cover
Contact Name
Dyah Titis Kusuma Wardani
Contact Email
jerss@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jerss@umy.ac.id
Editorial Address
Jalan Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55183
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Economics Research and Social Sciences
ISSN : 27235319     EISSN : 27235327     DOI : 10.18196/jerss
Core Subject : Economy,
JERSS merupakan jurnal ilmiah yang dikelola Program Studi Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jurnal ini berisikan penelitian-penelitian yang dilakukan oleh mahasiwa-mahasiswa dan berkolaborasi dengan para dosen dalam bidang studi ilmu ekonomi pembangunan. Pembahasan yang dilakukan dalam jurnal ini meliputi Ekonomi Moneter; Fiskal; Pariwisata; Sumberdaya Alam; Sumberdaya Manusia; Keuangan; Publik; dan lain sebagainya dalam lingkup studi ilmu ekonomi pembangunan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 7 Documents clear
Analisis Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Non-Performing Financing, Operational Efficiency Ratio, dan Inflasi Terhadap Profitabilitas (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah 2013:01- 2016:08 Metode Vector Auto Regression (VAR) Susiana, Putri Meta; Basuki, Agus Tri
Journal of Economics Research and Social Sciences Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ekonomi FEB UMY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jerss.v1i2.9069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Finance (NPF), Operational Effieciency Ratio (OER), dan Inflasi terhadap Profitabilitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) pada periode Januari 2013-Agustus 2016. Variabel dependen yang digunakan adalah ROA dan variabel independen berupa CAR, NPF, OER, dan Inflasi. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan perbankan syariah.. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Vector Auto Regression (VAR) menggunakan Eviews 7.2. Berdasarkan hasil analisis yang digunakan dalam penelitian diperoleh semua variabel memiliki pengaruh terhadap Profitabilitas. Model regresi VAR menunjukkan variabel CAR berpengaruh positif terhadap Profitabilitas, sedangkan variabel OER, NPF dan Inflasi berpengaruh negatif terhadap Profitabilitas.
Analisis Pengaruh Jumlah Obyek Wisata, PDRB, Jumlah Hotel, Jumlah Restoran dan Rumah Makan, Terhadap Pendapatan Asli Daerah Sektor Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2010-2015 Widayanti, Atika; Dewanti, Diah Setyawati
Journal of Economics Research and Social Sciences Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ekonomi FEB UMY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jerss.v1i2.9071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh jumlah obyek wisata, PDRB, jumlah hotel, jumlah restoran dan rumah makan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2010-2015. Populasi yang menjadi objek dalam penelitian adalah kabupaten/kota di DIY. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Pariwisata DIY. Dalam penelitian ini menggunakan analisis data panel dengan model fixed effect. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa variabel PDRB, jumlah hotel, jumlah restoran dan rumah makan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah sektor pariwisata, sedangkan variabel jumlah obyek wisata tidak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah sektor pariwisata di DIY.
Analisis Stress test pada Perbankan Syariah di Indonesia Agustin, Lola Aldila; Wiranatakusuma, Dimas Bagus
Journal of Economics Research and Social Sciences Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ekonomi FEB UMY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jerss.v1i2.9063

Abstract

Bank pada dasarnya adalah entitas yang melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk pembiayaan atau dengan kata lain melaksanakan fungsi intermediasi keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi NPF dan untuk mengetahui bagaimana skenario shock ada perbankan Syariah di Indonesia. Objek pada penelitian ini adalah Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Sampel data yang digunakan adalah laporan bulanan statistik perbankan Syariah pada periode bulan Januari 2010 – Desember 2014. Metode analisis yang digunakan adalah analisis linear berganda dan analisis stress test. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat diperoleh hasil bahwa CAR berpengaruh negatif dan signifikan, ROA berpengaruh negatif dan tidak signifikan, FDR berpengaruh negatif dan signifikan, dan BOPO berpengaruh positif dan signifikan terhadap NPF. Pada analisis stress test berupa skenario analisis diperoleh bahwa besarnya variabel yang dapat mentoleransi shock adalah CAR sebesar 12,23% - 20,23%, FDR sebesar 87,13% - 104,83%, dan BOPO sebesar 73,95% - 91,90% agar stabilitas perbankan Syariah tetap terjaga
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Utang Luar Negeri di Indonesia Periode 1985-2015 Jannah, Haris Nur Alfiatul; Shidiqi, Khalifany Ash
Journal of Economics Research and Social Sciences Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ekonomi FEB UMY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jerss.v1i2.9820

Abstract

Dalam proses pembangunan sebuah negara dibutuhkan dana yang cukup besar. Indonesia merupakan negara berkembang yang sedang mengalami proses pembangunan, sehingga membutuhkan suntikan dana di berbagai sektor. Sumber dana dapat diperoleh baik dari dalam ataupun luar negeri, salah satunya yaitu berupa utang. Maka dari itu, penting untuk melihat faktor apa saja yang bisa mempengaruhi pemberian utang luar negeri, sehingga pemerintah dapat melakukan Langkah yang tepat. Untuk itu, penulis ingin menghitung pengaruh PDB, PMA, JUB dan KURS terhadap utang luar negeri di Indonesia. penulis menggunakan data time series selama periode 1985-2015 yang bersumber dari BPS, BI, dan BKPM. Alat estimasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Vector Error Correction Model (VECM) menggunakan Eviews 7.0. Hasil estimasi VECM menunjukan bahwa dalam jangka panjang variable PDB, JUB, dan KURS berpengaruh negatif dan signifikan terhadap utang luar negeri di Indonesia, sedangkan variabel PMA tidak berpengaruh signifikan terhadap utang luar negeri. Hasil estimasi VECM dalam penelitian ini juga menghasilkan analisis penting yaitu IRF (Impluse Response Function) dan VDC (Variance Decomposition).
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembiayaan Modal Kerja UMKM pada Bank Umum Syariah di Indonesia (Periode Juni 2014-November 2016) Indrawati, Eni; Basuki, Agus Tri
Journal of Economics Research and Social Sciences Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ekonomi FEB UMY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jerss.v1i2.9065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh NPF, DPK, Inflasi, dan Margin terhadap Pembiayaan Modal Kerja UMKM pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Variabel dependen yang digunakan adalah PMK (Pembiayaan Modal Kerja) dan variabel independen yang digunakan adalah Non Performing Financing (NPF), Dana Pihak Ketiga (DPK), Inflasi, dan Margin. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data bulanan selama periode 2014:06-2016:11 yang bersumber dari OJK dan BPS. Alat estimasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Vector Error Correction Model (VECM) menggunakan Eviews 7.2. Hasil estimasi menunjukkan bahwa dalam jangka pendek variabel PMK itu sendiri dan variabel Margin berpengaruh signifikan terhadap Pembiayaan Modal Kerja UMKM pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Sedangkan variabel NPF, DPK, dan Inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap PMK. Dalam jangka panjang, hasil estimasi menunjukkan bahwa semua variabel yaitu NPF, DPK, Inflasi dan Margin berpengaruh signifikan terhadap PMK. Hasil estimasi VECM dalam penelitian ini juga menghasilkan analisis IRF (Inpulse Respon Function) dan VDC (Variance Decomposition). Hasil IRF dari penelitian ini menyatakan bahwa NPF, Inflasi, dan Margin memberikan respon negatif terhadap PMK sedangkan DPK memberikan respon yang positif terhadap PMK. Berdasarkan hasil VDC, PMK memberikan kontribusi terbesar terhadap pembentukan PMK itu sendiri.
Analisis Sektor Ekonomi Potensial dan Unggulan dalam Penentuan Kebijakan Pembangunan Daerah: Studi Kasus di Kabupaten Kubu Raya Tahun 2011-2015 Putra, Gusti Andre Kharisma; Saptutyningsih, Endah
Journal of Economics Research and Social Sciences Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ekonomi FEB UMY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jerss.v1i2.9821

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sektor-sektor unggulan di Kabupaten Kubu Raya. Analisis yang dilakukan dengan membandingkan PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2010 Kabupaten Kubu Raya dan PDRB Atas Dasar Harga Konstan Provinsi Kalimantan Barat 2010 dengan menggunakan periode tahun 2011-2015, dengan menggunakan pendekatan analisis Model Rasio Pertumbuhan (MRP), Shift Share, Location Location (LQ), analisis Overlay, dan analisis Klassen Typology. Hasil penelitian analisis MRP menunjukkan sektor Pengadaan Listrik dan Gas, sektor Konstruksi, sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, sektor Transportasi dan Pergudangan, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, sektor Informasi dan Komunikasi, dan sektor Real Estate merupakan sektor ekonomi yang memiliki pertumbuhan menonjol dari sektor ekonomi yang lain pada tingkat kabupaten maupun provinsi. Hasil penelitian analisis Shift Share sektor yang berpotensi adalah sektor Industri Pengolahan karena memiliki nilai terbesar dalam kontribusi PDRB Provinsi Kalimantan Barat dan memiliki pertumbuhan pendapatan yang lebih cepat dari sektor yang sama pada tingkat provinsi. Hasil penelitian analisis LQ menunjukkan tiga sektor yang merupakan sektor basis yaitu sektor industri pengolahan, sektor pengadan listrik dan gas, dan sektor transportasi dan pergudangan. Hasil penelitian analisis Overlay yang memiliki pertumbuhan dan kontribusi terbesar adalah sektor industri pengolahan, sektor pengadan listrik dan gas, dan sektor transportasi dan pergudangan. Hasil Penelitian Klassen Typology sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik dan gas, dan sektor transportasi dan pergudangan merupakan sektor maju.
Analisis Sistem Deteksi Dini Terhadap Krisis Nilai Tukar di Indonesia Abdurrahman, Muhammad Rizal; Wiranatakusuma, Dimas Bagus
Journal of Economics Research and Social Sciences Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ekonomi FEB UMY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jerss.v1i2.9066

Abstract

Krisis keuangan yang terjadi pada tahun 1997/1998 dan krisis keuangan global pada tahun 2008 memberikan pelajaran yang sangat berharga akan pentingnya untuk membangun sistem deteksi dini sebelum terjadinya krisis, khususnya krisis nilai tukar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem deteksi dini krisis nilai tukar di Indonesia dengan menghitung indeks krisis nilai tukar dan menentukan variabel apa saja yang dapat menjadi leading indicators dalam krisis nilai tukar. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder time series bulanan dari tahun 1995M01-2015M12. Variabel yang digunakan untuk membentuk Currency Crises Index (CCI) yaitu cadangan devisa dan nilai tukar. Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu suku bunga internasional (US), nilai tukar riil, harga minyak dunia dan M2/cadangan devisa. Model analisis yang digunakan yaitu metode pendekatan sinyal (signal approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Indonesia telah mengalami empat periode krisis nilai tukar yakni pada tahun 1997-1998, 1999, 2001 dan 2008. Terdapat dua variabel yang dapat menjadi leading indicators atau pemicu potensi terjadinya krisis nilai tukar di Indonesia yaitu variabel suku bunga internasional (US) dan nilai tukar riil. Oleh karena itu, Bank Indonesia harus berhati-hati dalam mengambil kebijakan terkait penentuan suku bunga domestik dengan mempertimbangkan kondisi inflasi dalam negeri dan tetap menjaga kestabilan makro ekonomi, agar dapat meminimalisir dampak dari kenaikan suku bunga internasional (US interest rate) dan nilai tukar riil.

Page 1 of 1 | Total Record : 7