Jurnal Poster Pirata Syandana
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles
165 Documents
Search results for
, issue
"PERIODE 158 (JUNI 2024)"
:
165 Documents
clear
PADEPOKAN KESENIAN TRADISIONAL PENCAK KHAKOT DI LAMPUNG
Sanjaya, Yasir Stephen
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Provinsi Lampung sebagai daerah yang mempunyai banyak kemajuan dibidang kesenian yang dapat memikat para wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu kesenian yang ada di Lampung adalah Kesenian Tradisional Pencak Khakot, yaitu seni bela diri tradisional yang berasal dari Lampung Pesisir. Berdasarkan wawancara dengan bapak Wilson selaku pelatih Pencak khakot di kecamatan bajar Negara, Kabupaten Tanggamus sudah jarang ditemukannya latihan Pencak khakot terutama di kabupaten Tanggamus dikarenakan adanya arus globalisasi modern. Bela diri yang berasal dari daerah Lampung ini terancam akan punah dari kalangan masyarakat Lampung untuk mengatasi hal ini harus adanya aktivitas kegiatan yang rutin dan juga program pemerintah terkait dengan kesenian Tradisional terutama daerah Provinsi Lampung. Maka diperlukan sebuah Program Perencanaan dan Perancangan Padepokan Kesenian Tradisional Pencak Khakot dengan pendekatan desain Biophilic dikarenakan untuk adanya penyatuan manusia dengan alam yang membuat manusia menjadi memiliki energi yang positif dalam tubuhnya terutama kebatinan atau jiwa seseorang. sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dan professional dibidang kesenian tradisional bela diri pencak silat khakot sekaligus sebagai usaha pewarisannya kepada generasi muda. Dan padepokan ini juga nantinya memiliki bangunan penunjang berupa Tempat Pertunjukan, museum, Gedung Serbaguna, Serta perpustakaan yang dapat di sewakan dan diakses oleh publik. Kata Kunci : Biophilic Design, Padepokan, Pencak Khakot, Pelestarian.
SINEKITA: RUANG KREASI DAN APRESIASI FILM INDEPENDEN SEBAGAI PENUNJANG KUALITAS FILM INDEPENDEN LOKAL DI KOTA SEMARANG
Febriani, Raissa Almira
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Peningkatan minat masyarakat terhadap film-film independen telah berdampak pada beberapa wilayah di Indonesia. Kota Semarang, dengan sejarah panjangnya dalam dunia perfilman, juga mengalami dampak dari fenomena ini. Meskipun produksi film independen masih belum mencapai puncaknya karena kurangnya infrastruktur pendukung yang memadai. Salah satu hambatan utama adalah minimnya fasilitas produksi dan ruang pemutaran film lokal, yang menjadi penghalang dalam memajukan industri perfilman di kota ini. Perancangan Ruang Kreasi dan Apresiasi Film Independen bertujuan untuk mengembangkan sebuah wadah yang efektif dalam menunjang kegiatan teknis pembuatan film independen di Kota Semarang, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas produksi film independen. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah kota untuk memajukan sektor pariwisata, ekonomi, dan kreatif melalui industri perfilman. Metode pembahasan yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mengumpulkan data melalui studi literatur, wawancara dengan narasumber, serta observasi terhadap kegiatan komunitas film dan tapak yang akan direncanakan. Metode komparatif juga digunakan untuk melakukan studi banding terhadap objek arsitektur lain dengan tipologi bangunan serupa. Perancangan ini akan menerapkan konsep fleksibilitas ruang dalam perancangan ruang kreasi dan apresiasi film independen di Kota Semarang. Diharapkan ruang yang dirancang dapat disesuaikan dengan beragam kebutuhan para pembuat film independen serta menjadi ruang apresiasi dunia perfilman independen. Hal ini diharapkan dapat membawa dampak positif dalam perkembangan industri perfilman independen di kota Semarang. Kata Kunci: Fleksibilitas Ruang ; Komunitas Film ; Pusat Komunitas
MUSEUM AKUATIK BERARSITEKTUR BIOKLIMATIK DI KOTA SEMARANG
Vania Whardhany, Syahda
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keanekaragaman hayati di perairan Indonesia menghadapi berbagai ancaman dan tantangan dari sumber daya alami dan manusia. Saat ini, museum akuatik di Indonesia masih terbatas dan tidak efektif, bahkan belum ada di Kota Semarang. Tujuan dari perancangan Museum Akuatik Berarsitektur Bioklimatik di Kota Semarang ini adalah membuat bangunan yang ramah lingkungan yang menjadi sarana edukasi, penelitian, konservasi, dan rekreasi yang efektif dan menarik bagi masyarakat luas. MUSEUM AKUATIK adalah lembaga atau lembaga yang berfokus pada pengumpulan, pelestarian, penelitian, dan pameran artefak dan benda-benda yang terkait dengan kehidupan di perairan atau akuatik. Semarang Aquatic Museum menerapkan pendekatan Arsitektur Bioklimatik yaitu menerapkan prinsip penggunaan desain pasif surya dan bioklimatik yang hemat energi. Ini dilakukan dengan menggunakan energi alami yang berasal dari lingkungan sekitar bangunan.
PERANCANGAN TRANSIT HUB TAWANG SEBAGAI RUANG PUBLIK DENGAN PENDEKATAN PLACE MAKING
Triguna, Egi Budiman
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Transit hub di Stasiun Tawang menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan konektivitas transportasi dan memperbaiki pengalaman pengguna. Tulisan ini mengusulkan pendekatan place making dalam perencanaan dan perancangan transit hub tersebut. Melalui integrasi berbagai elemen seperti transportasi publik, fasilitas komersial, ruang terbuka publik, dan infrastruktur hijau, tujuan utama pendekatan placemaking adalah menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan menarik bagi pengguna. Analisis konteks lokal, termasuk karakteristik budaya dan sosial, menjadi dasar dalam pengambilan keputusan perancangan. Penerapan konsepkonsep desain seperti pejalan kaki yang ramah, aksesibilitas universal, dan penataan ruang yang estetis memainkan peran penting dalam menciptakan identitas tempat yang kuat. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan perancangan menjadi kunci keberhasilan, sehingga kebutuhan dan aspirasi lokal dapat tercermin dalam desain akhir. Dengan demikian, perencanaan dan perancangan transit hub di Stasiun Tawang dengan pendekatan placemaking tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga menciptakan ruang publik yang inklusif dan berdaya saing.
RESORT HOTEL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR DI KAWASAN PANTAI JEPARA
Najlah Tsaqilah, Tahta
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kabupaten Jepara, di Provinsi Jawa Tengah, terkenal dengan potensi pariwisata pantai dan alamnya dikarenakan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Hal tersebut menjadikan Kabupaten Jepara sebagai tujuan wisata yang terus mengalami peningkatan kunjungan. Kenaikan jumlah wisatawan berdampak pada pembangunan fasilitas penunjang pariwisata, tetapi peningkatan akomodasi yang memadai belum diimbangi di Kabupaten Jepara. Ini sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Jepara untuk meningkatkan infrastruktur dan daya tarik wisata. Pembangunan resort hotel sebagai sarana akomodasi wisata semakin mendesak demi mendukung pertumbuhan pariwisata yang pesat. Tugas Akhir ini bertujuan untuk merencanakan serta mendesain sebuah hotel resort di Kawasan Pantai Jepara dengan memanfaatkan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular. Pendekatan ini melibatkan penerapan unsur budaya lokal, baik secara fisik maupun nonfisik, yang disesuaikan dengan kondisi tapak yang sudah ada. Proses pengumpulan data melibatkan survei lapangan untuk mengamati tapak dan perilaku pengunjung. Data yang terkumpul kemudian dikombinasikan dengan teori sebagai pedoman dalam proses perancangan. Resort yang direncanakan dengan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular di Kawasan Pantai Jepara, didesain dengan memperhatikan bagaimana kondisi karakter lokal yang mencerminkan kekayaan budaya setempat. Menjaga keberlangsungan budaya lokal serta karakteristik fisik daerah setempat, termasuk identitas khas Kabupaten Jepara dan gaya arsitektur tradisional Jawa yang diadaptasi ke dalam bentuk dan pola yang sesuai dengan perkembangan wilayah tersebut.
PABRIK HULU DAN HILIR KOPI SIDIKALANG SUMATERA UTARA
Manik, Tegguh Pratama
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kopi Sidikalang, Sumatera Utara, menjadi pusat perhatian dalam industri kopi Indonesia. Dikenal karena cita rasanya yang khas, kopi Sidikalang menawarkan rasa pekat dengan aftertaste yang tahan lama. Di tengah meningkatnya minat terhadap kopi lokal, tantangan terbesar yang dihadapi adalah peningkatan kualitas produksi dan daya saingnya di pasar global. Untuk mengatasi hal ini, dipandang perlu untuk membangun Pabrik Hulu dan Hilir Kopi Sidikalang Sumatera Utara Sidikalang, yang akan menjadi pusat pengolahan kopi dengan fasilitas modern dan teknologi canggih. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kemampuan industri pengolahan kopi yang berorientasi ekspor. Selain meningkatkan kualitas produksi, pendirian pusat industri ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif secara ekonomi bagi masyarakat setempat. Melalui pelatihan dan transfer pengetahuan tentang teknologi pengolahan kopi yang lebih baik, petani dan pekerja industri kopi lokal dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka. Dengan demikian, Pabrik Hulu dan Hilir Kopi Sidikalang Sumatera Utara Sidikalang tidak hanya akan memperkuat posisi kopi lokal di pasar global, tetapi juga akan menjadi investasi strategis dalam pembangunan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
RELOKASI PERPUSTAKAAN PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK
Az Zahra, Widya
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Semarang, sebagai ibukota provinsi Jawa tengah, memiliki peran penting sebagai pusat bagi daerah-daerah di Jawa Tengah, terutama di bidang pendidikan dan infrastruktur. Pendidikan dianggap sebagai salah satu strategi utama untuk menciptakan sumber daya manusia berkualitas, baik melalui program formal, non-formal, maupun informal. Meskipun sudah ada perpustakaan konvensional di kota Semarang yaitu Perpustakaan Provinsi Jawa tengah yang berlokasi di Jl. Sriwijaya namun kondisi fisik dan fasilitas perpustakaan yang kurang menarik mempengaruhi minat masyarakat untuk menghabiskan waktu di perpustakaan. Selain itu, Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah saat ini tidak akan mampu menampung pertambahan jumlah koleksi dan pengunjung untuk 10 tahun ke depan karena keterbatasan ruang. Perpustakaan sebagai sarana edukatif perlu memfasilitasi kebutuhan dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi yang ada mencakup akses digital dan layanan daring, serta meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas. Penerapan pendekatan arsitektur biofilik merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengunjungi perpustakaan dengan menghadirkan suasana ruang yang berbeda dari perpustakaan konvensional yang sudah ada. Pendekatan ini melibatkan desain yang menampilkan kesan alami guna memberikan ketenangan bagi pengunjung dengan menerapkan pencahayaan optimal, penggunaan material dan warna alami, serta menciptakan ruang terbuka hijau yang asri. Studi ini diawali dengan pemahaman konsep perpustakaan, arsitektur biofilik, serta tinjauan bangunan perpustakaan yang sudah ada. Studi banding dilakukan di beberapa bangunan serupa untuk mengetahui aspek penting dalam perencanaan dan perancangan sebuah perpustakaan. Hasil kajian ini kemudian dijadikan dasar untuk merumuskan program ruang dan konsep perancangan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna yang kemudian diaplikasikan ke dalam desain.
REVITALISASI PASAR PIYUNGAN SEBAGAI POTENSI WISATA LOKAL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOWISATA
Sekar Handayani, Faradita
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasar Piyungan merupakan salah satu pasar rakyat di daerah Kabupaten Bantul. Pasar rakyat adalah suatu tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli yang dalam prosesnya terdapat kegiatan tawar menawar demi memenuhi kebutuhan harian, di pasar rakyat terjadi interaksi sosial berupa interaksi langsung baik antara sesama penjual, sesama pembeli, dan penjual pembeli (mempengaruhi program ruang dan kebutuhan desain). Pasar ini berada pada pinggir jalan kolektor primer dengan tingkat lalu lintas yang cukup ramai. Pasar ini juga dekat dengan permukiman di mana syarat pasar harus dekat dengan permukiman karena fungsi pasar rakyat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasar Piyungan tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi melainkan melalui adanya penambahan fasilitas baru berupa rest area juga dapat membantu meningkatkan adanya potensi wisata di pasar tersebut, baik itu wisata sosial, ekonomi, sampai budaya.
EXHIBITION OF NATURE: OTHER WAYS TO SEE OUR HABITAT
Hermawan, Muhammad Farhan
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Apakah bumi benar diciptakan untuk manusia? Pertanyaan ini timbul saat manusia sedang hanya menjalankan kehidupannya dengan normal tetapi terus menerus member dampak destruktif untuk bumi. Ya benar bahwa bumi diciptakan untuk manusia, hal in dibuktikan bahwa ada masa dimana kehidupan manusia dapat memberikan keseimbangan terhadap alam. Masa ini adalah masa dimana dinamisme masi' diunut, dinamisme berkeyakinan bahwa alam dan seisinya adalah sosok yang mereka sembah, sehingga mereka takut untuk berperilaku destruktif karena percaya bahwa alam memiliki kekuatan maupun kebaikan. Hal ini lah yang tidak ada di kehidupan hari ini manusia cenderung melihat alam sebagai objek yang "harus" dieksploitasi bukan sebagai habitat yang bersimbiosis dengan mereka. Oleh karena itu dengan alam sebagai instalasinya, Exhibition Of Nature bertujuan untuk member simulasi kekuatan dan kebaikan alam dalam suatu rang yang dapat membuat manusia lebih peka dengan habitatnya.
WELLNESS RESORT DI YOGYAKARTA
Amaliasari, Putri
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pergeseran perilaku masyarakat pasca pandemi yang menitikberatkan isu terkait health, hygiene, safety, dan security menjadi alasan diminatinya Wellness Tourism saat ini. Wisata kebugaran dapat menjadi solusi yang berpotensial dalam membantu masyarakat dalam merespon kebutuhan pemulihan kesehatan mental dan fisik, serta dalam peningkatan sektor ekonomi pariwisata. Yogyakarta sebagai salah satu lokasi pionir Wellness Tourism dengan nilai TPK 2023 paling tinggi di Indonesia sangat berpotensi untuk dikembangkan. Bagaimana menyatukan kedua potensi tersebut? Perancangan ini berfokus pada aspek kebugaran berupa Wellness yang dirangkum dalam bentuk akomodasi berupa resort dengan pendekatan desain lingkungan restoratif di Daerah Istimewa Yogyakarta. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam merespon meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental dan fisik, serta mendukung pemerintah dalam usaha peningkatan sektor ekonomi pariwisata.