cover
Contact Name
Irfan
Contact Email
jurnal.eeict@gmail.com
Phone
+6281522777633
Journal Mail Official
jurnal.eeict@gmail.com
Editorial Address
KAMPUS UNISKA M A B BANJARMASIN Jl. Adhyaksa No. 2 Kayutangi Banjarmasin Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication)
ISSN : 26544296     EISSN : 26152169     DOI : -
Jurnal EEICT fokus pada bidang teknik elektro rekayasa pemrosesan sinyal, listrik (listrik), elektronik, instrumentasi & kontrol, telekomunikasi, komputasi dan informatika.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
Unjuk Kerja Sistem Kontrol Sinkron Genset ario teguh wicaksono
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v3i1.4564

Abstract

Genset merupakan sumber daya listrik cadangan untuk menggantikan aliran listrik pada saat PLN padam, suplai daya listrik dari genset sangat dibutuhkan untuk menggantikan sementara suplai daya listrik dari PLN. Pemakaian satu genset dengan kapasitas daya yang besar dapat diganti dengan beberapa genset dengan kapasitas daya yang lebih kecil, dengan melalui proses sinkron genset yaitu menggabungkan beberapa buah genset menjadi satu sistem untuk mendapatkan total daya dari genset-genset tersebut.Pada industri atau gedung yang membutuhkan suplai daya dalam jumlah yang besar, biasanya mereka memakai tidak hanya satu genset dengan daya yang besar, tetapi mereka memakai beberapa genset dengan kapasitas daya yang lebih kecil. Ini dikarenakan apabila beban yang dipakai kecil, tidak semua genset jalan sehingga bisa mengefisiensi bahan bakar. Selain itu yang lebih penting adalah perawatannya bisa dilakukan secara bergantian dan tidak terlalu khawatir tiba-tiba PLN padam.Konsumsi bahan bakar solar pada saat waktu beban puncak selama 4 (empat) jam dengan beban fluktuatif dihotel Novotel Banjarbaru dengan menggunakan sistem sinkronisasi genset sebesar 525.5 liter Kata Kunci : Sinkron, Generator, Syarat Sinkron, effisien, Daya
Analisis Transformator Sisipan Dengan Simulasi Program Etap Pada Penyulang Cp15 Di Pt Pln (Persero) Ulp Banjarbaru Feri Rahman
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v3i1.4543

Abstract

Transformator adalah salah satu bagian penting dalam teknologi konversi energi listrik salah satunya di sisi tegangan dan daya listrik. Di PLN khususnya di sisi transmisi dan distribusi transformator yang digunakan yaitu jenis step down (menurunkan tegangan) dimana di sisi transmisi misalkan tegangan pada TT (Tegangan Tinggi) 150 kV diturunkan menjadi tegangan TM (Tegangan Menengah) 20 kV kemudian diturunkan lagi menjadi TR (Tegangan Rendah) 400 V. Seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan energi listrik baik diperkotaan hingga di pedesaan. PLN sebagai instansi pemerintah yang ditunjuk sebegai pengelola kelistrikan bertanggung jawab atas kualitas pelayanan kelistrikan baik itu eksisting maupun perluasan pelayanan kelistrikan. Sehingga untuk kondisi peralatan terpasang salah satunya transformator sangat perlu diperhatikan guna menghindari terjadinya keruskan akibat kelebihan beban baik itu karena overload atau overblast apakah itu preventif berupa penggantian trafo atau dengan melakukan pemasangan transformator sisipan.Berkaitan dengan perihal hal tersebut di atas di sini saya mencoba untuk menganalisis rencana pemasangan transformator sisipan menggunakan Output Data hasil ETAP (Electric Transient and Analysis Program) guna mencegah terjadinya kerusakan tranformator akibat beban overload dan overblast.Kata Kunci : Transformator, Overload, Overblast, Transformator sisipan, ETAP
Penentuan Titik Lokasi Gangguan Menggunakan Simulasi Short Circuit Etap Untuk Mempercepat Recovery Time Di PT. PLN (Persero) Ulp Palangka Raya Barat puspayanti, peny
Jurnal EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listrik dihasilkan dari pembangkit listrik yang kemudian ditransmisikan melalui jaringan transmisi lalu didistribsikan ke konesumen untuk dimanfaatkan dalam kehidupan seharihari. Proses penyaluran ini tidak lepas dari gangguan yang timbul akibat dari faktor bahan/jenis penghantar dan faktor jarak. Gangguan yang biasa timbul pada proses penyaluran adalah gangguan hubung singkat. Gangguan hubung singkat terdiri dari 4 jenis, yaitu gangguan hubung singkat 3 fasa, gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah, gangguan hubung singkat ganda, dan gangguan hubung singkat ganda ke tanah. Gangguan yang terjadi ini harus ditemukan secara cepat untuk pemulihan recovery time, semakin panjang penyulang yang dimiliki, semakin lama juga upaya recovery time. PT. PLN UP3 Palangkaraya memiliki panjang jaringan 3.839 kms, sehingga apabila terjadi gangguan dibutuhkan waktu recovery time yang lama. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mempercepat recovery time  dan mengurangi ENS (energy not sale) saat terjadi gangguan yaitu melakukan analisa pencarian titik lokasi gangguan berdasarkan record gangguan yang terjadi dan simulasi short cicuit ETAP. Metode yang digunakan adalah dimulai dari pengumpulan data dan informasi record gangguan, membuat single line diagram pada ETAP 12.6, melakukan pengecekan dengan simulasi load flow, melakukan simulasi short circuit analysis, melakukan analisa titik lokasi gangguan dan kesimpulan.                                                Kata Kunci : record gangguan, simulasi short circuit ETAP, recovery time
Desain Sistem Otomasi Bilik Disinfektan Berbasis Arduino Uno Sri Muntiah Andirani
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v3i1.4565

Abstract

ABSTRAK Pada saat sekarang ini sedang maraknya virus COVID-19 yang sudah menelan korban jiwa, dan manusia harus di isolasi baik yang sudah terjangkit virus maupun yang belum terjangkit. Dari permasalahan tersebut membuat penulis berpikir untuk membuat sistem sterilisasi untuk manusia agar tidak mudah terkena virus tersebut. Terutama untuk orang – orang yang tetap harus bekerja di luar rumah seperti para ojek online, tenaga medis dan lain – lain. Sistem sterilisasi yang akan dibuat ini berupa bilik yang disemprotkan cairan disinfektan ke dalamnya setelah ada orang yang masuk untuk melindungi mereka dari serangan virus mematikan tersebut. Bilik disinfektan tersebut menggunakan sistem otomatis yang akan menyemprotkan cairan disinfektan setelah mendeteksi keberadaan orang di dalam bilik. Sistem tersebut menggunakan sensor PIR (Passive Infrared) yang dapat mendeteksi pergerakan manusia yang ada di dalamnya. Arduino Uno digunakan sebagai basis pemrograman otomatis untuk menjalankan pompa yang akan memompa cairan disinfektan ke dalam bilik yang juga tersambung dengan modul Relay untuk dapat menjalankan pompa tersebut.Bilik disinfektan yang penulis buat menggunakan sistem otomasi dengan kebutuhan cairan disinfektan setiap orang sekitar 24 mL. Volume tangki penampung yang digunakan sebesar 20 L dan bisa menyemprotkan orang sekitar 800 orang. Hal ini cukup efektif untuk menekan penyebaran COVID-19 jika dilihat dari kebutuhan cairan disinfektan untuk setiap orangnya. Pendeteksian sensor PIR di dalam bilik disinfektan juga sangat efektif, dilihat dari respon sensor PIR yang diperoleh sejauh 100 m. Karena jarak terjauh dari sensor PIR dalam bilik tersebut adalah 100 m, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendeteksian sensor PIR sangat efektif dan juga responsif..Kata Kunci : Bilik Disinfektan, COVID – 19, PIR, Arduino, dan Relay
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN SUHU EVAPORATOR TERHADAP KINERJA KOMPRESOR AC INVERTER Fahriza Mayrullah
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v3i1.4534

Abstract

Teknologi inverter yang diaplikasikan pada air conditioner menggunakan motor bldc 3 phasa sebagai penggerak kompresor. Motor BLDC 3 phasa dikemudikan oleh IPM (intelligent power module) dan mikrokontroller. Pada saat AC inverter dihidupkan, sesaat mikrokontroller akan membaca input data dari sensor-sensor temperatur, tekanan refrigeran, kemudian mencari posisi rotor untuk melakukan komutasi elektrik. Rentang pengkondisian suhu adalah 16oC – 30oC. Jika target suhu (TS) yang dipilih lebih rendah dari suhu aktual evaporator (SE), maka motor kompresor akan berputar maksimal. Setelah AC on dan SE sudah lebih rendah dari TS maka putaran kecepatan motor kompresor akan pelan. Variasi kecepatan ini menyebabkan energi (E) yang digunakan juga berubah-ubah. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian pengaruh perubahan suhu evaporator (PSE) terhadap kinerja kompresor (COP dan EER). Penelitian akan dilakukan selama 2 jam dengan pengambilan data per 15 menit.  Tujuan dari penelitian ini yang pertama adalah mengidentifikasikan PSE dan kinerja kompresor (COP dan EER) kemudian yang kedua adalah mengetahui PSE dan pengaruhnya terhadap kinerja kompresor (COP dan EER) selama 2 jam. PSE adalah nilai suhu akhir evaporator dikurangi dengan nilai suhu awal evaporator. COP (coefficient of performance) atau koefisien prestasi adalah salah satu indeks dari kinerja kompresor berdasarkan kerja kompresor. Dimana semakin tinggi nilai COP maka kinerja kompresor semakin baik. EER (Energy Efficiency Ratio) merupakan rasio perbandingan antara energi yang digunakan dengan beban pendingan (cooling load) atau dikenal juga kW/ton. Semakin tinggi nilai EER maka efisiensi dari kompresor semakin tinggi. Jadi semakin tinggi nilai COP dan EER maka kinerja kompresor semakin baik. Dari hasil pengukuran dan perhitungan didapatkan untuk nilai terendah PSE= -7,2 menghasilkan nilai COP dan EER tertinggi yaitu, COP=22,27 dan EER=76,00. Pada bagian kesimpulan didapatkan analisa bahwa semakin kecil perubahan suhu evaporator (PSE) maka kinerja kompresor AC inverter semakin baik. kata kunci : ac, inverter, evaporator, kinerja, kompresor
Penentuan Titik Lokasi Gangguan Menggunakan Simulasi Short Circuit Etap Untuk Mempercepat Recovery Time Di PT. PLN (Persero) Ulp Palangka Raya Barat peny puspayanti; saiful karim
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v3i1.6565

Abstract

Listrik dihasilkan dari pembangkit listrik yang kemudian ditransmisikan melalui jaringan transmisi lalu didistribsikan ke konesumen untuk dimanfaatkan dalam kehidupan seharihari. Proses penyaluran ini tidak lepas dari gangguan yang timbul akibat dari faktor bahan/jenis penghantar dan faktor jarak. Gangguan yang biasa timbul pada proses penyaluran adalah gangguan hubung singkat. Gangguan hubung singkat terdiri dari 4 jenis, yaitu gangguan hubung singkat 3 fasa, gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah, gangguan hubung singkat ganda, dan gangguan hubung singkat ganda ke tanah. Gangguan yang terjadi ini harus ditemukan secara cepat untuk pemulihan recovery time, semakin panjang penyulang yang dimiliki, semakin lama juga upaya recovery time. PT. PLN UP3 Palangkaraya memiliki panjang jaringan 3.839 kms, sehingga apabila terjadi gangguan dibutuhkan waktu recovery time yang lama. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mempercepat recovery time  dan mengurangi ENS (energy not sale) saat terjadi gangguan yaitu melakukan analisa pencarian titik lokasi gangguan berdasarkan record gangguan yang terjadi dan simulasi short cicuit ETAP. Metode yang digunakan adalah dimulai dari pengumpulan data dan informasi record gangguan, membuat single line diagram pada ETAP 12.6, melakukan pengecekan dengan simulasi load flow, melakukan simulasi short circuit analysis, melakukan analisa titik lokasi gangguan dan kesimpulan.              Kata Kunci : record gangguan, simulasi short circuit ETAP, recovery time 

Page 1 of 1 | Total Record : 6