cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 165 Documents
Search results for , issue "PERIODE 158 (JUNI 2024)" : 165 Documents clear
SEMARANG YOUTH PSYCHOSIAL REHABILITATION AND COMMUNITY CENTER WITH HEALING ENVIRONMENT APPROACH Tjindarbumi, Syava Aulia Mutiara
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan individu yang seringkali diabaikan. Kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan di mana seseorang mampu mengatasi tekanan hidup, menyadari potensinya, berfungsi dengan baik dalam pekerjaan dan belajar, serta mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Namun, kesehatan mental setiap individu tidaklah sama. Setiap orang memiliki kebutuhan yang unik dalam mencapai kesehatan mental yang optimal, meskipun mungkin memiliki keterbatasan fisik maupun psikis. Kesehatan mental pada anak dan remaja merupakan hal yang krusial dalam perkembangan psikososial mereka. Kesehatan mental pada remaja berperan penting dalam pengembangan keterampilan hidup dan kemampuan mengatasi masalah. Kurangnya tujuan hidup dan identitas diri dapat meningkatkan risiko terkena masalah kesehatan mental. Jawa Tengah merupakan provinsi dengan tingkat bunuh diri tertinggi akibat gangguan kesehatan mental. Sedangkan Semarang, sebagai ibu kota provinsi Jawa Tengah pun tidak lupt dari kasus gangguan mental. Sepanjang 2023 Dinas Kesehatan Kota Semarang telah mencatat sebanyak 935 kasus kesehatan mental di Semarang. Kasus tertinggi gangguan kesehatan mental pada anak atau pelajar ditemukan di wilayah kecamatan Mijen yang mencapai 61 kasus. Dari temuan tersebut, kasus kesehatan mental yang paling banyak diderita oleh anak dan remaja adalah kasus campuran anxiety dan depresi sebanyak 276, kasus neurotic sebanyak 31 kasus, sematoform sebanyak 65 kasus, serta insomnia sebanyak 116 kasus. Arsitektur, sebagai bidang multidisiplin, memiliki peran signifikan dalam kesehatan mental. Tingginya kasus kesehatan mental di Semarang, khususnya pada kecamtan Mijen menunjukkan perlunya fasilitas publik yang didesain untuk mengurangi tingkat gangguan mental yang dimiliki oleh anak-anak dan remaja, terlebih mengingat sangat sedikit penderita gangguan mental yang mengakses layanan konseling. Desain bangunan dapat memengaruhi suasana hati, perasaan, dan emosi seseorang. Salah satu cara untuk memberikan dampak positif pada kesehatan mental melalui arsitektur adalah dengan menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman, nyaman, dan terlindungi. Oleh karena itu, perancangan Semarang Youth Psychosocial Rehabilitation and Community Centre With Healing Environment Approach merupakan langkah penting dalam menanggapi masalah kesehatan mental, khususnya di wilayah Mijen, yang membutuhkan fasilitas publik untuk mengurangi tingkat kecemasan pada anak-anak dan remaja.
AGROINDUSTRI MINYAK ATSIRI DENGAN PENDEKATAN GREEN BUILDING DI KOTA SALATIGA Adisti, Felda Ainiya
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terletak di wilayah tropis dengan iklim dan cuaca yang sangat cocok untuk mengembangkan kultur pertanian dan perkebunannya. Sumber daya alam Indonesia sangat melimpah dan memiliki potensi untuk dilestarikan dan dibudidayakan. Minyak atsiri merupakan salah satu produk hasil pengolahan tanaman yang berhasil mencapai nilai ekspor yang tinggi. Namun, saat ini persebaran industri minyak atsiri belum merata, sehingga terdapat beberapa daerah yang belum berpotensi menjadi eksporter minyak atsiri ke seluruh dunia. Perencanaan perancangan Agroindustri Minyak Atsiri di Kota Salatiga ini memiliki tujuan untuk mengoptimalisasikan budidaya minyak atsiri dan menjadikan Jawa Tengah sebagai daerah yang mampu unggul dalam menembus pasar secara internasional. Selain itu, perancangan ini dilaksanakan untuk memotivasi masyarakat sekitar untuk mempelajari suatu produk yang terus berkembang di lingkup internasional. Perancangan Agroindustri Minyak Atsiri ini juga akan menggunakan pendekatan green building untuk mendesain bangunan, serta memanfaatkan utilitas dan sistem yang dapat mengurangi penggunaan energi yang berlebihan. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, dapat menciptakan sinergi antara bangunan dengan lingkungan sekitar. Salah satu daya tarik dari Agroindustri Minyak Atsiri ini adalah pengunjung dapat menikmati tour mengelilingi agroindustri ini untuk memahami lebih banyak tentang proses pengolahan minyak atsiri dari bahan baku mentah hingga menjadi beberapa macam produk hasil olahan, seperti minyak atsiri itu sendiri, parfum, hand sanitizer, sabun, dan lain-lain. Selain itu, agroindustri ini juga dilengkapi kebun vertikal, serta kebun outdoor, dan keduanya dapat dikunjungi oleh pengunjung.
HORTICULTURAL RESEARCH AND DEVELOPMENT CENTER IN SEMARANG REGENCY: INTEGRATING ECOLOGICAL ARCHITECTURE Ismi Nabilla, Anggia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, with its abundant natural resources and tropical climate, is renowned as an agrarian nation where the agricultural sector plays a vital role in social, economic, and trade advancements. In Kabupaten Semarang, a district exemplifying specialized agriculture, particularly horticulture, stands as a pivotal economic contributor, comprising 20.71% of the total Gross Regional Domestic Product (GRDP) in 2021. The cultivation of annual and seasonal horticultural crops is particularly promising, with significant contributions of 5.61% and 2.68%, respectively, driven by favorable climatic and land conditions. Especially, highland vegetable crops in this region thrive due to these conducive factors. However, the absence of integrated research and development facilities hampers the potential of this sector. The establishment of such infrastructure is crucial to enhancing agricultural competitiveness, labor absorption, farmer income, regional economies, and national revenue. Furthermore, in the context of the Fourth Industrial Revolution, adopting ecological architecture principles in horticultural development aligns with the synergy between humanity and the environment, ensuring sustainability and harmony between human activities and natural ecosystems.
BANYUWANGI THERAPY AND HEALTH CENTER Hadiyani, Surotul
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyuwangi Therapy and Health Center merupakan sebuah wadah terapi pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk masyarakat Kabupaten Banyuwangi yang juga turut menjadi upaya pencegahan maupun penanganan masalah hipertensi yang cukup tinggi di Banyuwangi. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengumumkan bahwa penyakit hipertensi menjadi penyumbang angka terbesar pada kategori penyakit tidak menular yang diderita masyarakat Banyuwangi. Angka yang cukup tinggi ini apabila tidak ditangani dapat memicu terjadinya peningkatan angka morbiditas atau angka kesakitan hingga komplikasi yang berujung pada kematian. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang bertujuan untuk mencegah dan mengobati penderita hipertensi. Secara umum, terapi hipertensi digolongkan menjadi dua, yaitu terapi farmakologis dan terapi nonfarmakologis. Terapi farmakologis menggunakan obat-obatan antihipertensi dengan cara kerja menurunkan tekanan darah seseorang. Sedangkan terapi non-farmakologis ditekankan pada perubahan gaya hidup menjadi lebih baik dan sehat, peningkatan aktivitas fisik, yoga, akupuntur, teknik relaksasi dan meditasi, pengurangan stress, dan lain sebagainya. Metode pencegahan dan penanganan non-farmakologis harus dilakukan paling awal baru kemudian dilanjutkan ke metode farmakologis yang menggunakan obat-obatan (Wiley, 2021). Menurut Gilford, terapi non-farmakologis sangat dianjurkan untuk dilakukan dalam kurun waktu 3 hingga 6 bulan dan kemudian dilakukan evaluasi untuk menjadi pertimbangan apakah memerlukan penanganan ke terapi farmakologis. Untuk memfasilitasi masyarakat terkait terapi non-farmakologis ini dibutuhkan wadah terapi kesehatan masyarakat Banyuwangi yang juga dapat menjadi upaya penurunan angka penderita hipertensi di Kabupaten Banyuwangi. Maka dari itu, disusunlah perencanaan dan perancangan dengan judul Banyuwangi Therapy and Health Center dengan tujuan dapat memberikan pelayanan terapi kesehatan yang juga dapat menjadi upaya pencegahan dan penanganan kasus hipertensi di Banyuwangi dengan metode non-farmakologis. Jenis-jenis terapi yang disediakan juga melalui pertimbangan dari berbagai penelitian untuk dapat dipastikan pengaruhnya pada penurunan atau penstabilan tekanan darah.
RESORT HOTEL DI SEKITAR TAMANSARI YOGYAKARTA Tri Yunianti, Windy
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan sektor penting untuk meningkatkan pendapatan nasional dan daerah. Pariwisata sendiri bergantung pada akomodasi perhotelan sebagai tempat menginap dan berlibur wisatawan. Maraknya jenis akomodasi, memerlukan pembeda atau ciri khas untuk memikat wisatawan menginap yaitu dengan mengadaptasi budaya di suatu daerah. Salah satu kota di Indonesia dengan wisata budaya yang melekat dan sering menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur adalah Kota Yogyakarta. Salah satu destinasi wisata budaya di Kota Yogyakarta adalah Tamansari Keraton yang memiliki nilai sejarah yang unik. Dengan demikian, berdasarkan potensi tersebut diperlukan perencanaan dan perancangan suatu akomodasi penginapan yang mencerminkan jiwa dan nuansa budaya Tamansari yang berlokasi strategis dari wisata Tamansari untuk memenuhi kebutuhan pariwisata di Kota Yogyakarta. LP3A merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian tugas akhir yang bertujuan untuk menciptakan suatu landasan perencanaan dan perancangan berdasarkan potensi yang telah dikaji dengan mempertimbangkan segala aspek dan analisa untuk merumuskan hal-hal yang berkaitan satu sama lain. Lingkup pembahasan yang digunakan pada LP3A ini berupa ruang lingkup substansial yang menitikberatkan pada hal-hal yang berkaitan dengan disiplin ilmu arsitektur sebagai bangunan bermassa tunggal dan ruang lingkup spasial yang terletak di Kawasan Cagar Budaya karena terletak di Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan pada LP3A ini berupa metode deskriptif yang menggunakan studi literatur pada teori dan regulasi yang relevan, metode dokumentatif yang menggunakan data untuk dapat menjadi bahan penyusunan tulisan berupa foto dan gambar, dan studi kasus dengan melakukan studi banding ke bangunan yang berkaitan atau sejenis dengan resort hotel maupun objek wisata yang diadaptasi kemudian di analisis di setiap aspek. Hasil dari penyusunan LP3A ini diharapkan dapat menciptakan sebuah resort hotel yang mengadaptasi arsitektur bangunan Tamansari dan memadukannya dengan suasana alam yang indah di dalam hotel. Kata Kunci: pariwisata; resort hotel; Tamansari; budaya; alam.
PERANCANGAN KAWASAN WISATA BUDAYA DAYAK SAMARINDA DI LAHAN PASCA TAMBANG BATU BARA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Oktafri, Ath Thaariq Rifqi
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalimantan Timur merupakan salah satu kota yang memiliki sumber daya alam yang besar. Sumber daya batu bara pulau Pulau Kalimantan adalah 51,9 miliar ton. Berdasarkan dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2022 yaitu sebesar 53,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto provinsi tersebut atau senilai Rp490,5 triliun. Maka di Kota Samarinda merupakan ibukota provinsi Kalimantan Timur yang merupakan kota yang dipenuhi industri tambang batu bara. Hal ini menimbulkan dampak buruk pengembangan sektor pariwisata yaitu terjadi pembuangan lahan dari pertambangan batu bara. Dampak yaitu merusak lingkungan dan ekologis sehingga merusak pada Masyarakat sekitar. Sementara dari segi sosial terutama penduduk asli di Kalimantan yaitu suku Daya juga akan merasakan dampak dari kersuakan pada alam karena bekas tambang batu bara. Oleh karena itu, memerlukan memulihkan pada pasca tambang batu bara dengan cara yaitu reklamasi. Metode dengan cara menyelesaikan reklamasi yaitu Proses reklamasi sering melibatkan serangkaian langkah seperti pengembalian topografi asli, penanaman vegetasi, pengaturan drainase, dan perbaikan kualitas tanah. Maka setelah reklamasi lahan pasca tambang batu bara akan menjadi kawasan wisata budaya Dayak Samarinda, karena lokasi pada tapak yang dikelilingi oleh penduduk asli yang memiliki latar belakang yaitu suku Dayak. Selain itu, juga untuk meningkatkan ekonomi pariwsata pada masayarakat lokal untuk laju pertumbuhan ekonomi. Dalam perancang ini pendekatan dengan arsitektur neo-vernakular dengan memperhatian pada keselarasan antara budaya dan lingkungan. Tujuan dari penggunaan pendekatan arsitektur neo-vernakular adalah untuk menjaga kelestarian budaya suku Dayak Samarinda. Pendekatan ini akan menerapkan penyesuaian dengan lingkungan alam yang adanya, menekankan dengan material lokal, sistem bangunan yang hemat energi, dan minim limbah, serta desain yang mampu mendukung aktivitas tradisi dan para pengunjung untuk melakukan wisata. Dengan demikian, fungsi reklamasi lahan pasca tambang batu bara dapat memulihkan ekosistem yang terganggu, meningkatkan kualitas udara dan air, serta menciptakan habitat baru untuk flora dan fauna, hingga meningkatkan kualitas Masyarakat lokal.
PERPUSTAKAAN UMUM KOTA SEMARANG Wahyu, Trixie Olivia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu literasi menjadi permasalahan yang tak kunjung usai di Indonesia. Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi di Indonesia dengan tingkat literasi yang rendah. Namun, Kota Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah justru menduduki kota ketiga teratas di Indonesia berdasarkan tingkat kegemaran membaca masyarakatnya. Sebab itu, tingginya minat baca warga Semarang ini perlu diwadahi dengan prasarana yang mendukung, yaitu perpustakaan. Namun, keberadaan perpustakaan di Kota Semarang saat ini terbilang kurang layak. Dilakukannya pemindahan perpustakaan pada bulan April 2021 menyebabkan bangunan perpustakaan menjadi tergabung dengan dinas arsip sehingga menyalahi peraturan yang ada karena depot arsip harus diisolasi dengan bangunan lain. Hal ini juga menyebabkan perputakaan tidak memungkinkan dilakukan redesain pada lokasi tersebut. Lokasi perpustakaan saat ini pun tidak strategis karena letaknya jauh dari pusat kota serta bangunannya terhalangi oleh bangunan lain yang berada pada lahan yang sama. Belum lagi aspek-aspek pada perpustakaan meliputi luas, jumlah koleksi, jumlah staf, dan kunjungan minimal per tahun yang tidak memenuhi standar yang berlaku. Segala kekurangan ini menyebabkan kurangnya minat masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan. Masyarakat merasa Perpustakaan Kota Semarang yang ada saat ini terkesan kuno, membosankan, dan tidak menarik. Mereka menginginkan adanya perkembangan pada aspek-aspek perpustakaan sehingga dapat meningkatkan daya tarik. Padahal, sangat banyak dampak positif yang didapat apabila masyarakat dapat diwadahi dengan perpustakaan dengan fungsi serta fasilitas yang optimal. Oleh karena itu, dapat disimpulkan perlu adanya perancangan Perpustakaan Kota Semarang yang baru yang sesuai dengan aturan yang ada serta sesuai dengna minat masyarakat Semarang agar dapat mewadahi serta memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat Semarang terhadap perpustakaan.
STADION SEPAK BOLA INTERNATIONAL BERSTANDAR FIFA DI BOYOLALI Hakim, Muhammad Ishaq
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepak bola merupakan olahraga favorit di Indonesia dan stadion menjadi bagian penting dalam perkembangannya. Stadion tidak hanya sebagai tempat latihan dan pertandingan, tetapi juga sebagai simbol kemajuan sepak bola suatu negara. Saat ini, Indonesia memiliki 25 stadion berkapasitas besar, namun hanya 14 yang memenuhi standar FIFA. Masih banyak fasilitas stadion yang perlu dibenahi. Tragedi Kanjuruhan menjadi pengingat pentingnya pengelolaan stadion yang optimal. Stadion yang berkualitas tinggi dapat menarik minat investor dan pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur olahraga, meningkatkan minat masyarakat, dan memajukan sepak bola Indonesia. Kabupaten Boyolali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sepak bola dengan membangun lapangan dan stadion berkualitas. Dengan upaya tersebut diperlukan perancangan stadion yang tepat agar Kabupaten Boyolali memiliki stadion yang berkualitas dan memiliki fasilitas lengkap yang dapat mewadahi kegiatan olahraga sepak bola setingkat warga lokal maupun internasional. Dapat diharapkan stadion ini menjadi titik balik sepakbola boyolali maupun nasional untuk semakin maju dan tampil diajang internasional Perancangan stadion ini menggunakan metode studi literatur, studi banding, dan studi lapangan sebagai acuan dan standar untuk merancang. Studi literatur mengenai panduan perancangan stadion dan standar stadion oleh AFC maupun FIFA sebagai dasar perancangan. Data studi lapangan menjadi dasar dalam analisis terhadap fasilitas yang diperlukan dalam membangun stadion. Analisis data dari studi tersebut menghasilkan besaran ruang yang di gunakan dalam perancangan. Pendekatan desain yang digunakan berupa arsitektur kontemporer sebagai konsep desain.
PERANCANGAN PUSAT LITERASI DAN CO-WORKING CAFE DI SEMARANG DENGAN PENDEKATAN WELCOMING ENVIRONMENT Pramadhini, Ollynd
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dangan kepadatan penduduk yang sangat tinggi, namun disayangkan hal ini berbanding terbalik dengan tingkat minat baca dan tingkat produktivitas masyarakatnya. Rendahnya minat baca dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti kurangnya serta kurang menariknya objek baca/literasi, kurangnya wadah objek literasi, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan produktivitas, banyak hal yang menyebabkan rendahnya tingkat produktivitas seperti kurangnya wadah yang mendukung untuk aktivitas-aktivitas produktif serta lingkungan yang kurang mendukung. Kota Semarang merupakan salah satu kota yang terdapat di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, yang padat akan penduduk. Kota Semarang memiliki banyak bangunan-bangunan sekolah seperti SD, SMP, SMA, hingga universitas, oleh karena itu, tidak dipungkiri bahwa Kota Semarang memiliki banyak pelajar dalam tingkatan-tingkatan tersebut, mulai dari penduduk asli maupun pendatang dari luar. Namun, terkadang bangunan-bangunan tersebut tidak juga mendukung minat baca dan produktivitas para pelajar. Oleh karena itu, dibutuhkan wadah yang dapat mendukung naiknya tingkat minat baca dan produktivitas masyarakat terutama pelajar, khususnya di lingkup Kota Semarang. Wadah tersebut dapat berupa perpustakaan umum, co-working space, café, dan lain sebagainya. Namun, tempat-tempat tersebut harus memiliki kriteria-kriteria khusus yang dapat membuat pengunjungnya merasa nyaman untuk melakukan kegiatan mereka dengan baik dan lancar, dan sebagai hasil meningkatkan kegiatan literasi yang dapat meningkatkan minat baca masyarakat, serta kegiatan-kegiatan produktif seperti belajar, mengerjakan tugas, dan lain-lain yang dapat meningkatkan tingkat produktivitas masyarakat terutama pelajar. Kata Kunci: Co-working, Literasi, Menenangkan.
WELLNESS CENTER DIPONEGORO UNIVERSITY BASED ON EMOTIONAL PSYCHOLOGY Putri Taufik, Annisa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan mental dan tren bunuh diri di kalangan mahasiswa menunjukkan peningkatan yang signifikan. Peran utama orang tua dan lingkungan pertemanan yang sudah kurang mendukung menyebabkan mahasiswa merasa sendiri, sehingga perlunya diciptakan lingkungan yang baru dengan atmosfer yang tepat untuk membantu tahap rehabilitasi. Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut, diperlukannya suatu wadah untuk membantu mengembalikan insting semangat hidup khususnya dikalangan mahasiswa, dimulai dari memfasilitasi pusat pengendalian emosi yang dituangkan ke dalam Desain. Sehingga menjadi suatu rancangan yang berupa satu kesatuan untuk menjadi solusi dalam mengatasi masalah mental health dan menjadi tempat pelarian seseorang yang tadinya mereka lebih memilih melakukan hal yang negatif menjadi hal yang positif yang dikemas dalam bangunan Wellness. Dengan tujuan utama dirancangnya bangunan ini untuk menciptakan ruang alternatif di mana individu dapat melakukan refleksi diri tanpa stres dan distraksi dari rumah. Maka dengan tujuan tersebut bangunan Wellness Center ini akan menjadi An Escape Place untuk Mahasiswa yang butuh penanganan terkait kondisi mental mereka khususnya, Mahasiswa Universitas Diponegoro.