cover
Contact Name
Irfan
Contact Email
jurnal.eeict@gmail.com
Phone
+6281522777633
Journal Mail Official
jurnal.eeict@gmail.com
Editorial Address
KAMPUS UNISKA M A B BANJARMASIN Jl. Adhyaksa No. 2 Kayutangi Banjarmasin Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication)
ISSN : 26544296     EISSN : 26152169     DOI : -
Jurnal EEICT fokus pada bidang teknik elektro rekayasa pemrosesan sinyal, listrik (listrik), elektronik, instrumentasi & kontrol, telekomunikasi, komputasi dan informatika.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2021)" : 6 Documents clear
METODE PERANCANGAN SISTEM SCADA PADA SISTEM KELISTRIKAN UNTUK MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 imam ubedillah
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v4i1.4568

Abstract

Pemantauan dari penggunaan dan penghasilan energi PLTS merupakan salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan energi, sehingga penggunaan energi yang berlebihan akan dapat dihindari dan penggunaan energi tersebut akan semakin tepat guna yang diimplementasikan dengan sistem yang mendukung seperti pemantauan, pengkontrolan perangkat dan pengolahan data, pada sistem SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) ini memuat sebuah sistem pengawasan dan pengendalian dengan cara melakukan pengumpulan dan analisa data secara real time dan dapat diakses melalui Komputer. Aplikasi server dibuat dengan programming Visual Basic yang digunakan untuk pemantauan data secara real-time, melakukan pengkontrolan perangkat keras dan data sensor disimpan kedalam database agar dapat menampilkan history data maupun untuk pengolahan data lain.  Kata Kunci : PLTS, SCADA, Arduino, SQL Server , Visual Basic
ANALISA PEMANFAATAN TERMOELEKTRIK SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK Fahrin Ilham
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v4i1.4566

Abstract

Thermo Electric cooler (TEC)/Peltier adalah komponen elektronika yang menggunakan efek Peltier untuk membuat aliran panas (Heat Flux) pada sambungan (junction) antara dua jenis material yang berbeda. Komponen ini bekerja sebagai pompa panas aktif dalam bentuk padat yang memindahkan panas dari satu sisi ke sisi permukaan lainnya yang berseberangan, dengan konsumsi energi elektris tergantung pada arah aliran arus listrik. Penelitian ini dilakukan beberapa pengukuran yaitu pengukuran suhu panas, pengukuran suhu dingin, tegangan terbuka, tegangan berbeban, arus, serta daya. Hasil penelitian pada setiap pengujian sistem sisi dingin pada modul peltier juga mengalami kenaikan suhu, di sebabkan karena pengaruh sisi heatsink pada sisi panas sangat mendekati heatsink pada sisi dingin sehingga suhu  disisi dingin mendekati suhu di sisi panas dan air yang dimasukan dalam wadah menjadi panas juga. Kata Kunci: Thermo Electric Cooler, Heat Flux, Energi Elektris
PENERAPAN PENGGUNAAN BUILDING AUTOMATION SYSTEM UNTUK PENGOPERASIAN CHILLERDI BANDARA SYAMSUDIN NOOR Teguh Prianto
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v4i1.4545

Abstract

Semakin tinggi tingkat industri dan perusahaan semakin besar pula tingkat kebutuhan tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan energinya. Terutama energi listrik pada mesin pendingin seperti Chiller,sehingga upaya penghematan energi listrik yang dapat berpengaruh ke biaya listrik yang digunakan. Pada dasarnya pengoperasian Chiller di Bandara Syamsudin Noor masih dilakukan dengan cara manual yang harus ada operator ke lokasi untuk menyalakan dan mematikan sesuai jam yang ditentukan, dengan banyaknya peralatan yang di harus dioperasikan dan keterbatasan SDM. untuk mengatasi masalah di lapangan sehingga menerapkan Building Automation System untuk pengoperasian Chiller. bertujuan Mengetahui pengaruh penggunaan Bulding Automation System terhadap konsumsi energi listrik dan biaya operasional yang  digunakan pengoprasian Chiller yang mempunyai beberapa cara pengoperasian yaitu secara manual,Schedule link dan Sequencing. Metode yang digunakan adalah dimulai dari pengumpulan data peralatan, pengukuran peralatan yang dapat diaplikasikan dengan BAS, membuat Wiring Diagram pada BAS, melakukan simulasi pengoperasian dengan program Schedule link. Salah satu upaya dapat menghemat energi listrik dan biaya operasional,  penerapan Building Automation System untuk mengoperasikan Chiller dan monitoring  terdapat penurunan pengunaan energi listrik sebesar 2,484 Kwh jika di konversikan ke rupiah terdapat penurunan biaya sebesar Rp 2.713.632 Melihat penurunan Konsumsi energi listrik dan biaya listrik yang digunakan untuk pengoperasian Chiller menggunakan Building Atomation System sangat menguntungkan bagi perusahaan dan lebih efesien dalam pekerjaan pengoperasian Chiller. Kata Kunci : Chiller, Building Automation System, Direct Digital Control
EVALUASI SISTEM PROTEKSI PETIR EKSTERNAL “STUDI KASUS OFFICE PT ADARO INDONESIA SITE DAHAI” Henderawan, Henderawan
Jurnal EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Indonesia terletak digaris katulistiwa dan beriklim tropis memili 200 hari guruh yang tergolong tertinggi di dunia, dikarenakan hal tersebut juga membuat nilai potensi resiko bahaya sambaran petir menjadi tinggi, proteksi terhadap sambaran petir diperlukan untuk melindungi manusia, peralatan, bangunan dan lingkungan. Kesalahan perhitungan terhadap fasilitas instalasi penyalur petir berkaibat gagalnya kinerja penyalur petir untuk melidungi objek-objek yang dilindunginya. Terdapat beberapa mentode yang dapat membantu memproyeksikan luasan dan bentuk daerah perlindungan sepeti, Sudut Perlindungan (Protective Angle), Metode Jala (Mesh Method), Metode bola bergulir (Rolling Spare).Jika melihat kondisi lapangan di PT Adaro Indonesi, pembangunan IPP (Instalasi Penyalur Petir) tidak dilakukan kajian teknis baik seperti idetifikasi awal terhadap perlunya bangunan terhdap instalasi penyalur petir, yang dapat menggunakan 2 pendekatan yaitu Pendekatan PUIPP dan NFPA 780, kedua pendekatan tersebut mempetimbangan mulai dari jenis, bahan, tinggi, letak bangunan dan Jumlah Hari guruh (IKL). Setelah menenukan kebutuhan banguan akan IPP, selanjutnya dengan metode sudut perlidungan, luasan daerah perlindungan dan bentukan sudut proteksi perlindungan dapat ditentukan dan memberikan gambaran dalam dan evaluasi terhadap sistem penyalur / proteksi petir atau dapat memberikan informasi tinggi dan dimana letak yang sesuai dibangunnya IPP didapakan 62,5 % Bangunan-bangunan belum terlindugi dan 37.5 % bangunan terlindungi oleh IPP yang telah terpasang, serta setidaknya diperlukan 1 IPP baru yang dapat melindungi seluruh bangunan yang ada di PT Adaro Indonesia Site Dahai.Kata Kunci: Metode Sudut Perlidungan (Protective Angle), PUIPP, NFPA 780
Analisis Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Offgrid Untuk Rumah Tinggal Di Kota Banjarbaru Renaldy Rahman
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v4i1.4540

Abstract

Lebih dari 50 % kebutuhan energi yang ada saat ini menggunakan energi bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batubara. Namun persediaan energi tersebut semakin berkurang. Jika tidak ditangani, kemungkinan akan terjadi krisis energi. Inovasi energi alternatif dari sumber terbarukan sangatlah diperlukan, untuk memenuhi kebutuhan energi salah satunya penggunaan PLTS untuk keberlangsungan generasi masa depan. Dikawasan kota  berpotensi besar dikembangkannya PLTS Offgrid yang diaplikasikan pada atap bangunan. Dalam hal ini yang dibahas adalah analisis perencanaan PLTS Offgrid  untuk rumah tinggal tipe 45 di Kota  Banjarbaru yang berdekatan dengan garis khatulistiwa sehingga mendapat sinar matahari melimpah. Metode penelitian menggunakan metode analisis kuantitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data literatur dan pengukuran yang selanjutnya diperhitungkan dengan rumus. Dengan total kebutuhan daya perharinya sebesar 8.108 W. Panel surya yang digunakan tipe Monocrystalline 300 Wp sebanyak 8 buah. Jumlah hari otonomi selama 3 hari, maka diperoleh biaya investasi awal sebesar Rp. 139.862.500 dan biaya pemeliharaan tahunan selama periode 25 tahun sebesar Rp. 13.986.250. Hal tersebut sangat membantu masyarakat mengetahui perencanaan PLTS dari segi kebutuhan komponen, luas area panel surya, dan nominal biaya yang diperlukan serta renewable energy. Kata Kunci : PLTS, renewable energy, Monocrystalline, Solar Cell
STUDI KELAYAKAN PENERAPAN PEMBANGKIT TENAGA MATAHARI UNTUK DESA DADAP KECAMATAN KUSAN HULU KABUPATEN TANAH BUMBU moethia faridha; saiful karim
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v4i1.5107

Abstract

Dari 10 (sepuluh) Kecamatan hampir semuanya ada desa yang tidak dialiri listrik. Di Kecamatan Kusan hulu misalnya ada tiga Desa yang masih belum tersentuh listrik yaitu Desa Dadap, Tamunih dan Batubulan. Ketiga Desa ini memang jauh dari perkotaan karena berada di kawasan kaki gunung Meratus. Selain itu juga berbatasan dengan Kabupaten Banjar. Akses jaringan pun sulit ditemui disana karena tidak ada BTS. Jalur menuju Desa juga cukup sulit. Sudah puluhan tahun mereka tak menikmati aliran listrik. Gensetpun hanya dinikmati bagi kalangan yang mampu.Kondisi desa Dadap kendala utama untuk listrik masuk kedaerah pelosok tersebut adalah infrastruktur, sehingga memerlukan biaya yang besar. Alternatif agar desa tersebut dapat dialiri listrik adalah menggunakan energi terbarukan salah satunya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui analisis Studi kelayakan penerapan Pembangkit Tenaga Matahari Untuk Desa Dadap Kecamatana Kusan hulu Kabupaten Tanah Bumbu.Dalam menganalisis pengolahan data untuk mengetahui daya yang dihasilkan PLTS menggunakan program PV Simulator. Hasil Analisis Studi kelayakan penerapan Pembangkit Tenaga Matahari Untuk Desa Dadap Kecamatana Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu yang sekarang menjadi Kecamatan Teluk Kepayang data yang diambil dari hasil pengukuran kebutuhan daya yang diperlukan dan potensi energy surya yang dihasilkan sangat menunjang untuk penerapan pembangkit listrik tenaga matahari / PLTS. Kata Kunci: Studi Penerapan, PLTS, Desa Dadap, Program PV Simulator 

Page 1 of 1 | Total Record : 6