cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
elizaarman.ea@gmail.com
Phone
+62elizaarman.ea@gmail.co
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Bara
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory
ISSN : 26559641     EISSN : 26555840     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika dua kali setahun pada setiap bulan Mei dan November. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Teknologi Laboratorium medik, Biomedik, Kesehatan lingkungan Focus dan Scope jurnal adalah Teknologi Laboratorium Medik, ilmu Biomedik, Ilmu Kesehatan
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019): November 2019" : 18 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEJADIAN PENYAKIT MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIOBAN KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI CORRELATION OF KNOWLEDGE AND ATTITUDE WITH THE CASE OF MALARIA DISEASEIN THE WORK AREA OF PRIMARY HEALTH CARE OF SIOBAN MENTAWAI ISLAND DISTRICT Eliza Trisnadewi; Indah Komala Sari; Roza Marlinda
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i1.450

Abstract

ABSTRAK Tingginya kejadian malaria disebabkan karena faktor-faktor perilaku masyarakat yang masih kurang baik khususnya terkait dengan upaya pencegahan yang dilakukan. Prevalensi penderita malaria berdasarkan data Dinkes Kepulauan Mentawai tahun 2017 terdapat sebanyak 348 jiwa, dan mengalami kenaikkan pada tahun 2018 sebanyak 369 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian penyakit malaria di Puskesmas Sioban Kabupaten Kepulauan Mentawai. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode cross sectional study. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus - September 2019. Populasi berjumlah 282 orang dan sampel sebanyak 74 orang diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan program SPSS dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh (52,7%) pasien mengalami kejadian malaria, sebagian besar pasien (68,9%) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, dan lebih dari separuh (59,5%) pasien memiliki sikap negatif. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (p value = 0,020) dan sikap (p value = 0,041) dengan kejadian penyakit malaria di Puskesmas Sioban Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2019.. Kata kunci: Malaria, Pengetahuan, dan Sikap ABSTRACT The high incidence of malaria is caused by factors that are still poor community behavior, especially related to prevention efforts undertaken. The prevalence of malaria patients based on data from the Mentawai Islands Health Office in 2017 there were 348 people, and experienced an increase in 2018 of 369 people. This study aims to determine the relationship of knowledge and attitudes with the incidence of malaria in Sioban Health Center, Mentawai Islands Regency. This type of research is descriptive analytic with cross sectional study method. The study was conducted in August - September 2019. The population was 282 people and a sample of 74 people were taken by accidental sampling. Data collection using a questionnaire. Data processing using SPSS program and analyzed univariate and bivariate using chi-square test. Based on the results of the study found more than half (52.7%) patients experienced malaria, most patients (68.9%) had a low level of knowledge, and more than half (59.5%) patients had negative attitudes. There is a relationship between the level of knowledge (p value = 0.020) and attitude (p value = 0.041) with the incidence of malaria in Sioban Health Center, Mentawai Islands Regency in 2019.  Keywords: Malaria, Knowledge, and Attitude.
PENGARUH PEMBERIAN EPINEFRIN BERBAGAI KONSENTRASI TERIIADAP BERAT TESTIS MENCIT (MUS MUSCALUS) STRAIN JEPANG THE EFFECT OF EPINEFRIN VARIOUS CONCENTRATIONS TO THE WEIGHT OF TESTIS IN MALE MICE(MUS MUSCALUS) JAPANESE STRAINS Desi Abdullah; Mutiara Annisa
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i1.436

Abstract

ABSTRAK Infertilitas atau ketidaksuburan bukan hanya merupakan tanggung jawab isteri, tetapi juga termasuk tanggung jawab pihak suami. Suatu penelitian menunjukkan bahwa sekitar 30 - 40 yo penyebab infertilitas ternyata kesalahannya terdapat pada pihak suami. Banyak faktor penyebab terjadinya infertilitas pria, yang salah satunya adalah terjadinya gangguan pada proses sperrnatogenesis (proses pembentukan dan pematangan sel benih pria). Proses spermatogenesis ini terjadi didalam tubuli seminiferi testis melalui tahapan-tahapan tertentu dan dikendalikan oleh hormonal yakni hormon testosteron. Salah satu penyebab infertil pada pria adalah stress yang berkepanjangan yang menyebabkan terganggunya frekwensi Gonadotropin Releasing Hormone yang penting untuk sekresi LH dan FSH. Epinefrin sebagai salah satu stressor bahan kimia sering digunakan sebagai salah satu terapi. Selain itu stressor juga dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis (pelepasan norepinefrin) dan respon adrenal (pelepasan epinefrin). Peningkatan kadar epinefrin dan norepinefrin dapat meningkatkan pulsasi GnRH. Bila peningkatan pulsasi ini berlebihan dapat menurunkan dan menghentikan selaesi FSH dan LH. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian epinefrin bezulnng terhadap berat testis dan jumlah spermatozoa. Pemberian injeksi subkutan epinefrin dilakukan setiap hari selama 35-36 hari (selama 1 siklus proses spermatogenesis mencit) sebanyak satu kali sehari. Metodologi. Pada penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit yang dibagi dalam 5 kelompok berdasarkan perbedaan konsentrasi epinefrin. Selama 36 hari, 25 ekor mencit mendapat perlakuan pemberian epinefrin injeksi secara sub kutan dengan konsentrasi 0,002 mg/ml, 0,004 mg/m[, 0,006 mg/ml, 0,01 mg/ml, sisanya diperlakukan sebagai kelompok kontrol. Hasil. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisa dengan metode ANOVA dan dilanjutkan dengan multiple comparisons jenis Bonferroni untuk membandingkan signifikansi tersebut. Hasil penelitian dibandingkan dengan kontrol. Kesimpulan untuk berat testis pada konsentrasi 0,006 telah menunjukkan sipifikansinya Kata kunci : berat testis, epinefrin, infertiltas ABSTRACTfrequency which is important for the secretion of LH and FSH. Epinephrine as one of the stressor chemicals is often used as one therapy. In addition the stressor can also activate the sympathetic nervous system (release of norepinephrine) and adrenal response (release of epinephrine). Elevated levels of epinephrine and norepinephrine may increase the pulsation of GnRH. When this increase in pulsation can be decreased and stops the FSH and LH Selaesi. So this research aims to prove the influence of epinephrine bezulnng to the weight of testicles and the amount of spermatozoa. The administration of subcutaneous injection of epinephrine is carried out daily for 35-36 days (during 1 cycle of the mice process spermatogenesis) once a day. Methodology. In this study using 25 mice were divided into 5 groups based on differences in the concentration of epinephrine. During 36 days, 25 mice were given a sub-cutaneous injection of epinephrine with a concentration of 0.002 mg/ml, 0.004 mg/m [, 0.006 mg/ml, 0.01 mg/ml, the remainder treated as a control group. Results. The results were then analyzed by the ANOVA method and continued with the multiple comparisons type Bonferroni to compare the significance. Research results compared to controls. The conclusion to the testicular weight at concentrations 0.006 has shown its sipifikanationKeywords: Testicular weight, epinephrine, infertility  
GAYA HIDUP (LIFE STYLE) DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA DEWASA (26-45 Tahun) di WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS PADANG Ayuro Cumayunaro; Yonaniko Dephinto
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i1.614

Abstract

Hipertensi  merupakan  salah satu penyakit tidak menular yang saat ini masih menempati angka kejadian tertinggi dalam penyebab kematian, sering diberi gelar The  Sillent  Killer  karena penyakit ini merupakan pembunuh tersembunyi. Penyakit hipertensi meningkat setiap tahunnya dan merupakan penyakit yang menyebabkan kematian no 1 di dunia. Gaya  hidup  merupakan  faktor  risiko  penting terhadap timbulnya hipertensi pada seseorang termasuk usia dewasa (26-45 tahun). Meningkatnya hipertensi dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti : kurang aktifitas fisik,pola makan yang salah, kebiasaan merokok, kebiasaan minum kopi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran gaya hidup pasien hipertensi pada usia dewasa (26-45 tahun). Desain penelitian pada penelitian ini yang digunakan yaitu deskriptif. Pengumpulan data dengan mengunakan kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan cara simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang responden. Berdasarkan data didapatkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi usia dewasa (26-45 tahun) Sebanyak (88,9%) pasien hipertensi memiliki  aktifitas fisik yang tidak aktif. Sebanyak (57,8%) pasien hipertensi memiliki pola makan yang tidak sehat. Sebanyak (31,1%) pasien hipertensi. Meningkatnya kejadian hipertensi pada usia dewasa hendaknya menjadi pedoman dalam gaya hidup sehat yang harus di jalani di masyararakat dan puskesmas sebagai pelayanan kesehatan terdekat bisa mengambil  strategi  dengan  memberikan  pendidikan  kesehatan  tentang  gaya hidup yang menjadi faktor pemicu terjadi hipertensi di wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang. 
KADAR FERITIN SERUM DAN HEMOGLOBIN PADA WANITA PASANGAN PENGANTIN BARU DI KOTA PADANG SERUM FERRITIN AND HEMOGLOBIN CONCENTRATION OF NEW MARRIED WOMEN IN PADANG Meldafia Idaman; Ika Yulia Dharma; Putri Dafriani
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i1.443

Abstract

 ABSTRAK Suplementasi zat besi selama kehamilan tidak terbukti secara klinis untuk memecahkan masalah anemia defisiensi besi saat kehamilan. Prevalensi anemia pada wanita hamil adalah 18% di dunia, 37,5% di Asia, dan 13,5 % di Kota Padang. Serum feritin dan konsentrasi hemoglobin digunakan untuk menguji Anemia Defesiensi Besi (ADB). ADB diperkirakan sudah ada sebelum hamil. Kesediaan zat besi didalam  tubuh harus dipersiapkan sebelum masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar feritin serum dan kadar hemoglobin pada wanita yang baru menikah di Kota Padang. Desain penelitian ini adalah studi deskriptif dengan desain cross sectional dan dilakukan pada 50 wanita pasangan pengantin baru, dengan metode consecutive sampling. Setiap peserta diwawancarai untuk data karakteristik dan mengambil sampel darah untuk mengevaluasi serum feritin dan hemoglobin. Ferritin serum dan hemoglobin diperiksa oleh Immulite 2000 Ferritin dan Sysmex SF-3000 dan data dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian didapatkan kadar feritin serum wanita pasangan pengantin baru < 20 µg/dl sebanyak 27 orang (54%), kadar Hb < 12 g/dl sebanyak 17 orang (34%). Simpulan penelitian ini lebih dari separoh wanita pasangan pengantin baru memiliki kadar feritin rendah meskipun kadar Hb normal. Kata kunci : Feritin; Hemoglobin; Anemia  ABSTRACT Iron supplementation during pregnancy is not clinically proven to solve the problem of iron deficiency anemia during pregnancy. The prevalence of anemia in pregnant women is 18% in the world, 37.5% in Asia, and 13.5% in the city of Padang. Ferritin serum and hemoglobin concentration were used to test Iron Deficiency Anemia (ADB). ADB is estimated to have existed before becoming pregnant. Availability of iron in the body must be prepared before pregnancy. This study aims to determine serum ferritin levels and hemoglobin levels in newly married women in the city of Padang. The design of this study was a descriptive study with a cross sectional design and was conducted on 50 women newlywed couples, with a consecutive sampling method. Each participant was interviewed for characteristic data and took blood samples to evaluate serum ferritin and hemoglobin. Serum ferritin and hemoglobin were examined by Immulite 2000 Ferritin and Sysmex SF-3000 and data were analyzed by descriptive analysis. The results showed serum ferritin levels of newlywed couples <20 µg / dl were 27 people (54%), Hb levels <12 g / dl were 17 people (34%). The conclusions of this study are more than half of newlywed female couples have low ferritin levels despite normal Hb levels. Keywords: Ferritin; Hemoglobin; Anemia 
HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS RAWANG KOTA SUNGAI PENUH THE RELATIONSHIP OF CHOLESTEROL LEVELS WITH BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSION PATIENTS IN RAWANG PUSKESMAS KOTA SUNGAI PENUH Vino Rika Novia; Etri Yanti; Hultri Andra
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i1.453

Abstract

ABSTRAK Salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi adalah kandungan kolesterol darah yang tinggi. Kolesterol dikatakan sebagai pemicu berbagai gangguan kesehatan, seperti hipertensi, gangguan jantung dan stroke. Kolesterol yang berlebih atau kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia) akan menimbulkan masalah terutama pada pembuluh darah jantung dan otak. Hipertensi merupakan penyumbang penyakit jantung dan srtoke 9,4 juta penderita hipertensi setiap tahunnya meninggal akibat gagal jantung dan stroke. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar kolesterol dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Rawang Kota Sungai Penuh tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan desain Cross Sectional Study. Penelitian ini telah telah dilaksanakan pada tanggal 07 September sampai 14 September tahun 2017 di Puskesmas Rawang Kota Sungai Penuh. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang berkunjung berobat di poli umum Puskesmas Rawang pada bulan Mei – Juli Tahun 2017 dengan jumlah 120 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling, yaitu 55 responden. Analisa data dilakukan analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian dan analisa bivariat melalui dengan cara uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh responden (74.5 %) mempunyai tekanan darah sedang, responden (54.5 %) mempunyai kadar kolesterol tinggi. Uji bivariat menunjukkan ada hubungan kadar kolesterol dengan tekanan darah pada penderita hipertensi, p-value = 0.002 (p < 0.05). Kesimpulan didapatkan ada hubungan kadar kolesterol dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Rawang Kota Sungai Penuh tahun 2017. Diharapkan puskesmas dapat memberikan kegiatan edukasi/ penyuluhan dan membentuk kelompok pemberdayaan bagi penderita hipertensi agar dapat memulai pola hidup yang sehat dengan cara sering melakukan pemeriksaan tekanan darah dan menjaga kadar kolesterol untuk mencegah risiko penyakit akibat peningkatan tekanan darah.Kata Kunci  :  Kadar Kolesterol, Tekanan Darah, HipertensiABSTRACTOne of the risk factors for hypertension is a high blood cholesterol content. Cholesterol is said to trigger various health problems, such as hypertension, heart problems and strokes. Excess cholesterol or high cholesterol (hypercholesterolemia) will cause problems, especially in the blood vessels of the heart and brain. Hypertension is a contributor to heart disease and srtoke 9.4 million people with hypertension die each year from heart failure and stroke. The purpose of this study was to determine the relationship of cholesterol levels with blood pressure in patients with hypertension at the Rawang City Health Center in Sungai Penuh in 2017. This type of research is an analytical study with a Cross Sectional Study design approach. This research has been carried out on September 7 to September 14 in 2017 at the Rawang Public Health Center Sungai Sungai. The study population was all hypertensive patients who visited treatment at the Rawang Public Health Center's poly clinic in May - July 2017 with a total of 120 people. The sampling technique used was accidental sampling, which is 55 respondents. Data analysis carried out univariate analysis aims to explain or describe the characteristics of each research variable and bivariate analysis through the Chi Square test. The results showed more than half of respondents (74.5%) had moderate blood pressure, respondents (54.5%) had high cholesterol levels. Bivariate test showed a correlation between cholesterol level and blood pressure in patients with hypertension, p-value = 0.002 (p <0.05). The conclusion was found that there was a correlation between cholesterol level and blood pressure in hypertension sufferers at Rawang City Health Center, Sungai Penuh in 2017. It is hoped that the puskesmas could provide education / counseling activities and form an empowerment group for people with hypertension to be able to start a healthy lifestyle by frequently performing blood pressure checks. and maintain cholesterol levels to prevent the risk of disease due to increased blood pressure. Keywords: Cholesterol Levels, Blood Pressure, Hypertension                             
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN ASUPAN ZAT GIZI (KARBOHIDRAT, PROTEIN, LEMAK, ZAT BESI, DAN VITAMI C) DENGAN STATUS GIZI MAHASISWI TINGKAT I DAN II PROGRAM STUDI GIZI DI STIKES PERINTIS PADANG TAHUN 2019 RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE OF NUTRITION AND NUTRITION OF NUTRITION (CARBOHYDRATES, PROTEIN, FATS, IRON SUBSTANCES, AND VITAMI C) WITH I AND II NUTRITIONAL STATUS IN NUTRITION STUDY PROGRAM IN PADANG PERINTIS STIKES IN 2019 Dezi Ilham; Widia Dara; Tria Widiya Sari
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i1.437

Abstract

ABSTRAK Mahasiswa/i merupakan sebagian dari masyarakat Indonesia khususnya sebagai generasi penerus bangsa diharapkan memiliki perilaku hidup sehat sesuai dengan visi Indonesia sehat 2025 dengan status gizi yang baik pula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan asupan zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, zat besi, dan vitamin C) dengan status gizi mahasiswi tingkat I dan II Program Studi Gizi di STIKes Perintis Padang. Desain Penelitian ini cross sectional yang dilakukan pada Januari-Mei 2019 dengan jumlah populasi 105 orang. Dengan sampel sebanyak 45 orang menggunakan rumus lemeshow, yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data diolah menggunakan uji Chi-square dengan program SPSS. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa mahasiswi yang memiliki status gizi normal (60%), pengetahuan baik (47%), asupan karbohidrat cukup (27%), asupan protein cukup (53%), asupan lemak cukup (44%), asupan zat besi cukup (16%), dan asupan vitamin c cukup (22%). Hubungan pengetahuan gizi dengan status gizi (p > 0,05) Hubungan asupan karbohidrat dengan status gizi (p < 0,05) Hubungan asupan protein dengan status gizi (p > 0,05), hubungan asupan protein dengan status gizi (p > 0,05), hubungan asupan lemak dengan status gizi (p > 0,05), hubungan asupan zat besi dengan status gizi (p > 0,05) hubungan asupan vitamin c dengan status gizi (p > 0,05). Kesimpulannya adalah tidak ada hubungan pengetahuan gizi, asupan protein, lemak, zat besi, dan vitamin c dengan status gizi, sedangkan asupan karbohidrat terdapat hubungan yang signifikan dengan status gizi mahasiswi tingkat I dan II program studi gizi di STIKes Perintis Padang. Oleh karena itu mahasiswi perlu memperhatikan asupan zat gizi terutama karbohidrat dengan cara pola makan yang seimbang agar tercapainya status gizi normal atau baik. Kata kunci : Asupan Zat Gizi, Pengetahuan Gizi,  Pola Makan, dan Status Gizi  ABSTRACT Students / i are part of Indonesian society especially as the next generation of the nation are expected to have healthy living behavior in accordance with the vision of healthy Indonesia in 2025 with good nutritional status. The purpose of this study was to determine the relationship of nutritional knowledge and nutrient intake (carbohydrates, proteins, fats, iron, and vitamin C) with the nutritional status of female students level I and II of the Nutrition Study Program at STIKES Perintis Padang. The design of this study was cross sectional which was conducted in January-May 2019 with a population of 105 people. With a sample of 45 people using the Lemeshow formula, which was taken with a simple random sampling technique. Data were processed using Chi-square test with SPSS program. From the results of this study note that female students who have normal nutritional status (60%), good knowledge (47%), adequate carbohydrate intake (27%), adequate protein intake (53%), adequate fat intake (44%), substance intake enough iron (16%), and enough vitamin c intake (22%). Relationship of nutritional knowledge with nutritional status (p> 0.05) Relationship of carbohydrate intake with nutritional status (p <0.05) Relationship of protein intake with nutritional status (p> 0.05), relationship of protein intake with nutritional status (p> 0 , 05), the relationship between fat intake and nutritional status (p> 0.05), relationship between iron intake and nutritional status (p> 0.05) relationship between vitamin c intake and nutritional status (p> 0.05). The conclusion is that there is no relationship between nutritional knowledge, intake of protein, fat, iron, and vitamin C with nutritional status, while carbohydrate intake has a significant relationship with the nutritional status of female students level I and II of nutrition study programs at STIKES Perintis Padang. Therefore, students need to pay attention to the intake of nutrients, especially carbohydrates by means of a balanced diet in order to achieve normal or good nutritional status. Keywords: Nutrition Intake, Nutrition Knowledge, Diet, and Nutritional Status
EFEKTIFITAS PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH DENGAN HASIL VISUS PASIEN PASCA OPERASI KARATAK DIABETIKUM DI RSUD SAWAHLUNTO EFFECTIVITIES BLOOD GLUCOSE WITH VISUAL ACUITY PATIENTS AFTER CATARACT DIABETICUM SURGERY IN SAWAHLUNTO HOSPITAL Weni Sartiwi; Rahmi Novita Yusuf
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i1.444

Abstract

ABSTRAKKatarak diabetikum merupakan katarak yang disebabkan oleh adanya penyakit diabetes mellitus. Kontrol gula darah dan lama menderita diabetes berhubungan dengan tajam penglihatan pascaoperasi. Pengobatan pada katarak adalah dengan cara pembedahan. Operasi katarak bertujuan memperbaiki tajam penglihatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan visus pada pasien pasca operasi katarak diabetikum di RSUD Sawahlunto tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 Agustus 2018 sampai 14 September 2018 di poliklinik mata RSUD Sawahlunto. Pegumpulan data diambil dari catatan rekam medis pasien sebanyak 47 responden. Pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling. Data dianalisa secara univariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan lebih dari separuh (53,2%) kadar gula darah tidak normal pada pasien pasca operasi katarak diabetikum, lebih dari separuh (53,2%) visus buruk pada pasien pasien pasca operasi katarak diabetikum. Dari hasil penelitian menunjukan hubungan yang bermakna antara gula darah dengan visus pada pasien pasca operasi katarak diabetikum di RSUD Sawahlunto tahun 2018 dengan nilai p = 0,000. Ada hubungan antara kadar gula darah dengan visus pada pasien pasca operasi katarak di Rsud Solok tahun 2018. Diharapkan kepada petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan keperawatan dapat mengulas kembali hasil pemeriksaan kadar gula darah dengan visus.Kata Kunci :Kadar Gula Darah, Visus, Katarak Diabetikum  ABSTRACT Diabetic cataracts are cataracts caused by diabetes mellitus. People with diabetes mellitus can show changes in the strength of refraction based on changes in sugar levels experienced. Treatment for cataracts is surgery. Cataract surgery aims to improve visual acuity and improve the quality of life of patient. The purpose of study was to determine the relationship of blood glucose levels with visual acuity on patients after cataract diabeticum surgery in Sawahlunto hospital.This type of research is descriptive analytic with cross sectional approach. This research was counducted on august 28 to September 14 at the Sawahlunto hospital eye clinic. Data collection was taken from the patient’s medical record of 47 respondents. Sampling by accidental sampling technique. The data is finalized univariate in the form of frequency distribution and bivariate attributed to the chi squre test. The results showed mere than half (53,2%) were notnormal blood glucose after cataract diabetikum surgery, more than half (53,2%) of the visual acuity is poor after diabetic cataract surgery. From the results of the study showed a significant relationship between blood glucose with visual acuity on patients after cataract diabeticum surgery in Sawahlunto hospital 2018 with p value 0,000. The conclution of this study there is a relationship between blood glucose with visual acuity on patients after cataract diabeticum surgery in Sawahlunto hospital 2018. Expected to health workers in providing a more comprehensive service and also a reference for health workers reviewing the results of examination of blood glucose with visual acuityKeyword : blood glucose, visual acuity, cataract diabetikum
KEPATUHAN DIET PASIEN DIABETES MELLITUS DI POKILINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA BUKITTINGGI DIET ADHERENCE OF DIABETES MELLITUS PATIENTS IN POKILINIK INTERNAL MEDICINE IBNU SINA ISLAMIC HOSPITAL BUKITTINGGI Nentien Destri; Reny Chaidir; Yossi Fitrina
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i1.460

Abstract

ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang tidak menular yang menimbulkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi, sehingga memerlukan upaya penangganan, dan pengobatan yang tepat dan serius. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Di Pokilinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif  guna mengetahui kepatuhan pasien yang mengalami diabetes mellitus. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 orang responden. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 2 mei sampai 13 agustus 2018. Hasil penelitian disimpulkan kepatuhan diet pasien diabetes mellitus di poli penyakit dalam di Rumah Sakit Yarsi Ibnu Sina Bukittinggi tahun 2018. Didapatkan OR 29,000 artinya responden yang tidak patuh pada diet. Disarankan kepada institusi pelayanan kesehatan diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan, konseling selama perawatan dan rehabilitasi sesuai dengan kondisi pasien, khususnya pada pasien yang mengalami keputusasaan. Selain itu perawat juga dapat mendeteksi dini masalah keperawatan ang di alami pasien dan dapat memberikan intervensi yang tepat sehingga tidak mengarah pada kondisi depresi karena mengalami keputusasaan. Kata Kunci : Kepatuhan Diet, Diabetes Melitus  ABSTRACT Diabetes Mellitus is one of the diseases that is not contagious which raises high numbers of pain and mortality, requiring penangganan effort, and appropriate and serious treatment. The purpose of this research is to know the patient Diet compliance of Diabetes Mellitus in pokilinic diseases in the Islamic hospital Ibn Sina Bukittinggi. This method of study uses a method of description to determine the adherence of patients with diabetes mellitus. The sample in this study was 54 respondents. This research was conducted on 2 May until 13 August 2018. The results of the study concluded the patient's diet compliance with diabetes mellitus in poly disease at Yarsi ibn Sina Bukittinggi Hospital in 2018. Acquired OR 29.000 means that the respondent is disobedient to the diet. Health care institutions are advised to provide health education, counseling during treatment and rehabilitation according to the patient's condition, especially in patients with despair. In addition, nurses can also detect early nursing problems in natural patients and can provide proper intervention so that it does not lead to depressive conditions because of the despair.  Keywords: Diet Compliance, Diabetes Mellitus
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI ASAM LINOLEAT, EPA DAN DHA DENGAN PERTUMBUHAN ANAK UMUR 4-6 TAHUN DI TK KEMALA BHAYANGKARI KECAMATAN LIMAKAUM BATUSANGKAR THE RELATIONSHIP OF LINOLEATIC ACID, EPA AND DHA NATURAL NUTRITION MATERIAL WITH GROWTH OF CHILDREN AGE 4-6 YEARS IN TK KEMALA BHAYANGKARI SUB-DISTRICT LIMAKAUM BATUSANGKAR Wilda Laila; Aldo Riskia Putra
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i1.438

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan yang baik akan menciptakan manusia yang berkualitas di masa akan datang. Berdasarkan hasil pemantauan status gizi Kota Batusangkar tahun 2013 menunjukkan bahwa di Batusangkar 3,68% gizi buruk, 10,28% gizi kurang, 84,21% gizi baik dan 1,81% gizi lebih (indikator BB/U). Balita sangat pendek 12,2%,  balita pendek 19,89% dan balita normal 68,09% (indikator TB/U). balita sangat kurus 2,22%, balita kurus 8,15%, balita normal 79,45%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi Asam Linoleat, EPA dan DHA dengan pertumbuhan anak umur 4-6 tahun di TK Kemala Bhayangkari  Kecamatan Lima Kaum Kota Batusangkar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian crossectional. Penelitian dilakukan di TK Kemala Bhayangkari Batusangkar Jumlah sampel 33 orang yaitu seluruh anak-anak TK Kemala Bhayangkari. Alat pengumpulan data yang digunakan  melalui pengisian formulir FFQ, timbangan dan microtoa/meteran. Variabel yang diteliti yaitu variabel dependen yaitu Pertumbuhan, dan variabel independen yaitu Zat Gizi Asam Linoleat, EPA dan DHA yang dianalisa secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil uji statistik menunjukkan pertumbuhan normal 60.6% dan tidak normal 39.4%, Asam Linoleat cukup 60.6% dan Kurang 39.4%, EPA cukup 45.5% dan kurang 54.5%, DHA cukup 54.5% dan kurang 45.5%. Berdasarkan analisis bivariat diketahui bahwa asupan zat gizi Asam Linoleat dengan p=0.004 dan DHA p=0.002 (p<0.05) yaitu terdapat hubungan bermakna antara asupan asam linoleat dan DHA dengan pertumbuhan anak, sedangkan asupan zat gizi EPA dengan p=0.107 (p>0.05) tidak terdapat hubungan bermakna asupan EPA dengan pertumbuhan anak. Disarankan kepada semua orang tua untuk memperhatikan asupan zat gizi yang diberikan pada anak. Rekomendasi buat penelitian selanjutnya, bisa menggunakan metode case control.Kata kunci : Pertumbuhan, Asam linoleat, EPA, DHA  ABSTRACTGood growth will create quality human in the future. Based on the monitoring of nutritional status Batusanggkar City in 2013 showed that in Batusanggkar 3.68% malnutrition, malnutrition 10.28%, 84.21% and 1.81% better nutrition nutrition (indicator BB / U). Toddlers are very short 12.2%, 19.89% short infants and toddlers normal 68.09% (indicator TB / U). toddlers are very thin 2.22%, wasting was 8.15%, 79.45% normal toddler. The purpose of this study to determine the relationship of nutrient intake of linoleic acid, EPA and DHA with the growth of children aged 4-6 years in kindergarten Kemala Bhayangkari District of Lima Kaum Batusanggkar City in 2016. This study was cross sectional research design. The study was conducted in kindergarten Kemala Bhayangkari Batusanggkar Number of samples 33 all kindergarten children Kemala Bhayangkari. Data collection tool used by FFQ form filling, weighing and microtoa / meter. The variables studied were the dependent variable is growth, and the independent variables, Nutrition Substance-linolenic acid, EPA and DHA were analyzed using univariate and bivariate using Pearson correlation test. Statistical test results showed normal growth of 60.6% and 39.4% normal, enough linoleic acid 60.6% and 39.4% less, enough EPA 45.5% and less 54.5%, 54.5% DHA enough and less 45.5%. Based on bivariate analysis, it is known that nutrient intake of linoleic acid with P = 0.004 and DHA P = 0.002 P <0.05 ie there was a significant relationship between intake of linoleic acid and DHA with the growth of children, while the nutrient intake of EPA with P = 0107 which P > 0.05 there was no significant relationship with the child's growth EPA intake. Expected to all parents topay attention to the intake nutrients given to anak.Rekomendasi for further research, could use a case control method using two treatments on the sample.Keywords: Growth, Linoleic acid, EPA, DHA
PENGARUH PEMBERIAN JUS MENTIMUN (Cucumis sativus L) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HUPERTENSI THE EFFECT OF CUCUMBER JUICE (Cucumis sativus L) ON BLOOD PRESURE IN HYPERTENSIVE PATIENTS Etri Yanti; Niken Niken; Devi Andriyani
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i1.445

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler yang banyak diderita di dunia. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Solok tahun 2016, hipertensi merupakan penyakit tertinggi di program Penyakit Tidak Menular. Pengobatan non farmakologi dapat membantu menurunkan tekanan darah penderita. Mentimun mengandung kalium dan banyaknya kandungan air sehingga bersifat diuretik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus mentimun terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Singkarak tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan quasy eksperiment pre test dan post test dengan kelompok kontrol, dilaksanakan tanggal 30 Agustus sampai dengan 7 September 2017. Populasi adalah penderita hipertensi yang menderita hipertensi sedang, teknik sampel non random sampling dengan jumlah 32 orang. Data diolah secara komputerisasi dengan analisis univarian menggunakan tabel median dan nilai mainimum/ maksimum dan analisis bivariat menggunakan uji Mann- Whitney dengan signifikan nilai p ≤ 0,05. Hasil penelitian pada tekanan darah sistolik   penderita hipertensi kelompok eksperimen dan kontrol setelah diberikan jus mentimun terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai p value = 0,000 ≤ 0,05. Terdapat perbedaan yang signifikan tekanan darah diastole pada penderita hipertensi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai p value = 0,000 ≤ 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian jus mentimun terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Singkarak. Diharapkan agar hasil penelitian ini menjadi salah satu program Penyakit Tidak Menular  di lingkungan Puskesmas Singkarak dalam memanfaatkan jus mentimun dalam membantu menurunkan tekanan darah penderita hipertensi, dan mampu mengajarkan cara pengolahan dan konsumsi jus mentimun dengan benar bagi penderita hipertensi. Kata kunci : Mentimun, tekanan darah, hipertensi.  ABSTRACT Hypertension is a cardiovascular disease that many suffered in the world. Data of District Health Office of Solok in 2016, hypertension is the highest disease in the disease is not contagious program. Non pharmacologic treatment can help lower the patient's blood pressure. Cucumbers contain potassium and the amount of water content that is diuretic. The purpose of this study to determine the effect of cucumber juice on blood pressure in hypertensive patients in the work areaType of research used quasy experiment pre test and post test with control group, conducted on 30 August until 7 September 2017. Population is hypertension sufferers of moderate hypertension, non random sampling technique samples with number of 32 people. The data were processed by computerized with univarian analysis using median table and maximum maximum value and bivariate analysis using Mann-Whitney test with significant p value of 0,05. Result of research on systolic blood pressure of hypertension group of experiment and control group after given cucumber juice there is significant difference with value of p value = 0,000 ≤ 0,05. There was a significant difference in diastolic blood pressure in patients with experimental group hypertension and control group with p value = 0,000 ≤ 0.05. It can be concluded that there is influence of cucumber juice to blood pressure in hypertension patient in public health centre Singkarak  work area. It is expected that the results of this research become one of the disease is not contagious program in public health centre Singkarak in utilizing cucumber juice in helping to lower blood pressure of hypertension patient, and able to teach how to properly cucumber juice processing and consumption for hypertension patient. Keyword : Cucumber, blood pressure, hypertension.  

Page 1 of 2 | Total Record : 18