cover
Contact Name
Qadhli Jafar Adrian
Contact Email
ictee@teknokrat.ac.id
Phone
+62721702022
Journal Mail Official
ictee@teknokrat.ac.id
Editorial Address
Jl. Zainal Abidin Pagaralam, No.9-11, Labuhan Ratu, Bandarlampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
ICTEE (Engineering Journals of Information, control, telecommunication and electrical)
ISSN : -     EISSN : 27467481     DOI : https://doi.org/10.33365/jictee
Core Subject : Engineering,
ICTEE mencakup semua aspek Elektronik dan Instrumentasi termasuk Elektronika dan Teknik Instrumentasi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2023): Januari" : 5 Documents clear
Penerapan Metode Regresi Linear Sederhana Untuk Prediksi Penyebaran Vaksin Covid 19 di Kabupaten Cilacap Rifki Kurniawan
Journal ICTEE Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jictee.v4i1.2696

Abstract

Di awal tahun 2020, terjadi pandemi di China. Wabah ini disebut COVID-19. COVID-19 yang disebabkan oleh SARSCoV2 (virus corona menyebabkan sesak napas, batuk serta demam). Dibandingkan dengan SARS pada tahun 2003 dan MERS pada tahun 2012, penyebaran pandemi ini jauh lebih cepat. Hingga saat ini, lebih dari 10,7 juta kasus positif telah dilaporkan. Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin sebagai obat untuk mencegah penyebarannya. Produksi vaksin baru biasanya memakan waktu lama, kadang sampai 10 tahun. Pemerintah Kabupaten Cilacap mengambil tindakan lebih lanjut untuk mengatasi wabah ini dengan melakukan vaksinasi setiap warganya, serta selalu menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan selalu memakai masker saat beraktivits di luar rumah. Tinjauan ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran COVID-19 di Kabupaten Cilacap dan mempercepat produksi vaksin COVID-19. Metode yang digunakan dalam review ini adalah literature review online dengan mengunjungi beberapa situs jurnal internasional serta dengan metode linear regresi sederhana untuk proses perhitungan prediksi penyebaran vaksin di Kabupaten Cilacap. Semua jenis pembuatan vaksin memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing
KLASIFIKASI TINGKAT KEMATANGAN BUAH PEPAYA BERDASARKAN WARNA KULIT MENGGUNAKAN SENSOR WARNA TCS3200 Rifki Kurniawan
Journal ICTEE Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jictee.v4i1.2692

Abstract

Buah pepaya merupakan buah yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan serta memiliki nilai gizi yang tinggi. Namun masih banyak konsumen yang kesulitan mengklasifikasi tingkat kematangan buah pepaya. Pemilihan kualitas buah pepaya yang sudah matang maupun tidak matang secara manual dapat dilihat dari warna kulit, tekstur buah dan aroma, pemilihan yang dilakukan secara manual seperti ini terkadang memberikan hasil yang kurang memuaskan dan tidak konsisten dapat membutuhkan tenaga maupun waktu yang lebih banyak untuk memilih. Penelitian ini bertujuan untuk membantu para konsumen dalam menentukan tingkat kematangan buah pepaya yang ada berdasarkan warna kulit menggunakan sensor warna TCS3200. Sistem ini diimplementasikan ke dalam Arduino Uno dengan menggunakan sensor warna sebagai alat pendeteksi kematangan buah yang menggantikan indera penglihatan pada manusia dalam menentukan tingkat kematangan. Penelitian ini menggunakan metode K-Nearest Neighbor (KNN) untuk klasifikasi warna buah pepaya sehingga mendekati warna yang sesungguhnya berupa nilai RGB yang didapatkan dari sensor warna. Data yang digunakan sebanyak 100 yang akan dibagi menjadi data latih dan data uji. Terdapat 3 buah kondisi dalam penelitian ini yaitu mentah, setengah matang dan matang. Alat bekerja dengan mengukur komposisi warna RGB pada kulit buah yang diidentifikasi dan membandingkan dengan komposisi warna RGB kulit buah pepaya acuan. Berdasarkan hasil penggunakaan algoritma K-Nearest Neighbor pada proses klasifikasi kematangan buah pepaya, nilai K=15 dapat dijadikan nilai acuan prediksi karena memiliki persentase keberhasilan tertinggi yaitu sebesar 93%.
Prototipe Alat Bantu Panen Dan Penghitung Telur Otomatis Rifki Kurniawan
Journal ICTEE Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jictee.v4i1.2693

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini mengalami perubahan yang biasa disebut revolusi. Upaya untuk mengembangkan potensi diperlukan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas pekerja, seperti arah temenin telur langsung dalam kurung otomatis yang dapat membantu kinerja peternak ayam petelur yaitu Conveyor belt. Conveyor belt merupakan alat Sabuk yang berbentuk sederhana dan biasanya digunakan manusia untuk alat bantu memindahkan barang secara langsung dan berkelanjutan. (Mayssara A. Abo Hassanin Supervised, 2014). Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat memanen telur di peternakanayam petelur menggunakan conveyor belt ini dinilai akan lebih mudah dalam penghitungan dan pemanenan telur dikarenakan dapat memanen danmenghitung telur secara otomatis. Dalam latihan yang selaku kan, saya membuat Conveyor belt sebagai alat bantu panen dan penghitung keluar otomatis Yang di mana komponen tersebut terdiri dari Arduino UNO, motor DC, Sensor IR, motor Driver, dan LCD. Dari hasil penelitian yang saya lakukan kabar keberhasilan alat mencapai 100% secara berurutan maupun secara tidak berurutan. Dan manfaat Dari alat yang saya teliti ini sangat membantu peternak ayam petelur untuk panen dan menghitung terus secara otomatis dan tidak banyak menghabiskan tenaga dalam memanen.
Rancang Bangun Alat Monitoring Ketinggian Air Pada Reservoir Berbasis Internet Of Things Rifki Kurniawan
Journal ICTEE Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jictee.v4i1.2694

Abstract

Reservoir merupakan tempat penampungan air sementara sebelum disalurkan ke konsumen. Fungsi utama reservoir adalah untuk menyeimbangkan antara debit produksi dan debit penggunaan air. Saat ini, metode manual digunakan untuk menentukan ketinggian air reservoir, yaitu dengan menghitung anak tangga yang tersisa di atas ketinggian air reservoir. Metode manual ini memiliki kelemahan dalam hal kecepatan waktu dan keakuratan ketinggian air reservoir. Pada penelitian ini diimplementasikan sebuah sistem monitoring ketinggian air reservoir secara real time menggunakan platform Internet of Things (IoT). Sistem ini terdiri dari sensor ultrasonik untuk mendeteksi ketinggian air, kemudian data dikirim ke database mysQL, untuk dapat diakses dari perangkat monitoring atau untuk mengakses halaman website, ketinggian air direpresentasikan dalam nilai jarak (Cm). Sistem yang telah dilakukan bekerja cukup baik dengan rata-rata error 1,07%. Sistem informasi web ini dapat menampilkan data ketinggian air dalam bentuk numerik dan grafik. Sistem ini telah diterapkan di PDAM Way Rilau Bandar Lampung dan perlu dikembangkan dalam penerapannya.
RANCANG BANGUN AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) PADA GARDU HUBUNG 20 KV BERBASIS SISTEM KONTROL SCADA (SUPERVISORY CONTROL AND DATA ACQUISITION) Rifki Kurniawan
Journal ICTEE Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jictee.v4i1.2695

Abstract

Dalam sistem distribusi listrik 20 kV dibutuhkan aliran daya listrik dari penyulang cadangan untuk mengantisipasi ketika penyulang utama mengalami gangguan. Akan tetapi saat penyulang cadangan mengambil alih suplai daya listrik ke beban, ataupun sebaliknya maka diperlukan sebuah sistem atau alat yang handal dalam pengontrolannya. Pada penelitian ini, penulis akan membuat sistem otomatis untuk mengontrol pengalihan suplai aliran daya listrik 20 kV dari penyulang utama ke penyulang cadangan. Cara kerja sistem yang ingin dibuat sebagai berikut, pada saat suplai daya yang dialirakan ke beban dari penyulang 1 (utama) mengalami gangguan dalam artian padam, maka otomatis beban akan disuplai oleh penyulang 2 (cadangan) dan begitu juga sebaliknya. Sistem ini akan dilengkapi dengan fitur prioritas yang akan mengatur ketika daya yang dihasilkan oleh penyulang 1 dan penyulang 2 hidup maka beban akan dialihkan kembali ke penyulang 1 jika penyulang 1 yang diprioritaskan dan begitu juga sebaliknya, namun dalam proses pengalihan kembali dari penyulang 2 ke penyulang 1 tidak langsung dilakukan karena adanya waktu tunggu untuk tetap standby di penyulang 2, hal ini untuk memastikan proses perbaikan ganguan yang dilakukan pada penyulang 1 benar-benar terselesaikan. Tampilan Human Machine Interface (HMI) untuk SCADA, digunakan aplikasi VTScada sebagai tampilannya. Penyambungan VTScada dengan Arduino dengan membuat driver TCP/IP port pada VTScada sesuai dengan alamat IP PORT pada pengaturan program Arduino. Setelah ditentukan IP PORT, dibuatlah driver modbus yang tersambung dengan Arduino. Pada layar HMI VTScada saat terjadi gangguan akan menampilkan bar indikator merah sebagai jaringan yang tidak terkoneksi.Dalam sistem distribusi listrik 20 kV dibutuhkan aliran daya listrik dari penyulang cadangan untuk mengantisipasiketika penyulang utama mengalami gangguan. Akan tetapi saat penyulang cadangan mengambil alih suplai dayalistrik ke beban, ataupun sebaliknya maka diperlukan sebuah sistem atau alat yang handal dalam pengontrolannya.Pada penelitian ini, penulis akan membuat sistem otomatis untuk mengontrol pengalihan suplai aliran daya listrik20 kV dari penyulang utama ke penyulang cadangan. Cara kerja sistem yang ingin dibuat sebagai berikut, padasaat suplai daya yang dialirakan ke beban dari penyulang 1 (utama) mengalami gangguan dalam artian padam,maka otomatis beban akan disuplai oleh penyulang 2 (cadangan) dan begitu juga sebaliknya. Sistem ini akandilengkapi dengan fitur prioritas yang akan mengatur ketika daya yang dihasilkan oleh penyulang 1 dan penyulang2 hidup maka beban akan dialihkan kembali ke penyulang 1 jika penyulang 1 yang diprioritaskan dan begitu jugasebaliknya, namun dalam proses pengalihan kembali dari penyulang 2 ke penyulang 1 tidak langsung dilakukankarena adanya waktu tunggu untuk tetap standby di penyulang 2, hal ini untuk memastikan proses perbaikanganguan yang dilakukan pada penyulang 1 benar-benar terselesaikan. Tampilan Human Machine Interface (HMI)untuk SCADA, digunakan aplikasi VTScada sebagai tampilannya. Penyambungan VTScada dengan Arduinodengan membuat driver TCP/IP port pada VTScada sesuai dengan alamat IP PORT pada pengaturan programArduino. Setelah ditentukan IP PORT, dibuatlah driver modbus yang tersambung dengan Arduino. Pada layarHMI VTScada saat terjadi gangguan akan menampilkan bar indikator merah sebagai jaringan yang tidakterkoneksi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5