terbuka-tertutup, dan pembinaan WBP yang berupa peningkatan keterampilan teknik maupun nonteknis serta asimilasi dan edukasi). Permasalahan-permasalahan tersebut beberapa di antaranya sudah lama ada dan mengakar pada lapas yang ada di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Maka dari itu, diperlukan solusi yang tepat agar dapat memicu munculnya perbaikan dan perkembangan terhadap sistem lapas yang ada saat ini, salah satunya melalui perancangan fasilitas-fasilitas yang dapat mewadahi pembinaan WBP yang merupakan hasil pemikiran yang telah disusun dan dijabarkan dalam LP3A ini.
HOTEL TENTREM DI SIMPANG LIMA SEMARANG Safitri, Rizka Renasti
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 157 (DESEMBER 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semarang telah berkembang menjadi pusat kegiatan mulai dari bisnis,industri,perdagangan serta pariwisata. Hal ini menyebabkan kelonjakan jumlah wisatawan lokal dan mancanegara baik untuk berbisnis maupun untuk rekreasi setiap tahunnya. Bahkan tahun 2022 mencatatkan Semarang telah dikunjungi sebanyak 5,3 juta jiwa. Oleh karenanya, diperlukan akomodasi penginapan yang sekiranya dapat memfasilitasi dan menunjang kegiatan wisatawan saat berkunjung ke Kota Semarang. Perencanaan dan perancangan Hotel Tentrem ini diharapkan dapat menjadi akomodasi penginapan yang memadai dan nyaman untuk pengunjung serta dapat berdampak baik bagi lingkungan sekitarnya. Dengan penerapan Arsitektur Modern dengan sentuhan lokal Jawa diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan pengguna bangunan yang membutuhkan ke-efisiensian dalam berkegiatan.
SENIOR LIVING DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN UNIVERSAL DESIGN Sari, Anisa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 157 (DESEMBER 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan Usia Harapan Hidup di Indonesia sedang menjadi fenomena yang tren saat ini. Peningkatan tersebut memberikan dampak kenaikan populasi lansia di Indonesia, salah satunya di Kota Semarang, yaitu memiliki jumlah penduduk lansia yang meningkat setiap tahun hingga saat ini berjumlah 184.000 jiwa. Peningkatan jumlah lansia ini menyebabkan keharusan untuk semakin mensejahterakan lansia karena lansia mengalami berbagai penurunan fungsi tubuh dan keterbatasan dalam melakukan aktovotas sehari-hari. Sehingga lansia selayaknya harus diperhatikan karena memerlukan bantuan orang lain dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Oleh sebab itu, kebutuhan hunian lansia semakin dibutuhkan saat ini. Namun demikian, panti jompo yang ada saat ini mayoritas masih memiliki keterbatasan baik fasilitas maupun aktivitas di dalamnya, sehingga muncul berbagai upaya untuk menghilangkan paradigma negatif panti jompo di Indonesia dengan tetap membuat fasilitas hunian lansia yang terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan lansia secara fisik, rekreasi, sosial, dan lingkungan yang terpadu sehingga muncul istilah senior living. Perancangan Senior Living ini ditunjang dengan prinsip Universal Design yang khusus ditujukan untuk lansia untuk menciptakan lansia yang berkarakter serta mengurangi fenomena kesepian dengan lingkungan binaan yang terpadu dan dapat memberikan rasa positif bagi lansia. Senior living ini mengambil lokasi di daerah Kecamatan Mijen tepatnya di BSB City karena melihat potensinya sebagai lingkungan yang sesuai untuk hunian lansia. Penyusunan LP3A ini menghasilkan program perencanaan berupa pengguna, aktivitas, kebutuhan ruang, dan program ruang Senior Living dan program perancangan berupa pendekatan Universal Design.

Page 1 of 2 | Total Record : 15