cover
Contact Name
Kuntoro
Contact Email
metafora@ump.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
metafora@ump.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202, Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra
ISSN : 24072400     EISSN : 27766020     DOI : http://dx.doi.org/10.30595/metafora
Core Subject : Education,
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra menyediakan forum untuk menerbitkan artikel dan laporan penelitian yang berfokus pada bidang: 1. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2. Kajian Linguistik Bahasa Indonesia 3. Kajian Sastra Indonesia
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2019): METAFORA" : 6 Documents clear
PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA PEMBAWA ACARA BIANG RUMPI NO SECRET DI STASIUN TELEVISI TRANSTV PADA BULAN SEPTEMBER 2015 Ina Widiyanti
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 6, No 2 (2019): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v6i2.7802

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berjudul Prinsip Kesantunan Berbahasa Pembawa Acara Biang Rumpi No Secret di Stasiun Televisi TRANSTV Pada Bulan September 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendesikripsikan Prinsip Kesantunan Berbahasa Pembawa Acara Biang Rumpi No Secret di Stasiun Televisi TRANSTV Bulan September 2015. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitataif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan Pembawa Acara Biang Rumpi No Secret di Stasiun Televisi TRANSTV Pada Bulan September 2015. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari acara Biang Rumpi No Secret di Stasiun Televisi TRANSTV Bulan September 2015. Penelitian ini menggunakan tiga tahap penelitian, yaitu tahap penyedian data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil analsisi data. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. Dari empat tayangan pada acara Biang Rumpi No Secret pada bulan September 2015 terdapat 37 prinsip kesantunan berbahasa, dengan rincian 24 maksim penghargaan, 4 maksim kesederhanaan, 5 maksim kesepakatan, dan 4 maksim kesimpatian. Hal ini menunjukkan bahwa pembawa acar Biang Rumpi Rumpi No Secret banyak melakukan maksim penghargaan untuk menghormati dan menghargai lawan tutur. Kata kunci: prinsip kesantunan, pembawa acara, dan acara biang rumpi no secret.
KAJIAN PRAANGGAPAN PADA TOKOH UTAMA DALAM FILM HABIBIE DAN AINUN KARYA FAOZAN RIZAL Ervina Khoerowati
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 6, No 2 (2019): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v6i2.7803

Abstract

Abstrak: Judul penelitian ini adalah “Kajian Praanggapan Tokoh Utama dalam Film Habibie dan Ainun Karya Faozan Rizal”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praanggapan pada tokoh utama dalam film Habibie dan Ainun karya Faozan Rizal dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah file film Habibie dan Ainun karya Faozan Rizal. Data yang digunakan yaitu tuturan tokoh utama dalam film tersebut yang mengandung praanggapan. Untuk mengetahui prosedur penyediaan data yang pertama kali dilakukan dengan menggunakan metode simak. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan teknik lanjutan berupa teknik bebas libat cakap dan teknik catat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis dengan menggunakan metode dasar yaitu dengan teknik pilah unsur penentu. Penelitian yang telah dilakukan pada praanggapan tokoh utama dalam film Habibie dan Ainun karya Faozan Rizal menghasilkan (1) bentuk-bentuk praanggapan yang berupa praanggapan semantik dan praanggapan pragmatik, dan (2) macam-macam praanggapan yang meliputi 11 jenis praanggapan, yaitu (a) praanggapan yang menjelaskan gambaran yang ditentukan, (b) kata verba yang mengandung kenyataan (faktive), (c) kata verba implikatur, (d) kata verbal yang mengganti keadaan, (e) pengulangan, (f) kata waktu, (g) kalimat yang ada topik atau fokusnya, (h) kata bandingan, (i) aposisi renggang, (j) kondisional yang berlawanan, dan (k) praanggapan pertanyaan. Dari 55 adegan pada film Habibie dan Ainun yang diteliti terdapat 151 tuturan yang mengandung praanggapan masing-masing diantaranya 2 tuturan praanggapan yang menjelaskan gambaran yang ditentukan, 51 tuturan praanggapan kata verba yang mengandung kenyataan (faktive), 5 tuturan praang¬gapan berdasarkan kata verba implikatur, 18 tuturan praanggapan berdasarkan kata verbal yang mengganti keadaan, 6 tuturan praanggapan pengulangan, 4 tuturan praanggapan kata waktu, 5 tuturan praanggapan berdasarkan kalimat yang ada topik atau fokusnya, 3 tuturan praanggapan kata bandingan, 9 tuturan praanggapan berdasarkan apposisi renggang, 16 praanggapan konditional yang berlawanan, dan 30 tuturan praanggapan pertanyaan. Kata kunci: pragmatik, praanggapan, film Habibie dan Ainun
PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DAN PRINSIP KESOPANAN DALAM PERCAKAPAN PEMBAWA ACARA MUSIK INBOX EDISI DESEMBER 2015 DI STASIUN TELEVISI SCTV Endang Sayekti
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 6, No 2 (2019): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v6i2.7804

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dengan judul “Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan Prinsip Kesopanan dalam Percakapan Pembawa Acara Musik Inbox Edisi Desember 2015 di Stasiun Televisi SCTV.” Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pelanggaran prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan dalam percakapan pembawa acara musik Inbox di Stasiun Televisi SCTV. Data penelitian ini adalah percakapan pembawa acara musik Inbox. Data terse-but diambil dari lima episode yang berbeda: 5 Desember dengan jumlah tuturan 1.213, 6 Desember dengan jumlah tuturan 1.149, 8 Desember dengan jumlah tuturan 2015 1.153, 9 Desember dengan jumlah tuturan 779 dan 10 Desember dengan jumlah tuturan 930. Sumber data penelitian ini adalah pemba¬wa acara musik inbox. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun tahap-tahap penelitian yaitu pertama penyediaan data, ke dua penganalisisan data, dan ke tiga penyajian analisis data. Teknik penyediaan datanya menggunakan metode simak dengan teknik dasar teknik sadap. Teknik selanjut¬nya adalah teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknik catat. Tahap penganalisisan data dalam penelitian ini menggunakan metode padan referensial. Tahap penyajian dalam penelitian ini menggu¬nakan metode penyajian informal, yaitu perumusan hasil analisis dengan kata-kata biasa. Hasil analisis pelanggaran prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan yang ditemukan yaitu maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, maksim pelaksanaan, maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan maksim kesimpatian. Data pelanggaran prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan yang ditemukan dari lima episode yang berbeda yaitu 153 data. Masing-masing terbagi atas pelaggaran maksim kuantitas 4 data, pelanggaran maksim kualitas 33 data, pelanggaran maksim relevansi 12 data, pelanggaran maksim pelaksanaan 4 data, pelanggaran maksim kebijaksanaan 3 data, pelanggaran maksim kedermawanan 2 data, pelanggaran maksim penghargaan 50 data, pelanggaran maksim kesederhanaan 13 data, pelanggaran maksim permufakatan 26 data, pelanggaran maksim kesimpatian 6 data. Pelanggaran tersebut sengaja dilakukan untuk tujuan tertentu yaitu untuk menciptakan suasana humor, untuk mengisi kekosongan bahasa yang terjadi di atas panggung, supaya tidak dipojokan oleh mitra tutur, untuk segera melanjutkan acara, ingin mengetahui permasalahan atau jawaban yang ingin diungkap dan supaya lawan tutur melakukan tindakan tanpa memerintah secara langsung. Kata kunci: pelanggaran prinsip kerja sama, prinsip kesopanan, inbox
PENERAPAN METODE INDEX CARD MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA UNSUR-UNSUR TEKS EKSPOSISI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII SMP DARUL ULUM TONJONG KABUPATEN BREBES TAHUN AJARAN 2015/2016 Muning Hartinjung
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 6, No 2 (2019): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v6i2.7805

Abstract

Abstrak: Penelitian berjudul Penerapan Metode Index Card Match untuk meningkatkan kemampuan membaca unsur-unsur teks eksposisi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Darul Ulum Tonjong Kabupaten Brebes tahun ajaran 2015/2016, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca unsur-unsur teks eksposisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Darul Ulum Tonjong Kabupaten Brebes dengan menggunakan model pembelajaran Index Card Match. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan, setiap pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran. Prosedur pelaksanaan setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi terhadap guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca dalam belajar Bahasa Indonesia yang terkait dengan materi memahami teks eksposisi siswa kelas VII SMP Darul Ulum Tonjong Kabupaten Brebes tahun ajaran 2015/2016 mengalami peningkatan melalui model pembelajaran Index card match. Pengumpulan data melalui teknik tes dan non tes. Tes diperoleh dari hasil tes setiap siklus, sedangkan non tes diperoleh dari hasil observasi siswa dan guru. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada siklus I nilai rata-rata sebesar 76,8 dengan ketuntasan klasikal sebesar 68,8%, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 81,5 dengan ketuntasan klasikal sebesar 87,5%. Peningkatan prestasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II adalah 4,7 dengan peningkatan presentase ketuntasan klasikal sebesar 18,8%. Peningkatan kemampuan membaca unsur-unsur teks eksposisi sejalan dengan peningkatan minat belajar siswa. Kata kunci: kemampuan membaca, unsur-unsur teks eksposisi, bahasa indonesia, index card match
GAYA BAHASA SINDIRAN DALAM ACARA “SENTILAN SENTILUN” DI METRO TV EPISODE SEPTEMBER 2015 Anggun Fitriyana Humairotun
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 6, No 2 (2019): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v6i2.7801

Abstract

Abstrak: Penelitian yang berjudul “Gaya Bahasa Sindiran dalam Acara Sentilan Sentilun di Metro TV Episode September 2015” bertujuan untuk mendeskripsikan jenis gaya bahasa sindiran yang terdapat dalam acara “Sentilan Sentilun” episode September 2015. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa 56 tuturan Sentilan, Sentilun, dan bintang tamu yang mengandung gaya bahasa sindiran dalam acara “Sentilan Sentilun” di Metro TV episode September 2015. Sumber data dalam penelitian ini adalah empat episode tayangan “Sentilan Sentilun” episode September 2015. Penelitian ini menggunakan tiga tahap penelitian yaitu tahap penyediaan data, tahap penganalisisan data, dan tahap penyajian data. Pada tahap penyediaan data penelitian ini menggunakan metode simak, teknik sadap sebagai teknik dasar, dan teknik lanjutannya yaitu teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Dalam t ahap analisis data metode yang digunakan adalah padan referensial, teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan teknik hubung menyamakan hal P okok penentu (HBSP). Dalam tahap penyajian data, peneliti menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini, maka diperoleh simpulan bahwa dalam tuturan Sentilan, Sentilun, dan bintang tamu pada acara “Sentilan Sentilun” di Metro TV episode September 2015 terdapat 3 jenis gaya bahasa sindiran. Jenis gaya bahasa sindiran yang ditemukan meliputi (a) ironi 4 data (7,14%), (b) sinisme 43 data (76,78%), (c) sarkasme 9 data (16,07%). Jenis gaya bahasa sindiran yang paling banyak digunakan adalah sinisme sebanyak 43 data (76,78%), sedangkan jenis gaya bahasa sindiran yang paling sedikit digunakan adalah ironi sebanyak 4 data (7,14%). Kata Kunci: gaya bahasa sindiran, ironi, sinisme, sarkasme “sentilan sentilun
JENIS PERUBAHAN MAKNA DAN FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN MAKNA NAMA JULUKAN KLUB SEPAKBOLA DI LIGA SUPER INDONESIA DAN DIVISI UTAMA LIGA INDONESIA MUSIM KOMPETISI 2013-2014 Priyanto Priyanto
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 6, No 2 (2019): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v6i2.7806

Abstract

Abstrak: Penelitian berjudul Jenis Perubahan Makna dan Faktor-Faktor Perubahan Makna Nama Julukan Klub Sepakbola di Liga Super Indonesia dan Divisi Utama Liga Indonesia Musim Kompetisi 2013-2014 meneliti lebih lanjut mengenai nama-nama julukan klub sepakbola, khususnya yang ditinjau dari kajian semantik. Kajian semantik ini bertujuan mendeskripsikan jenis perubahan makna, dan faktor-faktor perubahan makna yang terkandung dalam nama-nama julukan klub sepakbola di Liga Super Indonesia dan Divisi Utama Liga Indonesia musim kompetisi 2013-2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa nama julukan klub sepakbola di Liga Super Indonesia musim kompetisi 2013-2014. Data dalam penelitian ini berjumlah 85 nama julukan klub sepakbola yang ada di Liga Super Indonesia dan Divisi Utama Liga Indonesia musim kompetisi 2013-2014 yang terbagi dalam dua wilayah yaitu wilayah barat dan wilayah timur untuk klub Liga Super Indonesia dan delapan grup untuk Divisi Utama Liga Indonesia dengan perincian; (1) Liga Super Indonesia wilayah barat berjumlah 11 nama julukan klub sepakbola, (2) Liga Super Indonesia wilayah timur berjumlah 11 nama julukan klub sepakbola, (3) Divisi Utama Liga Indonesia berjumlah 63 nama julukan klub sepakbola yang terbagi dalam delapan grup. Penelitian ini menggunakan tiga tahap penelitian yaitu tahap penyediaan data menggunakan metode simak dan menggunakan teknik baca dan catat. Tahap analisis data, dalam tahap ini digunakan metode padan referensial dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP), teknik lanjutan menggunakan teknik Hubungan Banding Menyamakan (HBS). Selain itu, digunakan metode agih dengan teknik dasar Bagi Unsur Langsung (BUL), kemudian teknik lanjutannya dengan menggunakan teknik perluas. Tahap penyajian hasil analisis data, dalam hal ini data disajikan dengan menggunakan metode penyajian informal. Dari hasil analisis data ditemukan adanya jenis perubahan makna dan faktor-faktor perubahan makna yang terkandung dalam nama julukan klub sepakbola. Jenis perubahan makna meliputi: (1) jenis perubahan makna dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia 16 data (18,82%), (2) jenis perubahan makna akibat perubahan lingkungan 26 data (30,59%), (3) jenis perubahan makna akibat gabungan leksem atau kata 41 data (48,23%), (4) jenis perubahan makna tetap, lambang berubah 2 data (2,35%). Faktor-faktor perubahan makna meliputi: (1) sebab-sebab linguistik 11 data (12,94%), (2) sebab-sebab historis 15 data (17,65%), (3) sebab-sebab sosial 48 data (56,47%), (4) sebab-sebab psikologis 4 data (4,71%), (5) pengaruh asing 3 data (3,53%), dan (5) adanya perkembangan iptek dan pemakaian kata (kebutuhan baru) 4 data (4,71%). Kata kunci: jenis makna, perubahan makna, sepakbola, liga super indonesia

Page 1 of 1 | Total Record : 6