cover
Contact Name
Suharto
Contact Email
pusjianmar@gmail.com
Phone
+622129408081
Journal Mail Official
pusjianmar@tnial.mil.id
Editorial Address
Kantor Pusjianmar Seskoal, Komplek Seskoal, Jl. Ciledug Raya, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal)
ISSN : 23386185     EISSN : 27211428     DOI : https://doi.org/10.52307
Core Subject : Education,
Jurnal bertaraf internasional ini memuat banyak sekali permasalahan atau isu-isu umum yang berkaitan dengan ilmu kelautan. Publikasi jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual serta mengkaji hasil-hasil yang telah dicapai di bidang kebijakan maritim. Jurnal Maritim Indonesia (Jurnal Maritim Indonesia) secara khusus menitikberatkan pada permasalahan utama dalam pengembangan ilmu kelautan dan kawasan strategis. Ini mencakup keamanan maritim, pertahanan maritim, strategi maritim, pengembangan maritim, keselamatan maritim, ekonomi maritim, sumber daya manusia maritim, hidro-oseanografi, dan teknologi militer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2021): JURNAL MARITIM INDONESIA" : 8 Documents clear
Manajemen Tata Kelola Maritim Kepulauan Seribu sebagai Kawasan Strategis Nasional dalam Perspektif Keamanan Maritim Dini Rengganing Suci Mochammad Yuriant Budiman Djoko Said
Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal) Vol 9, No 3 (2021): JURNAL MARITIM INDONESIA
Publisher : PUSJIANMAR SESKOAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52307/jmi.v9i3.91

Abstract

AbstrakKepulauan Seribu sejak tahun 2002 ditetapkan sebagai salah satu taman nasional laut yang secara yuridis terletak di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta. Kepulauan Seribu memiliki banyak potensi, berdasarkan potensi tersebut diperlukan adanya manajemen tata kelola Marine Protected Area (MPA) sebagai perwujudan Kawasan Strategis Nasional. Permasalahan tidak dimanfaatkannya isu lingkungan didomain maritime untuk dikelola lebih baik, dengan melihat faktor internal dan eksternal yang ada di Kepulauan Seribu. Adapun permasalahan yang diteliti yaitu manajemen tata kelola MPA Kepulauan Seribu dengan memilih strategi terbaik dilakukan dengan model SWOT analisis dengan menganalisis faktor eksternal dan internal serta kekurangan dan kelebihannya untuk menentukan strategi prioritas terbaik, kemudian diuji dengan konsep cost benefit untuk memprioritaskan anggaran yang sepatutnya. Tujuan penelitian ini adalah menginvestigasi peluang tata kelola maritim Kepulauan Seribu sebagai Kawasan Strategis Nasional dan menemukan manajemen MPA Kepulauan Seribu serta menemukan prioritas tahapan pembangunan MPA di Kepulauan Seribu sebagai hasil SWOT dan cost benefit. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan quasi melalui wawancara dengan pihak terkait untuk dapat memperoleh data normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan beberapa faktor internal dan eksternal serta kekurangan dan kelebihan dalam proses pengelolaan pembangunan tata kelola MPA di Kepulauan Seribu. Berdasarkan perhitungan matrix IFAS dan EFAS bahwa dalam manajemen tata kelola maritime Kepulauan Seribu sebagai MPA didapatkan hasil diagram yang menunjukkan pada Kuadran I yaitu Strategi SO. Dan berdasarkan hasil perhitungan cost benefit ratio pada setiap Zonasi Kepulauan Seribu mendapatkan hasil C/B1 yang artinya layak untuk dilanjutkan.Kata Kunci: Manajemen Tata Kelola, Marine Protected Area (MPA), Kepulauan SeribuAbstractKepulauan Seribu since 2002 has been designated as one of the marine national parks which is legally located in Kepulauan Seribu Administrative District, DKI Jakarta Province. Kepulauan Seribu have a lot of potential, based on this potential, a Marine Protected Area (MPA) management is needed as the embodiment of the National Strategic Area. The problem is that environmental issues are not used in the maritime domain to be managed better, by looking at the internal and external factors that exist in Kepulauan Seribu. The problem studied is the management of Kepulauan Seribu are MPA by choosing the best strategy carried out with a SWOT analysis model by analyzing external and internal factors and their strengths and weaknesses to determine the best priority strategy, then tested with the cost benefit concept to prioritize the budget. which I deserve. The purpose of this research is to investigate282│Jurnal Maritim Indonesia│Desember 2021, Volume 9 Nomor 3the opportunities for maritime governance in Kepulauan Seribu as a National Strategic Area and to find the management of the MPA of Kepulauan Seribu and to find the priority stages of the MPA development in the Seribu Islands as a result of SWOT and cost benefits. This research was conducted with a qualitative method using a quasi approach through interviews with related parties to obtain normative data. The results showed that there were several internal and external factors as well as weaknesses and strengths in the management process of developing MPA governance in Kepulauan Seribu. Based on the IFAS and EFAS matrix calculations, in the management of the Seribu Islands maritime governance as a MPA, a diagram shows that in Quadrant I, the SO Strategy. And based on the calculation of the cost benefit ratio for each Zoning of the Thousand Islands, the results are C / B 1 which means that it is feasible to continue.Keywords: Governance Management, Marine Protected Area (MPA), Kepulauan Seribu.
ASEAN Naval Force: The Next Defense Regionalism? Andromeda Windra Ciptadi
Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal) Vol 9, No 3 (2021): JURNAL MARITIM INDONESIA
Publisher : PUSJIANMAR SESKOAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52307/jmi.v9i3.87

Abstract

AbstractToday’s intertwined world requires cooperation among countries, including Southeast Asian nations. The two hotspots identified in Southeast Asian waters might bring up common maritime threats. Increasing maritime tensions in the region drive scholars and observers discussing the possibility of the formation of ASEAN naval force to maintain regional stability. However, considering the nature of ASEAN, such initiative is hard to realize, even though contemporary ASEAN adopts what is widely known as the three pillars of the ASEAN community, which one of them is political-security community. Defense pact or any closer defense arrangement would only happen if countries share common security perception. What is need for ASEAN navies is to enhance existing arrangements and further discussion in more applicable SOP for operational units at sea.Keywords: ASEAN Naval Force, Defense Regionalisme, ASEAN Community.
Potensi Blue Carbon dalam Penanganan Perubahan Iklim Guna Menunjang Keamanan Maritim Indonesia Kasta Rosyada Trismadi, Abdul Rivai Ras
Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal) Vol 9, No 3 (2021): JURNAL MARITIM INDONESIA
Publisher : PUSJIANMAR SESKOAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52307/jmi.v9i3.92

Abstract

AbstrakBlue Carbon atau Karbon biru merupakan istilah bagi karbon yang diserap dan disimpan di ekosistem pesisir dan laut. Ekosistem wilayah memberikan dampak dan manfaat terhadap mitgasi dan adaptasi perubahan iklim di sepanjang pantai secara global. Indonesia memiliki 25% dari ekosistem mangrove, seagrass meadow (padang lamun) dengan prosentase tersebut Indonesia akan punya arti besar dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global. Dampak perubahan iklim global akan mempengaruhi berbagai segi kehidupan. Indonesia sebagai negara maritim tidak luput dari konsekuensi tersebut terutama pada sektor kelautan. Fenomena ini akan mengancam kehidupan masyarakat pesisir dan berpengaruh pada ekosistem dan biota laut dan secara langsung akan menganggu sektor kemaritiman. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana potensi Blue Carbon dalam penaganan perubahan iklim sebagai untuk menunjang keamanan maritim. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif melalui wawancara dengan pihak terkait untuk dapat memperoleh data normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi Blue Carbon sebagai upaya mitigasi dan adaptasi pada sektor kelautan dapat menjadi kontribusi utama bagi Indonesia dalam penanganan perubahan iklim. Indonesia memiliki potensi Karbon Biru yang penting bagi dunia, namun hal tersebut belum didukung oleh penelitian dan pengembangan serta kesediaan data lebih lanjut terhadap potensi Blue Carbon.Kata Kunci: Blue Carbon, Perubahan Iklim, Keamanan MaritimAbstractBlue Carbon is a term for carbon that is absorbed and stored in coastal and marine ecosystems. Regional ecosystems impact and benefit climate change mitigation and adaptation along coasts globally. Indonesia has 25% of the mangrove ecosystem, seagrass meadow (seagrass) wherewith this percentage Indonesia will have a big meaning in mitigating and adapting to global climate change. The impact of global climate change will affect various aspects of life. Indonesia as a maritime nation cannot escape these consequences, especially in the marine sector. This phenomenon will threaten the lives of coastal communities lives, affect marine ecosystems and biota, and directly disrupt the maritime sector. This study aims to determine the extent of Blue's potential in dealing with climate change to support maritime security. This research was conducted using qualitative methods through interviews with related parties to obtain normative data. The results of the study show that the potential of Blue Carbon as a mitigation and adaptation effort in the marine sector can be a major contribution for Indonesia in dealing with climate change. Indonesia has Blue Carbon potential that is important to the world, but this has not been supported by research and development and the availability of further data on the Blue Carbon potential.Keywords: Blue Carbon, Climate Change, Maritime Security
Dinamika Alutsista TNI AL Komponen Utama Kekuatan Maritim Rudy Sutanto, Dovian Isjarvin, Hikmat Zakky Almubariq
Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal) Vol 9, No 3 (2021): JURNAL MARITIM INDONESIA
Publisher : PUSJIANMAR SESKOAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52307/jmi.v9i3.88

Abstract

AbstrakLingkungan strategis global, reginal dan nasional berdampak kepada ancaman factual dan potensial yang terjadi harus diantisipasi dengan system pertahanan dan keamanan terbaik dengan melibatkan seluruh sumberdaya nasional. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bagaimana Alutsista TNI AL dapat digunakan untuk mendukung fungsi dan tugas pokok dalam pertahanan negara sebagai komponen utama kekuatan maritim. Dinamika Alutsista TNI AL dalam pembahasan tulisan ini harus dapat memperhatikan kondisi karakteristik laut Indonesia dan juga kebutuhan dalam menindak ancaman faktual dan potensial,satu hal yang menjadi kekhususan dalam penggunaan kekuatan angkatan laut adalah fungsi diplomasi, hal ini mempengaruhi penggunaan Alutsista TNI AL mana kala harus keluar wilayah kedaulatan untuk mengemban fungsi diplomasi internasional, keterkaitan dengan dukungan anggaran juga menjadi penting mengingat outcome dari dukungan Alutsista ini bukan hanya kepada keberhasilan tugas pokok dan fungsi Angkatan laut tetapi juga kemanfaatan terhadap ekonomi nasional bisa didapatkan dengan tata Kelola yang baik. Sebagai kesimpulan dari tulisan ini adalah, kebutuhan alutsista Angkatan laut harus memperhatikan karakteristik laut Indonesia, ancaman yang dihadapi, fungsi khusus Angkatan laut dan juga dipengaruhi oleh dukungan anggaran.Kata Kunci: Alutsista, Implementasi, TNI AL, Diplomasi, Maritim, AnggaranAbstractThe global, regional and national strategic environment that has an impact on factual and potential threats that occur must be anticipated with the best defense and security system by involving all national resources. One of the concerns is how naval equipment and weapons can be used to support the main functions and tasks in national defense as the main component of maritime power. The dynamics of naval equipment and weaponry in the discussion of this paper must be able to pay attention to the condition of the characteristics of the Indonesian sea and also the need to act on factual and potential threats, one thing that is special in the use of naval power is the function of diplomacy, this affects the use of naval equipment and weaponry. when it comes to leaving the sovereign territory to carry out the function of international diplomacy, the link with budgetary support is also important considering the outcome of this equipment and weapon support is not only the success of the main tasks and functions of the Navy but also benefits to the national economy can be obtained with good governance. . The conclusion of this paper is, the need for the Navy's defense equipment must pay attention to the characteristics of the Indonesian sea, the threats it faces, the special functions of the Navy and are also influenced by budgetary support.Keywords: equipment and weaponry, implementation, navy, diplomacy, maritime, budget
The Importance of Belt and Road Initiatives for Indonesia in Realizing the Global Maritime Fulcrum Muhammad Zulham
Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal) Vol 9, No 3 (2021): JURNAL MARITIM INDONESIA
Publisher : PUSJIANMAR SESKOAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52307/jmi.v9i3.93

Abstract

AbstractThis paper will provide an overview of the importance of the existence of the Belt and Road Initiative for Indonesia which is moving to become the Global Maritime Fulcrum. BRI, which is China's move to become a super power, is considered a stepping stone for Indonesia. The cooperation that has been established with the signing of the MoU from the two countries between GMF and BRI in 2018. This paper uses the concept of national interest which is the reason for BRI as a stepping stone for Indonesia as well as an environmental concept that emphasizes the importance of BRI for Indonesia. In the discussion of this paper, the author first provides an overview of BRI, which is then followed by the Global Maritime Fulcrum. After the two variables are explained, the author provides an overview of the importance of BRI for Indonesia.Keywords: Belt and Road Initiative, Global Maritime Fulcrum
Peran Marinir TNI AL dalam Penanganan Konflik Papua Hanock Yermias Munua
Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal) Vol 9, No 3 (2021): JURNAL MARITIM INDONESIA
Publisher : PUSJIANMAR SESKOAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52307/jmi.v9i3.89

Abstract

Abstrak Papua dan Papua Barat memiliki kelompok etnis paling banyak yaitu sekitar 257 suku dari 7 wilayah adat yang tersebar di seluruh Papua dan memiliki ciri khas yaitu bahasa yang berbeda-beda berdasarkan bentuk wilayah penyebarannya secara ekologis, geografis, dan histori berbeda-beda antara wilayah pesisir pantai dan lembah, danau, pegunungan, dan kepulauan. Keadaan ekologis geografis ini menyebabkan tiap-tiap kelompok etnis mempunyai batas-batas wilayah, bahasa, dan budaya yang secara ekologis, linguistik dan etnografis yang berpengaruh terhadap tatanan sosial, politik, dan ekonomi masyarakatnya. Konflik yang terjadi di negara multikultural biasanya berkaitan dengan adanya perbedaan suku, ras, dan antar golongan bahkan bisa merembet ke agama atau kepercayaan golongan tertentu atau yang disebut dengan SARA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif. Tulisan ini difokuskan pada kajian kepustakaan, dimana penulis membaca karya-karya yang terkait dengan tema yang diangkat. Sumber data yang digunakan oleh penulis adalah buku, jurnal/artikel, laporan terkait konflik di Papua dan sumber daring, media massa, serta berdasarkan pengalaman empirik penulis yang digunakan untuk mendukung argumentasi. Teknis analisis dilakukan dengan membaca hasil penelitian, mencermati, dan mencatat hal-hal penting yang membuktikan argumentasi penelitian. Papua merupakan wilayah yang serba kompleks, tidak hanya kaya akan sumber daya alam dan budaya, namun kenyataan yang ada menunjukkan betapa terbaliknya kekayaan alam yang dimiliki dengan kehidupan riil masyarakat Papua yang miskin dan terbelakang, khususnya daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh sistem transportasi modern. permasalahan rendahnya faktor pendidikan juga mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua. Terdapat empat akar permasalahan yang menjadi pemicu konflik di Papua antara lain : kegagalan pembangunan, marjinalisasi dan diskriminasi orang asli Papua (OAP), kekerasan negara dan tuduhan pelanggaran HAM, serta sejarah dan status politik wilayah Papua. Dengan memahami kultur budaya masyarakat Papua diharapkan dapat mendukung tugas pokok Korps Marinir TNI AL.Kata Kunci : Konflik Papua, peran Korps Marinir, kearifan lokal, Kualitatif deskriptifAbstact Papua and West Papua have the most ethnic groups, which are about 257 tribes from 7 customary territories spread throughout Papua and have a characteristic that is different language based on the shape of the area of distribution ecologically, geographically, and historically different between coastal areas. and valleys, lakes, mountains, and islands. This geographical ecological situation causes each ethnic group to have territorial, linguistic and cultural boundaries that are ecologically, linguistically and ethnographically influential on the social, political, and economic order of the community. Conflicts that occur in multicultural countries are usually related to differences in ethnicity, race, and between groups and can242 │Jurnal Maritim Indonesia│Desember 2021, Volume 9 Nomor 3even spread to the religion or belief of certain groups or what is called SARA. This research uses qualitative research methods type of research is descriptive. This paper is focused on literature review, where the author reads works related to the theme raised. The data sources used by the authors are books, journals/articles, reports related to the conflict in Papua and online sources, mass media, and based on the author's empirical experience which is used to support the argument. Technical analysis is done by reading the research results, observing, and noting important things that prove the research arguments. Papua is a complex area, not only rich in natural and cultural resources, but the reality shows how inversely the natural wealth has with the real life of the poor and underdeveloped Papuan people, especially areas that are not reached by the modern transportation system. The problem of low education factors also affects the quality of Human Resources (HR) in Papua. There are four root causes that trigger conflict in Papua, including: development failure, marginalization and discrimination of indigenous Papuans (OAP), state violence and allegations of human rights violations, as well as the history and political status of the Papua region. By understanding the culture of the Papuan people, it is hoped that they can support the main tasks of the Indonesian Navy Marine CorpsKeywords: Papuan conflict, the role of the Marine Corps, local wisdom, descriptive qualitative
Pengaruh Kesadaran Budaya Maritim Masyarakat Terhadap Semangat Bela Negara Agus Salim
Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal) Vol 9, No 3 (2021): JURNAL MARITIM INDONESIA
Publisher : PUSJIANMAR SESKOAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52307/jmi.v9i3.90

Abstract

AbstrakIndonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Secara Konseptual visi tersebut merupakan sebuah ketegasan bangsa Indonesia sebagai jati diri bangsa maritim yang sesungguhnya.Konflik maritim yang dapat mengancam kedaulatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak ada kata lain selain membangun dan mewujudkan kembali budaya maritim seluruh masyarakat Indonesia, karena sejatinya membangun budaya maritim yaitu sama dengan membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter dan dilandasi oleh semangat dan kesadaran bela negara Melalui bela negara ini, diharapkan, dalam setiap diri warga negara akan tumbuh sikap dan perilaku warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara serta keyakinan akan pancasila sebagai ideologi negara guna menghadapi ancaman baik yang berasal dari luar maupun dari dalam negeri yang membahayakan dan mengancam kedaulatan baik kedaulatan di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan Negara.Kata kunci: Budaya Maritim, Bela Negara, IdeologiAbstractIndonesia as the World Maritime Axis. Conceptually, this vision is an affirmation of the Indonesian nation as the true identity of the maritime nation.Maritime conflicts that can threaten the sovereignty of the nation and the Unitary State of the Republic of Indonesia. There is no other word than to build and re-create maritime culture for all Indonesian people, because actually building a maritime culture is the same as building superior human resources and character and based on the spirit and awareness of defending the country.Through this state defense, it is hoped that in every citizen there will be an orderly, comprehensive, integrated and continuous attitude and behavior of citizens based on love for the homeland, awareness of the nation and state and belief in Pancasila as the state ideology in order to face threats both originating from outside or from within the country that endangers and threatens the sovereignty of both the sovereignty in the fields of ideology, politics, economy, social, culture, defense and security of the State.Keywords: Maritime Culture, State Defense, Ideology
AUKUS Peluang dan Kendala bagi Indonesia Lukman Yudho Prakoso
Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal) Vol 9, No 3 (2021): JURNAL MARITIM INDONESIA
Publisher : PUSJIANMAR SESKOAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52307/jmi.v9i3.86

Abstract

AbstrakDinamika lingkungan strategi di Laut Cina Selatan tidak juga mereda walapun dunia masih dilanda pandemic covid-19. Keputusan Australia, Inggris dan Amerika membentuk Pakta Pertahanan AUKUS membuat situasi adu kekuatan dengan Cina makin memanas, dengan keputusan pembangunan kapal selamnuklir Australia jelas potensi konflik dan perlombaan senjata makin terbuka lebar. Bagaimana peluang dan kendala bagi Indonesia adalah tujuan dari penulisan artikel ini dengan menggunakan metode study pustaka. Hasil anaisis tulisan ini adalah bahwa Indonesia yang pada tahun 2023 kembali dipilih untuk memimpin ASEAN, memiliki peluang besar memainkan peran signifikan untuk menjadi penyeimbang diantara kekuata besar yang sedang berkonflik, dengan mengedepankan, mempertahankan The Southeast Asian Nuclear-Weapon-Free Zone Treaty (SEANWFZ) atau the Bangkok Treaty of 1995. Mengimplementasikan ASEAN Outlook on Indo-Pacific merupakan penegasan posisi ASEAN dalam peranannya untuk menjaga perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik. yang mencakup Asia Pasifik dan Samudra Hindia. AOIP ini mengedepankan pendekatan dialog dan kerja sama yang terbuka dan inklusif di bidang yang menjadi prioritas ASEAN, yaitu maritim, ekonomi, konektivitas, dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa Indonesia memiliki peluang besar dapat memanfaatkan situasi yang ada sebagai Pemimpin ASEAN menjadi penengah dalam hubungan yang terus memanas antara AUKUS dan Cina.Kata Kunci: AUKUS, ASEAN, SEANWFZ, Laut Cina SelatanAbstractThe dynamics of the strategic environment in the South China Sea have not subsided even though the world is still hit by the COVID-19 pandemic. The decision of Australia, Britain and America to form the AUKUS Defense Pact has made the situation of a power struggle with China even more intense, with the decision to build an Australian nuclear submarine, further increasing tensions. The potential for conflict and arms race is high. What are the opportunities and constraints for Indonesia is the purpose of writing this article using the literature study method. The results of the analysis of this paper are that Indonesia, which in 2023 was re-elected to lead ASEAN, has a great opportunity to play a significant role in balancing the major powers in conflict, by prioritizing, maintaining The Southeast Asian Nuclear-Weapon-Free Zone Treaty (SEANWFZ). or the Bangkok Treaty of 1995. Implementing the ASEAN Outlook on Indo-Pacific is an affirmation of ASEAN's position in its role in maintaining peace, security, stability, and prosperity in the Indo-Pacific region. which includes the Asia Pacific and Indian Oceans. This Outlook puts forward an open and inclusive approach to dialogue and cooperation in ASEAN's priority areas, namely maritime, economy, connectivity, and the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). The conclusion of this paper is that Indonesia has a great opportunity to take advantage of the existing situation as the ASEAN Leader to mediate in the increasingly heated relationship between AUKUS and China.Keywords: AUKUS, ASEAN, SEANWFZ, South China Sea.

Page 1 of 1 | Total Record : 8