cover
Contact Name
Muhammad Taufiqurrohman
Contact Email
taufiqurrohman@hangtuah.ac.id
Phone
+6281233066676
Journal Mail Official
jurnal.eltrik@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah Jl. AR Hakim No. 150 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J-Eltrik
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : 26569388     EISSN : 26569396     DOI : http://dx.doi.org/10.30649/j-eltrik.v2i2
J-Eltrik merupakan jurnal Teknik Elektro yang terbit secara berkala dua kali dalam setahun. Diterbitkan oleh Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah Surabaya. Scope J-Eltrik tentang hasi riset dibidang Elektronika, Listrik (Elektro), Telekomunikasi, Komputer, Informatika, Sistem Kontrol. Redaksi menerima hasil penelitian atau artikel ilmiah dari para intelektual, dosen, praktisi dan mahasiswa. Proses peer review dilaksanakan oleh reviewer dan redaksi untuk memperbaiki format artikel sesuai format penulisan J-Eltrik tanpa mengubah tujuan dan isinya.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2019): November" : 14 Documents clear
Sistem Pakar Diagnosa Awal Penyakit Mata (Penelusuran Gejala dengan Metode Backward Chaining) Adie Wahyudi Oktavia Gama; I Wayan Sukadana; Gede Humaswara Prathama
J-Eltrik Vol 1 No 2 (2019): November
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v1i2.34

Abstract

Keinginan manusia membuat mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia telah menciptakan suatu ilmu yang disebut artificial intelligence. Sistem pakar merupakan salah satu bidang ilmu artificial intelligence yang dapat mengambil suatu keputusan dimana masalah tersebut memerlukan ahli atau pakar dalam pemecahannya. Penelitian ini mengembangkan sistem pakar untuk melakukan diagnosa awal penyakit mata. Mata merupakan organ vital yang harus cepat mendapatkan penanganan pada saat mendapatkan gangguan. Sistem pakar ini menggunakan pengetahuan khusus tentang gejala dari bermacam-macam penyakit mata. Setiap penyakit mata dijabarkan detail gejalanya yang didapat dari buku serta wawancara dengan dokter spesialis mata. Sistem ini bekerja dengan cara konsultasi yaitu melakukan tanya jawab dimana setiap pertanyaan yang diberikan oleh sistem berasal dari aturan yang ditanamkan. Metode inferensi atau penulusuran yang digunakan adalah backward chaining. Hasil yang diberikan sistem ini adalah berupa diagnosa awal penyakit mata yang mungkin diderita pasien berdasarkan gejala yang dijawab.
Rancang Bangun Sistem Balancing Level Air Cooling Tower menggunakan Sensor Ultrasonik dan Motorized Valve Berbasis Arduino Uno Cuk Sholahuddin Putra; Jamaaluddin
J-Eltrik Vol 1 No 2 (2019): November
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v1i2.35

Abstract

Cooling tower adalah sebuah sistem yang melayani air dari kondensor untuk dibuang kalornya melalui fan kemudian disirkulasikan kembali pada kondensor agar tercapai suhu pada ruangan yang diinginkan. Dingin atau tidaknya air pada sirkulasi cooling tower bergantung pada level air pada masing-masing tandon air cooling tower. Tujuan dibuatnya prototipe untuk memudahkan pekerjaan manusia mengoptimalkan kapasitas air agar tidak terbuang sia-sia atau kapasitas air yang kurang sehingga menganggu proses kondensasi pada prototipe cooling tower. Pada prototipe ini digunakan beberapa komponen hardware yaitu Arduino UNO, sensor ultrasonik, motorized valve, pompa DC, modul relay dan modul ESP-01. Sedangkan untuk komponen software digunakan Arduino UNO dan blynk. Data berkala dapat ditampilkan melalui Blynk dengan hasil pengukuran sensor ultrasonik 1 dan 2 selama 5 menit adalah 13,5 cm dan 14,6 cm. Sedangkan rata-rata presentase ketepatan sensor ultrasonik 1 dan 2 dibandingkan dengan alat ukur standar penggaris adalah 98,57% dan 97,7%. Untuk data hasil rata-rata presentase kesalahan sensor ultrasonik 1 dan 2 adalah 1,48% dan1,53%. Komunikasi IOT dapat dipantau dengan baik pada jarak 16 km dan 34 km dengan terhubung pada koneksi internet yang stabil. Manfaat penelitian ini diharapkan memberikan keefektifan pekerjaan dengan meminimalisir penggunaan air terbuang akibat tidak samanya level air.
Rancang Bangun Monitoring Sensor Carbon Brush untuk Penulangan dengan Metode Fuzzy Logic (Studi Kasus Din PT.Wika Beton) Farid Amir Marzelly; Riza Alfita; Kunto Aji Wibisono; Haryanto; Miftachul Ulum
J-Eltrik Vol 1 No 2 (2019): November
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v1i2.37

Abstract

Carbon brush mempunyai peranan penting dalam dunia industri, akan tetapi masih terdapat sejumlah orang yang masih tidak mengerti cara kerja dari carbon brush tersebut dan tidak mengetahui keadaan benda tersebut dalam keadaan baik atau sudah rusak terutama oleh pekerja. Kelemahan pada saat troubleshooting menyebabkan para pekerja hanya menerka-nerka saja untuk kerusakan yang dialami, hal itu dapat mengakibatkan putusnya serabut carbon brush sehingga motor akan bekerja lebih berat dengan sisa carbon brush yang ada. Maka dari permasalah tersebut dibuatlah sebuah alat untuk memantau kinerja carbon brush itu sendiri. Yakni “rancang bangun monitoring sensor carbon brush untuk penulangan pada PT.WIKA BETON” yaitu penerapan sensor suhu untuk mendeteksi suhu pada setiap carbon brush. Penelitian yang dilakukan yakni menggunakan sensor suhu DHT11 yanki Carbon brush yang terdeteksi oleh sensor DHT11 akan mengirimkan data pada room control melalui ENC18J60 yang dilanjutkan dengan router data yang terdeteksi oleh sensor akan diproses dan akan menampilakn kondisinya pada GUI yang berada di room control, apabila suhu yang terdeteksi tidak melebihi dari 40°C kan terdeteksi motor dalam keadaan “normal” akan tetapi jika melebihi 40°C maka panel GUI akan menampilkan “overheat” yang akan mengaktifkan modul relay untuk mematikan mesin. Hasil dari pembacaan suhu akan disimpan dalam Microsoft acces yang digunakan sebagai arsip pabrik. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa system berjalan dengan baik. System dapat bertahan selam 24 jam selama masa kerja yakni 3 kali pergantian shift. Data yang dikirimkan real time dan sesuai dengan data yang ada dilapangan.
Klasifikasi Kecacatan Keramik Dengan Menggunakan Deteksi Tepi Canny Dan Metode Hough Line Transform Moch. Fachrur Rozi; Haryanto; Kunto Aji Wibisono
J-Eltrik Vol 1 No 2 (2019): November
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v1i2.36

Abstract

Pengelompokkan kualitas keramik dari proses produksi keramik masih saja dilakukan dengan cara manual yang memanfaatkan penglihatan manusia. Akan tetapi mata manusia juga mempunyai batas kelelahan pada mata manusia sehingga dapat mempengaruhi keakuratan dalam mengelompokkan kualitas keramik. Untuk itu peranan mata manusia akan digantikan dengan suatu proses otomatis yang akan mempermudah proses pengelompokkan kualitas keramik secara lebih cepat dan akurat dengan menggunakan system image proccessing. Metode Hough Line Transform dapat mendeteksi garis lurus pada suatu citra. Dengan mengkombinasikan antara tresholding, deteksi tepi canny dan juga metode hough line transform. Tresholding akan mengubah piksel yang awalnya RGB menjadi citra ke abu-abuan. Deteksi tepi canny berguna untuk mendeteksi citra tepi keramik dengan memanfaatkan tresholding sehinga akan nampak tepian dari keramik. Dalam penelitian ini algoritma Hough Line Transform dalam mengidentifikasi garis lurus pada bagian tepi keramik sehingga apabila terdapat kecacatan maka dapat terdeteksi. Berdasarkan pengujian dengan menggunakan 20 jenis data testing tiap data menunjukkan presentase keberhasilan dalam mengidentifikasi citra keramik adalah sebesar 70% dengan warna keramik yg berbeda-beda. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan pengklasifikasian kecacatan pada keramik seperti sudut, threshold, pencahayaan dan faktor-faktor lainnya.

Page 2 of 2 | Total Record : 14