cover
Contact Name
Septiyanti
Contact Email
jurnal.woph@umi.ac.id
Phone
+628114442464
Journal Mail Official
jurnal.woph@umi.ac.id
Editorial Address
Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 (Kampus II UMI) Makassar, Sulawesi Selatan.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Window of Public Health Journal
ISSN : 27212920     EISSN : 27212920     DOI : https://doi.org/10.33096/woph.v1i5.98
Core Subject : Health,
Window of Public Health Journal merupakan jurnal kesehatan masyarakat yang mempublikasi karya ilmiah di bidang kesehatan masyarakat, yaitu penelitian di bidang epidemiologi, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, kesehatan reproduksi, gizi masyarakat, administrasi dan kebijakan kesehatan, manajemen rumah sakit, serta bidang promosi kesehatan. Jurnal ini pertama kali didirikan sejak tahun 2020 oleh Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Window of Public Health Journal diterbitkan pada bulan Juni, Agustus, Oktober, Desember, Februari, dan April
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 5 (2021)" : 20 Documents clear
Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Gangguan Pendengaran pada Pekerja Pabrik Beras Marioriawa Kabupaten Soppeng Indah Chaerunnisa; Muhammad Khidri Alwi; Yuliaty; Nurlaila Tussaadah
Window of Public Health Journal Vol. 2 No. 5 (2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i5.285

Abstract

Faktor kebisingan yang tidak terkendali dengan baik dan secara-terus menerus akan berdampak bagi kondisi fisik pekerja. Kondisi fisik yang dimaksudkan di sini adalah gangguan kesehatan. yaitu gangguan fungsi pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan pendengaran pada pekerja pabrik beras Marioriawa UD. Putra Syarif Kabupaten Soppeng. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yakni observasional analitik dengan rancangan cross sectional yang dilaksanakan di pabrik beras Marioriawa UD. Putra Syarif Kabupaten Soppeng pada Juni - Agustus 2020. Sampel penelitian berjumlah 50 orang dari total populasi pekerja yang berjumlah 50 orang yang diperoleh dengan cara total sampling. Analisis bivariat dilakukan dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami keluhan gangguan pendengaran, lebih banyak daripada yang tidak mengalami gangguan pendengaran. Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan (p = 0,000), masa kerja (p = 0,026), dan lama kerja (p = 0,000) dengan keluhan gangguan pendengaran. Sedangkan, variabel umur tidak berhubungan dengan keluhan gangguan pendengaran (p = 0,774). Faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan pendengaran dari 4 variabel yang diteliti ialah intensitas kebisingan, masa kerja, dan lama kerja. peneliti menyarankan agar pihak perusahaan menjadikan data pengukuran kebisingan sebagai dasar penentuan masa kerja dan lama kerja pekerja agar tetap sesuai standar, bagi pekerja untuk mentaati peraturan dan menggunakan Alat Pelindung Telinga yang lengkap, dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel-variabel lainnya sehingga tidak hanya terbatas pada variabel-variabel dalam penelitian ini saja.
Analisis Risiko Pajanan Merkuri (Hg) Udara Ambien pada Pekerta Emas di Kelurahan Rappokalling Kota Makassar Annisa Rachma Asmarani; Hasriwiani Habo Abbas; Ulfa Sulaeman
Window of Public Health Journal Vol. 2 No. 5 (2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i5.286

Abstract

Terjadinya tragedi Minamata telah memberikan gambaran betapa luasnya dan beratnya dampak kerusakan akibat pencemaran merkuri terhadap kesehatan manusia di suatu wilayah yang juga mempengaruhi hingga ke beberapa generasi. Merkuri merupakan salah satu logam berat yang memiliki tingkat toksisitas paling tinggi dibanding dengan logam berat lainnya. Selain itu, merkuri mempunyai sifat tidak mudah terurai (non degradable) sehingga dapat tersebar jauh dari sumber pencemaran namun mudah terabsorbsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis risiko pajanan merkuri (Hg) terhadap udara ambien pada pekerja emas di kelurahan rappokalling kota makassar dengan menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan. Hasil ini menunjukkan rata-rata konsentrasi merkuri (Hg) udara ambien di Kelurahan Rappokalling adalah 0,000022537 mg/m3 dengan rata-rata berat badan pekerja adalah 58,5 kg, rata-rata laju inhalasi adalah 0,609 mg/jam, rata-rata frekuensi pajanan adalah 297 hari/tahun, rata-rata durasi pajanan selama 22,30 tahun. Seluruh asupan (intake) pekerja baik realtime maupun lifetime masih di bawah dosis referensi yaitu 2,42 mg/kg/hari dan estimasi besaran risiko pekerja terhadap pajanan merkuri (Hg) udara ambien baik realtime maupun lifetime adalah RQ<1 yang artinya belum terjadi risiko pajanan merkuri (Hg) udara ambien pada pekerja saat ini hingga beberapa tahun mendatang.
Pengelolaan Limbah Medis Padat di Rumah Sakit Kota Tobelo Gibran Muhti TapiTapi; Andi Surahman Batara; Rahman; Andi Nurlinda; Alfina Baharuddin
Window of Public Health Journal Vol. 2 No. 5 (2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i5.291

Abstract

Limbah cair dan limbah padat yang berasal dan rumah sakit/puskesmas dapat berfungsi sebagai media penyebaran gangguan atau penyakit bagi para petugas, penderita maupun masyarakat. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk untuk mengetahui gambaran pengelolaan limbah di rumah sakit umum daerah dengan struktur pengelolaan di mulai dari pemilahan, pewadahan, pengangktan, tempat penampungan sementara, tempat pembuangan akhir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional dan deskriptif, melalui metode penelitian deskriptif, penelitian dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran atau deskripsi seuatu keadaan secara objektif di RSUD Kota Tobelo tentang pengelolaan limbah medis padat. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 11 ruangan. Hasil penelitian proses pemilahan dalam hal ini semua ruangan tidak ada yang tidak melakukan pemilahan, proses pewadahan limbah medis di RSUD Kota Tobelo, dari 11 ruangan yang di teliti ada 2 (18,18%) ruangan yang tidak memenuhi syarat di karenakan tidak mempunyai wadah untuk limbah dan 9 ruangan lainnya memenuhi syarat pewadahan dengan persentase (81,82%), proses pengangkutan telah memenuhi syarat karena pengangkutan limbah menggunakan troli bahan anti karat memiliki tutup dan petugasnya pun menggunakan APD, Proses penyimpanan sementara bahwa seluruh ruangan yang menghasilkan limbah medis padat di tampung sementara di tempat penampungan sementara dengan luas ruangan 11 x 8 meter, mudah di bersihkan, wadah tertutup, dan kedap air sehingga di katakana memenuhi syarat, Proses pembuangan akhir RSUD Kota Tobelo tidak memiliki insenerator akan tetapi RSUD Kota Tobelo menggunakan pihak ke tiga untuk mengolah limbah rumah sakit.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Penunggakan Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Mandiri Di Kecamatan Tallo Kota Makassar Risdayanti; Andi Surahman Batara
Window of Public Health Journal Vol. 2 No. 5 (2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i5.293

Abstract

Kesehatan adalah hak asasi manusia dan unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai cita-cita bangsa Indonesia. Kepesertaan BPJS yang semakin meningkat tidak sejalan dengan kepatuhannya dalam membayar iuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan Mandiri di Kelurahan Bunga Eja Beru Kecamatan Tallo Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Hasil analisis uji chi-square dengan α=0,05 menunjukkan bahwa nilai p-value untuk pendapatan keluarga p=0,337, pengetahuan p=0,118, jumlah anggota keluarga terdaftar p=0,672, tempat pembayaran iuran p=0,032, dan persepsi p=0,000 terhadap penunggakan pembayaran iuran. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak adanya hubungan dengan pendapatan keluarga, pengetahuan dan jumlah anggota keluarga yang terdaftar, dan adanya hubungan dengan tempat pembayaran iuran dan persepsi. Saran kepada BPJS Kesehatan agar kiranya mengadakan pemberitahuan atau informasi secara online dan kepada pemberi layanan kesehatan agar memperbaiki pelayanan kesehatan tanpa membeda-bedakan peserta umum dan peserta BPJS Kesehatan.
Implementasi Kebijakan Penanggulangan Tuberkulosis Era Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar Andi Akifah Rezkiani; Andi Surahman Batara; Andi Rezki Amelia
Window of Public Health Journal Vol. 2 No. 5 (2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i5.294

Abstract

Puskesmas Kassi-Kassi merupakan salah satu puskesmas dengan kasus tuberkulosis BTA Positif tertinggi di Kota Makassar. Pandemi Covid-19 dapat mempengaruhi strategi global untuk mengakhiri TB 2035 dalam berbagai cara. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai implementasi kebijakan penanggulangan Tuberkulosis Pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan penelitian quasi kualitatif dimana informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Informan berjumlah 6 orang yaitu Kepala Puskesmas, Pengelola Program Tuberkulosis, Kader dan Penderita TB. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi langsung dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan komitmen dalam melakukan sosialisasi, pemberian obat anti Tuberkulosis dan jadwal kunjungan rumah dalam masa pandemi Covid-19. Ruang pelayanan TB bergabung dengan ruang pelayanan kusta serta pemantauan pengobatan dilakukan menggunakan teknologi digital. Pembagian shift bagi petugas kesehatan dilakukan untuk mencegah keterpaparan Covid-19. Kurangnya petugas kesehatan menyebabkan terjadinya beban kerja rangkap dalam menjalankan program TB. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi kebijakan penanggulangan Tuberkulosisi di Puskesmas Kassi-Kassi masih belum berjalan dengan baik karena masih terdapat kendala dalam hal komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Disarankan kepada pihak puskesmas agar tetap melakukan pengawasan dalam hal pengobatan bagi penderita TB agar tetap menjalankan pengobatannya dan melakukan sosialisasi melalui saluran komunikasi yang aman.
Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Balita di Desa Bonto Langkasa Selatan Kabupaten Gowa Husnul Hotimah; Haeruddin; Ikhram Hardi S
Window of Public Health Journal Vol. 2 No. 5 (2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i5.295

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Kekerdilan (stunting) pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak Balita (bawah lima tahun). Sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Berdasarkan data dari dinas kesehatan Gowa pada pemantauan bulan Februari 2020, puskesmas yang memiliki angka stunting tertinggi adalah puskesmas Bontonompo II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor tingkat pengetahuan ibu, riwayat KEK, kepemilikan jamban sehat dan higiene dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Bontonompo II. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 150 balita. Jumlah sampel sebanyak 108 yang diambil denagn teknik simple random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara dan observasi serta pengukuran tinggi badan balita dengan statumeter. Data dianalisis dengan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Diperoleh hasil bahwa kejadian stunting di Desa Bonto Langkasa Selatan Kabupaten Gowa signifikan dipengarui oleh faktor pengetahuan ibu (p=0,040), faktor KEK (p=0,000) p<0,05, faktor kepemilikan jamban (p=0,043), faktor higiene (p=0,018). Disarankan bagi masyarakat untuk aktif dalam kegiatan penyuluhan maupun kegiatan kesehatan lain yang dilakukan dalam rangka peningkatan derajat kesehatan dan bagi para ibu sebaiknya rutin melakukan penimbangan di posyandu terdekat sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terpantau dan segera dapat ditangani bila ditemukan masalah pada tumbuh kembang anak.
Identifikasi Kandungan Boraks Pada Bakso Gerobak Di Jl. Paccerakkang Kota Makassar Fira Hardianti S; Arman; Abd. Gafur
Window of Public Health Journal Vol. 2 No. 5 (2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i5.296

Abstract

Boraks merupakan senyawa kimia turunan dari logam berat boron (B) dan biasa digunakan sebagai bahan anti jamur, pengawet kayu, dan antiseptik pada kosmetik. Boraks berbentuk kristal berwarna putih yang terjadi dalam suatu deposit hasil proses penguapan hot spring (pancuran air panas) atau danau garam. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui identifikasi kandungan zat pengawet berbahaya boraks pada Bakso Gerobak dan Mie Basah di Jl. Paccerakkang Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, menggunakan rancangan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel ini adalah purposive random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah Bakso dan Mie Basah yang dijual di Jl. Paccerakkang Kota Makassar. Pada pemeriksaan uji labaratorium, peneliti menggunakan kualitatif dengan metode kurkumin. Sampel bakso diambil dari 10 pedagang bakso gerobak dan 10 pedagang mie baik yang menetap maupun berpindah tempat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 10 sampel Bakso dan 10 sampel Mie Basah yang diuji terdapat 0 sampel yang positif mengandung boraks. Kesimpulannya adalah dari 20 sampel yang diperiksa baik pada bakso maupun mie basah dinyatakan negative tidak mengandung boraks. Sarannya adalah Dinas Kesehatan dan Badan Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) kota Makassar tetap meningkatkan pemantauan dan pengawasan terhadap berbagai bahan panganyang beredar dalam masyarakat.
Analisis Implementasi Kebijakan Stunting di Puskesmas Antang Kota Makassar Pratiwi Yunus; Septiyanti; Rahman
Window of Public Health Journal Vol. 2 No. 5 (2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i5.297

Abstract

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Makassar tahun 2019 jumlah balita yang mengalami stunting di kota Makassar sebanyak 8.61%. Puskesmas Antang memiliki prevelensi stunting sebanyak 7,36. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Data diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, observasi lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dekskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penurunan stunting di puskesmas Antang Kota Makassar sudah berjalan dengan baik, puskesmas Antang sendiri sudah melaksanakan program penurunan stunting. Pihak puskesmas juga aktif melakukan penyuluhan ke rumah-rumah lokasi intervensi stunting dalam upaya penurunan stunting di Kota Makassar, hanya saja kurangnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya pola hidup sehat yang meliputi kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, dan asupan makanan bergizi dalam upaya penurunan stunting. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa implementasi kebijakan penurunan stunting sudah dilaksanakan dengan baik, tetapi masih belum maksimal dalam mensosialisasikan ke masyarakat sehingga masih ada sebagian masyarakat yang tidak mengerti bagaimana cara penurunan stunting. Diharapkan kepada pihak puskesmas Antang Kota Makassar untuk lebih meningkatkan pemahaman kepada kader dan dilatih dengan yang ahli disetiap pelatihannya.
Hubungan Iklim dengan Kinerja Pekerja di PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Terminal Peti Kemas Makassar Adinda Pitaloka; Yuliaty; Mansur Sididi
Window of Public Health Journal Vol. 2 No. 5 (2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i5.298

Abstract

Iklim Kerja adalah kombinasi dari suhu udara, kelembaban udara, kecepatan gerakan udara, Suhu nyaman orang Indonesia pada umumnya beraklimatisasi dengan iklim tropis sekitar 29°C-30°C dengan kelembaban 85%-95%. Bekerja dibawah paparan panas dengan melebihi batas normal suhu yang ditentukan akan berdampak dengan Kesehatan dan menurunnya kemampuan dalam kinerjanya. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas dengan tanggung jawab yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui Hubungan iklim kerja dengan kinerja pekerja di PT. Pelabuhan Indonesia. Jenis penelitian ini adalag penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini seluruh pekerja lapangan dan administrasi non shift dengan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu sebanyak 37. Hasil penelitian yaitu menunjukkan bahwa bahwa uji chi-square dengan α (0,05) diperoleh nilai p= 0,002 dimana nilai p < α menunjukkan ada hubungan antara iklim kerja dengan kinerja. Dan Uji chi-square menunjukkan dengan α (0,05) diperoleh nilai p= 0,003 dimana nilai p < α menunjukkan ada hubungan antara lama paparan dengan kinerja pada pekerja di PT. Pelabuhan Indonesia IV (PERSERO) Terminal Petikemas Kota Makassar Tahun 2020. Bagi pihak PT. Pelabuhan Indonesia IV (PERSERO) Terminal Petikemas Kota Makassar untuk lebih memperhatikan kenyamanan pekerja dalam bekerja agar dapat menmaksimalkan hasil kinerja kerjanya.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Tekanan Darah Pekerja Yang Terpajan Kebisingan Pada Pekerja Di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Nisrina Nahdah S.; Suharni A. Fachrin; Andi Nurlinda
Window of Public Health Journal Vol. 2 No. 5 (2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i5.1154

Abstract

Pekerja bagian produksi adalah salah satu pekerja yang mempunyai risiko terkena tekanan darah tinggi maupun tekanan darah rendah yang sering dijumpai dalam masyarakat. Tekanan darah tinggi dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah kebisingan. Kebisingan merupakan suara yang menyebabkan gangguan kesehatan dan konsekuensi sosial yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan Antara Masa Kerja, Umur Dan Lama Kerja Dengan Tekanan Darah pada Pekerja Di PT.Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar dengan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Hasil ini menunjukkan terdapat tidak ada hubungan antara masa kerja dengan tekanan darah nilai p = 0,586, tidak ada hubungan antara umur dengan tekanan darah nilai p = 0,249, ada hubungan antara lama kerja dengan tekanan darah nilai p= 0,004, ada hubungan antara intensitas kebisingan dengan tekanan darah nilai p= 0,001.

Page 2 of 2 | Total Record : 20