cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 165 Documents
Search results for , issue "PERIODE 158 (JUNI 2024)" : 165 Documents clear
GALERI SENI DAN ART SPACE RAMAH LANSIA DI TANGERANG Faridh, Kayla Taffania
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan penduduk lansia juga makin bertambah banyak. Hal ini dibuktikan dengan jumlah lansia di Tahun 2023 yang mencapai 30.73 juta. Walau begitu, masih banyak lansia yang produktif dalam masa tuanya, salah satunya mengembangkan kreativitas dalam kegiatan seni yang dapat mendorong perkembangan keterampilan memecah-kan masalah, memotivasi, dan menerapkan tindakan kreatif dalam pengelolaan diri pada kehidupannya sehari-hari. Usia tua tidak menghalangi seseorang untuk menikmati seni. Hal ini dapat dilihat bahwa penikmat seni usia 60+ di Banten mencapai 50.37% dari jumlah penduduknya. Komunitas seni di Banten sendiri sampai sekarang banyak yang aktif, salah satunya di Kota Tangerang. Galeri seni dan Art space merupakan tempat bagi para seniman dan penikmat seni untuk menuangkan kreativitas dan karya mereka. Namun, masih banyak galeri seni yang belum memenuhi kriteria ramah terhadap lansia, sehingga menyebabkan lansia menjadi kesulitan dalam menikmati karya seni yang ada. Padahal, seniman lansia dan penikmat seni lansia sendiri harus diapresiasi dan dihargai keberadaan mereka, karena karya seni memang sudah seharusnya dapat dinikmati oleh semua khalangan, termasuk lansia. Maka dari itu, Galeri seni dan Art Space ramah lansia direncanakan dan dirancang berdasarkan keinginan pengguna, yaitu seniman lansia dan penikmat seni lansia, terhadap apa yang mereka inginkan dan harapkan bagi Galeri Seni yang akan mereka kunjungi. Hal ini ditujukan agar dapat memenuhi harapan dan keinginan mereka di usia tuanya untuk tetap menjadikan galeri seni sebagai tempat untuk menuangkan kreativitas, mengingat memori, dan menikmati karya seni yang ada.
PONDOK PESANTREN KEMASYARAKATAN BERBASIS PERTANIAN: REDESAIN PESANTRE DARUT TILAWAH Tashrif, Aim
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang menentukan masa depan bangsa. Maka dari negara berkewajiban memberikan pelayanan pendidikan bagi warganya seperti yang tersirat pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat berupa mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian perlu ada langkah lebih lanjut untuk mewujudnya berupa pemerataan pelayanan pendidikan sehingga cita-cita besar bangsa pada pembukaan UUD 1945 bisa terwujud. Pada upaya pemerataan pendidikan sendiri terdapat beberapa faktor seperti lokasi, kondisi sosiologi setempat, dan muatan pendidikan yang diperlukan sehingga berpotensi menjadi hambatan sehingga perlu ada kajian lebih lanjut. Pemerataan pendidikan amatlah penting, karena akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nantinya. Harapannya sekolah tidak hanya ada di kota, tapi juga di desa. Pendidikan yang seharusnya berperan penting memiliki peran perubahan harusnya bersinergi dengan sosial lingkungan sekitar. muatan pendidikan yang berkiblat ke barat-baratan memberikan persepsi bahwa pendidikan ideal haruslah mewujudkan pekerja-pekerja industri yang mengembangkan ekonomi kapitalis, dan cenderung menjauhkan pada keahlian-keahlian yang menjadi kebutuhan mendasar seperti bertani, dan pekerja kasar lain di desa maupun tempat terpencil. hal seperti ini berpotensi menciptakan perbedaan kesenjangan sosial yang semakin melebar yang berujung krisis. Tugas Akhir ini mencoba mengungkap isu pemerataan pendidikan, fenomena unik antara sosial dengan pendidikan, dan gambaran kebutuhan pendidikan sesuai dengan kebutuhan setempat, secara spesifik berupa kajian redesain pesantren Darut Tilawah Ponorogo yang berada di Desa Muneng, Kecamatan Balong. dengan ide berupa pesantren yang terletak di pedesaan, dan membawa program-program pemberdayaan masyarakat dengan muatan kurikulum agama sebagai bekal menghadapi tantangan moral di era globalisasi dengan pendekatan pertanian yang relevan dengan kondisi pedesaan.
PERANCANGAN DESAIN INTEGRATED MALL SEBAGAI DESTINASI WISATA UNGULAN DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGNAN WISATAWAN DI KOTA MAGELANG Ramadhan, Sumpatih
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan desain integrated mall sebagai destinasi wisata unggulan memiliki tujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Magelang. Kota Magelang, yang terkenal dengan keindahan alam dan warisan budayanya, memiliki potensi besar untuk menarik lebih banyak wisatawan. Oleh karena itu, pengembangan integrated mall yang memadukan pusat perbelanjaan dengan atraksi wisata menjadi sebuah konsep yang menarik. Studi ini akan memperkenalkan konsep desain integrated mall yang menyatu dengan elemen-elemen alam dan budaya khas Magelang. Desain ini tidak hanya bertujuan untuk menjadi pusat perbelanjaan, tetapi juga menjadi titik fokus bagi para wisatawan yang mencari pengalaman unik. Integrasi elemen alam, seperti taman-taman hijau dan pemandangan alam, serta penggunaan arsitektur yang mencerminkan warisan budaya lokal, akan menjadi ciri khas dari integrated mall ini. Selain itu, perancangan akan mempertimbangkan berbagai fasilitas dan aktivitas yang dapat menarik minat wisatawan. Mulai dari area bermain untuk anakanak hingga ruang pameran seni lokal, integrated mall ini akan menawarkan beragam pengalaman bagi pengunjung dari segala usia dan latar belakang. Selain itu, keberadaan restoran dan kafe yang menawarkan kuliner khas daerah akan menjadi daya tarik tambahan. Diharapkan bahwa dengan memperkenalkan integrated mall sebagai destinasi wisata unggulan, kunjungan wisatawan di Kota Magelang akan meningkat secara signifikan. Konsep ini tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi dengan meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata, tetapi juga akan memperku
PANTI JOMPO DI KOTA KUDUS DENGAN PENDEKATAN HEALING ARCHITECTURE Dzikri Al Qudsy, Muhammad Haikal
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panti jompo merupakan lembaga sosial yang bertugas memberikan pelayanan sosial dan kebutuhan hidup kepada lanjut usia. Di Kota Kudus masih terdapat kekurangan panti jompo sebagai tempat tinggal lansia, sesuai dengan ketentuan UU No. 13 Tahun 2018 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia yang mengatur usia 60 tahun ke atas. Dalam perencanaan panti jompo, data dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan pendekatan yang tepat, kemudian keputusan pemecahan masalah kemudian diimplementasikan dalam konsep desain. Oleh karena itu, dengan semakin pesatnya kemajuan di Kota Kudus, keberadaan panti jompo menjadi semakin penting untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal para lansia. Dengan mempertimbangkan hunian dengan desain yang nyaman bagi para lansia. Selain itu, Panti Jompo juga berfungsi sebagai wadah interaksi dan sosialisasi antar lansia agar tidak lagi merasa kesepian atau terpinggirkan. Dengan demikian panti jompo diharapkan dapat mengatasi permasalahan pada lansia (lanjut usia) di Kota Kudus. Kajian diawali dengan analisa meliputi pengertian lansia, pengertian dan standar-standar panti mengenai fasilitas yang dibutuhkan oleh lansia, serta melakukan studi banding dengan beberapa Panti Jompo atau Panti Werdha yang ada. Selain itu juga dilakukan tinjauan umum mengenai Kota Kudus dan kondisi iklim dan tanah yang ada di Kota Kudus. Pendekatan Healing Architecture digunakan sebagai konsep perencanaan, serta pendekatan fungsional, kontekstual, kinerja, teknis dan arsitektural. Pemilihan lokasi-lokasi dilakukan melalui evaluasi terhadap tiga alternatif tapak dengan menggunakan perhitungan pembobotan.
TRANSFORMASI KEHIDUPAN LANSIA: SENIOR LIVING AND ACTIVITY CENTER GUNA MEWUJUDKAN LANSIA TANGGUH BAGI LANSIA MENENGAH KE BAWAH DI KABUPATEN SEMARANG Carissa, Farha Vikri
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi lansia di Indonesia terus meningkat, sejalan dengan angka dependensi lansia yang tinggi, menunjukkan bahwa banyak lansia harus bergantung pada orang lain. Namun, banyak lansia yang terlantar atau tinggal sendiri tanpa rumah yang layak, menyebabkan mereka kesepian, kurang aktivitas, tidak mandiri, dan tidak memiliki pendapatan serta stimulasi positif bagi fisik dan mental. Akibatnya, lansia menjadi tidak tangguh: tidak aktif, produktif, mandiri, dan sejahtera. Karakteristik lansia antara lain penurunan fisik, mental, dan sosial, spiritual, sehingga diperlukan fasilitas seperti senior living dan activity center. Kabupaten Semarang, khususnya Kecamatan Bandungan, terkenal dengan potensi hortikulturalnya. Desa Kenteng, sebagai salah satu penghasil tanaman sayur dan bunga, telah dicanangkan menjadi desa ramah lansia. Perancangan pusat aktivitas bagi lansia ini akan mendorong terciptanya desa ramah lansia, terintegrasi dengan program pemerintah lainnya di Desa Kenteng. Potensi hortikultural di Desa Kenteng menjadi strategi yang baik dalam perancangan proyek ini karena hortikultural dapat dimanfaatkan sebagai sumber produktivitas, aktivitas, komunitas, dan ekonomi bagi lansia. Selain itu, hortikultural juga memberikan terapi fisik dan mental yang positif. Pendekatan spiritual juga diintegrasikan dengan aktivitas seperti pengajian desa, pesantren lansia, dan aktivitas kontemplatif lainnya. Strategi desain lain yang digunakan adalah pendekatan arsitektur modular dan universal, yang menawarkan efisiensi, keterjangkauan, kenyamanan, dan aging in place bagi lansia. Rumah modular dirancang untuk mudah dibangun, hemat biaya, dan fleksibel sesuai kebutuhan lansia, sehingga lansia merasa nyaman menua di lokasi tersebut.
RELOKASI PUSAT REHABILITASI NARKOBA YAYASAN CINTA KASIH BANGSA DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT Tristanto, Adeline Felitta
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan narkotika menjadi masalah serius di Indonesia, dengan Jawa Tengah menempati posisi keenam dalam jumlah kasus tertinggi. Kota Semarang, sebagai pusat utama peredaran narkoba di Jawa Tengah, mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna narkoba setiap tahunnya. Penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak buruk bagi penggunanya sendiri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penanganan serius dari semua pihak diperlukan, termasuk melalui tempat rehabilitasi untuk pengguna narkotika. Namun, kapasitas tempat rehabilitasi yang ada di Kota Semarang belum cukup untuk menampung semua korban, sehingga perlu dilakukan penambahan kapasitas dengan merelokasi bangunan yang ada. Dalam penelitian ini, Yayasan Cinta Kasih Bangsa dipilih sebagai objek relokasi karena berbagai alasan, termasuk luas bangunan yang tidak proporsional dengan jumlah penghuni, minimnya fasilitas, dan lokasi yang strategis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang relokasi bangunan Yayasan Cinta Kasih Bangsa dengan menerapkan konsep arsitektur perilaku dengan pendekatan Healing Environment.
RUMAH SAKIT KHUSUS PARU DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN PENDEKATAN THERAPEUTIC ARCHITECTURE Zahirah, Farah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Semarang, merupakan sebuah wilayah dari Provinsi Jawa Tengah yang memiliki kontur perbukitan yang asri dan terletak tidak jauh dari ibukota provinsi Jawa Tengah, yaitu Kota Semarang. Lokasi tersebut dipilih sebagai faktor pendukung dalam mewujudkan pendekatan yang dibawakan dalam perencanaan dan perancangan Rumah Sakit Khusus Paru di Kabupaten Semarang dengan pendekatan Arsitektur Terapeutik. Perancangan LP3A ini merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian Tugas Akhir. Metode Arsitektur Terapeutik memiliki tujuan tidak hanya memperhatikan struktur fisik bangunan, namun pendekatan ini juga menempatkan perhatian khusus pada kesejahteraan psikologis dan emosional pasien. Fokus utamanya adalah menciptakan lingkungan yang mendukung proses penyembuhan dengan suasana yang nyaman dan menenangkan bagi pasien. Selain itu, kebersihan dan kualitas udara yang baik juga menjadi bagian integral dari desain ini untuk mendukung pemulihan pasien secara optimal. Hasil yang diperoleh dari perancangan ini, yaitu desain Rumah Sakit dengan menerapkan pendekatan terapeutik, dimana tata ruang dalam didesain dengan pendekatan terhadap psikologi pasien dengan memperhatikan warna dan pencahayaan, sedangkan tata ruang luar terdiri atas lahan parkir dan taman terapeutik sebagai healing garden.
SENTUL INTERNATIONAL CIRCUIT: REDESAIN KAWASAN SIRKUIT SENTUL DAN FASILITAS PENDUKUNG GUNA MENCAPAI HOMOLOGASI SIRKUIT TINGKAT SATU FIA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER Faishal, Anjeli Putri Shaina
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sentul International Circuit (SIC) merupakan salah satu potensi besar Indonesia dalam mengembangkan industri otomotif, terutama dalam ajang balap motor dan mobil baik tingkat nasional maupun internasional. SIC memiliki sejarah yang panjang sejak selesai dibangun pada tahun 1993 dan telah menjadi pusat kegiatan balap di Indonesia, bahkan pernah menjadi tuan rumah ajang balap MotoGP pada tahun 1997. Namun krisis ekonomi moneter menghambat rencana awal untuk menjadikan SIC sebagai tuan rumah pertama ajang balap Formula One di Indonesia. Saat ini, meskipun SIC masih beroperasi, fasilitasnya yang tua dan belum memenuhi standar regulasi baru membuat SIC belum layak memperoleh homologasi dari Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) untuk menjadi sirkuit tingkat satu, yang merupakan syarat mutlak bagi penyelenggaraan ajang balap Formula One (F1), dan akhirnya sekarang hanya mampu menyelenggarakan beberaapa ajang balap seperti ISSOM dan Asia Telent Cup. Penulis, sebagai seorang mahasiswi arsitektur dan penggemar ajang balap F1, bertekad untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilannya dalam merancang ulang SIC dan fasilitas pendukungnya. Melalui pendekatan arsitektur kontemporer, penelitian ini akan menggambarkan potensi SIC sebagai tuan rumah ajang balap F1 pertama di Indonesia. Pendekatan ini dipilih karena arsitektur kontemporer mampu mengakomodasi kebutuhan teknis dan estetika yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas SIC sesuai dengan standar FIA. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan SIC menjadi sirkuit yang memenuhi standar internasional dan mampu menjadi tuan rumah ajang balap F1 di masa depan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam industri otomotif global. Kata Kunci: Sentul International Circuit; Formula One; Homologasi Sirkuit Tingkat satu; Arsitektur Kontemporer
SEMARANG CITY LUXE RETREAT Pramesti, Jesy
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan tempat wisata dewasa ini banyak dijalankan sebab tingginya minat wisatawan setiap tahunnya khususnya wisata alam dengan iklim tropis. Kawasan daerah Kota Semarng berpotensi wisata yang menjanjikan dengan potensi alam, bangunan cagar alam, budaya, kuliner, bahkan pusat perbelanjaannya. Terus melonjaknya sektor pariwisata di Kota Semarang membuat kebutuhan hunian sementara semakin meningkat. Dalam halnya kebutuhan hotel, Kota Semarang memiliki banyak hotel yang berbintang maupun yang non berbintang. Dengan adanya hotel-hotel yang tersedia masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Mengingat kondisi site yang terletak ditengah kota dan berada di tengah-tengah potensi wisata serta memiliki iklim tropis yang bersuhu cukup cukup tinggi, maka menggunakan pendekatan arsitektur tropis dalam bangunan hotel bintang 5 adalah pilihan yang terbaik. Untuk menerapkan pendekatan arsitektur tropis untuk menjadi dasar mengintegrasikan potensi lokal yang harmonis antara alam dan manusia dengan cara yang berkelanjutan.
PUSAT KULTUR DAN KERAJINAN LOMBOK DENGAN PENDEKATAN EKOFUTURISTIK BANGUNAN HIJAU DI KOTA MATARAM LOMBOK Zebe, Leonardo Abet
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Lombok menjadi satu dari daerah yang mempunyai potensi yang besar bagi Indonesia. Destinasi wisata di Pulau Lombok menjadi satu dari favorit dikarenakan keindahan alam dan berbagai obyek wisata, yang meliputi wisata alam, pantai, budaya, serta kuliner. Meningkatnya pariwisata akan sejalan dengan meningkatnya ekonomi masyarakat sekitr. Salah satu aspek yang mampu meningkatkan perekonomian adalah melalui seni hasil karya masyarakat sekitar yang menampilkan kultur dan kebudayaan khas Lombok. Akan tetapi hal tersebut masih terkendala minimnya fasilitas yang mampu mewadahi kegiatan seni tersebut. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan sebuah wadah yang mampu mewadahi hasil seni serta menjadi tempat untuk memamerkan hasil karya khas Lombok berupa Pusat Kultur dan Kerajinan Lombok. Saat ini pelaksanaan Green building atau bangunan hijau yang ramah lingkungan di dunia sedang meningkat pesat termasuk di Indonesia. Penerapan green building ini sebagai bentuk alternatif solusi bagi kebutuhan masyarakat yang makin intensif dan ekspasif yang menyerap sumber daya lebih banyak. Eco-futuristic merupakan tema perancangan yang tidak hanya mempergunakan teknologi modern, namun juga melihat kondisi lingkungan serta kelestarian sekitarnya. Hal ini sejalan dengan konsep green building yang dimana menerapkan bangunan berkelanjutan di masa yang akan datang. Dengan dampak yang positif mengenai kelestarian alam, pendekatan eco-futuristic dengan konsep green building tepat untuk diterapkan dalam perancangan bangunan Pusat Kultur dan Kerajinan Lombok. Kata Kunci: Pusat Kultur dan Kerajinan, Lombok, Eco-futuristic, Green building

Page 10 of 17 | Total Record : 165