cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 165 Documents
Search results for , issue "PERIODE 158 (JUNI 2024)" : 165 Documents clear
BEACH RESORT DI GUNUNGKIDUL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Haya, Fadhila
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan beach resort dengan pendekatan arsitektur neo vernakular ini berlokasi di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini merupakan salah satu tahap rangkaian Tugas Akhir Arsitektur Universitas Diponegoro. Perancangan beach resort ini menjawab permasalahan kebutuhan akomodasi wisata di Gunungkidul seiring dengan kenaikan jumlah wisatawan setiap tahunnya. Pemilihan lokasi beach resort yaitu di Bagian Wilayah Perencanaan Siung-Wediombo yang termasuk ke dalam pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata III dengan daya tarik wisata unggulan alam pantai dengan pendukung wisata petualangan. Pemilihan konsep neo vernakular merupakan respon terhadap konteks lokasi yang kental dengan budaya Jawa. Konsep neo vernakular menggabungkan bentuk dan aspek arsitektur lokal khas Yogyaarta dengan desain dan elemn bangunan modern sehingga terbentuk sebuah bangunan baru yang khas. Penerapan konsep neo vernakular terletak pada bentuk bangunan, pola penataan ruang, dan material bangunan. Pendekatan aspek teknis dan aspek arsitektural bangunan disesuaikan dengan kondisi lahan yang berupa perbukitan karst sehingga bentuk hunian yang cocok untuk diterapkan adalah berupa massa-massa kecil yang menyebar sekaligus untuk memaksimalkan potensi tapak.Perhitungan kapasitas resort didasarkan pada perhitungan laju pertumbuhan wisatawan dan proyeksi wisatawan di Gunungkidul sehingga didapat kapasitas sebesar 50 kamar. Fasilitas rekreasi yang ditawarkan berupa restoran, kolam renang, spa, gymnasium, event lokasi, dan pertunjukan budaya tradisional. Dengan adanya beach resort dengan pendekatan arsitektur neo vernakular ini diharapkan menjadi salah satu pendukung daya tarik wisata di Gunungkidul.
PUSAT REHABILITASI KORBAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT KOTA SEMARANG Najibah Suminar, Farah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Rehabilitasi Korban Kekerasan Perempuan dan Anak dengan Pendekatan Healing Environment. Tugas Akhir ini merupakan sebuah penelitian yang mendalam tentang implementasi pendekatan Healing Environment dalam pusat rehabilitasi untuk korban kekerasan perempuan dan anak. Dengan memanfaatkan metode observasi, studi literator, studi perseden, dan wawancara mendalam dengan pengelola, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas penyembuhan dalam konteks lingkungan rehabilitasi. Kota Semarang menjadi salah satu bagian kota yang memiliki angka korban kekerasan perempuan dan anak yang tinggi di Jawa Tengah. Hal ini membuat perlu adanya tempat pemulihan yang dapat mendukung pemulihana trauma. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain ruang yang menenangkan, penggunaan warna yang terapeutik, penggunaan material yang ramah lingkungan, integrasi seni yang memotivasi, dan intervensi psikologis yang mendukung memiliki dampak positif dalam proses penyembuhan korban kekerasan. Penelitian ini mengusulkan rekomendasi praktis bagi pengembangan dan peningkatan pusat rehabilitasi yang memprioritaskan kebutuhan fisik, emosional, dan spiritual korban kekerasan. Selain itu, meningkatkan efektivitas layanan rehabilitasi, termasuk pengembangan program intervensi berbasis healing environment, pelatihan staf dalam pendekatan ini, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang mendukung dalam proses pemulihan korban kekerasan perempuan dan anak juga ditingkatkan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan berharga bagi pengembangan pusat rehabilitasi yang responsif dan holistik dalam konteks pemberdayaan dan pemulihan korban kekerasan secara menyeluruh.
PERANCANGAN SHOPPING MALL DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC DESIGN DI CBD KABUPATEN TANGERANG Abhie Saputra, Muhammad Rangga
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shopping Mall dengan pendekatan Biophilic Design di CBD Kabupaten Tangerang khususnya di Kecamatan Pagedangan menjadi tema yang diambil pada tugas akhir penulis. Hal ini di sebabkan Perkembangan kota-kota di sekitar CBD Kabupaten Tangerang telah menciptakan permintaan yang meningkat untuk pusat perbelanjaan modern. Sebagai respons terhadap permintaan ini, perencanaan dan perancangan arsitektur shopping mall menjadi penting untuk memastikan pengembangan yang berkelanjutan dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana dan desain arsitektur untuk Shopping Mall yang sesuai dengan konteks lokal dan memenuhi kebutuhan pasar. Perancangan ini menghasilkan konsep Biophilic Design yang memiliki karakteristik penggabungan antara manusia dengan alam. Desain bangunan yang dihasilkan menggabungkan kesan modern, aktraktif dan juga hijau. Implementasi Biophilic Design di dalam rancangan ini merupakan penambahan unsur-unsur alam ke dalam interior ataupun eksterior bangunan.
THERAPY CENTER EMPOWERS INTELLECTUALLY DISABLED THROUGH ACTIVITY-BASED APPROACH IN BOGOR REGENCY Bisyarah, Intan Safa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of writing this final project is as a basis for planning and designing therapy facilities for the intellectually disabled based on activity scenarios. Mental retardation, also known as intellectually disabled, is a person with special needs who has intellectual, physical, emotional and social retardation who requires special treatment in order to develop optimally. Currently, the number of intellectually disabled people in Indonesia is 1,389,614 people. The level of social awareness for people with special needs in Indonesia is still low. There were 987 cases of violence experienced by children with special needs that occurred in 2021, 264 of which occurred in boys and 764 occurred in girls. Therefore, a therapy center is needed to provide attention or assistance to children with special needs, especially the intellectually disabled, so that they develop a sense of self-confidence and when socializing with society, children do not feel isolated or shunned in society. The discussion method for this final project uses a descriptive method by collecting, describing and analyzing secondary data obtained as a basis for planning and designing, then making decisions from the data that has been collected and studied. The data collection methods used are literature studies, standard studies, field and digital observations, as well as comparative and exploratory studies. The exploration method used is to design scenarios for intellectually disabled therapy activities based on topological space. This design is located in Gunung Putri District, Bogor Regency, precisely in Tlajung Udik. This final project is entitled "Therapy Center Empowers Intellectually Disabled Through Activity-Based Approach in Bogor Regency” is a therapy facility to increase independence, stimulate and develop mental retardation.
BEACHSIDE RESORT DI PANTAI KRAKAL, DIY Putrinnusa, La Tifa Biela
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Gunungkidul mengalami kenaikan wisatawan setiap tahunnya. Hal tersebut terjadi karena tidak bisa dipungkiri bahwa Kabupaten Gunungkidul memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan karena keindahan alamnya, seperti pantai dan pemandangan tebing disekitarnya. Potensi alam tersebut dapat ditingkatkan melalui pengembangan fasilitas pendukung seperti perancangan resort. Perancangan bangunan yang melibatkan potensi alam tidak boleh asal dalam prosesnya. Maka dari itu, pembangunan resort dengan merespon konteks menjadi salah satu hal yang penting supaya tidak ada dampak negatif yang timbul nantinya bagi lingkungan dan masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan melalui beberapa hal, seperti mempertahankan topografi, penataan organisai ruang agar dapat memaksimalkan view, penggunaan material lokal dengan tujuan pemberdayaan masyarakat sekitar sehingga dapat meningkatkan perekonomian sekitar. Kata kunci : beach, resort, pantai krakal, kontekstual, material lokal
KOMUNITAS RAMAH ANAK TUNAGRAHITA DI KOTA CIREBON Anhar, Kautsar
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Cirebon sebagai kota yang kental akan nilai kebudayaan yang menjunjung tinggi tata krama dalam bermasyarakat tidak serta merta terhindar dari penduduknya yang memiliki Intellectual Disability atau anak-anak tunagrahita. Terdapatnya fenomena unik di Kota Cirebon yang dimana anak-anak tunagrahita berkumpul pada satu lokasi yang sama yaitu Kecamatan Kejaksan menandakan adanya faktor kesehatan pada masyarakat yang bermasalah sehingga tingginya angka kelahiran anak-anak tunagrahita di Kecamatan Kejaksan. Fasilitas pendidikan luar biasa di Kota Cirebon seperti sekolah luar biasa bisa dikatakan kurang bisa memadai kebutuhan akan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus termasuk anak-anak penyandang tunagrahita ditandai dengan jumlah sekolah luar biasa yang sedikit jumlahnya. Penyediaan fasilitas pendidikan luar biasa juga menjadi faktor penting guna memberikan fasilitas pendidikan yang tepat guna sesuai dengan karakteristik baik fisik dan psikologis anak-anak tunagrahita. Oleh karena itu, melihat dari fenomena di Kota Cirebon yaitu anak-anak tunagrahita yang berkumpul pada satu lokasi yang sama yaitu Kecamatan Kejaksan dan kebutuhan akan penyediaan pendidikan luar biasa yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak tunagrahita, maka diperlukan perencanaan dan perancangan mengenai Komunitas Ramah Anak Tunagrahita di Kota Cirebon yang lebih tepatnya di Kecamatan Kejaksan yaitu dengan melibatkan tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan agar tercapainya tujuan menekan angka kelahiran anak-anak tunagrahita dan tetap memberikan pendidikan yang baik terhadap anak-anak tunagrahita yang sudah ada dengan cara melihat karakteristik baik fisik dan psikologis dari anak-anak tunagrahita. Dalam proses desain Komunitas Ramah Anak Tunagrahita di Kota Cirebon yang dilandasi permasalahan tersebut, dapat menjadi metode guna memberikan fasilitas kesehatan dan lingkungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan anak-anak tunagrahita.
REDESAIN TAMAN BOJANA SEBAGAI PUSAT KULINER EDUKATIF DI KOTA KUDUS DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Prasetya, Annisa Yita
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pariwisata termasuk salah satu sektor yang dapat mempengaruhi perkembangan ekonomi di Indonesia, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kekayaan alam dan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Kudus merupakan salah satu kota di pulau Jawa yang menjadi destinasi wisata, terutama wisata religi. Adanya sejarah mengenai penyebaran agama islam yang menjadikan Kota Kudus banyak dikunjungi oleh wisatawan untuk berziarah ke makan Sunan. Hal tersebut dapat mempengaruhi perkembangan penunjang pariwisata seperti atraksi, aksesibilitas, dan fasilitas yang ada di Kota Kudus. Salah satu penunjang pariwisata yang ada di Kota Kudus yaitu wisata kuliner khas Kudus. Kota Kudus memiliki pusat kuliner yang dimana pengunjung dari luar kota maupun dalam kota dapat menikmati berbagai ragam masakan dan minuman khas kudus dalam satu bangunan. Pusat kuliner tersebut salah satunya yaitu Taman Bojana yang terletak di kawasan Simpang Tujuh Kudus yang merupakan pusat kota Kudus, sehingga kawasan ini menjadi salah satu titik destinasi wisata di Kudus. Taman Bojana merupakan bangunan tua yang didirikan pada tahun 1976 dan diresmikan menjadi pusat kuliner Taman Bojana pada tahun 1997. Saat ini kondisi Taman Bojana sangat tidak terawat dan mengalami banyak kerusakan pada bangunan ini. Selain itu, fasilitas yang kurang memadai dan desain yang monoton pada Taman Bojana menjadikan kekhawatiran terhadap intensitas minat pengunjung pada masa yang akan datang. Pada tahun 2022, pemerintah mengumumkan bahwa akan adanya rencana untuk redesain Taman Bojana, akan tetapi sampai saat ini masih dilakukan lelang untuk pembangunan kembali Taman Bojana yang belum terlaksana. Dalam hal ini, penulis membuat program perencanaan dan perancangan terhadap redesain pada Taman Bojana sebagai pusat kuliner yang edukatif dengan menerapkan konsep pendekatan pada Neo-Vernakular dengan tujuan agar pusat kuliner tersebut akan menjadi bangunan yang tetap memiliki unsur lokal Kota Kudus dan desain berkelanjutan. Kata kunci: Destinasi Wisata, Kawasan Simpang Tujuh Kudus, Kota Kudus, Pusat Kuliner, Taman Bojana Kudus, Wisata Kuliner
PERPUSTAKAAN UMUM MODERN DI SUKOHARJO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIBRIDA Aryadi, Muhammad Irva
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan kota di Sukoharjo merupakan rancangan untuk mengatasi masalah rendahnya literasi di Sukoharjo serta untuk menanggapi peningkatan minat baca penduduk Sukoharjo. Perancangan Perpustakaan Kota ini menggunakan pendekatan Arsitektur Hibrida untuk menghadirkan ciri budaya indonesia yang dibalut sentuhan Arsitektur Modern untuk memberikan kesadaran budaya Indonesia. LP3A Perpustakaan Kota Sukoharjo dengan Arsitektur Hibrida sebagai pendekatannya ini menggunakan metode deskriptif, studi literatur, dan metode komparatif. Hasil dari LP3A ini menunjukkan bahwa perancangan Perpustakaan Kota Sukoharjo akan dirancang dengan pendekatan Arsitektur Hibrida dan sesuai dengan berbagai aspek yang ada pada pendekatan Arsitektur Hibrida. Oleh karena itu, dengan isu yang sedang terjadi diperlukan perancangan Perpustakaan Kota dengan Pendekatan Arsitektur Hibrida di Sukoharjo
REVITALISASI PASAR BITINGAN KUDUS DENGAN PENDEKATAN KONSEP HIGIENIS Tri Cahyani, Salsabella
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Kudus di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, dikenal karena sejarahnya yang kaya terkait dengan kerajinan tembakau. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, kota ini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya yang penting di Jawa Tengah. Pasar tradisional, seperti Pasar Bitingan, memainkan peran vital dalam ekosistem ekonomi kota. Pasar tradisional ini menawarkan beragam barang kebutuhan sehari-hari dan dikenal sebagai pusat distribusi grosir buah, sayuran, dan hasil pertanian di kawasan eks Karisidenan Pati, serta menjadi satu-satunya pasar di Kabupaten Kudus yang beroperasi siang dan malam. Pasar Bitingan bukan sekadar tempat bertransaksi barang dagangan, melainkan juga menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal. Namun, kondisi pasar saat ini memerlukan perhatian karena telah mengalami penurunan dalam hal kualitas dan pelayanan. Revitalisasi pasar diperlukan guna memperbaharui infrastruktur dan meningkatkan daya tariknya dengan menerapkan konsep higienis. Langkah ini juga bertujuan untuk lebih mengintegrasikan area pasar dengan lingkungan sekitar, sehingga menjadi lebih harmonis dan berdampak positif bagi seluruh komunitas. Dengan demikian, revitalisasi di Pasar Bitingan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Kudus. Kata Kunci: Higienis; Kudus; Pasar Bitingan; Pasar Tradisional.
PERANCANGAN KANTOR SEWA DI KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT KOTA BOGOR Taufan, Thariq
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan kantor sewa merupakan salah satu bentuk pergerakan ekonomi. Kantor Sewa dapat mengakomodasi keperluan ruang kantor bagi perusahahan-perusahan untuk menjalankan usahanya. Dengan kantor sewa para penyewa akan dapat mengeluarkan dana yang lebih murah dan mudah dibandingkan dengan kepemilikan kantor pribadi. Selain kemudahan itu, penyewaan dengan kantor sewa menjadi pilihan dengan alokasi uang sewa yang lebih efektif dan menghindari potensi layoff dari perusahaan karena pemodalan yang tidak sedikit untuk bangunan kantor.