cover
Contact Name
I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Contact Email
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Phone
+6281907005728
Journal Mail Official
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Silva Samalas: Journal of Forestry and Plant Science
ISSN : 26216779     EISSN : 27767175     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Silva Samalas intended as a medium for communication between researchers about their work. This journal accepted scientific papers on various topics including forestry, agriculture, botany, and environmental science. Jurnal Silva Samalas also accepted various types of scientific paper including research paper, systematic reviews, and short communication.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020" : 8 Documents clear
KEANEKARGAMAN SPESIES BURUNG DI KAWASAN HUTAN TAMAN WISATA KARANDANGAN Apolonius Kartono; Muhamad Soimin; Irna Ningsi Amalia Rachman
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i1.3686

Abstract

Pulau Lombok merupakan salah satu pulau yang memiliki kenaaekaragaman spesies burung yang tinggi. Salah satu wiayah yang menjadi habitat utamanya dan membutuhkan eksplorasi lebih lanjut terletak di wilayah hutan taman wisata alam Kerandangan.  Penelitian eksploratif dilakukan untuk mengobservasi dan mengientifikasi spesies burung yang berada di sekitar hutan taman wisata. Observasi lapangan dilakukan pada bulan Desember 2019 dengan metode transek garis dengan menetapkan 3 transek. Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat 16 spesies burung yaitu: Galus-galus, Hypothymis azuera, Dicaeum mauaei, Collocalia linchi, Columba vitiensis, Zoterops chloris, Cinnyris iugualaris, Pitta elegans, Centropus bengalensis, Todiramphus chloris, Philemon buceroides, Alcedo ceorulescens, Artamus leucorynchus, Orthotomus epium, Meaapodius reinwardt dan Ducuela arnea. Spesies yang paling mendominasi adalah Walet Linci (Collocalia linchi) dengan nilai dominansi 0,27 dan dijumpai sepanjang observasi sebanayk 37 ekor. Tingkat keanekaragaman burung berkategori sedang, artinya bahwa keberadaan hutan taman wisata Kerandangan sebagai habitat burung masih dapat dikatakan baik. Hasil penelitian ini hendaknya dapat digunakan sebagai acuan dalam merancang strategi konservasi dengan memperhatikan jenis vegetasi karena berkaitan dengan pakan ketersediaan pakan.
MEDICINAL EFFECT REVIEW OF AGARWOOD LEAVES FROM AQUILARIA AND GYRINOPS GENERA I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i1.3681

Abstract

Aquilaria and Gyrinops are the most common genera of Agarwood in Indonesia. These two group have wide distribution in Indonesia. Therefore, Indonesia is one of the biggest agarwood commodity producer in the world. However, the resin on agarwood stem is still main utilization of agarwood commodity in this country. Diversification agarwood utilization other than resin is needed to maximilize the potency of this commodity. Agarwood leaves are one of by product from agarwood cultivation that rarely been utilized. Agarwood leaves contain secondary metabolites that have medical effect such as Phenol, Flavonoid, Terpenoid , Alkaloid and Tannin. Thus, agarwood leaves has a good potency as a source of food and beverage product that have a medicinal effects. Agarwood leaves form Aquilaria group and Gyrinops group both have medicinal effect including antioxidant, antibacterial, cytotoxic and anticancer. Aquilaria leaves also has additional medicinal effect including: anti-inflammatory, anti-diabetic and laxative while Gyrinops leaves also has additional medicinal effect as antiradical source of sunscreen.
ANALISIS PENDAPATAN PETANI HHBK KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi) DI HUTAN LINDUNG DESA MONTONG SAPAH KECAMATAN PRAYA BARAT DAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Wulan Prafita Sari; Yulia Ratnaningsih
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i1.3682

Abstract

Minyak kayu putih merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Saat ini permintaan minyak kayu putih diperkirakan akan terus meningkat dengan bertambahnya populasi penduduk dunia dan berkembangnya berbagai industri yang memanfaatkan minyak kayu putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pendapatan, kelayakan usaha petani HHBK kayu putih (Melaleuca cajuputi) dan sistem pemasaran hasil panen kayu putih (Melaleuca cajuputi). Lokasi penelitian terletak di Hutan Lindung Desa Montong Sapah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey dan wawancara dengan menggunakan alat bantu kuisioner terhadap 14 responden yang dilaksanakan pada bulan januari 2020. Penentuan responden dilakukan dengan random sebanyak 15% dari jumlah petani HHBK kayu putih (Melaleuca cajuputi) yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Tenem . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendapatan petani dalam kisaran waktu 1 tahun adalah sebesar Rp. 2.901.000, rata-rata tiap kali panen dalam kisaran waktu perdua bulan sebesar Rp. 792.000 dan tingkat kelayakan usaha dimana R/C Ratio menunjukkan 2,58 ≥ 1,3 yang berarti menguntungkan, maka usaha ini layak dilanjutkan. Dalam analisis pemasaran menunjukkan bahwa petani menjual kayu putih ke satu tempat (monopoli) dengan 2 sistem pembayaran yang dilakukan oleh pihak pembeli yaitu 64% pembayaran langsung dan 36% pembayaran kemudian. Untuk meningkatkan pendapatan maka diharapkan petani meningkatkan usaha pemeliharaan seperti pemangkasan (prunning) sesuai petunjuk teknis kemudian perlu adanya campur tangan pemerintah untuk menentukan harga jual daun kayu putih ,mencari informasi pasar untuk mendapat nilai jual maksimal atau optimal  dan frekuensi kerja penyuluh lebih ditingkatkan kembali
PENGARUH BAHAN ASAL STEK DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN NILAM (Pogostemon cablin Benth) River Wedilen Bona Simatupang; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Dwi Sukma Rini
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i1.3675

Abstract

Patchouli plant (Pogostemon cablin Benth.) is one of the essential oil producing plants that is useful in the fields of pharmaceutical, cosmetics and perfume as a mixture or fixation (binding of fragrances). The success rate of patchouli early growth, is largely determined by the cultivation techniques used, one of which includes vegetative cultivation of various selected stem cutting, and planting media. This study aims to determine the effect of material from cuttings and planting media on the growth of patchouli plants. The research was conducted at the Greenhouse of the University of Mataram Forestry Study Program, using a Factorial Completely Randomized Design (FCRD). The first factor is various stem cutting with three levels, namely tip stem cuttings, middle stem cuttings and base stem cuttings and the second factor is planting media with four levels, namely forest soil media, soil:cocopeat (1:1), soil:cocopeat (1:2) and soil:cocopeat (2:1). The results showed that the effect of material from stem significantly affected the percentage of life, number of shoots, number of leaves, shoot length. For the planting media, it had a significant effect on the length of the shoot, shoot diameter, leaf area, dry trimming weight. The interaction effect of various stem cutting and plan media did not have a significant effect on the growth parameters of patchouli. The treatment of material from cuttings in patchouli plants had the best growth effect on the treatment of S2 (middle stem cuttings) and the treatment of planting media had the best growth effect on the M0 (soil media) treatment.
POTENSI KEANEKARAGAMAN SATWA LIAR (MAMALIA DAN REPTIL) DI KAWASAN HUTAN TAMAN WISATA ALAM KERANDANGAN Emilianus Yodi Kebu; Lalu Suhirsan Masrilurrahman; Hafizah Nahlunnisa
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i1.3684

Abstract

Potensi keanekaragaman hayati Satwa liar (Mamalia dan Reptil) di Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan merupakan potensi yang bersifat komplek dan harus dilestarikan oleh karena itu Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji jenis satwa, indeks keanekaragaman jenis satwa liar mamalia dan reptil, serta Bagaimana kepadatan satwa mamalia dan reptil di Kawasan Hutan TWA Kerandangan. Dalam Karya Tulis ilmiah ini menggunakan Metode kajian pustaka dan Studi Lapangan dan teknik analisis data berdasarkan perbandingan indeks Dominansi. Penulis dapat menyimpulkan bahwa Kelompok mamalia (Lutung Trachypithecus auratus, famili Cercopithecidae yang di temukan dari ke 3 jalur seperti Monyet abu- abu Macaca Fascicularis, Tikus pohon ,Rattus tiomanicus, Dan Musang, Paradoxurus,  Kelompok reptil (Ular ada dua jenis ular di temukan yaitu jenis Sibynophis dan Trimerusus insularis , Tokek Gekko Gecko, Kadal  Lacetillia , Dan Biawak air dan biawak pohon  Varanus Salvator dan Varanus Macraei dan Indeks keanekaragaman jenis pada jalur 1=1,641 yaitu kategori sedang ,pada jalur 2 =1,431 kategori sedang dan pada jalur 3 =1,267 kategori sedang Kepadatan satwa dari ke 3 jalur mamalia dan reptil adalah 2,431.
ORGANIC FERTILIZATIONTO INCREASE YIELD OF SOYBEAN VAR. ANJASMORO INTERCROPPED WITH VARIOUS VARIETIES OF RED RICE UNDER AEROBIC IRRIGATION SYSTEM Hapisah Hapisah; Wayan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i1.3677

Abstract

This study aimed to examine the effect of organic fertilization and red rice varieties on growth and yield of soybean grown together with various red rice varieties under aerobic system irrigation. The pot experiment, carried out in the plastic house of the Faculty of Agriculture, University of Mataram in the Narmada experimental farm, was arranged according to the Completely Randomized Design, with three replications and two treatment factors, namely organic fertilization using bokashi of cattle manure (16 ton/ha) applied at rice planting (P0 = without; P1 = with organic fertilizer), and red rice varieties (V1= AM-G2, V2= AM-G4, V3= AM-G9, V4= AM-G10, V5= Inpari 24, V6= Inpago Unram-1), under aerobic irrigation system through sub-irrigation. Pre-germinated soybean seeds (“Anjasmoro” variety) were relay-planted 18 days after planting rice. The results indicated that organic fertilization only significantly increased weights of dry stover, dry pods and grain yield of soybean, whereas rice varieties only affected dry pod weight, and the interaction effect was significant only on soybean grain yield, with the highest average of 17.77 g/pot (equivalent to 2.84 ton/ha) in soybean relay-planted with organic-fertilized rice of “Inpari 24” variety, which grain yield was the lowest (11.1 g/pot or 1,78 ton/ha), indicating that there were below-ground competitions between rice and soybean grown in one pot. However, in the treatment producing the highest rice grain yield (40.9 g/pot or 6.54 ton/ha), the average soybean grain yield was 13.7 g/pot (or 2.19 ton/ha), which is still quite high (far above the national productivity), so relay-planting soybean with rice crop in aerobic irrigation systems supplied with organic fertilizer is still feasible.
IDENTIFIKASI JENIS ANGGREK (Orcidaceae) DI KEBUN RAYA LEMOR DESA SUELA KECAMATAN SUELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Moh. Januar Rinaldi; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i1.3685

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah 1. Mengetahui jenis-jenis anggrek endemik lombok dan yang bukan endemik yang terdapat di blok koleksi taman anggrek kebun raya lemor Desa suela Kecamatan suela. Kabupaten Lombok  Timur.2, Untuk Mengetahui jenis Anggrek berdasarkan Habitatnya yang ada di kebun raya lemor 3.  Mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang menjadi penopang setiap jenis anggrek yang terdapat di blok koleksi taman anggrek kebun raya lemor.Desa suela Kecamatan suela.KabupatenLombok Timur. . Metodologi Penelitian Penelitian yang dilakukan yakni penelitian dengan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif, Terdapat 2 jenis Anggrek yang merupakan endemik Lombok yaitu vanda lombokensis dan Dendrobium rinjaniense. Sedangkan yang teridentifikasi hanya vanda lombokensis.ciri khas bunga anggrek endemik lombok ini terdapat pada warna dasar kelopak bunga, yakni putih dan kuning serta totolnya yang khas dengan warna cokelat dan merah..dan terdapat pula anggrek bukan endemik Lombok yang teridentifikasi sebanyak 58 jenis. Jenis Anggrek berdasarkan Habitatnya di temukan yaitu epipit, terrestrial jumlah jenis epipit sendiri sebanyak 38 jenis dan jumlah terrestrial 22 jenis. Dan di temukan ada 6 penopang untuk anngrek yaitu Mangga,jambu batu,rambutan,jabon ,kamboja,jeruk.
INFORMASI KARAKTERISTIK MORFOMETRI DAS JANGKOK MENGGUNAKAN SISTIM INFORMASI GEOGRAFIS Ega Denaswidhi
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i1.3679

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu kesatuan sistem lahan yang dibatasi oleh igir dan punggung gunung sebagai batas alami yang akan mengalirkan air curah hujan menjadi aliran permukaan atau aliran dasar menuju danau atau laut secara alami. Setiap DAS memiliki respon yang berbeda terhadap masukan curah hujan yang terjadi. Kondisi geomorfologi lahan DAS yang memberikan pengaruh terhadap kondisi hidrologi DAS, pada tahap awal dapat dianalisis dengan pendekatan morfometri DAS. Analisis informasi morfometri DAS dengan menggunakan pengukuran terestris di lapangan akan memerlukan tenaga, waktu dan biaya yang besar. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) saat ini sudah menjadi pilihan banyak pihak untuk memperoleh informasi morfometri DAS. Dalam studi ini DAS Jangkok dipilih sebagai lokasi studi karena DAS Jangkok memiliki variasi ekosistem yang beragam. Analisis untuk mendapatkan informasi nilai parameter mofometri DAS sangat penting dilakukan karena dapat dijadikan dasar untuk perencanaan atau kegiatan pengelolaan DAS. Parameter morfometri DAS Jangkok yang dianalisis dalam studi ini adalah luas, keliling, panjang dan lebar, kemiringan atau gradien alur, ketinggian rata-rata, orde percabangan sungai, kerapatan alur dan bentuk DAS. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah menurunkan informasi topografi maupun morfometri DAS secara otomatis pada perangkat lunak SIG. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, diperoleh nilai morfometri DAS Jangkok berupa luas sebesar 17.243 hektar, panjang DAS mencapai 38,77 kilometer, kemiringan gradien alur sebesar 4,75 %, terdapat 5 orde percabangan sungai dengan jumlah segmen aliran sebanyak 1.086 segmen. Bentuk DAS Jangkok cenderung memanjang dimana nilai indeks kebulatan DAS sebesar 0,23. SIG merupakan suatu sistem yang efektif untuk menurunkan informasi morfometri DAS.

Page 1 of 1 | Total Record : 8