cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2024)" : 14 Documents clear
UJI EFEKTIVITAS ANTIPIRETIK EKTRAK ETANOL AKAR KATU (Sauropus androgynous (L) Merr) TERHADAP MENCIT (Mus Musculus) dharmayanti, luky
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.597

Abstract

Penggunaan bahan-bahan alami asal tumbuhan (herbal) untuk   pengobatan berbagai penyakit sebenarnya bukan merupakan hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah tanaman katu (Sauropus androgynus (L) Merr) yang mempunyai efek antipiretik atau dapat menurunkan panas. Pada penelitian ini mencit putih jantan dibagi kedalam 5 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok  terdiri dari  5 ekor mencit putih jantan (Mus musculus). Kelompok kontrol negatif diberikan Na.Cmc 1%, kelompok kontrol positif diberikan parasetamol, dan 3 kelompok uji diberikan ekstrak akar katu (Sauropus androgynus (L) Merr) masing-masing dengan peningkatan dosis 1, 2, dan 3. Induksi demam pada hewan uji menggunakan vaksin DPT-Hb 0,02 cc. Pengukuran suhu rektal dilakukan sebelum dan sesudah pemberian vaksin.Pemberian ekstrak akar katu dengan dosis 3 menunjukkan penurunan suhu rektal lebih besar dibanding ekstrak etanol akar katu (Sauropus androgynus (L) Merr) dosis 1 dan dosis 2. Pemberian parasetamol  menunjukan penurunan suhu rektal lebih besar daripada ekstrak etanol akar katu (Sauropus androgynus (L) Merr) dosis 3. Penurunan suhu tubuh Mencit  dianalisis dengan uji statistik Anova satu arah. Ekstrak etanol akar katu (Sauropus androgynus (L) Merr) menunjukkan adanya efek antipiretik pada mencit namun efeknya lebih rendah dari parasetamol. 
PEMANFAATAN DAN PENGUJIAN EKSTRAK BUNGA KAMBOJA PUTIH (Plumeria alba) PADA SEDIAAN LOTION ANTI NYAMUK Dewi, Betna; sari, Rose intan perma
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.591

Abstract

Bunga dari tanaman Bunga Kamboja Putih (Plumeria alba) dapat digunakan sebagai lotion anti nyamuk  karena mengandung Plumierid merupakan  suatu  zat  pahit yang tidak disukai nyamukPenelitian ekstrak etanol Bunga Kamboja Putih sebagai zat aktif dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, sediaan lotion ekstrak bunga kamboja putih dibua dengan beberapa variasi konsentrasi yaitu FI (5%), FII (10%), FIII (15%). Dilakukan beberapa evaluasi  sediaan Lotion Bunga Kamboja Putih berupa uji sifat fisik, uji hedonik dan uji efektivitas anti nyamuk. Hasil semua evaluasi yang telah dilakukan pada ke 3 formulasi bahwa Bunga Kamboja Putih dapat dijadikan lotion. Dari semua formula sediaan memiliki bentuk  cairan kental berbau khas. Uji homogenitas menunjukan semua formula memliki sifat homogenitas yang baik. Pada Uji pH formula yang memenuhi standar pH kulit yaitu FI. Uji daya sebar dan  Uji Viskositas yang paling baik sebagai lotion ialah FI. Uji tipe emulsi tipe lotion emulsi M/A.Uji Hedonik yang paling banyak disukai panelis yaitu FI.Uji efektivitas antinyamuk Bunga Kamboja Putih nyamuk yang paling sedikit menempel setelah penggunaan lotion yaitu FIII
UJI TOKSISITAS KRIM TIPE O/W MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum (L) Merrill dan perry) MELIHAT PROFIL HISTOPATOLOGI GINJAL DAN HATI PADA MENCIT Balb/c Lestari, Gina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.582

Abstract

INTISARI Minyak atsiri bunga cengkeh memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi didalamnya memiliki kandungan zat yaitu eugenol dimana Zat Eugenol ini memiliki aktivitas biologis sebagai antioksidan dan antinflamasi, hasil penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa krim tipe O/W konsentrasi minyak atsiri 5% dapat sebagai antiinflamasi. Dalam penelitian ini akan di kembangkan formula dengan penambahan enhancer menggunakan asam oleat dan propilen glikol dengan komposisi paling optimal kandungan krim tipe O/W asam oleat 50% propilen glikol 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penambahan enhancer terhadap uji toksisitas krim Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (MABC) dalam basis krim tipe O/W. Penelitian ini merupakan penelitain eksperimental yang menggunakan hewan percobaan mencil balb/c, menguji krim tipe O/W terhadap toksisitas MABC 2,5% yang mengandung  enhancer asam oleat 50% propilen glikol 50%. Dengan membagi menjadi dua kelompok uji yaitu kelompok normal dan kelompok uji krim tipe M/A dengan masing-masing hewan uji 10 ekor yang diuji selama 24 jam setelah pemberian sedian uji, dan 14 hari setelah pemberian sediaan uji, dengan melihat profil histopatologi pada hati dan ginjal pada mencit tersebut. Uji yang dilakukan pada penelitian ini merupakan jenis Toksisitas akut menggunakan hewan percobaan mencit balb/c.  Hasil dari penelitian uji toksisitas akut selama 24 jam setelah pemberian sedian uji dan 14 hari setelah pemberian sediaan uji menunjukkan gambaran histopatologi pada ginjal dan hati pada mencit balb/c menunjukan tidak ada perubahan fisik. Sehingga tidak menyebabkan toksisitas.  Berdasarkan  hasil uji dapat disimpulkan bahwa formulasi krim minyak atsiri bunga cengkeh  tipe M/A  tidak menyebabkan  toksisitas sehingga aman untuk digunakan. 
STUDI LITERATUR REVIEW : INTERAKSI OBAT GLIBENKLAMID DENGAN HERBAL PADA DIABETES MILETUS Rohmah, Anjelir; Rosita, Melia Eka; Inna Matto, Juwita Admi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.564

Abstract

Diabetes miletus (DM) merupakan kondisi metabolik kronis yang berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Glibenklamid adalah salah satu obat antidiabetik oral yang umum digunakan. Obat ini bekerja dengan merangsang sel ? pankreas untuk mengeluarkan insulin. Literarur review jurnal ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang pemberian kombinasi herbal dengan glibenklamid yang efektif dan aman bagi penderita diabetes miletus.Studi literatur review ini dibuat menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan rancangan penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif, yang disusun menggunakan data yang berasal dari jurnal nasional yang diterbitkan dari tahun 2018-2024. Hasil penelitian ini menunjukan Penggunaan kombinasi Glibenklamid dengan beberapa bahan herbal seperti daun Murbei (Morus alba L.), aloe vera, jamu, daun sirsak (Annona Muricata L.), daun senggani (Malestoma polyanthum Bl.), daun pegagan (Centella asiatica L.) menunjukkan adanya interaksi farmakokinetik maupun farmakodinamik terhadap diabetes melitus. Interkasi farmakokinetik menunjukkan adanya peningkatan bioavailabilitas glibenklamid sedangkan interaksi farmakodinamik menunjukkan adanya efek penurunan kadar glukosa dalam darah.Beberapa jenis herbal yang dikombinasikan dengan obat glibenklamid yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah yang aman adalah kombinasi jus aloe vera dan Glibenklamid serta kombinasi daun sirsak (Annona Muricata L.) dan Glibenklamid.
EFEKTIVITAS SEDUHAN DAUN SUNGKAI (Peronema Canescens Jack) TERHADAP LUKA SAYAT PADA KELINCI JANTAN Dellah, Danty Mey
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.601

Abstract

  
Analisis Kualitatif Zat Rhodamin B Pada Saus Jajanan Yang Beredar Di Pemda Nggruput Prengsewu Menggunakan Metode Rapid Test Rhodamin B Antoni, Ferri
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.578

Abstract

Rhodamin B, Saus, Rapid test  rhodamin B
UJI AKTIVITAS SEDIAN HAIR TONIC EKTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) SEBAGAI PENUMBUH BULU PADA KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus) Aprilianti, Stevi -
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.595

Abstract

Bunga Telang (Clitoria ternatea). Merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa flavonoid, fenolik, terpenoid dan alkaloid dengan aktifitas antioksidan. Kandungan tersebut dapat merangsang pertumbuhan rambut yang lebih cepat dan menjaga kesuburan pada rambut. Tujuan dari penelitian ini adalah apakah hair tonic dengan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) dengan konstrasi 5% dapat meningkatkan pertumbuhan bulu dan mengurangi kerontokan rambut pada hewan uji kelinci jantan, dan apakah hair tonic dari ekstrak bunga telang memiliki aktivitas terhadap pertumbuhan rambut kelinci dengan konsentrasi 5%. Penelitian ini berbentuk eksperimental dengan memformulasikan ekstrak etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea) ke dalam bentuk hair tonic lalu dilakukan pengujian menggunakan hewan uji kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini yaitu F2 ekstrak Bunga Telang 5% dengan kombinasi propilenglikol 20%, pembanding penelitian ini menggunakan Aquadest dan hair tonic makarizo. Hasil dari penelitian dari hari 1-14 diperoleh hasil hair tonic ekstrak bunga telang dapat merangsang pertumbuhan bulu sebanyak 0,4 mm sedangkan tingkat pertumbuhan paling cepat yaitu Hair tonic makarizo 0,6 , sedangkan perlakuaan menggunakan aquadest paling lambat yaitu 0,3.
STUDI INTERAKSI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT : LITERATUR REVIEW Pratiwi, Mida
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.576

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian yang menunjukan kondisi pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan informasi terkait dengan kejadian interaksi obat pada pasien dengan penyakit stroke. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian berupa studi kepustakaan (library research), yaitu mengumpulkan informasi ataupun karya tulis ilmiah yang memiliki hubungan dengan literature review. Hasil penelitian menunjukkan interaksi obat masih banyak terjadi pada pasien stroke. Interaksi obat terjadi melalui mekanisme interaksi farmakodinamik dan farmakokinetik. Onset interaksi obat dapat terjadi secara cepat terlihat dalam waktu 24 jam dan secara lambat. Interaksi obat yang banyak terjadi yaitu antara antiplatelet  yang dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan hipertensi yaitu golongan CCBs dapat menurunkan efek antihipertensi; amlodipine, nimodipine, ACEI dapat menyebabkan efek hipotensi dan vasodilator captopril berkurang; captopril, ARB dapat menurunkan efek obat hipertensi; valsartan, candesartan. Interaksi obat antara aspirin dan beberapa golongan obat hipertensi dapat mengurangi interaksi obat antara antiplatelet warfarin dan paracetamol yang dapat meningkatkan efek antitrombotik dari antikoagulan. Interaksi aspirin sebagai antiplatelet dengan obat golongan PPI; omeprazole, lansoprazole dan interaksi dapat juga terjadi antara aspirin yang dikonsumsi bersamaan dengan diuretik seperti furosemide.
PENGETAHUAN LANSIA MENGENAI PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK : TINJAUAN BERDASARKAN SUMBER INFORMASI Putri, Yona Harianti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.593

Abstract

Pengetahuan lansia mengenai obat sangat dipengaruhi oleh berbagai sumber yang dapat mereka akses. Penyedia layanan kesehatan terutama farmasi memainkan peran penting dalam memberikan informasi yang jelas dan akurat tentang dosis, efek samping, dan cara penggunaan obat. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan secara non probabilitas dengan metode consecutive sample. Sampel merupakan lanjut usia (lansia) berumur ? 60 tahun menggunakan analgetika non opioid yang masuk dalam kriteria inklusi sebanyak 400 responden. Penelitian ini menggunakan instrument berupa kuesioner yang dibuat oleh peneliti dan telah dilakukan serangkaian uji validitas dan uji realiabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sumber informasi obat pada lansia adalah tenaga kesehatan (49,5%), orang sekitar (38,8%), resep dokter (10,2%) dan layanan internet (1,5%). Sumber informasi dari resep dokter paling banyak memengaruhi pengetahuan lansia daripada sumber informasi lain dimana 73% lansia mengetahui nama obat, 29,3% lansia mengetahui dosis obat, dan 9,8% lansia mengetahui efek samping obat.Kata kunci: Sumber Informasi Obat, Pengetahuan, Analgetika, Lansia.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETIL ASETAT BIJI KEBIUL (Caesalpinia bonduc L. Roxb) PADA EKSTRAKSI MASERASI Wulandari, Septi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.590

Abstract

ABSTRAKToksisitas adalah kemampuan suatu toksikan atau bahan kimia untuk menimbulkan kerusakan atau kelainan terhadap fungsi suatu sistem biologis dimana uji toksisitas ini berguna untuk mendeteksi efek toksik dengan memperoleh data dosis-respon yang khas dari sediaan uji. Tosikan dapat diperoleh dari bahan kimia maupun senyawa metabolit, seperti agen kemopreventif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya potensi toksisitas dengan metode brine shrimp lethality test (BSLT)  pada ekstrak etil asetat biji kebiul (Caesalpinia bonduc L. Roxb)  dan mengetahui nilai LC50 dari ekstrak etil asetat biji kebiul (Caesalpinia bonduc L. Roxb) dengan penggunaan variasi waktu ekstraksi. Sampel pada penelitian ini di ekstraksi dengan metode maserasi. Uji toksisitas dilakukan dengan metode brine shrimp lethality test (BSLT) menggunakan sepuluh ekor hewan coba Artemia salina Leach dengan konsentrasi larutan 25, 100, 250, 500, 1000 ppm, dan kontrol. Metode maserasi memilki nilai toksisitas yang lebih tinggi yaitu 681 ppm. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat ekstrak etil asetat biji kebiul (Caesalpinia bonduc L. Roxb) dengan metode brine shrimp lethality test pada dengan metode maserasi tergolong toksik.

Page 1 of 2 | Total Record : 14