cover
Contact Name
Septiyanti
Contact Email
jurnal.woph@umi.ac.id
Phone
+628114442464
Journal Mail Official
jurnal.woph@umi.ac.id
Editorial Address
Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 (Kampus II UMI) Makassar, Sulawesi Selatan.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Window of Public Health Journal
ISSN : 27212920     EISSN : 27212920     DOI : https://doi.org/10.33096/woph.v1i5.98
Core Subject : Health,
Window of Public Health Journal merupakan jurnal kesehatan masyarakat yang mempublikasi karya ilmiah di bidang kesehatan masyarakat, yaitu penelitian di bidang epidemiologi, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, kesehatan reproduksi, gizi masyarakat, administrasi dan kebijakan kesehatan, manajemen rumah sakit, serta bidang promosi kesehatan. Jurnal ini pertama kali didirikan sejak tahun 2020 oleh Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Window of Public Health Journal diterbitkan pada bulan Juni, Agustus, Oktober, Desember, Februari, dan April
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)" : 20 Documents clear
Analisis Risiko Pada Pekerja Pengelasan (Welding) di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar Suheri Jumartika; Gafur, Abd.; Rahman
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.273

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga kerja yang bertujuan agar tenaga kerja dapat melaksanakan pekerjaan dengan nyaman, sehat dan aman, sehingga tercapai peningkatan produktifitas kerja secara optimal. karena itu tenaga kerja harus memperoleh perlindungan dari berbagai masalah di tempat kerja yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Jenis Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif yang di tunjukkan untuk mendapatkan informasi mengenai analisis risiko pada pekerja pengelasan. Populasi pekerja pada bagian Pengalasan di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar yaitu sebanyak 30 pekerja yang menjadi responden. Data dianalisis dengan menggunakan univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden serta menganalisa setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan dari data umur 41-50 tahun (46,7%) dan umur 31-40 tahun (6,7%). Jam kerja yang bekerja < 8 jam sebesar (76,7%) dan >8 jam sebesar (23,3%). Masa kerja <8 tahun dan 8> tahun sebesar (50,0%). Identifikasi bahaya berisiko sebesar (70,0%) dan tidak berisiko sebesar 30,0%). Analisis resiko paparan rendah (66,6%) dan resiko paparan tinggi (33,3%). Standart keselamatan dan kesehatan yang bersyarat (46,6%) sedangkan yang tidak bersyarat (53,3%).
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Debu Kayu pada Pekerja Mebel Informal di Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar Andi Dyan Rezki Devi Chaeruddin; Hasriwiani Habo Abbas; Abd. Gafur
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.289

Abstract

Mebel Informal di Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar adalah industri berskala rumah tangga (home industry) yang mengolah kayu menjadi produk furniture. Proses pengolahannya cenderung menghasilkan debu kayu yang dicurigai berpotensi menimbulkan kontaminasi polusi udara termasuk debu atau Total Suspended Particulate (TSP) di tempat kerja serta gangguan kesehatan pada pekerja mebel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko kesehatan lingkungan dari pajanan debu kayu pada pekerja di Mebel Informal Kelurahan Antang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain studi Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja di Mebel Informal UD. Haming dan UD. Pondok Mekar yang berjumlah 30 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dan wawancara serta melakukan pengukuran dengan alat. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi TSP di lokasi Mebel Informal telah melebihi Nilai Ambang Batas (NAB), serta berdasarkan perhitungan ARKL menunjukkan seluruh asupan (intake) pekerja baik realtime maupun lifetime masih berada di bawah dosis referensi dan estimasi besaran risiko pekerja terpajan TSP adalah RQ<1 yang artinya belum terjadi risiko pajanan TSP pada pekerja saat ini hingga beberapa tahun mendatang. Kata kunci : Konsentrasi TSP; ARKL; pekerja mebel informal Mebel Informal di Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar adalah industri berskala rumah tangga (home industry) yang mengolah kayu menjadi produk furniture. Proses pengolahannya cenderung menghasilkan debu kayu yang dicurigai berpotensi menimbulkan kontaminasi polusi udara termasuk debu atau Total Suspended Particulate (TSP) di tempat kerja serta gangguan kesehatan pada pekerja mebel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko kesehatan lingkungan dari pajanan debu kayu pada pekerja di Mebel Informal Kelurahan Antang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain studi Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja di Mebel Informal UD. Haming dan UD. Pondok Mekar yang berjumlah 30 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dan wawancara serta melakukan pengukuran dengan alat. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi TSP di lokasi Mebel Informal telah melebihi Nilai Ambang Batas (NAB), serta berdasarkan perhitungan ARKL menunjukkan seluruh asupan (intake) pekerja baik realtime maupun lifetime masih berada di bawah dosis referensi dan estimasi besaran risiko pekerja terpajan TSP adalah RQ<1 yang artinya belum terjadi risiko pajanan TSP pada pekerja saat ini hingga beberapa tahun mendatang.
Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Program Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA pada Peserta BPJS Kelrey, Nur Rahmi; Surahman Batara, Andi; Burhanuddin, Nurfardiansyah
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.298

Abstract

Penderita Kanker serviks di Indonesia sebanyak 32.469 jiwa atau 9,3% dari prevalensi kasus kanker di Indonesia, yang mencapai angka 348.809 jiwa. Angka kematian akibat kanker serviks mencapai 18.279 jiwa. Salah satu upaya pencegahan kanker serviks adalah dengan melakukan program deteksi dini dengan metode inspeksi visual asam (IVA). Tolak ukur keberhasilan program deteksi dini kanker serviks ada pada pemanfaatan pelayanan pemeriksaan IVA oleh Wanita usia subur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemanfaatan program deteksi dini kanker serviks pada peserta BPJS di Puskesmas Bara-baraya Kota Makassar Tahun 2020. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Bara-baraya. Teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 264 responden. Metode analisis data menggunakan uji univariat dan uji regresi linier berganda. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ada tidak ada pengaruh antara tingkat pengetahuan (p = 0.096) terhadap pemanfaatan program deteksi dini kanker serviks dengan IVA. Sedangkan jumlah paritas (p = 0.016) dan sikap (p = 0.007) kesehatan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemanfaatan program deteksi dini kanker serviks dengan IVA (p <0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan antara paritas dan sikap terhadap pemanfaatan program deteksi dini kanker serviks dengan IVA. Untuk itu diharapkan penyebarluasan informasi yang lebih maksimal dalam mendorong masyarakat untuk lebih memahami faktor resiko terjadinya kanker serviks serta pentingnya deteksi dini kanker serviks sebagai upaya pencegahan.
Efektivitas Air Rebusan Daun Kersen terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Brilyana, Ayu Ardhiny; Hasriwiani Habo Abbas; Mahmud, Nur Ulmy
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.317

Abstract

Diabetes Mellitus disebut the silent killer karena kebanyakan orang dengan diabetes tidak mengetahui jika mereka menderita diabetes mellitus, padahal jika melihat dari tanda-tanda awal, yaitu dengan adanya polidipsi, polifagi, poliuri, itu merupakan tanda awal dari penyakit Diabetes Melltus yang harus diketahui oleh masyarakat awam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko penurunan kadar gula darah sewaktu penderita diabetes mellitus tipe 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan case control. Total populasi 60 responden yang terdiri dari 20 responden sebagai kelompok kasus dan 40 responden sebagai kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan univariat dan Analisis bivariat. Untuk melihat besar risiko, dilakukan uji statistik dengan menggunakan uji Odds Rasio (OR). Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 yang mengkonsumsi air rebusan daun kersen (muntingia calabura l.). memeiliki kecenderungan untuk menurunkan kadar gula darah sewaktunya sebesar 4 kali lebih besar dibandingkan dengan penderita yang tidak mengkonsumsi air rebusan daun kersen dengan nilai oods ratio OR = 4,188 dan selang kepercayaan (95% CI) [(1,056)-(16,619)]. Diharapkan dapat melakukan penelitian dengan judul yang sama dengan penambahan faktor-faktor lain yang berhubungan.
Hubungan Zat Gizi terhadap Stres Kerja pada Pekerja di PT. IKI (PERSERO) Makassar Syahrir, Nurwahyuni; Sitti Patimah; Ikhram Hardi
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.323

Abstract

Stres adalah kondisi ketegangan yang berpengaruh terhadap emosi, jalan pikiran dan kondisi fisik seseorang.Stres yang tidak diatasi dengan baik biasanya berakibat pada ketidakmampuan seseorang berinteraksi secara positif dengan lingkungannya, baik dalam arti lingkungan pekerjaan maupun di luarnya. Protein merupakan komponen utama pada globin yang berperan dalam transoprtasi dan penyimpanan zat besi selain itu dalam penyerapan zat besi di usus halus juga dibantu oleh Heme Carrier Protein (HCP1). Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui hubungan antara asupan protein, zat besi dan asupan energi dengan stress kerja pada pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia (PERSERO) sebanyak 171 orang dengan pengambilan sampel menggunakan rumus Lemeshow sebanyak 50 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan univariat dan bivariat untuk mendeskripsikan karakkteristik responden dan menentukan setiap variabel apakah saling berhubungan atau tidak. Hasil penelitian yang diperoleh tidak ada hubungan antara asupan protein dengan stress kerja dengan nilai P = 0,550 dan juga tidak ada hubungan antara asupan zat besi dengan stres kerja dengan nilai P = 0,682 begitu juga dengan asupan energi dengan stress kerja tidak terdapat hubungan dengan nilai P = 0,439. Disarankan kepada pemimpin perusahan agar membagikan tugas sesuai dengan kemampuan para pekerja agar tidak terjadi stress kerja pada pekerja dan pekerja harus lebih disiplin pada saat bekerja sehingga tidak terjadi hal-hal yang membahayakan. Diharapkan pihak PT. Industri Kapal Indonesia Makassar agar meningkatkan pengawasan dan lebih mewajibkan para pekerja menggunakan alat pelindung diri pada saat aktivitas bekerja dengan aman dan selamat.
Studi Epidemiologi dengan Pendekatan Analisis Spasial Terhadap Kejadian ISPA pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Perumnas Aisyah, Nur; Mutthalib, Nurul Ulfah; A. Rizki Amelia
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.327

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur, dan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi epidemiologi dengan pendekatan analisis spasial terhadap kejadian ISPA pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Perumnas Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Besar sampel sebanyak 105 anak balita. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk gambar pemetaan dan tabel univariat dan bivariat dengan uji chi square dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara sistem ventilasi buatan dengan kejadian ISPA pada anak balita dengan hasil uji chi square diperoleh nilai p = 0,852 > 0,05. Ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian ISPA pada anak balita dengan hasil uji chi square diperoleh nilai p = 0,048 < 0,05. Ada hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada anak balita dengan hasil uji chi square diperoleh nilai p = 0,045 < 0,05. Tidak ada hubungan antara status imunisasi terhadap dengan kejadian ISPA pada anak balita dengan hasil uji chi square diperoleh nilai p = 0,356 > 0,05. Diharapkan untuk menjaga sistem ventilasi dan keseimbangan sirkulasi udara di rumah agar pertukaran udara berjalan dengan baik, agar lebih memperhatikan persyaratan peraturan kesehatan agar dapat terhindari dari sumber penularan penyakit, diharapkan kepada ibu yang memiliki anak balita agar meningkatkan informasi mengenai imunisasi dan rutin membawa anak balita ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi lengkap sesuai umur dan waktu pemberiaannya.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Pekerja di PT. IKI (PERSERO) Kota Makassar Ramadhani, Ariska; Yuliati
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa kurangnya aktivitas merupakan sebuah faktor resiko kunci utama terjadina penyakit tidak menular seperti hipertensi. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga merupakan faktor resiko utama ke empat kematian diseluruh dunia. sekitar 3,2 juta kematian setiap tahun karena masalah kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan perilaku sendentary dengan status gizi pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia (PERSERO) Makassar. Jenis penelitian survey analitik studi kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja officer di PT. Industri Kapal Indonesia (PERSERO) berjumlah 105 pekerja yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat untuk mendeskripsikan karakterisitik responden dan mengetahui hubungan setiap variabel. Hasil penelitian yang diperoleh ada hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi pekerja. Dari hasil penelitian ini, disarankan para pekerja lebih memperbanyak melakukan aktivitas fisik misalnya dengan berolahraga rutin untuk membakar kalori. Diharapkan pula pekerja tetap memantau status gizi agar tetap stabil dan tidak melewati nilai standar IMT normal.
Gambaran Kemampuan Membayar Iuran BPJS Kesehatan pada Pedagang di Pasar Terong Kota Makassar Syamsinar, Suci; Batara, Andi Surahman; A. Rizki Amelia
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.333

Abstract

Tercatat berdasarkan jumlah perserta yang menungak di Kelurahan Wajo Baru sebanyak 931 atau 11,40% peserta, dengan jumlah penunggakan keseluruhan di Kecamatan Bontoala sebanyak 8.164 peserta (BPJS 2020). Kemampuan membayar merupakan salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam penetapan tarif iuran BPJS Kesehatan. Peran serta masyarakat dalam membayar iuran jaminan kesehatan sangat bergantung dengan Kemampuan Membayar (Ability to Pay) yang dimiliki oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran besar kemanpuan (ATP) membayar iuran BPJS Kesehatan pada pedagang di Pasar Terong kelurahan Wajo Baru Kecamatan Bontoala Kota Makassar. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan studi deskriptif dengan menggunakan metode survey, merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang peserta BPJS mandiri. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 92 responden. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu jumlah anggota keluarga tertinggi adalah ≤ 4 jumlah anggota keluarga sebanyak 56 responden (60.9%) dan yang terendah adalah >4 sebanyak 36 responden (39.1%), mampu sebanyak 52 responden (56.5%) dan yang terendah adalah tidak mampu sebanyak 40 responden (43.5%), kelas III tertinggi sebanyak 59 responden (64.1%) dan yang terendah adalah kelas II sebanyak 33 responden (35.9%).
Identifikasi Faktor Penghambat Implementasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Indikator TB Paru Ramadhani, Alya Fikri; Nurgahayu; Septiyanti
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.334

Abstract

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan menerapkan sebuah kebijakan yaitu Program Indonesia Sehat (PIS) yang merupakan salah satu program dari agenda Nawa Cita, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia; indikator TB Paru menjadi salah satu indikator dengan cakupan IKS terendah di Puskesmas Antang pada Bulan Januari 2020 yaitu sebesar 21,37% diikuti dengan indikator ke 7 yaitu Hipertensi dengan cakupan IKS sebesar 36,20% dan indikator ke 8 yaitu penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan jumlah IKS sebesar 44,44%. Penelitian ini bertujuan Untuk mendapatkan informasi medalam tentang faktor penghambat implementasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) ditinjau dari Indikator TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Antang Kota Makassar Tahun 2020. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan adalah indepth interview terhadap Informan guna mengetahui secara mendalam dan yang dianggap mampu memberikat data yang akurat. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa implementasi PIS-PK untuk indikator TB Paru di Puskesmas Antang dilaksanakan sesuai dengan SOP yang ada; petugas pelaksana program implementasi PIS-PK untuk indikator TB Paru di Puskesmas Antang masih sangat kurang; sarana dan prasarana di Puskesmas Antang masih kurang dalam pelaksanaan penginputan data keluarga sehat; sikap pelaksana program dalam pelaksanaan program sudah cukup baik; penyaluran komunikasi dan kejelasan informasi mengenai PIS-PK yang disampaikan oleh petugas Puskesmas kepada tokoh masyarakat sudah cukup baik tetapi penyaluran komunikasi yang dilakukan oleh tokoh masyarakat kepada masyarakat kurang baik sehingga mash banyak masyarakat yang menolak untuk didata. Kesimpulan dalam penelitian ini didapatkan bahwa faktor penghambat PIS-PK di Puskesmas Antang terdiri dari faktor internal (SDM, sarana dan prasarana, dan komunikasi) dan faktor eksternal (beban psikologis dan beban sosial pasien TB Paru).
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Membayar Iuran BPJS pada Peserta Mandiri Nur Aziza Ramadani; Haeruddin; Batara, Andi Surahman
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.336

Abstract

Peserta BPJS mandiri adalah peserta yang mendapatkan penghasilan dari usaha sendiri sehingga ketika mereka menjadi peserta JKN harus membayarkan iuran setiap bulannya. Berdasarkan data sekunder dari BPJS Kabupaten Kepulauan Selayar tercatat sebanyak 138 jiwa peserta BPJS mandiri yang memiliki tunggakan di Kecamatan Bontomatene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuahan Membayar Iuran BPJS Pada Peserta Mandiri Di Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh peserta BPJS mandiri sebanyak 138 jiwa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 103 orang. Metode analisis data menggunakan uji univariat dan uji bivariat dengan uji kolerasi chi-square. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara pendapatan deng kepatuhan membayar (p=0,004), ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan membayar (p=0,011), tidak ada hubungan antara jarak menuju tempat pembayaran dengan kepatuhan membayar (p=0,712), tidak ada hubungan antara persepsi terhadap pelayanan kesehatan dengan kepatuhan membayar (p=0,602), ada hubungan antara persepsi terhadap tarif iuran dengan kepatuhan membayar (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pendapatan, pengetahuan, persepsi terhadap tarif iuran dengan kepatuhan membayar dan tidak ada hubungan yang bermakna antara jarak menuju tempat pembayaran, persepsi terhadap pelayanan kesehatan dengan kepatuhan membayar. Diharapkan pada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti faktor lain yang dapat mempengaruhi kepatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan mandiri.

Page 2 of 2 | Total Record : 20